Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 29 bang toyip


Sudah hampir seminggu indra tdk pulang.dia ada dinas diluar kota.dan dia hanya menelfonku sekali.


Ya tentu aku harus mengerti dan paham dgn pekerjaan nya yg seperti itu.tdk boleh egois karena dari awal pun dia sudah memberi tau bagaimana pekerjaan nya,suka duka bahkan resikonya.


"Nis,,dani jemput tuh.."kata kak shinta.


Aku lantas segera kedepan menemui dani.


"Haiii.."sapaku.


Dia senyum dgn posisi masih diatas motornya.


Aku lalu mendekat ke dani.


"Yuk berangkat sekarang?"ajakku.


"Ayo...eh,kamu udah sarapan?"tanyanya.


"Mmm...belum.ntar aja.. Aku belum pengen. Perutnya lg gak mau diisi nih"kataku lalu langsung naik ke motornya.


Sampai dikantor..


Kulihat mia seperti sedang bertengkar dgn wisnu.


Lalu aku dan dani menghampiri mereka.


"Miii... Kenapa?"tanyaku dgn menatap mereka berdua.


Namun mereka malah diam.


"Oke deh kalo gitu ,aku masuk dulu ya.. Ada masalah,selesei baik2..jangan pake emosi"kataku lalu masuk kedalam diikuti dani.


"Nis,,,"panggil dani.


"Hmmm.." jawabku santai sambil masuk kelift.


"Revan ngajakin makan2 diluar hbs pulang kerja nanti..katanya dia ultah."


"Kata sapa?"


"Ni barusan dia share ke grup wa..kamu gak pernah baca apa nis?kan kamu udh masuk ke grup?"


"Males.. Nggak penting.kalau ada hal penting kan kamu pasti ksh tau aku.."kataku sambil nyengir.


Dia mencubit pipiku gemas.


Tingg


Luft terbuka dilantai 2.lalu ada seorang wanita yg masuk.namun setelah masuk tercium bau amis.hingga aku menutup hidungku dgn ujung jilbabku.


Ni mbak nya hbs ngapain sih?


Saat lift terbuka dilantai 3 aku dan dani keluar,sebelum keluar aku sempatkan menyapa wanita itu.


"Duluan ya mba.. Oh iya,nanti sempetin mandi junub ya.."ucapku.lalu mba nya mengerutkan keningnya ,dani lantas menarikku keluar lift.


"Kamu nis,,ngapain ngomong gitu??"gerutunya.


"Ya biar aja dan.. Emang kudu junub kan tuh si mbak.."kataku cuek.


"Iya tapi gak usah diomongin juga kali nis..gak enak tau.."


"Iya iya.."


Lalu kami masuk keruangan kamu,dan disana sudah ada revan yg sedang ngobrol dgn dimas,fitra dan yuli sambil duduk diujung meja mia.


"Pagiii.."sapa dani ke mereka.


"Kalian berangkat bareng lagi?"tanya fitra.


"Iya,, nih babang nya lg keluar kota.."kata dani menunjukku.


"Belum pulang nis?udah seminggu kan ya?"tanya yuli.


"Iya,, berasa kaya bang toyib.. Gak pulang pulang"kataku cuek.


"Emang indra lagi dines ke mana nis?"tanya revan.


"Mmmm... Rahasia.gak boleh diksh tau.."kataku.


Ceklek..


Pintu ruangan kami dibuka lalu masuklah mia bersama seorang wanita.


"Pagiii"sapa mia lemas.


"Pagiiii"sahut kami ikut lemas melihat mia tdk semangat.


"Pak revan ... Ada tamu nih.."kata mia.sambil menunjuk wanita disampingnya.


Revan yg tadi duduk membelakangi pintu lantas kaget setelah berbalik.


"Cindi??"ucapnya.


"Revan.."


Kami yg ada disana hanya saling tukar pandangan.


Revan lalu melirik ke arahku ,kemudian dia menarik cindi masuk keruangannya.


Ada yg aneh pada cindi..ada seorang anak kecil yg terus mengikutinya.dan itu bukan manusia.


