
Sore ini arden dan aretha bermain diluar bersama anak anak yg lain.
Kulihat dari teras,mereka bermain petak umpet.baguslah.. Aku senang mereka cepat berbaur dan mendapat banyak teman.
Namun saat hendak masuk maghrib,kulihat mereka tdk terlihat,satu pun anak tdk ada disana.kuputuskan mencari kedepan.
Dan aku melihat bu yeni dan bu kori yg sepertinya juga mencari anak anak mereka yg tadi juga bermain dgn arden aretha.
"Pada kemana ya bu anak anak?"tanyaku ke mereka.
"Iya mbak..tadi aja masih ada suaranya ,inikok malah sepi.mana mau maghrib.."kata bu yeni cemas.
"Kita cari aja yuk,mungkin main kelapangan apa ngumpet dikebun sana"ajak bu kori.
Komplek rumah kami memang ada lapangam khusus utk bermain voli dan di kelilingi kebun milik warga.
Sampai sana kami melihat anak anak yg sedang mencari cari sesuatu.
"Kakak!!! Ade mana?"tanyaku.
"Itu nda.. Sama vita."kata arden sambil menunjuk ke bawah pohon mangga.
"Kamu nyari apa kak?yuk pulang.udah mau maghrib ini lho"ajakku.
"Nanti dulu bun,riki belum ketemu.."ucapnya.
"Teriak aja,nanti kan denger.bilang kalau mau maghrib.."
"Udah kok,udah teriak..tapi gak muncul juga"kata arden cemas.
Baru kali ini dia terlihat panik.lagian kemana riki?
"Lah riki tadi bukannya bareng arden?"tanya bu kori,karena mendengar anaknya belum ketemu.
Riki anak ke tiga bu kori,yg seumuran dgn arden.
"Iya tante,tadi kita ngumpet bareng.cuma riki pindah ke kebon,katanya biar gak cepet ketemu.tapi udah dicari gak ada.."kata arden seperti merasa bersalah.
"Ya udh,ayok kita cari lagi .."kataku.
Kami lalu mencari riki lagi,anak anak pun ikut membantu sambil terus berteriak memanggil nama riki.
Namun tetap saja,tdk ada tanda tanda keberadaan riki.
Saat melewati rimbunan pohon bambu yg letaknya agak kedalam kebun,aku sedikit bergidik.arden pun merasakan hal yg sama sepertiku karena dia menoleh kearahku.
Kami lalu berhenti didepan pohon bambu itu.
Jangan bilang ini kerjaan jin usil..gak bakal aku maafin!!
"Kak.. Kamu ngerasain?"tanyaku ke arden.
"Iya bun,, bunda gak liat apa apa?"tanyanya.
"Sejauh ini belum kak..tapi bunda ngerasa aneh sama pohon bambu ini.."
"Sama,kakak juga..dek!!! Dek!!"panggil arden ke retha yg asik main agak jauh dari kami.
Retha lalu berlari menghampiri kami.
Saat sudah agak dekat,dia malah berjalan pelan dan ragu.
"Bundaaaa.. Kakkkkk..itu...itu kak riki..."kata retha dgn wajah pucat sambil menunjuk rimbunan pohon bambu.
Aku dan arden yakin,riki ada disana.dan sepertinya mataku sengaja ditutup oleh makhluk itu.yg aku tdk tau apa dan seperti apa bentuknya.
Namun aku yakin dia adalah wewe gombel/ kolong wewe yg suka menculik anak anak.
Arden membaca amalan doa yg diajarkan kak yusuf.aku dan aretha pun sama,kami juga membaca amalan utk membentengi diri kami agar kami tdk ikut dibawa makhluk itu.
Tak lama,walau samar samar kami dapat melihat wujud nya.
Aku kaget melihat makhluk ini,karena ini pertama kalinya aku bertemu wewe gombel.
Dia berwujud wanita dgn buah dada yg besar dan panjang.namun sangat mengerikan.
Riki ada didalam pelukannya dgn kondisi pingsan.
"Lepaskan dia!!!"kataku dalam hati.aku yakin dia mendengarku.
Dia malah terkekeh dan seolah olah menyepelakan kami.
Kutatap tajam matanya sambil ku baca amalan lain yg kutau.
Retha maju masih membaca doa.arden menyusulnya ,mereka hendak mengambil riki dulu.
Aretha masih menggumam doa sama seperti arden.mereka memapah riki pergi menjauh dari makhluk itu.
Wewe gombel itu marah dan seperti ada angin kencang yg tiba tiba saja datang.
