My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 91


Mendengar jika ayah dari janin yang dia kandung akan dikasuskan oleh Alceena atas pencemaran nama baik adiknya tersebut. Selena segera berdiri. “Bukan Brandon yang menyebar rumornya.” Dia berusaha berbicara dengan lantang agar tak terlihat sedang berbohong. Sebab, anak kedua Tuan Pattinson itu menilai seseorang dari mimik wajah dan getaran suara.


Mau bagaimana pun, Brandon Brooks adalah orang tua calon bayi yang dikandung Selena. Dia tidak bisa diam saja saat pria itu akan menjadi narapidana.


Alceena menarik sebelah sudut bibir. Tentu saja dia sudah tak bisa mempercayai Selena lagi. “Oh, ya? Lalu, jika bukan si pencundang itu, siapa? Kau?” Dia memang berbicara dengan santai, tapi terasa menusuk.


Selena mengepalkan tangan dan memejamkan mata sekilas. “Ya, aku yang sudah menyebar rumor itu,” ungkapnya.


Aldrich langsung bereaksi memutar tubuh Selena hingga wajah sang kakak menatap ke arahnya. “Kenapa kau mengakui kesalahan orang lain?” sentaknya dengan mata yang nyalang nampak marah. Padahal sebisa mungkin dirinya juga menutupi kesalahan Brandon karena merasa situasi beberapa bulan lalu mulai kondusif. Tapi, justru sekarang kakaknya memilih untuk mendorong diri masuk ke dalam masalah bersama Alceena yang sangat dikenal tak mudah puas jika belum mendapatkan sesuai yang diinginkan.


Bahkan Alceena terkenal tak pernah mengampuni seseorang yang memiliki kesalahan padanya.


“Biarkan aku mengurus masalah ini sendiri.” Selena mengelus lengan Aldrich agar tak perlu khawatir.


Sedangkan Cathleen dan Madhiaz yang mendengar pernyataan Selena pun masih membulatkan mata.


“Ternyata benar tuduhanku, aku tak salah menilai jika Selena adalah penyebar rumor tentang Alceena,” gumam Cathleen merasa lega karena dia tak jadi menyebarkan informasi yang tak benar.


“Tebakanmu salah, Cath. Bukan Selena yang menyebarkan rumor,” sanggah Madhiaz.


Sementara itu, Alceena yang mendengarkan ungkapan dari sang kakak pun membuat bunyi dengan bertepuk tangan, diiringi gelak tawa penuh ejekan. “Ternyata cinta membuatmu bodoh.” Dia menghina berdasarkan fakta. Kedua tangan kembali terlipat di depan dada. “Baiklah, sepertinya kau memilih menggantikan Brandon untuk menjadi narapidana? Aku akan menuruti itu.”


“Jangan ada yang mengikutiku! Biarkan aku sendirian!” Sebelum pergi, Alceena memberikan peringatan pada seluruh saudaranya. Dia ingin meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan sampai rasanya kepala menjadi pusing. Wanita itu pergi begitu saja.


Madhiaz dan Cathleen masih berada di dalam ruangan, keduanya menggelengkan kepala.


“Selena, aku kecewa denganmu,” tutur Madhiaz seraya melepaskan pantat dari sofa. “Ayo kita keluar, Cath. Sudah cukup mendengar penjelasan dari Selena yang penuh kebohongan itu,” ajaknya seraya mengulurkan tangan ke hadapan Cathleen.


Cathleen yang tadi malu karena menganggap dirinya salah kepada Selena, kini ikut kesal. “Kita perlu bicarakan ini dengan Mama dan Papa. Mereka berhak tahu masalah ini.”


Madhiaz menarik tangan Cathleen untuk segera keluar bersamanya. Mereka masih tak habis pikir dengan kakaknya yang memilih mengakui kesalahan seorang pecundang.


...........


Dariush sejak tadi mencari keberadaan Alceena tapi tak kunjung menemukan. Bahkan dia sampai meminta bantuan ke bagian CCTV demi melihat rekaman setiap lantai. Dan akhirnya dia menemukan sang wanita yang sedang berada di rooftop. Anak Tuan Dominique segera berjalan cepat untuk menghampiri Mommy dari anak-anaknya.


...*****...


...Belom ada pengumuman pemenang giveaway, berarti belom kelar ni bagian-bagian menegangkannya wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...