Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 43 tamu malam


Malam ini kami hanya bertiga dirumah.indra belum pulang.katanya dia akan pulang terlambat.


Aku dan anak anak memutuskan menonton film favorit mereka diruang tengah.


Detectiv conan


Mereka sangat suka film itu,bahkan kami sudah mempunyai banyak serialnya, bahkan jika kami sudah menontonnya berkali kali tdk akan ada rasa bosan.


Sekarang baru pukul 21.00


Karena bsk hari minggu,mereka ku bebaskan tidur agak larut.


Sambil menonton ,ku buatkan mereka susu dan beberapa camilan.dirumah juga kami memelihara seekor kucing dari ras exotic shorthair,


hasil persilangan dari ras American Shorthair dengan Persia yg kami beri nama muueza..seperti nama kucing rasulullah.


Dia ikut berbaring dikarpet,seolah olah ikut menonton film juga.


Aku duduk ditengah diapit arden dan aretha yg keduanya bersandar di lenganku.


Tiba tiba muueza bangun menoleh ke arah ruang tamu.


Tok tok tok


ada yg mengetuk pintu depan.ini insting kucing bagus juga.


otomatis aku menoleh.


"Siapa ya ?malem malem gini dateng?"tanyaku ke mereka.


"Gak tau bun.. Kita liat aja.."ajak arden lalu berdiri.aku pun ikut berdiri dan kami berjalan ke depan.


Sebelum kubuka pintu,aku intip dulu dari jendela.


Namun...kosong.


Kututup lagi korden itu.


"Gak ada orang.kita salah denger kali kak."kataku ke arden yg sudah mengerutkan keningnya.


Ku ajak mereka kembali ke ruang tengah,namun belum sampai 1 meter kami menjauh,suara itu muncul kembali.


Kami bertiga saling melempar pandangan.


Kulihat mereka tdk gentar sedikitpun.berarti apa yg diajarkan kak yusuf berhasil.


Aku memang sengaja meminta kak yusuf agar membimbing mereka dlm menggunakan kemampuan mereka.


Aku kembali mengintip dari balik korden.tapi kali ini aku dapat melihat siapa yg mengetuk pintu tadi.


Dia pak toni!!


Duh,kalo yg satu ini aku nyerah deh.waktu hidup aja di nyeremin.lah ini double nyeremin nya setelah dia meninggal.


"Biarin aja kak,kita balik aja ke ruang tengah.dia gak bisa masuk inih."kataku karena melihat arden juga ikut mengintip di balik korden.


Namun arden tdk dapat melihat  sepertinya,krn dia masih terus mencari keberadaan sosok yg mengetuk pintu kami .


Aretha maju ,ikut berdiri disamping kakak nya.dia yg kaget begitu mengintip,langsung ditutupnya korden itu dgn wajah pucat.


"Udah dek,jangan diliat.. Biar aja."


Lalu kugandeng mereka masuk ke ruang tengah.


Arden panas,seperti biasa.


"Kak..kakak gak papa kan?"tanyaku ke arden yg mulai memucat.


Aretha yg paham kondisi kakaknya lalu menggengam tangan arden.


Tak lama wajah arden kembali segar,dan panas nya hilang.


Kembali ku intip ke teras.pak toni pun hilang.


Namun aku masih heran kenapa masih saja dia muncul dan terus ada disekitar rumahku.


Lebih baik bsk aku tanyakan ke kak yusuf.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Paginya indra yg mendapat cuti sehari mengajak kami ke rumah papah,semua berkumpul disana karena kak adam sedang mengadakan syukuran ulang tahun aim.


Setelah membeli kado,kami langsung meluncur ke rumah papah.


"Maaf kami telat.."kataku saat melihat semua orang sudah dihalaman depan rumah.


"Gak papa nis. Lagian acaranya santai kok..cuma keluarga aja kan"kata kak shinta sambil cipika cipiki dgn ku.


Kami mengobrol bersama di halaman.acaranya memang bertema kebun.


Asal jng ditambahin 'ber' aja diawal kata nya.


