Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 21 Maaf


Badanku sakit rasanya.aku meminta mamah memanggil bu siti untuk memijatku.


Selama 1 jam aku dipijat dikamar.sedangkan indra menunggu di ruang tengah bersama papah,kak adam& kak yusuf.


Mereka berbincang tentang kejadian barusan.


Dan sepertinya aku ijin tdk berangkat kerja besok.aku ingin istirahat dirumah.


Selesai dipijit,aku sudah merasa enakan.indra masuk kamar dgn membawakan secangkir coklat hangat.bu siti pamit pulang.


"Gmn?udah enakan belum?"tanya indra duduk dipinggiran ranjang sembari meletakkan coklat hangat disampingku.


"Udh mendingan kok.."kataku lalu duduk bersandar di ujung ranjang.


Kuraih coklat hangat buatan indra.dia hanya menatapku melas.


Kuminum sedikit demi sedikit.rasanya aku makin relax.


"Nis..."


"Hmm..."


"Maaf ya.."


"Ckckckck..kamu ini,minta maaf mulu.kita belum lebaran ndra.. Simpen buat bsk aja.aku capek dengerin kamu minta maaf mulu.."kataku cuek.


Dia senyum.


"Kamu mau makan?"tanyanya pelan.


"Mau..tapi suapin.."kataku manja.


Dia ngacak2 rambutku sambil ketawa lalu beranjak keluar kamar dan tak lama kembali dgn sepiring nasi goreng keju dan segelas air putih.


"Makan ya..yg banyak.."katanya sambil menyuapiku.


Kami bercengkrama di kamar berdua saja.aku tdk ingin indra terus menerus mengkhawatirkan aku.


Tok..tok..tok


"Ndra...ada temen kamu tuh didepan.."suara kak shinta diluar pintu.


Aku& indra saling pandang.jarang2 temen indra kerumah.apalagi ini sudah masuk jam malam.


Pukul 22.00 biasanya sudah jarang ada orang bertamu,kecuali ada hal yg sangat penting sekali.


"Siapa ya?"tanya indra.entah nanya ke aku / nanya ke dirinya sendiri.


Aku hanya mengangkat kedua bahuku.


Lalu karena penasaran aku pun ikut keluar menemui temannya itu.


Sampai teras.kami berdua sama2 terkejut karena ternyata yg datang adalah revan.


Dgn memegang sebuket bunga mawar dan sebuah parcel yg berisi beraneka ragam buah2an segar,dia tersenyum hangat menatap kami.


Indra diam sejenak.lalu tak lama memeluk nya.


"Maaf ya kalau aku ganggu..aku mau nengok nisa..gmn kondisi nya ndra?gak papa kan?kalau perlu kita bawa ke dokter aja yuk.."katanya sambil melihatku iba.


"Gak papa kok van..tadi kita juga udh ke dokter.gak ada luka serius.."kata indra menenangkan revan.


Lalu mereka berdua duduk,aku masih tertegun melihat kedatangan revan.


Indra mengulurkan tangannya padaku.


"Sini sayang"kata indra lalu menyuruhku duduk disampingnya.


Dia masih menggenggam tanganku.dia paham betul bahwa aku masih trauma atas apa yg revan lakukan padaku tadi.


Mereka terlibat obrolan ringan.


Aku hanya mendengarkan saja tak berkomentar apapun.


"Mmmmm..nis.."panggil revan pelan.


Aku yg sedari tadi tdk memperhatikannya jadi agak kaget.


"eh..Ya..kenapa?"


"Maafin aku ya nis.. Aku...aku khilaf..aku bener2 gak tau gmn caranya buat nebus kesalahanku ke kaliam,terutama kamu nis."katanya dgn kalimat yg agak bergetar.


Dia ini udah sembuh belum ya?aku pikir dia ini pasti punya gangguan jiwa,karena perlakuannya padaku tadi benar2 mengerikan.


Indra menyikutku karena aku hanya diam saja tdk merespon revan.


"Eh..mmm..iya van..nggak papa kok..lagian ini kan kesalahpahaman aja.sekarang yg penting kalian udah baikan.itu aja udh cukup.."kataku.


"Iya nis.."jawabnya sambil tertunduk.


Revan ini pernah dibawa keluar negri oleh keluarganya karena dia mengalami depresi hebat.dia bahkan sudah beberapa kali menjalani terapi kejiwaan agar dia bisa sembuh.


Aku harap,dia benar2 sudah sembuh kali ini.


Setelah ngobrol beberapa saat,revan pamit pulang.karena hari memang sudah agak larut.


Indra mengantarkan revan sampai mobilnya.


"Yuk..masuk.."ajak indra langsung menarik tanganku.


"Oh iya,bunganya nis..mau ditaruh mana?"tanya indra saat kami akan masuk kedalam.


Kulirik bunga pemberian revan.


"Buang aja."kataku cuek.


"Kok gitu?kasian yg ngasih lho.."


"Aku masih ngeri sama dia.aku gak yakin dia udah sembuh..jadi tolong gak usah dibawa masuk itu bunga..bikin aku mual aja."jawabku enteng.


"Ya udah,biarin aja diluar.. "Kaya indra lalu kami masuk kedalam.


Kami masuk kekamar,namun entah kenapa mataku ini sulit sekali terpejam.


Indra yg sudah bersiap akan tidur akhirnya duduk kembali.


"Kamu kenapa?masih kepikiran revan?"


"Mmmm... Trus ada apa lagi?"tanyanya.


