Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 39 nenek aneh


Siang ini,kami akan pulang kembali ke kota kami.


Rasanya aku tdk ingin berlama lama di vila ini.setelah semua beres,kami lalu melanjutkan perjalanan pulang.


Perjalanan pulang tdk seramai saat berangkat.mungkin karena capek dan semangat sudah mulai hilang krn beberapa kejadian di vila.


Skip


Sampai lah kami dirumah.kubuka pagar rumah ,agar mobil dapat masuk ke halaman.


Saat hendak menutup pagar,aku melihat ke rumah sebelah.karena pagar samping tdk begitu tinggi.hanya setinggi dada orang dewasa.


Disana aku melihat nenek rio sedang duduk di kursi goyang,seperti biasa.


Kusempatkan senyum,tdk ada salah nya jika aku yg bersikap ramah lebih dulu.


Namun,beliau tdk meresponku sama sekali.hanya diam menatapku datar.


"Ndaaaa... Bundaaaaa.."panggil indra,karena aku malah bengong setelah mengunci pagar.


"Oh iya ayah..sebentar.."aku lalu masuk ke dalam rumah menyusul indra.


\=\=\=\=\=\=


Hari ini bu puji belum masuk kerja.akhirnya beberapa tugas rumah hrs ku kerjakan sendiri.


Sore ini aku hendak menyapu halaman depan,karena sudah ada beberapa daun dari pohon akasia yg berguguran.


Entah knp tiap melihat rumah pak toni,aku selalu tdk bisa melepaskan pandanganku dari keluarga ini.


Dan kini rio sedang bermain mobil mobilan dihalaman rumahnya.


Iseng ku dekati dia.


"Hai rio.."sapaku dari balik pagar rumahnya.


"Eh tante.. Udah pulang?"katanya ramah.


"Udah..tadi siang. Mamah papah kemana?kok main sendirian?"tanyaku lagi.


"Didalem tante.."katanya sambil menoleh ke belakang rumahnya.


"Oh gitu... " aku juga ikut melihat ke rumahnya yg terlihat sepi.mungkin pak toni & istrinya sedang beristirahat dirumahnya.


Namun nenek rio masih diteras.paling neneknya ini sedang mengawasi rio agar tdk bermain terlalu jauh dari rumah.


"Nenek kamu sakit apa yo?"tanyaku agak kepo.


Karena nenek nya rio seperti orang sakit.lemas,tdk pernah berbicara bahkan aku tdk pernah melihat nya berjalan.selalu saja aku melihat beliau sudah duduk di kursi goyang yg ada diteras.


"Nenek?'' rio mengerutkan keningnya.


"Iya,,nenek kamu itu.."sambil kutunjuk nenek rio diteras.


Rio menoleh ke teras lalu wajahnya seperti bingung hrs menjawab apa atas pertanyaanku tadi.mungkin rio tdk ingin membahas permasalahan keluargannya.


Baiklah ,lebih baik aku tdk membahas lagi.


"Nenek suka bgt duduk di kursi itu ya.."


Rio diam lalu menunduk.


"Iya tante,selama nenek hidup,selalu duduk di kursi goyang disana..sekarang udah gak ada lagi yg duduk disana "katanya sedih.


Tunggu!!


Selama nenek hidup?


Maksudnya apa?


"Maksud kamu apa yo?"tanyaku yg memang tdk mengerti ucapnya.


''Nenek kan udah meninggal tante,kemarin. Waktu kami pergi ke kota sebelah,kami mengalami kecelakaan.dan nenek...."dia tdk meneruskan kalimatnya.


Namun penjelasannya mampu membuat kaki ku lemas.bagai tdk ada tulang yg menompangnya.hingga aku berpegangan pada pagar rumah rio.


Aku menunduk sambil mengatur nafasku.


"Tante kenapa?"tanya rio lalu ikut mendekat ke pagar.


"Nggak apa apa kok... Ya udah,tante pulang dulu ya ..kamu jangan main jauh jauh.."kataku lalu berjalan ke dalam rumahku dan kutinggalkan saja sapu yg tadi kupegang.


Sampai didalam rumah.indra yg sedang menemani anak anak bermain melihatku aneh langsung mendekat.


"Kamu knp nda?"tanyanya cemas.


Aku diam.keringatku sudah bercucuran deras.padahal cuaca tdk terik.badanku gemetaran.nafasku pun pendek.rasanya sesak sekali.


Indra sudah jongkok didepanku.melihatku dgn seksama.


"Bunda...ada apa?"tanyanya lagi.


Kutatap mata indra yg terlihat sangat mencemaskanku.


"Ii..itu... Tadi... Bunda... Nenek..."aku seolah tdk bisa merangkai kata menjadi kalimat yg mudah dipahami.


Indra menggenggam tanganku erat lalu menarikku ke dalam pelukannya.


Yah,memang benar.aku akan jauh lebih tenang jika sudah berada dipelukannya.


