Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 18 teman


"Nanti aku jemput ya..kamu hati hati..i love you.."ucap indra diiringi kecupan di keningku.


"Kamu juga hati hati..."sahutku.


Lalu kubuka pintu mobil sampingku dan melambaikan tanganku melepas indra yg akan menuju kantornya.


Tiba tiba sebuah mobil mercedez benz mewah berhenti dihadapanku.sudah kutau pemilik mobil ini siapa.


Revan!


Dia turun dgn memakai kacamata hitam dan setelan jas yg mahal.aku segera berbalik badan,sengaja menghindarinya.


"Nisa!!!"panggilnya.


Shiit!!


Terpaksa aku menoleh.dia memberikan kunci mobilnya ke security utk memarkirkannya diparkiran karyawan.sementara dia berlari kecil menghampiriku.


"Selamat pagi pak revan"sapaku.


"Pagi nisa..baru berangkat juga?"tanyanya.


"Iya,,tadi sekalian berangkat sama indra."kataku.


Kami lalu berjalan beriringan menuju lift.


Dia banyak bertanya tentang kehidupanku dan indra.


Sampai tak terasa kami sudah ada dilantai 3.lalu kami berpisah, masuk ke ruangan kami masing2.


Dani kulihat baru saja membuat kopi.


"Dan.. Seger bgt kopinya.bagi donk"pintaku langsung menyambar cangkir kopi dani dan meminumnya sedikit.


"Ya ampun,bu... Bikin sendiri donk"kata dani.


"kopi bikinan kamu enak dan..hehe"kataku merayunya,minta dibikin sebenernya.hehe.


"Bilang aja pengen dibikinin..pake ngerayu segala" dia ngunyel2 kepalaku membuat jilbabku sedikit berantakan.


"Ah dani... Rese deh..."sambil ku tata ulang jilbabku.


"Oh iya,gmn kemaren.. Meeting?lancar kan"


"Lancar kok.. "sambil duduk di kursi milikku.


"Pak revan gak macem2 kan nis?"tanya dani menyelidik.


"Enggak.. Kemaren aja aku dianter sampai rumah..."jawabku sambil kubuka beberapa dokumen dimeja.


"Dia naksir kamu lho nis..atiati"kata dani.


Aku menoleh ke arahnya..


"Masa ?"


"Iyalah..aku yakin kamu juga ngerasain.."


"Hmm..iya juga sih..tapi aku udh bilang kalau aku udah punya suami .."


"Ya tetep aja ati2.. Jaga jarak aman.."nasehat dani lalu keluar ruangan.


"Dannnnn!!! Sekalian kopi..hehe"pintaku setengah berteriak.


Dia hanya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh ke arahku.


\=\=\=\=\=\=\=


Saat istirahat siang ini,seperti biasa kami bersama2 ke kantin yg ada dilantai bawah.


Karena asik bercanda dg fitra aku sampai tdk melihat jalan dan bertabrakan dgn revan yg hendak kekantin juga.


"Maaf pak.."kataku tak enak.


"Gak apa2... Kalian mau kekantin?"tanya nya.


"Iya pak,ini kan jam makan siang"jawab mia.


"Saya ikut ya,bareng.. Kayanya seru kalo bareng kalian."katanya lagi.


Kami hanya saling pandang satu sama lain.mau ditolak,nggak mungkin..bisa2 kami kena SK.hahahaha.


Akhirnya kami bersama2 ke kantin + revan juga.


Saat lift terbuka.aku tercekat.


Ada sosok disana.bukan yg biasanya muncul selama ini.tapi ini lain.


Seorang wanita berpakaian formal namun wajahnya rusak.remuk..entah apa yg dia alami dulu.


Mia,yuli ,fitra sudah masuk lift.sedangkan aku masih diam.


"Nis.. Kamu gak papa kan?apa mau lewat tangga aja?aku temenin nanti"kata dani yg paham kondisiku.


Aku menahan nafas sebentar dan berpegangan pada dinding sampingku.


"Dia kenapa ?"tanya revan yg berdiri dibelakangku.


"Nggak papa pak.."sahut dani menoleh ke revan lalu fokus lagi ke aku.


Mia,yuli dan fitra saling lirik dan pucat,mereka saling mendekat ke sudut yg justru dekat dgn sosok itu.


"Kok aku jadi merinding ya?"gumam yuli sambil memegang tengkuk nya.


"Jangan2 kita salah tempat nih?"kata mia.


