Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
25 rangda


POV ARDEN


Sesuai perintah om Wayan, kami masuk ke dalam rumah.


Namun, kami tidak serta merta bersantai masuk kamar dan tidur.


Kami tetap ada di ruang tamu sambil melihat om Wayan dari jendela.


Pak Nyoman juga ada di sini bersama kami.


"Kita berdoa saja, semoga nak Wayan bisa mengalahkan leak itu," pinta pak Nyoman.


Tidak banyak kata yg terucap dari mulut kami. Kami terus melihat keluar rumah, mencari di mana dan seperti apa sosok leak itu. Karena ini adalah pengalaman pertama kami.


Angin makin berhembus kencang, keadaan makin tegang saat samar samar ku lihat ada cahaya merah mendekat ke halaman rumah.


Om Wayang masih tenang dengan mengaitkan kedua tangan di belakang tubuhnya. Tak lama muncul lah makhluk mengerikan itu. Dia berdiri tepat di hadapan om Wayan hanya dengan jarak sekitar 3 meter saja.


Walau ini sudah malam, namun makhluk itu dapat sangat jelas kami lihat. Bahkan Dion sampai bergidik ngeri lalu pergi masuk ke dalam.


"Wah, gue mending liat Kiki deh." Doni ikutan masuk.


Wajar mereka takut, karena bentuknya memang sangat mengerikan.


Leak itu dan om Wayan seperti sedang ngobrol. Namun dengan bahasa Bali yang kami tidak mengerti.


Leak itu menggeram, dan berteriak kencang. Ia terlihat marah, bahkan hingga kaca kaca jendela rumah ini bergetar. Namun Om Wayan tidak gentar sedikit pun.


Om Wayan masih tenang, lalu mengeluarkan tasbih yang dipakainya dari lehernya. Dia mulai membaca doa doa.


Leak itu maju, dan akan menyerang om Wayan.


Kuku kuku tangannya sangat panjang dan sepertinya tajam sekali.


Om Wayan menahan tangan leak itu dan memelintir tangan nya dan membantingnya ke tanah.


Buuuggghh!!


Leak itu jatuh ke tanah.


Namun dia masih bisa berdiri lagi, dan kembali menyerang om Wayan.


Kali ini lebih cepat dan..


Sreeeettt!!


Dia berhasil melukai om Wayan di dadanya.


Luka cakaran akibat kuku nya yang panjang membuat om Wayan agak meringis kesakitan.


Baju om wayan robek dan darah pun menetes juga.


Aku tidak bisa membiarkan om Wayan melakukan ini sendirian.


Aku berdiri lalu membuka pintu, namun Radit menghalangiku.


"Mau ngapain elu ??!!" tanyanya lantang.


"Gue gak bisa diem aja, Dit! Gua harus bantu om Wayan," kataku mantap.


"Den!! Elu gila? Dia bahaya banget tau! Kalau gendruwo atau pocong, silakan deh. Tapi ini?! Leak!!" larangnya.


"Iya, Den! Sini aja, kan tadi om wayan udah bilang, kalau kita disuruh nunggu di dalem rumah!!" Dedi ikut menahanku.


"Gak bisa!! Gue harus bantu. Titip Aretha. Jangan sampai kenapa kenapa," pintaku lalu melepaskan tangan Radit dan keluar dari rumah.


Leak yang melihatku datang langsung menoleh padaku dan menatapku tajam.


Dia memiringkan kepalanya dan menyeringai dengan ekspresi yang menakutkan.


Dia makhluk astral yg paling menyeramkan yg pernah ku temui.


Nyaliku agak menciut, tapi kupaksakan untuk terus maju. Aku tidak bisa biarkan om Wayan terluka seperti itu demi menolong kami.


"Den! Kamu ngapain ke sini?!" teriak om Wayan dengan keadaan terluka seperti itu.


"Om, Arden mau bantu! Kita hadapi dia bersama sama," ucapku.


Om Wayan nampak diam sebentar lalu mengangguk pelan padaku.


Leak itu melayang menghampiriku dan berusaha untuk mencekik leher.


Kukunya benar benar tajam dan kurasakan menyayat kulit leherku.


"Arghg!" kutahan rasa sakit ini sambil memegangi tangannya yg terus mencekik leherku.


Sleeeeebbbb!!!


Aku terperangah dan kaget dengan apa yg dilakukan om Wayan.


Dari bawah hingga ke atas kepala leak itu.


Leak itu beringsut mundur dan melepaskan cengkeraman di leherku.


