
Setelah sholat subuh,kami diajak sarapan oleh mang ude.
"Kalian jadi balik hari ini?"tanya mang ude disela sela sarapan.
"Jadi mang.. Nih nisa ngotot balik sekarang.."sahut indra.
"Makasih ya mang, bibi sama wayan... Maaf ya,ngerepotin.."ucapku.
"apanya yg repot.kamu kan ponakan mamang sama bibi..kita malah seneng ada sodara datang.."kata bibi kadek.
"Kak nisa,kapan kapan main sini lagi ya.." wayan tersenyum sambil makan.
"Insha allah.." hanya itu yg sanggup kukatakan.aku masih trauma dgn kejadian semalam
"Tenang aja kak,leak itu gak akan ganggu kak nisa lagi kok"kata wayan yakin.wayan seperti tau apa yg kupikirkan.
Rumah mang ude sungguh nyaman,bergaya rumah adat khas bali.
Sebenarnya aku ingin berlama lama di sini, hanya saja aku masih trauma.
Dan lagipula, masa cuti ku& indra sebentar lagi hbs. kami akan menjalani rutinitas kami seperti biasa.
Pukul 10.00 kami diantar keluarga mang ude ke bandara.
Setelah pamit, aku & indra segera masuk ke pesawat yg akan membawa kami pulang.
Selamat tinggal bali.
Semoga suatu hari nanti aku bisa kembali ke sana tanpa adanya teror tentunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Selama di pesawat aku selalu bergelayut manja di lengan indra.
Maklum pengantin baru. hehe.
Kami memang tidak memberi kabar akan pulang awal.
Setelah kami turun dari pesawat,kami mencari taksi lalu pulang ke rumah.
Saat taksi masuk halaman rumahku, kulihat ada kak yusuf di depan rumah bersama kak rahma.
kami keluar dari taksi, kak yusuf berdiri menatapku heran.
"Assalamualaikumm"kataku ke mereka.
"Waalaikum salam..lho nis,kok udh balik.kakak pikir mlm?"tanya kak yusuf kaget.
Aku langsung memeluk kak yusuf lalu kak rahma.
"Trauma aku,gak lagi lagi deh ke bali "kataku lemas.sambil ku hempaskan tubuhku duduk di kursi yg ada di teras.
"Lho knp?' 'tanya kak rahma.lalu mendekatiku& duduk di sampingku.
" kita kemaren diteror kak.."ucap indra sambil membawa koper.lalu meletakkannya didepan pintu
"Hah?diteror siapa??"kak yusuf cemas.
"Leak!!" kataku & indra bersama2.
"Hah???trus??ya ampun kok bisa??" nada bicara kak yusuf naik satu oktaf.
Kami menceritakan apa yg kami alami kemarin.
"Pantes,perasaan kakak gak enak pas tau kalian mau kesana"sahut kak yusuf.
"Ya udh deh,nisa ke kamar ya..capek bgt..oh iya,oleh olehnya dikoper nih,gak beli banyk tapi.."kataku sambil mengambil beberapa makanan& acesoris dalam koper yg kemarin ku beli.
Setelah itu,aku masuk kamar.
Indra msh ngobrol dgn kak yusuf di teras.
Aku rebahkan tubuhku di ranjang.
Kembali ke rumah adalah hal paling menyenangkan.
Sebentar saja,aku terlelap dlm tidur..
\=\=\=\=\=\=\=\=
Kurasakan belaian lembut seseorang di kepalaku.
Ku kerjap kerjapkan mata, mencoba melihat,bahwa yg membelaiku adalah indra.
Dia tersenyum.
"Udah, bobo nya?sholat dulu yuk.udh maghrib"katanya tanpa melepaskan belaiannya.
Aku hanya tersenyum lalu memeluknya erat dgn posisi tidur miring.
"Mandi sana..bau asem tau.."katanya meledekku.
Ku majukan bibirku lebih panjang dari biasanya. indra malah memencet hidungku sambil tertawa.
Aku beranjak menuju kamar mandi,mandi lalu mengambil air wudhu.
Aku& indra sholat berjamaah dikamar.
Setelah itu,kami keluar menuju ruang makan krn mamah sudah memanggil kami untuk makan malam bersama.
Malam ini rumah ramai,kak yusuf& kak rahma memutuskan menginap disini.kak adam baru saja pulang kerja.
Semua makan bersama.
"Kalian bsk udh mulai masuk kerja?"tanya papah.