Jadi,berkebun.. :D


Mamah melati dan papah didi juga datang.


Anak anak bermain bersama aim dan ais.krn umur mereka tdk begitu jauh,sehingga mereka cocok aja main bareng.


"Ndaa... Kue kesukaan kamu nih"ucap indra yg datang dgn sepotong brownies ditangannya.


"Brownies aman*a bukan?"tanyaku.


"Iya donk,mamah yg bawa"katanya.


"Suapinnnn"kataku manja.


Indra menyuapiku brownies itu.sambil duduk di gazebo depan.


Kak yusuf menyusul duduk bersama kami.


Nah,pas bgt nih.tau aja kak yusuf kalo aku mau sharing.


"Kak.."panggilku.


"Hhmmm"jawabnya sambil tetap  fokus dgn ponsel ditangannya.


"Curhat donkkk"kataku.


Kak yusuf mengulum bibirnya.


"Emang kakak mamah dedeh??"


Jawabnya sambil senyum geli.


Indra yg sedang santainya makan brownis pun jadi tersedak.


Ku berikan minum dulu utk nya sebelum melanjutkan ceritaku.


"Curhat apa?"tanya kak yusuf tdk sabaran.


"Semalem tuh,,pak toni dateng.."kataku sambil berbisik ke mereka.


"Hah??!! Kok kamu ga cerita nda??"indra heran.


"Semalem kan ayah pulang malem bgt.mata bunda udah sepet.. Jadi pending aja deh ceritanya.."kataku.


"Kok bisa sih?dia muncul lagi kak?"tanya indra yg sama penasarannya sepertiku.


"Tar malem kita kerumahnya"katanya membuatku bergidik ngeri.


"Ngapain???males ah..takuttt"rengek ku.


"Ck.ck.ck.. Masa kamu kalah sama anak anakmu nis??"katanya meledekku.


"Beda kali kak.. Masih hidup aja dia nyeremin,apalagi ini udah mati.."kataku.


"Hus!!mati mati..meninggal"indra meralat kalimatku.


"Iya,meninggal..emang mau ngapain sih kak?"tanyaku.


"Ya biar dia gak gangguin kalian terus nis..kakak yakin ada jin yg menyerupai pak toni.kakak pengen tau kaya apa jin itu."kata kal yusuf serius.


Aku hanya mendengus sebal.paling males ngurusin beginian.sumpah...


Tapi ini juga demi kebaikanku sih.


\=\=\=\=\=\=\=


Malam nya kak yusuf,indra,kak adam masuk ke rumah itu.


Yess.. Aku gak ikut.aman...


Aku dan yg lainnya menunggu dirumahku.


Sambil kusajikan beberapa cemilan utk mereka dan menonton tv.


"Bun,kakak ikut ayah ya."kata arden.


Aku melotot.


"Ngapain??gak udah..biar pak dhe aja yg ngurusin.."kataku melarang nya.


"Tapi bun..."arden merengek.


"Kakak.. Bunda bilang jangan,ya jangan.kamu kan belum banyak belajar dari pak dhe kan?"


Akhirnya arden menuruti perkataanku.aku hanya tdk ingin dia kenapa kenapa.dia belum cukup kuat utk berhadapan dgn 'mereka'


Sampai sekitar 1 jam,mereka kembali kerumah dgn keringat bercucuran diwajah mereka.


"Gmn kak?"tanyaku penasaran.


Mereka lalu menghempaskan tubuh mereka ke sofa dan bernafas tersengal sengal seperti hbs berlari jauh.


Kusodorkan air minum ke mereka.


Sambil menunggu mereka bernafas dgn tenang,aku hanya memandangi wajah mereka satu persatu.


Terutama pria yg ada disampingku ini,ku lingkarkan tanganku ke pinggang indra sambil bersandar didadanya.


"Kamu gak papa?"tanyaku sedikit cemas.


"Gak papa sayang. Insha allah udah aman mulai malam ini"kata indra yakin.


Jadi dari penuturan indra,mereka masuk kerumah itu dan mencari keberadaan sosok pak toni maupun keluarganya juga.