"Ayah ambilin minum dulu ya.."katanya lalu segera beranjak menuju dapur dan kembali dgn segelas air minum.


Kuteguk sampai habis air itu.


Setelah aku merasa jauh lebih tenang,aky mulai menceritakan apa yg kualami barusan.


"Masa iya rio boong ayah... Trus maksudnya apa coba tadi rio bilang kaya tadi?"tanyaku balik .


"Kok rumahnya sepi ya nda.. Kalau ada orang meninggal kan pasti ada bendera putih nya,trus pasti masih ada orang yg ngelayat."kata indra heran.


"Nggak tau yah.. Bener kata bu puji.keluarga itu aneh ya.. Pak toni keliatan serem menurut bunda.. "Ucapku dgn raut wajah yg cukup tegang.


"Ya udah,,bunda tenang ya.. "Indra terus mencoba menenangkanku.


Hingga sampai malam pun,aku masih takut.bayangan nenek rio terus terbayang dipikiranku.


Aku tdk bisa tidur malam ini.berkali kali kuganti posisiku tidur,namun hasil tetap sama.


Kali ini arden menangis,dan aku segera beranjak utk melihat ke kamar mereka.


"Hai sayang..kenapa?"tanyaku pada arden.


Dia sudah dalam posisi duduk diranjangnya.


Kubopong dia sambil kutimang timang agar dia kembali tidur.


Badannya agak panas.otomatis aku jadi waspada.


Jika benar kata kata kak yusuf,berarti ada makhluk astral disekitar sini.


Kutoleh kesemua sudut kamar,nihil..


Tdk ada tanda tanda ada makhluk astral disini.


Fyuuuhhh


Syukurlah.tak lama arden tertidur.ku baringkan kembali dia di ranjangnya.


Sebelum aku meninggalkan kamar mereka,kukecup kening arden dan aretha..


Sreeeekkk..sreeeekkk..


Suara apa itu?


Sepertinya berasal dari luar rumah.kuintip dari balik jendela kamar anak anak.


Deg!


Nenek rio sedang berjalan dgn kaki diseret disamping rumahku.


Wajahnya pucat pasi.rambutnya yg seluruhnya putih,dibiarkan tergerai dan membuatnya terlihat menyeramkan.


Mau apa dia?kenapa masuk ke halaman rumahku?


Terus saja kuamati apa yg akan dilakukan nya.dan dia hanya mondar mandir disekitar rumahku saja.


Tiba tiba dia menoleh ke arahku.dgn cepat kututup kembali korden itu.dan aku mundur mundur sambil tetap melihat ke jendela,takut dia tiba tiba masuk ke dalam.


Saat mundur,aku seperti menabrak seseorang.dia ada dibelakangku,hanya berdiri dan diam melihat ku.


Saat dia menepuk bahuku.aku teriak.


"Aaaaaahhhhhh..."sambil kututup wajahku krn ketakutan.


Aku tdk ingin melihat wujud nya.pasti akan sangat mengerikan.


"Bunda..ndaa... Ini ayah.. Kenapa sih teriak gitu?nanti anak anak bangun.."


Ternyata dia indra.


Kupukul dadanya pelan.aku sedikit kesal karena dia membuatku kaget.


"Ayah!!! Ngapain sih disini!! Bikin kaget aja!!"gerutuku.


"Lah bunda ngapain disini?anak anak bangun?"tanya indra sambil melihat ranjang arden dan aretha.


Untung mereka tdk terbangun krn teriakan ku tadi.


"Tadi arden nangis..jadi bunda ke sini.."ucapku.


Indra diam,sambil terus memperhatikan gerak gerikku yg pasti menurut dia tdk wajar.


"Trus..kok bunda pucet gitu?sakit ta?"tanyanya sambil menempelkan punggung tangannya ke dahiku.


"Enggak yah.. Tadi... Itu,diluar ada neneknya rio.."kataku.


"Masa??"indra sama kagetnya dgnku lalu berjalan mendekat ke jendela.dia pun mengintip keluar.namun sepertinya dia tdk melihat apapun disana.


"Ya udah,kita balik kamar aja ya.. Yg penting kan 'dia' gak bisa masuk rumah kan?"kata indra mengingatkan ku.


Bener juga ya,aku sampai lupa kalau rumahku sudah diberi pagar gaib oleh kak yusuf dan kak arif agar makhluk astral tdk bisa masuk ke dalam.


Indra lantas menggandengku keluar kamar anak anak.dan kami kembali tidur dikamar kami.


Kupeluk dia erat,aku benar benar masih takut.


Indra mengelus keningku lembut.


"Ya udh,bunda bobo duluan.. Ayah tungguin sampai bunda tidur ya.."


Aku hanya senyum dan makin merapatkan tubuhku ke indra.


Tak lama aku pun tertidur dgn memeluknya.


Mungkin bsk aku akan menanyakan ke tetangga,apakah benar nenek rio telah meninggal dunia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=