Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 35 rumah


Setelah 3 hari dirawat di RS,akhirnya hari ini pulang juga.


Indra sudah membeli stroller utk anak kami.dia membeli stroller khusus utk anak kembar.


Anak anak diletakkan ke stroller lalu didorong oleh papah didi.


Papah didi dan mamah melati sangat senang sekali,karena arden dan aretha cucu pertama mereka.


Sedangkan aku,digandeng indra dgn langkah yg tertatih.


"Aku bopong aja ya.."ucap indra lalu langsung meraihku kedalam pelukannya.


"Aku jalan aja gak papa kok ndra.."kataku merasa tdk enak karena beberapa pasang mata melihat kami.


"Ssstttt... Udah.. Nurut.kamu hbs melahirkan nis.jangan banyak gerak dulu.lagian udah biasa kan aku bopong kamu kaya gini?"kata indra cuek.


\=\=\=\=\=\=\=


Sampai dirumah,indra masih tetap membopongku hingga kamar.


"Kamu mau makan sesuatu?"tawarnya.


"Enggak.. Anak anak mana?"tanyaku.


"Masih didepan sama yg lain..udah biarin aja.. Gmn?capek ya?"tanyanya.sambil membelai kepalaku lembut.


"Sedikit..aku cuma ngantuk ndra.."kataku.


"Ya udah,bobo.. Aku temenin ya.."kata indra lalu segera pindah duduk disampingku.


Aku lalu tidur sambil memeluknya.aku memanh beberapa hari kemarin tdk bisa tidur nyenyak.kadang rasa nyeri masih kurasakan.untung arden dan aretha tenang dan anteng selama kemarin di Rs.


Suara tangis bayi begitu nyaring kudengar.kubuka mataku perlahan memastikan siapa yg menangis,apakah arden/aretha..


Yg kulihat ternyata indra sedang membopong aretha yg sedang menangis.


"Kenapa ndra?kok retha nangis?"tanyaku.


"Gak tau nis.. Laper mungkin"jawab indra.


"Ya udah sini..kasih aku aja."indra lalu memberikan retha kepadaku.


Kuberikan asi ke retha.tak lama giliran arden yg menangis..indra membopong arden juga.


Mungkin dia juga lapar.karena biasanya jika bayi menangis salah 1 penyebabnya karena lapar.


Bergantian aku memberikan asi ke mereka.


Seperti ini kah rasanya menjadi seorang ibu.sering bangun malam,beberapa kali harus membopong mereka,mengganti popok.. Untung sekali ada indra.


Dia merupakan partner yg hebat.suami dan ayah SIAGA.


Dan aku bersyukur pula,dirumah ada mamah dan kak shinta.


Mereka juga tdk segan segan membantu kami menjaga anak anak.mereka tau betapa repotnya memiliki bayi,apalagi ini kembar.


Kak yusuf datang bersama kak rahma dan aisyah.kebetulan kami sedang berkumpul diruang tengah saat itu.


"Wah.. Ponakan pak dhe lucu bgt nih.."kata kak yusuf sambil membopong arden.


Kak rahma membopong aretha.


"Mereka mirip kalian ya.."ucap kak rahma sambil menciumi aretha.


"Nis,,ndra.. Kenapa gak kalian namain guntur ?"celetuk kak adam.


"Kok guntur?bagus arden kok?" sahut kak yusuf yg tdk sependapat dgn kak adam.


"Soalnya,mereka tuh lahir pas ada guntur suf.. Iya kan dek?"tanya kak adam ke kak shinta.


"Iya,aneh deh.padahal kemaren tuh langit cerah aja.tapi pas aku denger tangisan arden,trus ada guntur.. Aku takut ujan,jemuran belum kering soalnya.hehehe..eh ternyata gak ujan.terang bgt malah.."kata kak shinta sambil memangku aim.


"Guntur??"kak yusuf mengerutkan kening.lalu mengangkat arden agak tinggi sambil mengamati arden dgn seksama.


"Kak..kenapa?"tanya ku krn melihat sikap kak yusuf aneh.


"Mmm..gak papa."kak yusuf malah senyum senyum.


"Boong..kenapa kok kak..ayo bilang"kataku memaksa.


"Mmm... Kamu inget kata kata wayan nis?"


"Kata kata wayan yg mana?"tanyaku masih mikir.


"Soal anak kalian..."kak yusuf mencoba utk mengingatkan ku akan suatu hal.


