My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 89


Alceena menaikkan sebelah alis saat melihat wajah Selena yang terlihat gugup dan tak kunjung mengeluarkan suara. “Kenapa diam saja? Apakah pertanyaanku terlalu sulit?” Nada bicaranya sudah tidak sesantai awal mereka berkomunikasi.


Alceena bisa saja tetap tak terbawa emosi jika Selena dapat menjawab pertanyaan dengan lugas dan percaya diri. Bukan seperti seseorang yang kebingungan untuk mengolah kata hanya untuk pertanyaan sederhana yang dilontarkan. Dia jadi berpikiran yang tidak-tidak dengan saudaranya jika seperti itu.


Bukan untuk mempermasalahkan kehamilan kakaknya yang mengandung anak mantan calon suaminya. Tapi, tujuan Alceena menginterogasi hingga Selena kuwalahan menjawab adalah untuk memancing, apakah benar saudarinya terlibat dalam penyebaran rumor tentang dirinya?


Alceena tidak terlalu peduli dengan hubungan di masa lalu Selena dan Brandon. Toh dia sudah hamil dan sedang dekat dengan seorang pria juga. Tapi sampai sekarang, walaupun rumor dirinya yang mandul sudah terpatahkan, tetap saja masih tak terima dan tentu saja ingin tahu siapa dalangnya.


“Ceen, sabar.” Madhiaz menyentuh lengan Alceena agar tak mengedepankan emosi. Sebab, wajah adiknya sudah terlihat kurang bersahabat.


Alceena menghirup udara dalam-dalam, dan mengeluarkan dari mulut secara perlahan. “Sorry. Jadi, apa jawabanmu? Sedari tadi aku menunggu.”


“Aku tak mengharapkan apa pun selama mengulur waktu di Munich. Justru aku sengaja tak pulang ke Helsinki dan tak menghadiri acara pernikahanmu saat itu karena tidak ingin mengacaukan hari penting adikku dengan calon suaminya.” Selena terlihat sangat sedih, dan itu bisa ditangkap jelas oleh Alceena yang selalu memperhatikan mimik wajah seseorang. “Aku merasa bersalah padamu atas kejadian malam panasku bersama Brandon, maka memutuskan untuk menunda pulang.”


“Really?”


“Yes.”


Alceena tidak langsung percaya begitu saja. Dia menaikkan sebelah alis. Wajahnya semakin terlihat mengintimidasi. “Untuk apa kau merasa bersalah padaku? Tidur dengan kekasihku karena sama-sama mabuk, menurutku hal biasa. Tapi yang tak habis pikir adalah kau menyembunyikan hal itu selama tiga bulan ini. Dan sejak dahulu pun kau tahu jika aku biasa saja saat Brandon sering menyewa wanita malam.”


Alceena berhenti sejenak untuk menghirup napas karena ucapannya tadi tak berjeda.


“Lalu, kenapa kau takut mengatakan padaku dengan jujur? Apakah mungkin rumor tentang diriku yang mandul ada hubungannya denganmu atau Brandon?” Alceena melanjutkan lagi menginterogasi Selena. Kali ini dia semakin memojokkan saudarinya agar lebih mengerucut pada inti pembicaraan yang sangat ingin dia ketahui faktanya.


Madhiaz menegur Alceena lagi yang mulai mengeluarkan suara dan wajah sinis. Dia kurang senang jika berbicara dengan keluarga tapi dengan emosi. “Ceena, cukup! Kau terlalu menyudutkan Selena. Dengarkan dulu jawaban darinya satu persatu, jangan langsung menyerbu dengan banyak pertanyaan.”


“Ceena, maafkan aku jika menurutmu keputusanku saat itu salah. Sebagai kakak, hanya berusaha untuk menjaga perasaanmu saja. Sungguh aku merasa bersalah setelah malam itu.”


“Pertanyaan keduaku belum kau jawab.”


Selena mengeluarkan udara dari bibir. Dadanya saat ini sedang bergemuruh karena Alceena selalu kurang puas dengan jawabannya. “Aku tidak menyebarkan rumor tentang kau mandul.”


Alceena menyungginggkan senyum smirk. “Kau yakin?”


“Sangat yakin.”


“Baiklah, jika bukan kau yang menyebarkan rumor itu, berarti Brandon Brooks?” Alceena menaikkan sebelah alis. Dia sedang membolak balikkan pertanyaan agar Selena kebingungan dan biasanya orang akan terlihat jujur atau tidaknya ketika menjawab pertanyaan yang bertubi-tubi tiada henti, karena tak ada jeda untuk berpikir guna memanipulasi ucapan. Kecuali orang tersebut memang mahir berbohong.


...*****...


...Tolong itu kasih Alceena minum, kasian bumil nyerocot terus. Takut kehausan wkwkwk...


...Gaada flashback bestie. Ini alurnya maju. Kalau maju mundur nanti jadi keenakan merem melek dan berakhir mendesah wkwkwk...


...Ini cerita tentang Alceena dan Dariush. Tokoh lain kalau ga dijelasin detail di sini, berarti bakalan dibuatin novel sendiri biar ga nyampur konfliknya. Selain authornya pusing nulisnya kalau semua tokoh dicampur semua di sini, yang baca pasti juga lieur karna novelnya ga tamat-tamat wkwkwk....


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiahnya bestie...