
Aku berjalan disebuah lorong gelap.beberapa orang mengejarku lalu menyeretku dgn kasar.
Indra berusaha menolongku,tapi dia tdk bisa meraihku.
Kami berpisah..
"Astagfirulloh hal adzim"ucapku saat membuka mata.
Ternyata ini mimpi.
"Heii.. Kenapa sayang?"tanya indra yg masih berbaring disampingku.
"Aku..aku mimpi buruk"kataku lalu kupeluk dia.
Dia mengeratkan tangannya memelukku lebih kencang.
Lalu mengecup keningku.
"Ya udh,bobo lagi?masih ..eum...jam 2 sayang."katanya sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
"Aku mau tahajud aja dlu.baru tidur lagi"kataku lalu melonggarkan pelukanku.
"Ya udh,aku juga kalo gitu.."kata indra lalu mengikutiku ke kamar mandi mengambil air wudhu.
Kami sholat malam dulu,lalu kembali lagi tidur.
Perasaanku tdk enak.aku merasa akan ada kejadian buruk yg akan kami alami.mimpi tadi seperti sebuah pertanda.
Karena masih mengantuk,aku pun tertidur lagi hingga adzan subuh berkumandang.
Saat sarapan,semua orangpun melihatku bingung.
Karena aku banyak diam.
Kak adam menyenggol indra sambil berbisik.
"Kalian berantem?"tanyanya sambil melihatku.
"Kedengeran kali,gak usah bisik2!!"kataku santai.
"Hehehe.. Habisnya kamu diem aja nis.."ucap kak adam.
"Nisa,ada apa?"tanya mamah lembut.
"Indra,kalian ada masalah?"tanya papah menyelidik ke indra.
Indra bengong krn merasa tdk ada apa2 dgnku.kami baik2 saja.
"Aku gak papa.gak berantem sama indra kok.."kataku lemas.
"Trus tuh muka knp ditekuk ,kaya baju yg belom disetrika seminggu?"tanya kak adam lagi.
"Gak papa.. Lg bad mood aja..tau nih knp"kataku cuek.
Indra melihatku cemas.
"Sayang,kamu kepikiran mimpi kamu tadi?"tanya indra.
Semua menatapku bersamaan.
"Mimpi?"
"Mimpi apa?"
Mereka seperti paham.jika aku mimpi buruk sampai sikapku Berubah,bisa jadi itu pertanda seperti beberapa kejadian yg lalu.
"Nggak tau ah.. Males bhs.aku takut kejadian beneran"kataku lemas.
Indra makin cemas.
Dia duduk menghadapku lalu menggenggam tanganku.
"Emang mimpi apa?"tanyanya lagi.
"Aku gak mau bhs dulu ya,pleaseee.."kataku memohon.
Indra senyum lalu mengecup punggung tanganku lembut.
Dia khawatir tapi dia berusaha menutupinya.
"Ya udh,yuk kita berangkat sekarang.aku ada meeting pagi ndra"kataku lalu beranjak mengambil tasku di kamar.
Semua diam seribu bahasa,tdk berani berkomentar.
Lalu aku& indra berangkat.
Sepanjang jln pun aku banyak diam.indra tdk berani membahasnya lagi dgnku,krn dia sudah paham jawabanku.jika aku blm mau membahasnya,mau ditanya berkali2pun aku akan tetap bungkam.
Sampai didepan lobby kantor..
Indra menahan tanganku yg hendak turun dari mobil.
"Kalo udh siap cerita kamu blg ya sama aku..oke?"katanya lembut.
Aku mengangguk dan tersenyum kepadanya.kemudian turun dan melihat indra pergi meninggalkan pelataran parkiran kantorku.aku masih menatapnya menjauh.
Ada rasa getir dihati,mengingat mimpi itu.aku khawatir.terlalu khawatir,takut indra pergi lagi seperti dulu.
"Heii.. Bengong aja.."mia menepuk bahuku,hingga aku tersentak kaget.
Dia cekikikan dgn yg lain melihat reaksiku.
Ada dani,fitra,dimas,yuli juga.
Hanya dani yg diam melihatku,seolah paham dgn kegelisahanku.
Aku mengajak mia& yuli masuk menuju lift,diikuti yg lain.
Saat didalam lift,sosok yg biasa nya ada di sana pun,tdk mampu membuatku gusar,aku cuek saja dia ada di sebelahku.
Dani makin heran melihatku.krn biasanya aku panik hingga pucat jika melihatnya.ini malah aku bersebelahan dgnnya tp akunya santai saja.
Hingga sampai depan ruangan kami,ada sosok berdiri didepan pintu seperti menghalangi kami masuk.yg lain cuek saja masuk kedalam.menembus sosok hitam dgn mata merah menyala.
Saat aku di depannya, kubentak dia.