"Aku gak bisa tidur.."kataku sambil membelai2 rambut indra.


"Ya udah,kita nonton film aja yuk.film kemaren kan belum kita tonton tuh.lagian bsk kita kan gak kerja..aku libur,kamu ijin.."katanya lalu beranjak mengambil kaset dvd dibufet bawah tv kamar.


Dia memasukan kaset ke dvd player lalu mulai menekan tombol play.


Ini adalah sekuel salah satu film favorit kami..


'Taken'


Baru beberapa menit film berjalan,aku sudah bosan.tumben.padahal aku ini hobi nonton film genre action seperti ini.bakal kuat melek sampai pagi kalau udah nonton film.


"Ndra.."


"Yaa...kenapa sayang?"tanyanya tapi matanya masih fokus pada layar tv dihadapan kami.


"Aku pengen makan es krim.."pintaku.


Dia menoleh pelan.


"Es krim?jam segini?"tanyanya sambil melihat jam ditangannya.


Aku mengangguk pelan dgn wajah memelas.


Indra nampak berfikir.


"Tumben bgt kamu pengen es krim jam segini?"tanyanya heran.


"Nggak tau..yuk beli..di al**mart aja yg deket.sekalian jalan2 bentaran.aku pengen keluar.sumpek.."rengekku.


Tanpa diminta lagi,indra lalu berdiri matikan film yg sedang diputar lalu meraih sweeter dan berganti celana panjang.


"Ya udah,kamu ganti baju.."suruhnya.


Aku hanya mengganti celana panjang saja lalu memakai cardigan dan kerudung terusan.


Entah kenapa akhir2 ini aku cuek sekali dgn penampilan.


\=\=\=\=


Indra menjalankan mobilnya menuju minimarket 24 jam terdekat.aku memilih 2 buah es krim rasa greentea.


Indra memgambil air mineral dan sekaleng minuman bersoda.


Setelah membayar,kami kembali ke mobil lalu pergi ke daerah gor.disana masih banyak orang yg nongkrong..kebanyakan sih anak2 muda.


Kami makan es krim di pinggir jalan ,walau sudah malam masih banyak warung yg buka.menjual berbagai makanan.kebanyakan sih nasi goreng.


Indra akhirnya memesan 1 porsi ,karena dia lapar lagi.


Kami duduk diwarung tenda itu.


Lalu ada sebuah taksi berhenti didepan tenda ini.supir taksinya keluar.lalu memesan 1 porsi nasi goreng namun dibungkus.


"Malam2 masih narik pak?"tanya indra basa basi.karena posisi kami duduk dekat dgn bpk supir taksi itu.


"Iya mas..biasa kok.kadang sampe pagi juga dijalanin.kalau ramai..ini kebetulan tadi waktu mau pulang malah ada yg nyetop taksi saya..mau saya tolak,saya kasian,perempuan sih.gak baik malem2 keluyuran sendirian to"kata pak supir itu.


Saat kutengok ke dalam taksi bpk itu.kaca belakang penumpang terbuka separuh dan yg kulihat justru malah membuatku bergidik ngeri.walau hanya separuh,aku sangat yakin kalau penumpangnya bukan manusia.


Rambutnya kusut sekali,matanya putih semua dan disekitar matanya hitam legam.


Kucolek pinggang indra dgn wajah ketakutan dan menunduk.


"Kenapa?"tanya indra heran.


"Itu,,ditaksi.."kataku lirih.


Indra menoleh ke taksi.dia sama terkejutnya dgnku.


"Kamu liat apa ndra?"tanyaku berbisik.


"Mungkin sama kaya yg kamu liat nis.."kata indra sambil meneruskan makan,tapi wajahnya agak pucat.


"Kasian bapak nya..gmn kasih tau nya ya."kataku menatap melas ke bpk supir taksi itu.


Beliau sudah terlihat berumur.susah banyak rambutnya yg putih beruban.mungkin umurnya sudah 60thn keatas.


"Bapak..."panggil indra hati2 sambil sesekali melirik ke taksi bpk itu.


"Iya mas..kenapa?"


"Selama perjalanan,banyakin dzikir ya pak..sholawatan.baca suratan pendek juga "saran indra.


Bpk itu terdiam.lalu menoleh ke arah taksinya.


Dia lalu menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.


"Kali ini giliran saya to..kemarin temen saya mas..ini dia pesen nasi goreng malah."kata bpk itu lemas.


Aku tdk melihat raut wajah ketakutan disana.hanya kekecewaan.


Mungkin dia sadar,kalau dia tdk akan mendapatkan uang malam ini krn penumpangnya bukan manusia.


"Ya sudah,saya pamit ya mas..mba.. Mungkin 'dia' memang ingin diantar saya.. Terima kasih sarannya"kata bpk itu lalu pergi masuk kembali ke taksinya.


Hebat! Dia tdk takut sama sekali padahal dia tau siapa penumpang nya adalah makhluk halus.


Salut utk bpk ini.


Memang ada beberapa rumor beredar,tentang penumpang dari dunia lain yg suka ikut naik taksi terutama jika sudah malam hari.


"Lagi es krimnya?"tanya indra.


Dua es krim berhasil ku telan habis.


"Enggak..cukup.kamu gmn?udah belum makan nya?kita pulang yuk.."ajakku.


"Udah selesai juga.bentar aku bayar dulu.."indra beranjak lalu membayar makanan yg dia pesan tadi.


Kami kembali pulang karena hari sudah sangat larut dan para makhluk astral mulai pada eksis.