
Sejak semalam,aku merasakan rasa yg tdk nyaman diperutku.
Memang sejak memasuki trimester ke 3,rasanya bayiku bergerak sangat aktif.dan tdk jarang membuatku tdk bisa tidur nyenyak .namun biasanya jika indra sudah mengelus perutku rasa tdk nyaman itu akan hilang.
Beberapa kali dalam semalam,aku trus terbangun.kadang rasanya seperti ada seseorang yg mengelus perutku dari luar seperti yg sering dilakukan indra jika ingin menenangkan bayi kami yg bergerak aktif didalam perutku.
Namun yg menyentuh ku rasanya seperti tangan seorang anak kecil.tapi setiap aku membuka mata dan melihat siapa pemilik tangan itu,,tiba tiba saja lenyap.seolah dia tdk ingin kehadirannya ku ketahui.
Dia bukan sosok jahat yg ingin mencelakai ku & anakku,justru sebaliknya,dia seperti ingin melindungi dan membuatku nyaman.
\=\=\=\=\=\=
Sejak pagi tadi,pergerakan bayi kami makin intens.
Aku masih duduk diranjang sambil terus mengelus perutku.
Namun,tdk juga aku merasakan nyaman.akhirnya aku turun dari ranjangku.
Saat berdiri,tiba tiba ada air yg keluar dari jalan lahirku.
Masa aku ngompol?
Dan perutku makin sakit.rasa sakitnya bahkan lebih sakit dari yg sudah sudah.
"Ndraaaa!!!indraaaaa!!"teriakku.
Indra lalu keluar kamar mandi dan langsung menghampiriku yg sedang berdiri berpegangan pada ranjang.
"Kenapa sayang?"tanyanya cemas.
"Itu apa?"tanyaku sambil menatap air dibawahku.
"Kamu ngompol?"tanya indra yg memang sama sama tdk tau sepertiku.
"Enggak..masa ngompol nggak berasa.."kataku.
"Mmm..aku panggil mamah dulu ya"kata indra lalu pergi keluar kamar dgn tergesa gesa dgn hanya memakai celana pendek dan kaus dalam saja.
Lalu tak lama mamah dan kak shinta masuk.
"Kenapa nis?"tanya mamah khawatir.
"Itu mah.."aku menunjuk air yg tergenang dilantai.
Mamah dan kak shinta diam sebentar sambil mengamatinya.
"Ya ampun nis..itu air ketuban.kamu mau melahirkan.."kata kak shinta.
"Serius kak?"kataku kaget.
"Iya,"
"Ya udah,kita siap2...kamu ganti baju juga sayang"kata indra.
Mamah& kak shinta keluar kamar .aku segera ganti baju .indra pun demikian.indra juga dgn sigap menyiapkan barang yg hrs dibawa utk persalinanku nanti.sebelumnya kami sudah membuat list barang2 itu,sehingga kini tinggal memasukan ke tas lalu angkut saja ke mobil.
Indra menggandengku keluar kamar. aku makin meringis menahan sakit karena kontraksi yg kurasakan pada perutku makin intens.
Sampai di RS..indra lalu membopongku masuk krn tdk tega melihat ku berjalan dgn menahan sakit.
Mamah,kak shinta dan aim ikut ke Rs.sedangkan papah& kak adam yg sedang kerja nanti akan menyusul setelah pekerjaan mereka selesai.
Aku mulai masuk ke ruang bersalin.karena ternyata kata dokter aku sudah mengalami pembukaan 7.dan sebentar lagi bayi kami akan lahir.
Sebelumnya,dokter memeriksaku dan melakukan usg.
Selama kehamilan kemarin,aku memang tdk melakukan usg.hanya kontrol biasa saja.
"Mmmm.. Bu nisa. Mau tau jenis kelamin bayinya?"tanya dokter.
"Enggak dok.nanti aja..yg penting sehat kan dok?"tanyaku.
"Insha allah gak ada masalah sejauh yg saya lihat..yakin nih?gak mau tau?"tanya dokter itu lagi seperti ingin bergurau dgnku.
"Yakin dok..buat surprise aja nanti..yg penting mborojol dulu nih..aku udah gak kuat.lemes bgt dok..sakiiiit ndraaa"rengekku.
Dokter dan bidan hanya senyum melihatku yg meringis kesakitan.
Memang rasanya sakit sekali.aku saja sampai membolak balikan tubuhku dia atas bed pasien ini.menahan rasa sakit nya.rasa sakit nya seperti dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Aaawwww..."teriakku keras.
"Kenapa sayang??" indra cemas sekali.
"Sakit..kaya ada yg mau keluar dok...aaaaaahhhhhh"teriakkan ku makin keras.
Dokter lalu segera bersiap melakukan persalinan.dan sepertinya memang sudah waktunya.
Dgn dibantu bidan dan seorang suster..aku melakukan persalinan dgn penuh perjuangan.bayiku seperti terus bergerak ingin keluar dan membuatku kesakitan.
"Siap ya bu nisa..pak indra tolong terus kasih semangat ya,biar istrinya kuat. "Kata dokter.
Indra hanya mengangguk.wajahnya pucat.mungkin dia grogi juga menghadapi persalinanku.
Dia lalu menggenggam tanganku.
"Kamu hrs kuat nis.. Demi aku,demi anak kita.."kata indra lalu terus mengecup keningku yg sudah penuh dgn keringat.