"Minggir nggak!!ngapain sih ngalangin jalan!! Kalo mau berdiri tuh di sana!! Agak jauhan jng di depan pintu!!"kataku ketus.
Teman teman ku yg tdk bisa melihat nya hanya bengong melihat sikapku.yuli bahkan bergidik ngeri sambil menjauhi pintu.
Sosok itu hilang.
Dani menarik tanganku.
"Kamu kenapa?"tanyanya dgn ekspresi bingung tingkat dewa.
"Kenapa apanya?"jawabku santai.
Lalu ngeloyor masuk ke dalam, dan duduk di bangkuku.
"Nis,, kamu ada masalah?"tanya dani lagi.
Kali ini aku tau kalau dia serius.
"Hm.. Enggak tau dan,aku cuma khawatir. mengkhawatirkan hal yg belum terjadi sebenarnya"jawabku.
"Maksudnya?? "dani belum ngerti.
Teman2ku pun ikut mengerubungiku. mereka penasaran dgn perubahan sikapku.
"Aku mimpi..."
"Mimpi??mimpi apa nis?"tanya mia kepo.
"Mimpi kalau aku sama indra bkal pisah lagi ."jawabku lemas.
"Ah,cuma bunga tidur kali nis.."sahut fitra santai.
"Tapi feelingku gak enak fit.. Ini sama kaya kejadian sebelumnya.dulu aku sering dapet firasat lewat mimpi,tentang hal2 buruk yg akan aku alami.dan aku yakin bgt,ini juga firasat..bukan bunga tidur aja"jawabku serius.
"Indra dah tau?"tanya dani yg berdiri agak jauh dariku sambil bersedekap.
Aku menggeleng.
"Kok kamu gak bilang nis.?"yuli ikut cemas.
"Aku ...aku gak sanggup cerita.aku takut dia pergi lagi kaya dulu.."jawabku melas.
Yuli& mia memelukku.
"Smoga gak ada kejadian apa2 ya nis"kata mia.
"Yg sabar nis.."sahut dimas.
"Tapi kamu juga hrs ksh tau indra.. Aku yakin dia kepikiran sama kamu."saran dani.
"Iya,nanti aku cerita ke dia deh."kataku.
Obrolan kami berakhir lalu kami melanjutkan pekerjaan kami.
\=\=\=\=\=\=
Saat istirahat siang,kami bersama sama ke kantin.
"Eh nis.. Thanks ya,udh bantuin Anjar kemaren.. Dani juga,mksh bgt ya"kata mia.
"Kamu,kaya sama siapa aja..santai aja kali mi"kataku sambil minum jus buah kesukaanku.
"Btw,,kok bisa kalian berhasil ngalahin si sapa tuh?lao ...sapa tuh!!susah bnr namanya"gerutu dimas.
Kami hanya cekikikan.
"Indra yg ngalahin kok.."kata dani .
"Hah?serius??diapain nis?"tanya fitra.
Aku hanya mengangkat bahu.
"Si dukun lao itu kan kemaren mau jampi2 indra pake kertas jimat..percaya gak kalian??sama indra,tuh kertas jimat ditempelin balik ke jidatnya si lao.. Trus indra blg gini'loe pikir gue vampir!!' hahhaha"kata dani menirukan gaya indra saat kemarin kami mengambil ruh Anjar
Kami semua cekakakan..
"Kok gak mempan dan?padahal tu dukun sakti lho..terkenal bro.."tanya fitra
"Eum..indra emang lain guys. Aura nya dia kuat bgt..hal2 gaib kaya gitu biasanya mental gitu aja.."kata dani santai.
"Masa??"tanyaku penasaran.
"Kok kamu mlh gak tau?"yuli menanggapi reaksiku.
"Ya aku emang gak tau yul..Pantesan ya..kalo aku deket indra& nyentuh dia,makhluk halus seakan pergi gitu aja..gak mau ndeket aku.."jawabku.
"Serius?wah keren..jadi seolah kalian punya keterikatan ya.saling membutuhkan" sahut dimas.
"Tapi wktu dibali kemaren gak ngaruh deh,ke leak..kok bisa ya?"kataku lalu menatap dani.
Karena aku yakin cuma dia yg bisa jawab.
"Mungkin kekuatan leak itu gede kali nis..jadi gak mempan"jawab dani.
"Iya kali ya.."
"Makhluk halus kan beda2 nis.."sahut dimas.
"Bener juga sih.."kataku sependapat dgn dimas.
Dari kejauhan,aku melihat kedatangan beberapa orang memakai baju serba hitam ,bahkan kebanyakan memakai cadar.
Perasaanku tdk enak.
Ponselku berbunyi,indra menelfonku.
"Halo ndra.."
"Hai nis.. Kamu lg di mana??"tanyanya gugup.