"Iya pah,,ini aja indra udh di telfonin terus.."terang indra.
Papah hanya manggut manggut saja.
Indra ini seorang intel dikepolisian.jadi tugasnya bisa kpn saja& dimana saja,bahkan kadang dia tdk memakai seragamnya.dia lebih sering memakai pakaian serba hitam.utk mengkamuflasekan jati dirinya yg sebenarnya.
"Kamu juga mau ngantor bsk nis?"tanya kak adam.
"Iyalah kak.. Lagian indra udh kerja.ngapain aku dirumah coba??"kataku sebal.
"Nisss..."ucap indra pelan.
Dia sangat paham kalau aku masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak dgnnya.
Indra ini kdng sibuk sekali.jika sedang bertugas,kdng sampai berhari hari tdk pulang.
"Iya sayang,I am okey.. "Kataku.
Dgn nada menekan kan.
Mereka tersenyum melihat kami.
Kak rahma sedang mengandung.wlw masih trimester pertama.
"Kamu kpn nyusul nis?"tanya kak rahma tiba2.
Aku gelagapan ditanya hal seperti ini tiba2.
"Eh.. Eum..kak rahma dulu aja.nisa kan baru kemaren nikah.hehe"
Entah knp,aku merasa belum siap hamil.walau aku sangat menyukai anak kecil.
dede aim aja sering ikut tidur bersamaku jika sedang rewel malam malam,itu saat sebelum aku menikah dgn indra.
Setelah makan,para pria ngobrol di teras..papah,kak adam,kak yusuf& indra.
Sedangkan ladies nonton tv di ruang tamu.
Aim sebentar lagi akan berumur 2 thn. dia itu yg selalu membuat rumah menjadi ramai dan hangat.
Aku bersandar di lengan kak rahma,sambil mengelus perut kak rahma yg belum begitu besar.
Terasa denyut jantung janin dikandungan kak rahma.biasanya di kehamilan 4 bulan,allah sudah meniup kan ruh ditiap calon bayi dlm kandungan.
"Kak rahma pengennya cewek/cowok!"tanyaku.
"Apa aja nis,yg penting sehat.."kata kak rahma sambil ikut mengelus perutnya sendiri.
Krrrriiunnggg!!
Mia menelfonku.tumben..
"Iya mi..assalamualaikum"
"Waalaikum salam nis..kamu udh pulang belom?"
"Udh,ni knp?"tanyaku heran.
Dari cara bicara& suara mia dia seperti panik.
"Anjar, nis..."katanya terbata bata.
"Anjar? kenapa?"tanyaku sambil membetulkan posisi duduk ku.
"Dia koma..."kata mia pelan.
"Hah? Koma? kok bisa?dia kecelakaan?" tanyaku.
"Enggak..tadi pagi aku ke rumahnya kan, kita janjian mau jln bareng,trus kata mamahnya, Anjar blm bangun dari pagi, pas kita cek .dia udah gini. ampe skrg gak sadar niss..gmn donk..." kata mia sambil terisak.
"Kata dokter apa?"tanyaku.
Indra masuk lalu duduk di sampingku dan menatapku heran.
Indra menaikkan satu alisnya menatapku,aku jawab 'mia'.
Lalu mengangguk.
"Dokter blg, gak ada masalah apa apa nis, semua normal.aneh kan?"katanya.
"Ohh, terus knp kamu telfon aku?"
Tanyaku sambil menyambar kue dimeja.
"Kamu bisa liatin ga nis? keadaannya Anjar. kasian niss.."katanya memelas.
"Lah, kok aku? emang aku dokter apa?"tanyaku dgn mulut penuh kue.
"Ayolah nis... Besok ya..kita liat keadaannya..oke..ya udh nis, dah,"katanya langsung menutup telfon .
Perasaan aku blm blg iya.huft..kebiasaan ni anak..
"Knp nis?" tanya indra.
"Eum..ini si miaa.. Dia ngabarin kalo Anjar koma"kataku pelan, agak ragu membahas wisnu di depan indra..
Dia diam sesaat.
"Kamu mau jenguk kpn?" tanyanya datar.
"Enggak tau.males.. "kataku sambil melingkarkan tanganku ke pinggang indra.
"Bsk malem aja sama aku, kita tengok. gmn?" aku kaget..
"Eh..enggak papa tah?"
"Ya enggak papa.. emang knp?"tanya indra balik.
Aku tersenyum menanggapinya.
"Yuk bobo" ajak indra lalu menarik tanganku ke kamar.