Tak lama kmudian.dgn sisa tenagaku yg tinggal sedikit ini,aku mengejan dgn sekuat tenaga.diikuti teriakan.
Lalu dokter mengeluarkan bayi itu dan memotong tali pusarnya.dan segera diberikan ke suster disana untuk dibersihkan dari sisa sisa darah yg menempel.
"Laki laki.."kata dokter sambil tersenyum.walau dokter memakai masker ,namun aku tetap dapat melihat senyuman kebahagiaan dari dokter.
Ah,bayi kami laki laki?syukurlah.walau aku dan indra tdk terlalu mempermasalahkan apapun jenis kelamin anak kami.asal sehat itu sudah cukup.
"Alhamdulillah"ucap indra lega.
"Belum selesai.."kata dokter.lalu melanjutkan kembali kegiatan nya tadi.
"Apa lagi dok?"indra kembali menunjukan kerutan didahinya.
"Masih ada lagi pak.. Bayi kedua.."kata dokter yg otomatis membuat kami berdua kaget.
"Bayi kedua??"ucap indra dgn mata yg membulat karena tdk percaya perkataan dokter.
"Iya,,bu nisa hamil anak kembar."kata bu bidan yg mewakili dokter berbicara.
Dan benar saja,perutku masih terasa sakit.kembali aku mengejan agar bayi keduaku juga segera keluar.
Untunglah utk bayi kedua kami ini,tdk membutuhkan waktu lama seperti bayi pertama kami.
Dan lahirlah bayi kedua.
"Perempuan.selamat ya pak indra..bu nisa..jarang jarang lho kehamilan seperti ini.."kata dokter.
"Alhamdulillah..makasih dok.."ucap kami bersamaan.
"Anak kita kembar nis..laki laki sama perempuan.subhanallah.."kata indra dgn derai air mata krn teramat bahagia.
Setelah bayi kami dibersihkan,lalu bu bidan memberikan ke indra utk melantunkan adzan dulu.
Indra dgn haru melantunkan adzan utk kedua anak kami.
Aku pun tdk kalah haru dan bahagia melihat momen ini.
Aku menjadi ibu dgn langsung dihadiahi sepasang anak kembar.dgn jenis kelamin laki laki & perempuan.ini sungguh diluar dugaan.
Kondisiku yg masih lemah membuatku hrs makan banyak dan juga istirahat.
Setelah dipindahkan ke ruang perawatan,aku lalu disuruh makan oleh dokter.agar segera pulih lagi.
Indra pergi ke supermarket utk membeli beberapa potong roti dan susu.dan segera kembali ke ruang perawatanku.
Mamah& kak shinta senang sekali melihat bayi ku.mereka juga tdk menyangka bahwa aku akan mendapat 2 anak sekaligus.
"Mau dikasih nama siapa ndra?"tanya kak shinta sambil masih melihat bayi kami yg tertidur didalam boks bayi.
Indra diam sejenak.aku menatapnya sambil menunggu kalimat yg akan dia lontarkan.memang kami sudah menyiapkan nama jauh jauh hari,namun ini berbeda.anak kami kembar.jadi hrs kami pikirkan lagi utk pemberian namanya..
" Arden Diarta Anarya sama
Aretha Dianah Ariani "kata indra yakin.
"Wah,bagus..artinya apa ndra?"tanya mamah.
"Arden Diarta Anarya artinya Laki-laki bagai Raja yang pemberani dan mempunyai kehormatan yang tinggi..
Aretha Dianah Ariani artinya Perempuan beriman yang bijak menghadapi segala cobaan untuk selalu berfikir kreatif dan semangat"
"Wah.. Bagus tuh..halo arden..aretha... Selamat datang.."sapa kak shinta dgn aim yg juga sedang melihat adiknya didalam sana.
Kulihat indra selalu tersenyum.dia sangat bahagia.
Dia terus saja memandangi anak kami.dia belum berani menggendongnya.jadi dia hanya melihat saja.
Tak lama kak adam,papah,kak yusuf dan kak rahma datang.
"Wahh,cucu ku nambah.. Sekaligus dua"papah pun ikut senang
"Surprise bgt ya nis,,gak nyangka kembar.kakak juga mau.. Resepnya apa,bisa bikin anak kembar?"tanya kak rahma.
"Hehehe.kak rahma ada ada aja..gak ada resep apa apa lah kak"kataku sambil makan roti yg dibeli indra tadi.
Indra mendekat,lalu membelai kepalaku.
"Kamu pengan makan apa?pastu laper kan?tadi udah teriak teriak,gitu.."kata indra.
"Mmm..apa ya..nggak mau apa apa.. Aku capek.badanku sakit semua.."
"Bsk mamah undang bu siti buat mijit ya nis..biar badan kamu enakan lagi."kata mamah.
"Iya mah.."
Aku dirawat 2 hari di RS.
Hari kedua ku,teman teman kantor menjenguk ke Rs.
Lalu sorenya ferli ,indah,nindi dan feri juga datang.mereka juga senang sekali melihatku sudah memiliki 2 orang anak yg lucu.
Tunggu!!
Anak ku kembar?dan posisi ke 10 orang itu kan tinggal 2 yg masih kosong.
Apakah kedua anakku ini yg akan mengisi posisi itu?