"Di kantin.."kataku masih menatap gerombolan yg datang dan masuk kekantin.
Mereka terlihat bertanya pada salah 1 karyawan ,lalu mereka menatapku bersamaan.dari gerak mulutnya,mereka menyebutkan namaku.
Aku yakin,mreka mencariku.
Siapa mereka?aku merasa tdk mengenal mereka.
"Ndra...ada orang dateng kekantorku..mereka aneh,kayanya mereka nyariin aku deh.."kataku langsung.
"Masa?pergi dari sana nis!!cepet!!"kata indra dgn nada panik
Aku segera beranjak berlari ke pintu belakang.
Teman teman ku berteriak memanggilku namun tak kuhiraukan.
Gerombolan orang itu malah mengejarku.
Aku yg terlanjur panik..tdk tau hrs berbuat apa.
Panggilan dgn indra di telfon belum kumatikan.
"Aku hrs gmn ndra??siapa mereka???"kataku panik.
"Mereka jahat.kamu cari taksi/apa aja.. Kamu langsung ke polres,aku akan nyusul kamu juga sekarang oke..."katanya tergesa2.
"Iya..cepet ndra..aku takut."jawabku.
"Iya sayang,kamu tenang aja.. Aku gak akan biarkan mereka menyakitimu.."
Aku berlari memutari kantor,kulihat Anjar ada di ujung sana hendak naik ke mobilnya .aku berlari kearahnya.
Lalu masuk ke mobil Anjar segera.
"Lho nis.?knp?"tanyanya heran
"Cepet..anter aku ke polres!!sekarang!!"kataku sambil melihat gerombolan yg mengejarku mendekat.
"Iii...iya..nis.." Anjar mengerti kondisiku melajukan mobilnya dgn segera.
Aku terus melihat kebelakang.
Berharap mereka tdk mengejar kami.
"Mereka siapa nis?"tanya Anjar
"Aku gak tau.. Kata indra mereka orang jahat.aku juga gak tau knp mereka ngejar aku.."kataku gugup.keringat sudah membasahi keningku.
"Kamu jng khawatir ya..aku bakal tolongin kamu.. Aku gak akan biarin mereka nyentuh kamu"kata Anjar serius.
Wisnu mengendarai mobil dgn kencang.kami berharap,dapat sampai polres dgn segera.
Tapi di spion mobil kulihat mobil jeep hitam mengejar kami,ada 3 mobil disana.
Aku ketakutan.
Apa ini firasat mimpiku semalam?
"Nu,,gmn donk..mereka makin deket!!"kataku.
"Tenang nis,aku bkal usahain,kita lolos."kata Anjar masih fokus mengendarai mobilnya.
Dia berusaha mempercepat laju mobilnya sambil terus menyalip kendaraan di depannya.
Lalu...
Bbrruuhh!!
Mobil Anjar ditabrak dari samping,hingga oleng.lalu menabrak pembatas jalan.aku bahkan terbentur cukup keras.kepalaku berdarah. Anjar pun demikian.ada asap keluar dari kap depan mobilnya.
Pintu mobil dibuka paksa dari luar.mereka menyeretku keluar dgn kasar. bahkan jilbabku terlepas dari kepalaku, dan dibuang begitu saja dijalan.
"Mau apa kalian??"tanyaku.
Tanganku diikat dibelakang.beberapa orang itu mengerubungiku dan tersenyum sinis.
"Nyonya indra saputra...betul?"tanya salah 1 dari mereka.
"Iya,kenapa??"jawabku jutek.
"Anda tau siapa saya?"
"Mana kutau!! Gak penting juga!!"aku masih berusaha keliatan tegar, walau dlm hati aku sudah ketakutan setengah mati.wajah mereka sangar. dengan jambang dan kumis yg lebat.
"Hahahaha.. Garang juga istri indra!! Sama seperti suaminya rupanya!!hahaha"katanya ngakak.
"Mau apa kalian?? "tanyaku.
"Kami ingin menghabisi suamimu!!dia yg membuat rencana kami berantakan!!dia harus membayar mahal atas apa yg dia lakukan!!" jawabnya sinis.
"Cuuiihh... Kalian,sampah masyarakat!!! Bikin teror di sana sini!! Mau nyari sensi?? Udah jaman modern mikirnya masih jahiliyah!!" kataku tak kalah sinisnya.
"Heh ! tau apa kamu soal kami!!kami berjihad dijalan Allah!!"
kata kata nya malah membuatku tertawa ngakak.
"Hahahahaha... Jihad??di jln allah??sadar kalian?? ngomong gitu pake otak apa pake dengkul??"jawabku makin menantang.
Mereka diam menahan marah atas kata kataku.
