
Sesuai janjiku ke wayan,malam ini kami jln2 berdua.
Dgn mengendarai sebuah mobil sedan milik kak adam,utk pertama kalinya aku menyetir sendiri.sedikit kaku memang tapi lumayanlah.tdk terlalu buruk.
Aku menyetir mobil dgn pelan,sambil berfikir akan membawa wayan kemana ya?krn ini sudah malam.walau belum begitu larut.kutawarkan bermain timezone,dia menolak,katanya dia bosan krn di bali dia hampir setiap hari bermain timezone dgn bibi.
Ah,sudahlah..ke alun alun saja.
"Wayan,kita ke alun alun aja ya.."ucapku sambil menoleh ke wayan.
"Gak papa kak..wayan ikut aja."katanya santai.
Walau ada sedikit rasa khawatir.
Tak lama kami sampai juga dialun alun.
aku parkir di sebuah bank swasta yg dekat sana,karena parkiran penuh.
Sekalian ambil uang di atm,pikirku.
"Yuk..eh, kamu kalo mau jajan apa aja,bilang kakak ya ..kakak traktir .."kataku.
Wayan mengangguk senang.
Sampai didekat air mancur,wayan lalu melihat ke depan dgn ekspresi yg ngeri.
"Udah jangan diliat.."kataku lalu menggandengnya menuju beberapa penjual makanan.
Aku sedang ingin makan cilok bandung rasanya.akhirnya aku mengajak wayan membeli nya.
"Mas,, cilok nya 5 ribuan dua ya..nggak pedes.."pintaku.
"Iya mba..cuma kecap aja?"tanyanya dgn keheranan.
"Iya mas..kecap aja.."
Mas nya segera menyiapkan pesananku.
"Mas,,dari bandung jam brp?"tanyaku membuat tawa mas nya meledak.
"Saya rumahnya sini mbak..bukan dari bandung.."katanya sambil senyum.
"Kirain dari bandung..soalnya cilok bandung gitu.. Hahahaha"kataku kumat iseng nya.
Setelah sudah dapat,aku dan wayan duduk diatas rerumputan yg kering sambil makan cilok.
Sambil memesan es teh manis.
Dialun alun selalu ramai jika malam hari.terkadang sampai rumputnya stress krn sering diinjak injak orang.dan jika sudah begitu,alun2 akan dikarantina utk penyembuhan rumput nya.
Hmm..bisa gitu ya..
Wayan lalu ingin membeli kerak telor yg jarang ditemui di bali..dan tak lama kembali lagi menenteng plastik berisi kerak telor.
"Disini makanan nya murah2 ya kak"katanya lalu duduk disampingku.
"Gitu deh,jangan bandingin sama bali ya..bali mah gak ada tandingannya..seminggu disana aja,udah bikin kantong bolong.hehehe"
Wayan ketawa..
"Kak..kapan ke bali lagi?''tanya wayan dgn mulut penuh makanan.
"Mmm..kpn yah..gak tau nih.."
"Jangan takut kak..kak nisa itu kuat lho,apalagi dgn adanya kak indra.kak indra walau nggak punya kemampuan seperti kita,tapi auranya justru lebih kuat kak."kata wayan lalu membuatku teringat kata2 dani dulu.
"Masa sih?"tanyaku ragu.
Wayan mengangguk yakin.
Krrrriinnggg!!
'Nando'
"Ya do..gmn?"
"Nis,km kerumahku ya sekarang!!"katanya panik.
"Eh..kenapa?"
"Angel nis.. Dia kesurupan..gmn donk..."
"Hah??!! Kok bisa?hbs ngapain dia??'tanyaku.
"Ah..aku gak tau.. Kamu ke sini ya..please"katanya memohon.
Ni anak katanya sebel sama adiknya,tapi masih punya rasa khawatir juga.
"Mmmm...duh,gmn ya..."lalu kutatap wayan.dia mengangguk.
Eh..ni anak ngerti ta?apa yg aku obrolin sama nando?
"Ya udah do,aku kesana deh..bentar ya"
Lalu telfon kumatikan.
"Wayan,,kok kamu ngangguk sih?emang knp?"
"Kita tolong yuk temen kakak.kasian..."katanya sambil berdiri dan menepuk pantat nya krn kotor duduk dirumput.
Hmmm..bener bener sakti ni anak..
Padahal aku paling anti kerumahnya malam2 begini.indra gak ikut lagi.
Sampai dihalaman rumahnya,sudah ada nando didepan.dia langsung menghampiri kami.
"Nis,,akhirnya kamu dateng.kirain gak jadi"katanya. wajahnya pucat.