Kak yusuf menemukan nya ada dihalaman belakang rumah sedang duduk memyeringai.


Kak yusuf lalu membacakan beberapa amalan doa.agar mahkluk itu pergi.


Setelah makhluk itu pergi ,kak yusuf juga membersihkan rumah pak toni.dan katanya secepatnya rumah itu akan ada yg menempati.


Rumah itu memang dijual oleh ahli waris pak toni,namun belum ada yg mau menawar.kata kak yusuf sih aura rumah itu gelap karena beberapa jin yg ada disana.mereka tdk mau pergi dan sangat betah disana.


Mungkin krn sikap pak toni selama ini yg berperangai buruk,membuat para jin suka tinggal disana.


Entah apa hubungannya.kata kak yusuf begitu.


Semoga setelah ini tdk ada lagi gangguan apapun dari mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Tok tok tok


Pagi pagi sekali ada orang yg bertamu kerumah.


"Yah,bukain pintu donk"pintaku.


aku sedang membuat sarapan didapur.


"Oke nda.."dia berjalan keluar utk membuka pintu.


Tak lama kembali lagi kedalam dgn wajah serius.


"Nda.. Ada keluarganya dika didepan."kata indra.


"Hah??masa?"krn penasaran aku ikut keluar bersama indra.


Dan saat diruang tamu,aku agak kaget krn memang benar keluarga dika ada disana.


Ada apa ya?batinku.karena ini pertama kalinya kami bertemu setelah mereka pindah ke surabaya.


"Selamat pagi..pak..bu..."sapaku.


"Mba nisa..sehat?"tanya bu chandra padaku.


"alhamdulillah bu..sehat.. Bpk ibu gmn?ini dari surabaya ta?"tanyaku.


"Iya mba.kami dari surabaya.sengaja ke sini buat nengokin makam dika.kebetulan bapak ada urusan disini..kita mampir."kata bu chandra dgn nada bicara yg sedikit bergetar.


"Soalnya jujur kami kangen juga mba,sama suasana disini..disini menyimpan banyak kenangan sama dika"jelas bu chandra lagi dgn mata berkaca kaca.


Aku yakin pasti mereka sangat sedih krn kepergian dika.apalagi setelah tau penyebab dika meninggal.


Papah mengabari pak chandra setelah tau apa yg terjadi pada dika dulu.sebenarnya mereka ingin menuntut pak toni,namun setelah tau pak toni juga sudah meninggal,mereka berusaha mengikhlaskan semuanya.


Semoga jalan dika disana dimudahkan dan dilapangkan.


Pak chandra sekeluarga tdk bisa datang ke sini waktu itu.karena benar benar ada kesibukan yg tdk bisa ditinggalkan.dan mereka kini ada disini setelah beberapa thn terlewati.


"Oh iya..sebentar bu.."kataku lalu masuk ke dalam dan kembali membawa sebuah lukisan keluarga mereka yg kutemukan di gudang.


"Ini,belum lama nisa nemu ini,sepertinya ini lukisan dika..mungkin ibu dan bpk mau menyimpannya?"kataku.


Itu adalah lukisan keluarga mereka,ayah,ibu,dika dan kakak nya dika.


Walau itu hanya sebuah coretan yg abstrak,namun aku yakin itu pasti sangat berarti krn dilukis oleh dika sendiri.


Bu candra menerima dgn haru.


"Terima kasih mba nisa..boleh nggak,kalo saya kangen rumah ini,saya mampir?"tanya bu chandra.


"Ya boleh lah bu,silahkan saja.."kataku sambil tersenyum tipis.


Tetap menjaga silaturahmi pasti akan banyak memberikan dampak positif.


Dan kini aku menambah sodara dgn kehadiran keluarga pak chandra.


Mereka sesekali mampir ke rumah kami,jika sedang ada urusan di kota ini.dan aku pun selalu menerima mereka dgn tangan terbuka.begitu juga indra.


Pasti berat,kehilangan seorang anak secepat itu.krn aku pun pernah merasakannya.