"Jihad di jln allah gak gitu kali pak!! Kalian itu dibodohi sama pemimpin pemimpin kalian terdahulu yg udah pada mati bunuh diri pake bom itu?? heran..udah tua,pada mikirnya kaya bocah aja!! mau aja dibegoin orang gila!!" kataku .
Plaaaakkk!!
Tamparan keras ke pipiku membuatku nyeri.bahkan bibirku mengeluarkan sedikit darah.
"Kamu!!banyak omong!! Kamu gak takut mati??haahh!!!"gertaknya.
"Takut!!??sama kalian??ogaaah.. Takut itu sama Allah.. Bukan sama anak buah dajal kaya kalian!!"kataku tak gentar dgn gertakan mereka.
"Kurang ajar!!!"
Aku dijambak dgn kasar.
Pedih sekali rasanya.aku hampir menangis.
Indraa..kamu dimana..tolong aku..
Duuugghh!!
Salah 1 orang mereka jatuh karena dipukul oleh Anjar.
"Jangan kalian sakiti nisa!! Dasar penjahat!!"katanya lalu menyerang mereka satu persatu.
"Anjar!! Jangan...!! Pergi..pergi!!"'larangku.
Aku yakin Anjar tdk akan bisa mengalahkan mereka.aku takut Anjar celaka krn menolongku.
Dalam sekejap Anjar terkapar tak berdaya.
Saat salah 1 dari mereka akan menembakan pistol ke arah Anjar. aku berteriak.
"Jangaaaaaan!! lepaskan dia!! Kalian hanya berurusan dgnku! bukan dia!!tolong lepaskan dia!!" kataku memohon.
"Hahahaha..wanita singa beberapa menit lalu berubah jadi anak kucing dlm sekejap!!"katanya mengejek.
Aku memang tdk takut aku terluka,aku hanya khawatir jika orang lain yg terluka krn ku..
Aku tdk akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau sampai Anjar celaka krn ku.
"Bosss!! Cepet kita bawa pergi .pasti indra sudah menyusul mencarinya"kata salah 1 ank buahnya.
Aku lalu diseret paksa.dan di dorong masuk ke mobil.
Sementara Anjar dibiarkan tergeletak di jalan dgn kondisi yg cukup memprihatinkan. aku berharap dia cepat mendapat pertolongan.
Krriiinnng
Ponselku berdering. diambilnya oleh salah 1 dari mereka.
"Laki nya boss!!"katanya.
Lalu diserahkan ke boss mereka.
"Halloo nis..kamu di mana??"suara indra terdengar.karena dia sengaja menghidupkan loudspeaker,agar aku mendengar obrolan nya dgn indra.
"Indraaaaaa!!!"teriakku keras.
Plaaakk!!
Kembali aku mendapat tamparan salah 1 dari mereka.
" niss..nisaa!!! Kamu gak papa?? tenang ya nis,aku bakal dateng .kamu tunggu aku..jangan takut ya.."kata indra, mencoba menenangkanku.
"Heii indra... Lama kita tdk bertemu?gmn kabar kamu??"
"Heh!! Jangan sentuh istriku!sampai dia terluka sedikit aja!! Aku habisi kalian!!"kata indra geram.
"Oh..oh..oh... Galak bgt ya,kalian berdua emang cocok jadi suami istri,yg satu galak ,satunya juga..hahahaha..tenang indra... Belum aku apa apain kok..baru aku main main aja sama istri kamu!! "Katanya sambil memandangku.
Aku jijik sekali dipandangi olehnya seperti itu..
"Brengsekk!! Awas kalau kalian macem macam!! Aku hancurkan kalian sampai ke akar2 nya!!"ancam indra.
"Kita liat,siapa yg akan hancur nantinya!!"
Tuut..tuuttt.tuuut.
Penjahat mematikan telefonnya.
Lalu membuang ponselku ke jalan.
"Suami kamu itu nyebelin ya..galak..iya kan?"katanya dgn tatapan menggoda.
"Aku jijik liat muka kamu!!"kataku muak.
Mobil berhenti di sebuah gudang tua yg lama tdk terpakai.
Duh,di mana ini ya..aku tdk tau aku di mana.
Aku di seret turun dari mobil dan masuk ke gedung itu.di sana sudah banyak orang,jumlahnya sekitar puluhan orang.
Aku masukan ke dalam sebuah ruangan yg tdk memiliki ventilasi. hanya dikelilingi tembok saja. agak susah utk melarikan diri pikirku.
Tanganku masih diikat.di sana hanya ada ranjang ukuran kecil.
"Ya allah..tolong hamba.."
Mau sholat , tdk bisa.jilbabku sudah lepas dari tadi. tanganku terikat dan kali ini kaki ku juga.aku hanya bisa pasrah duduk di ranjang.
Semoga indra bisa datang menemukanku& menyelamatkanku.