"Eheem.. manten anyar bobok gasik"ledek kak Rahma.
Aku hanya melemparkan senyum ke arahnya sambil mengedipkan sebelah mataku.dia terkekeh sambil geleng geleng kepala.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayangg... Bangun.."kurasakan tangan indra membelai kepalaku lembut.
"Hmmmm" gumamku sambil membuka mataku.
Aku kaget melihatnya sudah rapi,memakai kaos hitam & celana jeans hitam.
"Kamu mau berangkat pagi pagi ndra?"tanyaku sambil duduk bersandar di ujung ranjang.
"Iya, ada tugas mendadak. Kamu gak papa ya berangkat sama kak adam?" tanyanya sambil memegang tanganku lalu mengecupnya.
"Iya, nggak apa apa.. Kamu hati hati, ya.."kataku.
Dia mengecup keningku lalu meraih jaket kulit yg tergantung di gantungan baju.
Segera aku beranjak untuk mandi & wudhu.
setelah semua sudah selesai,aku menuju ke ruang makan.
"Pagi semuanya.." sapaku.
"Pagiii..."jawab mereka serempak.
"Kak adam, bareng ya.. "kataku lalu meraih piring.
"Siaaap..tadi indra udah blg kok.."kata kak adam sambil menggendong aim, sementara kak shinta sarapan.
"Eh, indra udh sarapan belum tadi ya?"tanyaku ke mereka.
"Udh, mamah tadi bikinin indra roti bakar sama susu coklat."sahut mamah.
"Nisa gak tau indra mau berangkat pagi buta kayak tadi.."kataku merasa tdk enak.
Seharusnya sebagai istri aku yg menyiapkan segala keperluan indra. bkn mamah.
"Iya nis,lain kali kamu hrs lebih perhatiin indra.. "nasehat mamah.
Ya ampun,aku benar benar merasa bersalah pada indra. maaf ndraa..
Selepas sarapan aku berangkat dgn kak adam.
Di jalan pun aku banyak diam.
Sampai kantor aku melihat dani yg juga baru berangkat.
Kuhampiri dia.
"Dan..."teriakku. kemudian aku berlari kecil ke arahnya.
"Haii.pengantin baru... Gimana nyonya indra?"sapa dani.
"Kamu ngledekin mulu deh..."kucubit perutnya.
Kami berjalan bersama menuju ruangan kami.
"Oh iya nis,mia udh ngabarin soal keadaan Anjar?" tanya dani tiba tiba.
"Ohh iya.udah..indra sih ngajakin nengok tar mlm.."jawabku sekenanya.
"Eumm... Bareng ya,kita ketemu di RS aja."sahut dani.
"Dia knp sih?"tanyaku penasaran.
"Aku juga belum tau. makanya pengen aku liat dulu."
Di ruangan kamu, sudah ada yuli& dimas.
Kami ngobrol sebentar lalu melanjutkan pekerjaan.
Beberapa jam ini indra tidak mengabariku. sudah kukirimi pesan beberapa kali tapi dia tak kunjung membalasnya.
Hatiku was was. tiba tiba aku sangat merindukan dia.
Pukul 16.00
Saatnya pulang kantor. aku &beberapa teman kantor jalan ke keluar kantor bersamaan.
Sampai lobby, aku melihat indra sedang duduk di atas kap mobilnya.
"Cieee ... aa udh jemput nisss" ledek mia.
Aku tersenyum. segera aku berlari kecil menuju indra.
"Duluan ya guyss" pamitku ke mereka.
Indra yg melihatku dari kejauhan kemudian berdiri dan tersenyum.
Segera ku berhambur ke pelukannya.
"Lho..lho..lho..kenapa ini?tiba tiba main peluk aja.." kata indra heran.
"Kangennn" kataku manja
Dia membelai kepalaku lembut.
"Gimana di kantor? Ada gosip apa?" tanya nya basa basi.
"Biasa..soal Anjar. Dani ngajakin bareng katanya,kalo kita jadi nengok Anjar," kataku lalu melepaskan pelukanku ke indra.
"Oke.. tar malem kan?" tanyanya.
Aku mengangguk pelan.
"Kamu baru pulang juga?" tanyaku sambil memperhatikannya,dia masih memakai baju yg tadi pagi soalnya.
"Iya, langsung ke sini..ya udah,yuk pulang.. aku capek banget," sahutnya.
Kulihat memang wajahnya keliatan kusut.
Kami lalu masuk ke mobil dan pulang ke rumah.