Aku melirik ke dani,dia hanya mengangkat bahunya lalu kembali bekerja.


Saat sedang sibuk sibuknya,tiba2 terdengar keributan diruangan revan,lalu tak lama cindi keluar dan memghampiriku.


"Maaf,,bisa tolong kamu menjauh dari revan??gara2 kamu ,revan gak jadi nikahin aku..tolong,ngertiin donk.kita sama sama perempuan.aku kenal revan lebih dulu& lebih lama dari kamu,bahkan hubungan kami udah jauh..kamu tolong jangan bikin revan makin jauh dari aku.."katanya panjang lebar.


Aku hanya melongo melihatnya.


"Maaf..mbak cindi ngomong sama saya?"tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.


"Siapa lagi??ya kamu lah!!"katanya ketus.


Revan yg ada dibelakangnya terus berusaha menarik cindi menjauh dariku.


"Cin..udah,kamu jangan bikin keributan disini.."kata revan merasa tdk enak kepadaku.


"Lepas van!! Aku gak bakal diem trus.aku capek gini terus.aku nunggu kamu lama bgt van.. Masa aku hrs lepasin kamu krn perempuan ini!!" mereka malah berantem diruangan kami.


Dan kami yg ada diruangan jadi merasa tdk enak.teman2 ku menatapku bingung.


Aku hanya menggeleng kan kepalaku.


Sepertinya ada salah paham.


"Tunggu..."ucapku lalu berdiri mendekat ke cindi & revan.


"Mau apa lagi kamu??gak cukup bikin hubunganku sama revan berantakan??!!"cindi masih saja emosi.walau revan sudah berusaha menenangkannya.


"Aku bener2 gak tahan van!! Aku berubah sejak kerja dikantor ini..dan aku sekarang tau apa penyebabnya.. Kamu tau kan??aku udah ngelakuin apa aja buat kamu!! Aku udah kasih semua buat kamu!!"


"Cukup!!!"


Revan berteriak sambil meninju pintu depan ruangan kami yg terbuat dari kaca hingga pecah berantakan.


Wah,makin panas nih,aku lalu ditarik dani mundur.


"Kamu tuh gak tau apa2!!! Aku gak tahan sama kamu cin!! Kamu terlalu posesif!!"teriak revan emosi.


Reaksinya sama seperti saat dia menyekapku tempo hari.


"Dia itu istri sahabatku!!masa kamu cemburuin juga!! Lagiam kita udah putus!!kamu inget kan!!"kata revan masih emosi.


"Bohong!!! Aku gak percaya!! Cara kamu memandang dia,,itu lain van!! Aku bukan anak kecil yg bisa kamu bodohi!!"kata cindi sambil menunjukku yg berada dibalik tubuh dani.


Revan makin emosi,bahkan sepertinya dia tdk peduli tangannya yg sudah berdarah darah.kulihat ada beberapa pecahan kaca yg masih menancap dipunggung tangannya.


"Kamu keterlaluan!!"teriak revan keras sehingga membuat beberapa orang yg ada diluar mendekat karena penasaran dgn apa yg terjadi.


Revan lalu menghubungi security dan tak lama pak satpam masuk dan kaget juga melihat ruangan berantakan.


"Bawa wanita ini keluar!!jangan biarkan dia masuk!!"perintah revan dgn nafas tertahan sepertinya menahan emosinya juga.


Pak satpam lalu menyeret cindi keluar,tdk peduli cindi berteriak meronta ronta.


Dani kemudian mendekat ke revan.


"Pak,lukanya diobati dulu aja. Nanti,infeksi..ayo saya antar ke klinik."ajak dani pelan.


Revan menurut,lalu mereka pergi meninggalkan ruangan.


Pak dikin masuk utk membersihan sisa sisa pecahan kaca yg berserakan dilantai.


Aku menarik nafas dalam.agak kaget dgn kejadian barusan.


Sebegitu cintanya cindi ke revan,namun revan seperti tdk peduli.kasian bgt cindi..