Sampai sampai pandangan mata kami tertutup debu yg beterbangan disekitar kami.
Tanganku ditarik oleh makhluk itu,kurasakan tangan kasar dgn kuku panjang hitam sedang menggenggam ku.
Aku tdk gentar,kupegangan tangan itu dgn tangan ku yg satu nya sambil membacakan ayat pemusnah.
"Bundaaaa!!!"teriak arden.
Dia berlari menghampiriku setelah meletakan riki direrumputan lalu ikut membacakan doa sambil ikut melepaskan tangan makhluk itu.tak lama tercium bau terbakar dam makhluk itu mengerang kesakitan.
Dia musnah dan angin pun berhenti.
Beberapa orang disana kini mengetahui tentang jati diri kami yg bisa berurusan dgn makhluk halus.
Riki dibopong oleh ibunya dibantu bu yeni juga menuju rumahnya.
Sementara menunggunya tersadar,kami sholat maghrib dulu.
Aku dan anak anak kembali pulang kerumah,namun bu kori meminta agar kami kembali lagi utk melihat kondisi riki.
Ku hubungi kak yusuf,agar dapat datang ke rumah riki.karena aku tdk yakin bisa menolong nya.
Aku takut,riki sudah memakan makanan dari makhluk tadi.dan biasanya jika sudah memakan nya,maka dia akan bisu.
Biasanya anak yg diculik wewegombel akan di beri makan kotoran manusia. Jika si anak tidak mau, maka terpaksa si anak akan suapin secara paksa. Terkadang anak-anak yang diculik akan dihalusinasi sehingga kotoran yang ia lihat seolah-olah adalah makanan lezat yang paling ia sukai/inginkan. tujuannya adalah membuat anak menjadi bisu agar tidak bisa menceritakan apa yang telah ia alami ataupun bentuk dari wewegombel yang menyeramkan tersebut.
Memang bentuk nya sungguh menyeramkam.jika saja tdk ada anak anak ku tadi,aku lebih memilih kabur,pulang kerumah.
Saat adzan isya berkumandangan,aku ,anak anak dan kak yusuf datang ke rumah bu kori yg terlihat ramai oleh orang orang yg penasaran akan keadaan riki yg diculik wewegombel tadi.
Berita memang cepat menyebar krn tadi banyak anak anak yg menyaksikan nya.yg otomatis mereka akan menceritakan ke orang tua mereka.
Saat riki sadar,dia benar benar tdk bisa bicara.bahkan bu kori sampai menangis melihat keadaan anaknya.
bu kori meracau macam macam,dia seperti menyesali apa yg dilakukan oleh dirinya selama ini krn tdk terlalu memperdulikan riki,bu kori terlalu sibuk bekerja sehingga riki sering terlantar ,kurang kasih sayang ibu nya.sehingga sering bermain sendirian dan jarang dirumah.
Kak yusuf mengambil air zam zam yg dia bawa dari rumah yg dimasukan ke botol mineral.lalu membacakan amalan amalan tertentu dan menyuruh riki meminum nya.
Kata kak yusuf ini akan butuh waktu beberapa jam sampai suara riki kembali.
Beberapa orang sudah pulang kerumah mereka masing masing,kak yusuf dan aku masih dirumah bu kori.
Tak lama indra pulang,aku lalu keluar dan memanggilnya.agar dia tau kalau aku dirumah bu kori.
Indra akhirnya menyusul ku.dan bingung dgn keadaan rumah bu kori yg ramai,ku ceritakan kejadian barusan ke indra.
Dia hanya diam sambil menatap riki melas.lalu memeluk arden dan aretha.
Setelah beberapa lama,riki sudah bisa mengeluarkan suara seperti biasanya.
Kami semua menangis haru,akhirnya riki kembali seperti semula.
Dan krn kejadian itu,anak anak tdk ada yg berani bermain disekitar kebun dekat lapangan.
Mereka takut dan pasti dilarang oleh orang tua mereka.
Banyak sekali kejadian seperti tadi yg kami alami selama beberapa thn ini,anak anak makin bisa mengendalikan kemampuan mereka..aku pun tdk begitu khawatir lagi kini.
Asal kami selalu bersama sama,insha allah kami akan baik baik saja..
The.end
\=\=\=\=\=\=\=\=
Berlanjut ke season ke.3.
"We are family"
'Indigo'
Terima kasih yg sudah setia membaca dan memberikan vote dan komentarnya.
Sehingga aku makin semangat menulis.
Happy reading..