Aku lalu masuk ke sudut yg berjauhan dgn sosok tadi.


Mia,yuli dan fitra ikut mendekatiku sambil mepet2 aku juga.


Aku menatap samping kananku ,malas melihat sosok disebrang sana.


Dimas,dani dan revan akhirnya ikut masuk juga.


"Dani,elu sini dah..”pinta dimas memelas.


"Kenapa?disitu kan luas?"tanya dani pura2 tdk paham.


"Nggak usah pura2 deh..gue tau kalo reaksi nisa udah gitu pasti.....udah ah,cepet geser..gue situ!!"dimas memaksa.


Akhirnya dgn malas2 dani pindah lebih dekat dgn sosok wanita itu.kulihat dani pun kurang nyaman ada disana.


Kami semua diam .


revan bahkan bingung dgn sikap kami yg tiba2 anteng. karena kami ini kalau udah kumpul rame nya melebihi pasar.


namun dia hanya memperhatikan kami saja tdk berani berkomentar.dia sudah paham kami walau belum 1 bulan ada dikantor ini.


Setelah lift terbuka,kami kompak lari keluar sampai agak menjauh dari lift.tdk peduli lagi apa pandangan orang yg melihat kehebohan yg kami ciptakan.


"Kalian heboh bgt..dikira orang gila tau!!''gerutu dani yg berjalan dibelakang kami.


"Iya,lagian kalian kan gak liat..kenapa segitu takutnya??"aku menatap mereka heran.


"Iya juga ya.."kata fitra senyum2.


"Tapi tetep aja kali nis..walau gak liat.hawanya beda..."jawab yuli.


"Ya udah yuk,makan.laper"dimas kemudian berjalan masuk ke kantin.


Akhirnya kami mengikutinya.


Dimas memilih meja yg dekat dgn jendela.itu adalah tempat favorit kami.


Kami lalu memesan makanan& minuman.


Aku duduk di dekat jendela bersebelahan dgn mia.


"Oh iya.. Tahun ini kantor kita mau ada piknik lho..kalian udah tau?"tanya revan kepada kami.


"Serius pak??kapan??"fitra antusias.


"Akhir thn ini.. Kemungkinan sih kebali.."jelas revan lagi.


"Waaaah..asik... Boleh bawa temen gak pak?saya mau bawa tunangan saya.."yuli antusias.


"Boleh kok..kalian setuju?"tanya revan,sesekali dia melirikku yg terlihat acuh.


"Setujuuuuu"kata mereka kompak.


"Nisa??"revan memanggilku.


"Eh,ya..kenapa pak?"aku tersadar dari lamunanku.


"Enggak.. Saya gak ikut kayanya."kataku cuek..


"Lho kenapa??"revan memang belum tau tentang pengalamanku di bali kemarin.


"Trauma dia pak..kemaren honeymoon ke bali ,eh... Malah dikejar leak.."dimaa menimpali.


"Hah?yg bener?trus gmn?"revan terlihat cemas.


"Gak papa.. Buktinya aku sama indra selamet.cuma kalau utk kembali kesana,rasanya nggak dulu deh.."


"Kalau ganti tempatnya gmn?"revan memberikan pilihan lain.dia sepertinya sangat ingin aku ikut.


Aku menatap dani yg duduk didepanku.dia hanya senyum menanggapinya.


"Eum..gmn yah.."jawabku ragu.


"Ikut lah nis..apa perlu aku minta ijin indra nih??"kata mia.


"Indra sibuk kalo akhir tahun..gak bisa.."kataku ngawur.


Sreert


Mataku ditutup oleh telapak tangan seseorang.


"Siapa nih?"kataku pura2 tdk tau.


"Tebak aja nis.."sahut fitra.


"Babang indra yaaaa.."jawabku lalu ku buka tangannya.dan benar saja.dia ada dibelakangku dgn senyum simpulnya yg khas.


"Lg pada ngomongin aku yaaa??"tanya indra.


"Ge er kamu...eh kok kamu ada disini??tumben"tanyaku heran.


Dia mengecup keningku.


"Iya,kebetulan lagi ada didaerah sini..mampir deh.kangen sama kamu.."lalu dicubitnya pipiku pelan.


"Cieeee....cie....."ledek mia.


"Oke..aku pindah..gak mau jadi orang ke tiga dehh"kata mia lalu beranjak dan pindah ke dekat revan yg kursinya masih kosong.