\=\=\=\=\=\=\=


Revan& dani kembali.


Revan lantas menghampiriku.


"Nisa,,maafin cindi ya.. Tadi dia keterlaluan.."kata revan.kali ini dia lebih tenang.


Aku diam sambil menatapnya lalu melihat dani yg berdiri dibelakang revan.dani mengangguk pelan kepadaku.


"Iya pak..gak papa kok.."ucapku singkat.


Aku tdk ingin terlibat obrolan panjang dgn nya.


Lalu revan kembali keruangannya.


Ya ampun indra..kapan kamu pulang?aku butuh kamu...


Sampai jam kerja berakhir.pikiranku masih tdk tenang.aku berjalan ke bawah bersama teman2 yg lain.


Sampai di lobi,aku duduk dulu di kursi dekat pintu.


Dani mendekat.lalu jongkok didepanku.


"Kenapa?"tanya dani lembut.


"Pusing.."ucapku.


Tap tap tap


Terdengar langkah kaki yg tergesa2.


"Mbak..maaf..mbak nya gak boleh masuk mbakk"kata pak satpam sambil menghalangi cindi yg entah dari mana dia muncul.dia terus menatap tajam kepadaku.


Dani meraih ponsel nya lalu seperti menghubungi revan.


Cindi yg masih tersulut emosi berusaha mendekati ku walau sudah dihalangi dani dan pak satpam.


"Nis,,kamu pergi dulu ya.. Bareng fitra aja tuh..dia masih diparkiran tuh.."perintah dani sambil memegangi cindi dgn pak satpam,takutnya cindi menyerangku.


Aku mengangguk cepat dan agak berlari menuju parkiran.


Buuuggg


Aku menabarak seseorang karena aku tdk melihat ke arah depan.


"Eh maaf..."kataku lalu kulihat pria yg berdiri dihadapanku.


Indra??


"Hai sayang..."sapanya dgn senyuman khas nya yg selama ini membuatku klepek klepek.


Langsung kupeluk dia.


"Kamu lama bgt sih?gak pulang2.."kataku sambil mata yg berkaca kaca sembari memukul pelan dada bidangnya.


"Maaf sayang.baru kelar nih..aku langsung kesini jemput kamu.."


Indra memang masih memakai pakaian dinas nya.


Lalu mengulurkan sebuket bunga mawar putih kepadaku.


"Special for you... Sebagai permintaan maaf,aku lama gak pulang.."katanya.


Lalu kuterima bunga itu sambil tersenyum senang.


"Makasih,,kamu pulang aja aku udah seneng kok.."kataku masih menatap bunga dihadapanku.


Indra lantas mengecup keningku lembut.


"Eh..eh..eh..kangen2an nya ditunda dulu bisa kagak??ni cewek agresif bgt!!"gerutu dani.


Kami sampai lupa bahwa cindi masih ngamuk.


"Cindi!!! Ini suamiku..jadi kamu gak usah takut aku bakal rebut revan!! Lagi pula aku gak suka sama revan!!"kataku sambil menggandeng indra mesra.


Cindi tertegun melihatku menggandeng indra.


"Jadi..kamu udah nikah?"tanya cindi dgn raut wajah yg keheranan.


"Kan aku udah bilang cin!! Kamu  yg ngeyel!! Dia indra,sahabatku !! Jada mana mungkin aku suka sama istrinya!!"kata revan yg tiba2 sudah ada dibelakang cindi.


Yakin tuh?kemaren apa maksudnya kamu culik aku?,batinku


"Sorry... Aku gak tau,aku terlalu terbawa emosi tadi.."kata cindi yg mulai tenang.


Indra tdk berkomentar apa apa.


Hanya menatap cindi kemudian melihay revan.dan terakhir dia menatapku lalu tersenyum.


"Pulang yuk.."ajaknya.


Kami lalu pulang setelah pamit ke mereka.


"Dani,,thanks ya.."ucap indra..


Dani hanya mengangguk.kulemparkan senyum ke dani,dia membalas dgn anggukan.