Sampai rumah, aku menyuruh indra mandi dulu. biar badannya seger lagi. kusiapkan air hangat untuknya. Cuaca sedang dingin karena baru saja hujan lebat mengguyur kota kami.
Saat indra mandi aku membuatkan nya coklat hangat dan beberapa cemilan yg kubawa ke kamar.
Dia baru saja selesai mandi.
"Waaah... Makasih sayang.. Kamu pake repot gini.."katanya melihatku membawa secangkir coklat hangat utknya.
"Repot apanya?udh kewajiban istri melayani suaminya."sahutku.
Mulai sekarang aku janji akan lebih memperhatikan kamu ndra.
"Heiii...kok ngelamun?"tanyanya lalu memelukku.
"Enggak kok..aku mandi dulu ya.."sahutku lalu segera ke kamar mandi.
Sore ini kami habiskan hanya berduaan saja di kamar sambil nonton film dvd yg kubeli beberapa hari kemarin.
\=\=\=\=\=\=\=
Setelah janjian dgn dani ,aku & indra segera ke Rs tempat Anjar dirawat.
Kami bertemu di sana.
Setelah mencari ke penjuru rs,kami melihat dani yg sedang berdiri di depan pintu kamar rawat pasien.
"Daaaan..."teriakku.
Dia melambaikan tangan pada kami.
"Udh lama?"tanyaku.
"Baru aja nis.. haii ndra..."sapa dani.
"Gimana keadaan nya?"tanya indra ke dani.
"Eum... Masuk yuk.. kalian hrs liat sendiri."katanya ragu.
Ada apa ya?
Kami masuk ruangan,di sana hanya ada mamanya Anjar.
Kami ngobrol sebentar.lalu kulihat Anjar.
Entah kenapa aku merasa tubuhnya kosong. seperti tidak ada ruh di dalamnya.
Aku melirik dani. dia paham maksudku.
"Maaf, ibu tinggal sebentar ya.mau ke kantin dulu."pamit mamahnya Anjar ke kami.
"Oh iya bu, gak papa.."jawab indra sopan.
Setelah mamahnya Anjar pergi, baru aku berani bicara dengan dani dan indra tentang keadaan wisnu.
"Dan,,kok aku ngerasa tubuh Anjar gak ada ruh nya ya?" kataku spontan masih menatap tubuh Anjar.
"Aku juga ngrasain itu nis..kayanya ruhnya lepas dari jasadnya."jawab dani.
"Hah? maksudnya dia mati suri?kok bisa?katanya dia tiba tiba aja kaya gini kan?" tanya indra heran.
"Eum, apa ada yg maksa ruh nya pergi dan?aku pernah denger gitu. ada kasus yg mirip kaya Anjar gini."sahutku.
"Bisa jadi nis.. Ada org yg sengaja menarik ruh Anjar."dani berjalan mendekat lalu dia terperangah.
"Kenapa dan?"tanyaku sambil ikut mendekat.
"Kamu liat ini nis?"tanya dani sambil menunjuk pergelangan tangan Anjar.
Kuamatai lekat lekat .
"Eh iya. kok kaya ada talinya ya?''aku heran.
Dipergelangan tangannya ada tali berwarna merah yg melingkar dan seperti terikat ke suatu tempat.
"Ujungnya di mana ini?"aku bergumam sendiri.
"Tali?"indra yg tidak bisa melihat ikut heran dengan pernyataan kami.
"Kita ikutin gmn nis?kali aja ini bawa kita ke ruh nya Anjar?"tanya dani.
Aku menatap dani,lalu melihat indra. dia mengangguk pelan.
.akhirnya kami mengikuti arah benang merah itu. kami mengikuti sampai naik mobil, karena sangat panjang.
Sampai kulihat benang itu berakhir di sebuah rumah.
Kami berhenti di depan rumah itu.
"Ini kan rumah Lao tse?"kata indra.
"Siapa tuh?"tanyaku.
"Dukun, sayang.."katanya.
"Kok bisa tau, ndra?"tanya dani heran.
"Iya lah, aku pernah nggrebek ni rumah gara gara dia melakukan santet ke orang. awalnya sih,kita ragu, karena masalah kaya gini gak bisa dibuktikan secara nyata.
Tapi setelah masuk ke dalam,malah kita nemuin mayat orang yg diawetkan di sana."terang indra.
"Ya udh, jita masuk. dan ambil ruhnya Anjar,"ajakku.