Indra lalu duduk disampingku.


"Makasih ya mi,,kamu pengertian deh"kata indra.


"Indra???indra saputra kan???"tiba2 revan seperti kaget melihat indra.dari awal aku juga melihat reaksinya aneh saat melihat indra.


"Kamu?revan??"indra ternyata mengenal revan juga.


"Iya..ya ampun nggak nyangka ketemu disini??"mereka mendekat lalu berpelukan.seolah mereka sudah mengenal baik& lama tdk berjumpa.


Aku menatap mereka bergantian.


"Kamu kerja disini van?"tanya indra.


"Iya.belum lama sih..jadi kamu suami nisa?"


"Iya nih,kalian udah kenal ya?"


"Iya udah,kan kita bareng ndra..wah..kamu makin keren aja nih.."kata revan memandangi indra dari atas sampai bawah.


"Kamu juga,tambah ganteng."kata indra.


"Eum..misi..reuniannya pending dulu donk..aku dicuekin nih.."kataku pura2 ngambek sambil menyilangkan tangan didepan.


"Iya sayang.maaf...revan ini temen kuliah aku dulu.."kata indra menjelaskan.


"Oh gitu.. "


"Ya udah,lanjut makan dlu.ndra..pesen apa..?semuanya biar aku yg bayar.."kata revan.


"Hah?kita juga pak?"tanya fitra girang.


"Iya,semua nya saya traktir.."lalu revan kembali duduk di kursinya.


"Asikkk.."


"Horee"


"Nambah ya pak.."


Astaga,kalau udah denger yg gratisan pasti pada gak tau malu.


Kami lalu ngobrol sambik makan.revan& indra terlihat akrab sekali.


Tapi itu tdk membuatku berubah ke revan.aku masih merasa canggung.


Semoga saja setelah ini revan menjauh dariku.


"Eh gmn?kamu udh nikah belum van?"tanya indra.


"Belum ndra..oh iya,aku denger olive meninggal ya.waktu itu aku lagi di luar pulau,jadi aku gak bisa dateng ke pemakamannya"


Revan kenal olive juga ternyata.


Aku mengunyah makanan dimulutku dgn pelan.rasanya aku penasaran dgn masa lalu mereka berdua.


Dan kulihat walau indra mengenal revan,raut wajah indra menampakan kurang nyaman ngobrol terlalu lama dgn revan.


Ada apa ya?


Setelah terlibat obrolan yg lumayan lama,akhirnya jam makan siang kami pun habis dan kami harus kembali bekerja lagi.


Begitupun dgn indra.


"Sayang,aku balik sekarang ya.."kata indra pamit.


"Iya,,kamu ati2 ya sayang.. Nanti kalo udah nyamoe kabarin aku.."sahutku.


Indra membelai wajahku.


"Eh.eh.eh..tutup mata kalian!!adegan dibawah umur!!"teriak dimas .


Lalu semua tertawa melihat tingkah nya yg lebay.


Indra mengecup keningku.


Lalu kupeluk dia.


"Kalian sirik aja.makanya nikah!!"gerutu indra ke mereka.


"Gue mah siap,calonnya aja yg kagak ada"kata fitra melas.


"Cariin ndra.."kata dimas lagi.


"Ogah..cari sendiri.."kata indra lalu beranjak.


"Aku anter ya sampai parkiran" pintaku.


"Iya,ayok..duluan ya semua..yuk van.."kata indra pamit ke mereka.


"Oke ndra..see you.. Kapan2 aku main kerumah kalian ya."kata revan.


Indra diam sejenak lalu mengangguk.


Kami bergandengan tangan menuju keparkiran.


"Ndra..."


"Hm.."


"Kamu sama revan akrab?"tanyaku.


"Iya,lumayan..cuma...nis,kamu jangan terlalu deket2 dia ya."pinta indra.lalu berdiri dihadapanku.


"Kenapa?"


Baru kali ini indra posesif.biasanya dia tdk pernah melarangku berteman dgn siapapun juga.


"Nanti aja ceritanya dirumah.aku hrs balik sekarang.."katanya lalu mencium keningku lagi.


"Iya ndra..oke.."kupeluk sebentar sebelum dia pergi ke mobilnya.


Lalu dia pun pamit.aku hanya bisa melihatnya menjauh.dgn pikiran yg masih mengganjal.


Ada apa dgn revan dan indra?


Kenapa indra melarangku dekat & akrab dgn revan?