
Ku tatap cermin didepanku.
Gaun pengantin berwarna putih sudah ku kenakan dengan jilbab yang panjang.
Riasan yang sederhana namun tetap terlihat anggun membuat senyum dibibirku terus menghiasi wajahku.
Hari ini.. Aku akan menikah.
Setelah penantian yang panjang penuh lika liku & air mata sampailah kami pada titik ini.
Indra, pria asing yang tiba tiba masuk ke dalam hidupku dengan cara yang unik.
Mendampingiku setiap saat dalam keadaan sakit, senang, susah, sedih dan marah.
Walau kami pernah terpisah jauh.
akhirnya saling menemukan kembali.
Walau Indra pernah tidak mengingatku, tapi dengan ridho Allah, dia kembali lagi padaku.
Pria yang mengajariku banyak hal, keberanian, kedewasaan, kasih sayang dan keyakinan yang kuat.., membuatku menjadi Nissa yang baru.
Dia mengubahku menjadi seorang wanita yang jauh lebih baik.
Dengan sabar& telaten selalu ada disampingku, membuatku merasa berharga.., dicintai.., dan saling membutuhkan.
Aku beruntung Allah menakdirkanku berdampingan dengan nya.
"Nis, udah siap? udah ditunggu diluar"kata kak Rahma yang masuk ke kamar ku.
Kami menikah di masjid dekat rumahku.
Selesai berdandan, aku keluar kamar, udah ada kak Rahma, kak hinta & mamah. K mi pergi ke masjid naik mobil bersama.
Semua orang sudah menunggu disana.
Jarakny dekat tapi membuatku grogi setengah mati.
Kak Rahma&kak Shinta menggenggam tanganku, eolah tau kegelisahanku.
Sampai di masjid.
Kak Adam menjemputku lalu menggandengku masuk bersama kak Yusuf.
Tak terasa, air mataku menetes.
Aku sangat bahagia...
aku terharu dengan apa yang akan ku jalani nanti.
Mengingat semua hal yang sudah kulalui selama ini bersama Indra.
aku masih tidak menyangka kalau didepan sana Indra akan mengucapkan ijab qabul meminangku.
Hal yang memang sudah kami tunggu sejak lama.
Sampai disebuah meja.., sudah ada papah, Indra ,penghulu, Papah Indra dan kak Adam yang akan menjadi saksi.
Indra mengulurkan tangannya menyambutku.
Riasan henna ditanganku membuat ku merasa benar benar menjadi pengantin.
Aku duduk disebelah Indra yang memakai jas putih, sepadan dengan gaunku.
Dia terlihat lebih tampan.
Di belakang kami ada para sahabatku yang juga menyaksikan ikrar suci ini. Semua berkumpul disini, bahkan orang tua Olive pun datang.
*****
Pak penghulu sudah memulai acara dengan diawali doa.
Papah sendiri yang akan menikahkanku.
Papah menjabat tangan Indra, lalu Indra mengucapkan ikrar ijab qabul dengan satu tarikan nafas dan lantang.
Semua bersorak " saaaaahhh"
Alhamdulillah..
Kembali bulir buli air mata jatuh ke pangkuanku saat memanjatkan doa. Lega rasanya untuk sampai pada titik ini bukanlah hal yang mudah bagi kami.
Indra memakaikan cincin di jari manisku, ku kecup punggung tangannya, dia pun balas mengecup keningku.
Akhirnya...
Kami sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Terlihat raut wajah bahagia dari Indra dari senyum yang terus tersungging di bibirnya.
Aku? tidak perlu kalian tanya apa yang kurasakan sekarang, aku sangaaaat bahagia.
Kami mendapat ucapan selamat dari semua orang disini.
Banyak yang menangis haru.., bahagia.. Campur menjadi satu.
Terutama bagi mereka yang menjadi saksi perjalanan kisah cinta kami.
Terima kasih ya Allah..
"Selamat Nisss"
"Semoga bahagia selalu ya"
"Sampai maut memisahkan kalian"
"Cepet dapet momongan"
Itulah kata kata yang diucapkan semua orang tadi. Kalimat standar yang merupakan doa untuk kami.
****
Acara berlangsung dengan khidmat.
Pukul 11 siang kami sudah kembali lagi kerumah.
Aku memutuskan menggelar resepsi pernikahan dihalaman rumahku saja, seperti kakak kakakku dulu yang membuat perayaan sederhana di halaman rumah kami.
Ada beberapa tenda makanan & minuman juga kursi untuk tamu.
Teman teman Indra banyak yang datang mengucapkan selamat.
Begitupun teman teman ku.
Setelah menikah kami memutuskan akan tinggal berpindah pindah, terkadang dirumahku terkadang dirumah Indra.