"Angel gmn?"tanyaku sambil menatap kerumahnya.
Sumpah,males bgt aku mau masuk.dihalaman rumahnya aja udah ada beberapa pasang mata yg mengawasi kami.
"Didalem...Nis,kamu bawa adik kamu?kok bukan kakak kamu?"tanya nando heran.
"Dia lebih sakti daripada kakakku"kataku berbisik.
"Serius??"nando tdk percaya.
"Udah..yuk masuk dulu.."kataku lalu masuk diikuti nando dan wayan.
Saat masuk hawa rumah ini sudah panas.lebih panas dari kemarin.
Aku melirik ke wayan.
"Kak.. Pakai kalung wayan.."katanya lalu melepas kalung nya.
ku lihat kalung ini sama seperti kalung yg pernah indra berikan utk ku saat aku kkn dulu.kalung perak,berliontin asma allah..
namun kalung pemberian indra sedang kupinjamkan ke kak shinta saat aim sakit kemarin.buat jaga jaga.kalau2 dirumah kak shinta sendirian.
Wayan mulai masuk dan berjalan menuju sebuah ruangan,disana ada angel yg sedang meronta ronta karena diikat.
"Om..tante.."sapaku saat melihat om gun dan tante claudia sedang ada dikamar itu menunggu angel.tante claudia menangis.sedangkan om gun terlihat cemas.
"Nisaa???kok sendirian aja?"tanya tante claudia.
"Enggak sendirian kok,ni sama adik.."kataku lalu menunjuk wayan.
Wayan sedang menatap angel dgn tatapan tajam.lalu mendekat perlahan..
kudengar dia menggumam membaca doa doa, tangannya menunjuk beberapa titik tubuh angel ,kemudian dia seperti menarik sesuatu dari perut angel dgn sekuat tenaga.
Aku tersentak ,karena aku melihat bayangan hitam besar keluar dari perut angel.wayan berkeringat.namun dia tdk gentar dan terus menariknya sekuat tenaga.
Akhirnya sosok itu berhasil dikeluarkan wayan dan sosok itu hilang seperti asap ,tak lama tercium bau gosong.
"Kamu bakar dia?"tanyaku ke wayan.
"Iya,lagian dia cuma merugikan orang kak..gak mau tobat.."
Sejak kapan mereka ngobrol?kayanya dari tadi wayan diem aja.
Angel lalu mulai tenang.dan wayang langsung menatap tajam tante claudia.
Tante claudia salah tingkah ditatap wayan begitu.
"Kalau ibu tdk meninggalkan yg sedang ibu jalanin,dan bertobat.bersiap siaplah bertemu para jin yg membantu ibu dineraka..dan mbak nya,,jangan ganggu rumah tangga kak nisa dan kak indra,kalau masih mau selamat.."ancam wayan ke tante claudia dan angel.
Angel menatapku malu dan takut.begitu pula tante claudia.dia juga terus menunduk dan sesekali melirik ke om gun.
Wayan mendekati om gun.
"Maaf pak,,bisa jongkok sebentar?"tanya wayan.
"Oh bisa dek.."lalu om gun jongkok didepan wayan.
Wayan membacakan doa ke om gun dan seperti memijat beberapa bagian tubuh om gun lalu seperti menarik sesuatu dari tubuh om gun juga.
"Jangan tinggalkan sholat pak..dan sering adakan pengajian dirumah.."saran wayan.
"Ii..iya..dek.."kata om gun terbata bata.
"Yuk kak pulang..wayan ngantuk.."katanya santai sambil menguap lalu ngeloyor pergi kedepan.
"Okee.. Om tante..nisa pulang dulu ya.."pamitku.
"Aku anter nis ampe depan.."kata nando.
Saat sampai teras,
"Bener nis..sakti bgt ni bocah..keren.."kata nando kagum.
"Heehe.. Gak salah kan bawa orang.ya udah,aku pulang ya,udah malem..daaahhh"lalu aku melenggang masuk ke mobil bersama wayan yg sudah duduk manis dikursi penumpang sampingku.
Nando melambai kan tangan kepada kami.
Akhirnya kami pulang.
\=\=\=\=\=\=\=
Sampai rumah,wayan segera masuk kamarnya,namun sebelumnya dia ber wudhu dulu.
Memang seharusnya itu dilakukan,setelah kita bepergian keluar rumah.
Kutatap layar ponselku.
Indra belum menghubungiku lagi.bahkan saat ku telfon pun hpnya tdk aktif.
Entah,dia akan pulang/ tdk malam ini.