Aku baru bisa bernafas lega sambil terus memegangi leherku.


"Kak!" teriak seseorang yang suaranya sangat familiar dan hampir setiap hari kudengar.


Aretha sudah ada di pintu melihatku dengan tatapan memelas. Dia lalu berlari ke arahku dengan derai air mata. Reaksinya sama seperti saat kami kecil dulu, jika aku terluka parah karena gangguan makhluk astral.


"Kakak gak papa, kan?? Ya Allah berdarah!"rengeknya sambil terus memperhatikan luka ku.


"Kakak gak papa, Dek.. Jangan nangis gitu ah. Jelek tau!!" ucapku agar dia berhenti nangis.


Namun bukannya berhenti malah makin kencang tangisnya.


Salah ngomong nih aku. Huft. Aku memeluknya erat.


"Den.. Yuk masuk, biar aku obatin luka kamu." kali ini Alya sudah ada di dekatku. Ekspresi wajahnya sama seperti Aretha, hanya saja dia seperti berusaha terlihat tegar .


Padahal sangat jelas sekali matanya berkaca kaca. Suaranya agak serak dan berat. Bahkan tangannya gemetaran.


Ku genggam tangannya.


"Aku gak papa, Al. Kamu jangan cemas, " kata ku berusaha menenangkannya.


"Ih... Kakak! Aku dicuekin!!" Aretha kembali merengek, sebal.


Gawat kalo dia sampai ngambek. Aretha memajukan bibirnya ke depan lalu kucubit hidungnya pelan.


"Enggak ih! kamu cemburuan banget deh," gurauku.


"Ya udah, masuk deh. Bener kata mba Alya, diobatin dulu. Darahnya netes terus kak." Aretha agak panik memang kalau melihat darah.


"Kamu juga harus istirahat." kali ini Radit juga ada di samping Aretha.


"Iya bener. Kamu juga harus istirahat, gih, masih sakit nggak tangan kamu?" tanyaku.


Dia mengangguk pelan.


"Sudah nggak begitu kok, kak."


"Ya udah yuk, Kapten! Ijin membawa Aretha ke dalam!! " ucap Radit lantang kepadaku.


"Laksanakan!!" jawabku, yang kali ini menanggapi gurauannya yang aneh.


Alya terkekeh mendengar kebanyolan kami berdua.radit emang suka iseng gini.aku aja sampai ketularan iseng gara2 sering bareng dia.


Om wayan lalu mendekat.


"Kamu nggak papa kan, Den?" tanya nya sambil melepas pakaian yang berdarah dan robek karena cakaran leak tadi.


"Gak papa kok om. Om sendiri gimana lukanya agak banyak, ya? "tanyaku sambil melihat tubuh om Wayan yang atletis dengan beberapa bekas darah yang masih basah.


"Gak pap, kecil segini doang mah. ya udah. Kita masuk yuk," ajak om Wayan.


"Eh om, tapi leak itu gak akan balik lagi kan? Dia gak akan celakai kita lagi kan, om?" tanya Radit serius.


Yah, aku juga ingin menanyakan hal ini. Aku harus memastikan kalau kami sudah aman.


Aku tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi nanti. Karena liburan kami di sini masih agak panjang.


"Insya Allah, dia sudah mati. Kalian jangan takut. Dan Arden, yuk kita obati luka ini. Pakai air bunga tadi. Masih ada kan, Al?" tanya om Wayan ke Alya.


"Masih kok, Om. Ada di kamar tadi," ucap Alya semangat dia langsung masuk ke dalam.


Aku di bantu oleh Radit untuk berdiri. Capek juga menghadapi makluk itu. Walaupun aku hanya membantu sedikit, namun benar benar sangat menguras energi.


Om Wayan sungguh hebat. Mampu menangani makhluk itu sendirian. Bahkan saat kecil dulu.


Kami lalu masuk ke dalam rumah. Setelah om Wayan mengobati lukaku seperti yg tadi dilakukan ke Aretha, Om Wayan juga mengobati luka yang ada dalam tubuhnya.


Kami berkumpul di ruang tengah, dan mengobrol sebentar masalah leak tadi. Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.


Tidak gampang mempelajari ilmu leak. Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak. Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.


Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh. Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya. Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar. Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.


Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari. Namun zaman telah berubah ,otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya. Namun esensinya sama dalam penerapan. Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti.


Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa. Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu leak.


Yah, itulah penjelasan singkat om wayan tentang leak yg ada di Bali.


Dan aku masih tidak menyangka, dia datang untuk membalas dendam.


\=\=\=\=\=\=