Walau sebenarnya indra sudah berniat membeli rumah untuk kami tinggali, tapi aku merasa belum siap tinggal berdua saja dengannya.
Sepertinya aneh rasanya, mengingat Indra terkadang sering pulang larut malam, jadi aku belum ingin tinggal berdua saja dengannya.
Dia sangat mengerti dan memahamiku.
Sehingga dia menurut saja.
Acara berlangsung sampai malam.
Rasa lelah sudah tid k dapat kutahan lagi, badanku juga lengket sekali. Dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Tamu juga sudah sedikit.
"Udah sepi Nis?"tanya kak Yusuf.
"Tinggal dikit kak.. biar Indra aja yang nemuin, aku capek banget.."kataku merajuk.
"Ohhh, ya udah. kakak pulang dulu ya Nis.. besok main lagi deh"kata kak Yusuf pamit.
Kak Rahma pun sudah siap akan pulang.
Kupeluk kak Rahma erat."makasih ya kak.."ucapku.
Tak lupa kak Yusuf juga.
"Jadi istri yang baik buat Indra.."nasehat kak Yusuf.
Aku mengangguk.
Mereka pulang ke rumahnya, karena pasti meteka juga lelah seharian ini.
Kak Adam bahkan sudah tidur dikamar dengan Aim.
Kak Shinta masih ngobrol dengan mamah di ruang tengah..
Orang tua Indra juga sudah pulang tadi.
Papah juga sepertinya kelelahan.
Hmm..., terima kasih semua.
"Mandi dulu Nis.., istirahat"kata kak Shinta saat aku berjalan melewatinya.
"Siiiaaap.."aku sudah jalan sempoyongan memegang gaunku yang panjangnya naudzubillah.
Gini yah, gaun pengantin, kebanyakan bahan sampai kemana mana...
Aku masuk kamarku yang sudah di hias sedemikian rupa, layaknya kamar pengantin pada umumnya.
Lalu Aku membuka pintu kamarku lagi.
"Maaaahhh... kaaaaakkk.. bantuin Nisa nyopot.. Susahhhh" rengekku manja.
Mereka tersenyum & masuk ke kamarku. Lalu mencopot satu persatu hiasan dikepalaku.
Walau tertutup jilbab, tapi jarum pentulnya luar biasa...., ada kali 20 biji.
Setelah jilbab terlepas aku merasa legaa.. kepalaku menjadi enteng.
"Ya udah, mamah sama kak Shinta keluar ya, kamu mandi gih. Bau asem.., masa malem penganten bau asem.."ledek Mamah.
Aku hanya manyun agak malu malu.
Aku pun bergegas mandi. Segar sekali rasanya, air dingin yang mengguyur badanku, membuatku segar kembali. Rasa lelah dan letih seakan ikut terguyur air mandi yang membasahi tubuhku.
Saat keluar kamar mandi, Indra sudah ada dikamar. Dia tersenyum melihatku sambil melepas pakaiannya dan hanya mengenakan celana pendek saja.
"Capek ya sayang?"tanyanya.
"Lumayan.."kataku dengan senyum simpul.
"Aku mandi dulu ya.."
Aku mengangguk.
Sambil menunggu Indra, aku membuka beberapa kado yang diberikan orang orang.
Isinya berbagai macam.
Ada 1 yang membuatku mengerutkan alis.
Lingeri? siapa yang kasih ya?
Kucari nama pengirimnya an ternyataaa...
Mia? Hmm..anak itu.
Aku hanya terkekeh melihat kado dari Mia, lalu saat Indra keluar dari kamar mandi dia heran melihatku.
"Kenapa Nis?"
"Liaaatt..., dari Mia"kataku menunjukan apa yang kupegang.
Dia malah tertawa lebar lalu berjalan ke arahku.
Indra meraih tanganku, aku pun jadi berdiri sejajar denganya.
"Akhirnya Nis, hari ini terjadi juga.., lega rasanya. Aku seneng banget"katanya mesra.
"Aku juga seneng banget Ndra.. akhirnya kita nikah juga ya."
Kami saling berpelukan erat.
Pelukkan pertama kami menjadi suami istri.
Indra mendekatkan bibirnya ke telingaku.
"Hei gadis indigo!! I love you"
Bisiknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih pria penyabarku
Terima kasih atas cintamu yang luar biasa
Terima kasih untuk kenyamanannya
Terima kasih untuk setiap waktu
Terima kasih untuk kesetiaanmu
Dan maaf,
Untuk emosiku yang tidak beralasan
Manjaku yang selalu membuatmu repot.
Tetaplah menjadi priaku..
Pria yang selalu menuntunku dengan kedewasaanmu
I love you to Indraa...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Next story:hei gadis indigo season 2..
Cekidot...