Mereka menyetujui lalu ikut turun bersamaku.
Sampai di depan pintu rumahnya.
Pintu terbuka, lalu keluarlah seorang pria yg berumur sekitar 60 tahunan.
"Mau apa kalian ke sini?"tanyanya.
"Mau ambil ruh temen kami yg kamu sekap!"jawabku dingin.
"Ruh?jangan ngaco kamu!!"dia mengelak.
"Saya dari kepolisian, mau masuk utk menggeledah rumah anda!!"kata indra sambil menunjukan kartu indentitasnya sebagai polisi.
Dia tidak bisa berkutik.
"Silahkan ,kalian tidak akan menemukan apa apa di dalam"katanya yakin.
Kami lalu masuk,aku & dani masih mengikuti benang merah itu dan menuju sebuah ruangan.saat akan masuk,dia menghalangi.
"Kalian tdk boleh masuk ke sana!!"larangnya.
Indra maju.lalu memutar tangan orang itu hingga dia mengerang kesakitan.
"Kalian masuk, lalu ambil..biar dia jadi urusanku"kata indra.
Aku mengangguk lalu masuk dgn dani. di dalam seperti banyak bejana dan banyak ruh di dalam nya.
Gila nih orang..
Dani mengambil bejana ruh milik Anjar.
"Lepas..."teriak lao tse.
"Ndra.. Udah dapet,"kata dani.
Indra melepaskan lao tse..
Tiba tiba lao tse menempelkan kertas mantra yg bertuliskan huruf china ke indra.
Anehnya indra tidak bereaksi apa aoa. lao tse bingung.
"Kenapa kamu gak bereaksi?" tanyanya heran.
Indra melepas kertas itu lalu menempelkan ke jidat lao tse.
"Loe pikir gue vampir!!"katanya kesal.
Aku terkikik geli. dani senyam senyum.
Entah kertas itu gunanya untuk apa.tapi yg jelas indra sama sekali tidak beraksi apa apa.
"Aura mu kuat sekali!!"kata lao tse.
"Masa??" indra menanggapi dengan santai.
Lalu kami pergi meninggalkan rumah lao tse dan kembali ke rs.
Sampai di sana,mamah Anjar kaget melihat kami membawa bejana aneh. lalu dani membukanya dan mencoba menuntun ruh Anjar kembali ke tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, Anjar bergerak dan mulai membuka matanya.
'Alhamdulillah' kata kami berbarengan.
Mamah nya Anjar sangat bahagia melihat Anjar kembali.
Kami pun lega.
"Makasih ya, kalian udh nolong aku.."kata Anjar kepada kami.
"Santai kali bro..kita kan tmn,hrs saling tolong menolong' kata indra.
Waw.. Salut buat indra. Sepertinya dia sudah melupakan kejadian tempo hari. dan sudah tidak menaruh dendam lagi ke Anjar.
"Thanks, nda"kata Anjar berkaca kaca.
Mereka berpelukan.
"Nis, mksh ya.."kata Anjar. aku hanya mengangguk.
"Ini dani, dia juga yg bantuin kamu tadi"kataku.
Setelah ngobrol beberapa saat, kami lalu pamit.
Kami berpisah di parkiran, dani pergi ke motornya sedangkan aku dan indra naik mobil lalu melesat pulang.
Aku tidak menyangka ada orang yg bisa berniat jahat seperti itu.
Kami sengaja tidak bertanya pada lao tse siapa yg melakukan hal itu ke Anjar. Karena takutnya Anjar dendam.
Sampai rumah, kami ikut ngobrol dgn kak adam & papah di ruang tengah.
Mamah& kak rahma sedang pergi bersama aim.
"Aku ke kamar dulu ya"kata indra pamit.
"Iya ndra, istirahat deh.."sahut kak adam.sambil menyenggolku dan memberi isyarat agar aku menyusul indra.
Akhirnya aku ikut masuk ke kamar.
Dia sedang melepas jam tangan di depan meja rias. kupeluk dia dari belakang.
"Hmm.. Jenapa sayang? kamu kayanya lagi manja bgt hari ini?" tanya indra lalu berbalik badan.dia memeluk pinggangku dan tersenyum.
"Masa sih? biasa aja ah..cuma kangen aja.." lalu kupeluk dia lagi.
Dia mengeratkan pelukannya juga.
"Yuk..kita tidur."ajakku.
Malam ini terasa sangat melelahkan sekali.
Aku tidur dengan memeluk Indra. nyaman sekali.