"Iya.. "


"Trus knp kak?bener kata kata wayan?"tanyaku penasaran.


Kak yusuf tdk langsung menjawab.


"Mungkin.."katanya tak yakin.


"Hmmm... Kok mungkin sih?bener gak nih?"aku agak maksa.


"Kakak gak tau nis,sepertinya memang iya..kamu tau gak ,kalau indigo itu bisa keliatan dari matanya?"tanya kak yusuf.


"Enggak?emang matanya knp?"tanyaku.


"Ya memang gak semua orang bisa tau perbedaan nya.tapi kakak liat,arden memang beda.cara dia menatap kakak lain ,gak sama seperti aisyah.. Yah,,baru dugaan ya nis.. Makanya kakak belum yakin.."kata kak yusuf lagi.


"Kalau misal kan iya,kita hrs bimbing arden nis,supaya lebih bisa mengontrol mata ketiganya..iya kan?"tanya papah sambil menatapku.


Aku diam sambil menatap anak anakku.


Jujur,aku memang takut.seandainya boleh memilih,aku ingin anak anakku hidup normal.jangan seperti ku.


Karena aku tau bagaimana rasanya mengalami hal seperti ini dari kecil.


Namun jika memang ini sudah kehendak Allah,aku bisa apa?


Lagipula aku sudah siap ,apalagi saat wayan mengatakan hal itu.


Semoga kamu kuat nak..


\=\=\=\=\=\=\=


Aku sedang mandi pagi ini,ku titipkan anak anak ke indra.kebetulan dia masih cuti.


Saat mandi aku mendengar anak anak menangis.bersamaan.


Karena aku khawatir,maka kupercepat mandiku.


Saat keluar kamar,betapa terkejutnya aku,mendapati anak anak sendirian,indra tdk ada dikamar.dan yg membuatku lebih kaget,ada sosok wanita yg biasa kutemui dihalaman depan sedang ada didekat mereka.


"Masya allaaaaah"teriakku.


Segera aku berlari kearah mereka.tdk peduli dgn sosok didekatku.


Kubopong arden.badannya panas sekali.kenapa ini?padahal tadi dia baik baik saja.


Kenapa tiba tiba demam?


"Pergii kamu!!!jauhi anak anakku!!"teriakku lantang ke mba kunichan yg sedang ada didekat kami.


Entah kenapa tiba tiba aku lupa doa yg biasanya kubaca saat berhadapan dgn mereka.


Kudekap arden yg badannya panas,lalu aku juga mencoba membopong aretha juga yg sedang menangis histeris.walau susah payah,kudekap mereka berdua kedalam pelukanku.


Aretha mengerakan tangannya mendekati arden, arden juga seperti mencoba meraih retha.saat tangan mereka bertemu,mereka seperti bergandengan tangan,dan tiba tiba mereka berhenti menangis,dan demam arden mulai turun perlahan.dan yg paling aneh,sosok mba kun tadi hilang.


Tak lama indra masuk dgn membawa dua botol asi perah yg sudah ku pompa dan kumasukan dot bayi.


Aku memang sengaja memerah asi ku karena jika mereka berdua menangis, salah 1 nya bisa menyusu memakai dot bayi.


"Eh..  Kamu udah mandinya?'tanya indra


"Udah .tadi anak anak nangis ndra.. Ada yg ndeketin mereka.."


"Masya allah...tapi mereka gak papa kan nis?"tanya indra cemas.


"Alhamdulillah gak papa ."kataku agar indra tdk terlalu cemas.


Semakin hari aku semakin mampu mengurus arden dan aretha,bahkan mereka termasuk anak anak yg pintar.


Perkembangan mereka juga cepat.beberapa kali mereka selalu didekati oleh para sosok astral,dan sejauh ini aku masih dapat mengatasinya.


Itu hal wajar bagi bayi,bayi memang sangat rentan diganggu oleh makhluk halus.


Seperti aim dulu.jadi aku sudah siap dgn keadaan seperti ini.


Hari hari ku lalui selalu bersama mereka.mereka merupakan semangat baru utkku.


Mengurus mereka memang membutuhkan tenaga ekstra,namun aku tdk mengeluh sedikitpun,karena aku dikelilingi orang orang yg menyayangi kami.mereka tdk segan segan membantu jika aku kewalahan.


Terutama indra..dia juga selalu menjadi suami yg terhebat.


Tdk pernah berubah.dia tetap sama seperti indraku yg dulu.selalu perhatian,selalu peduli dan menyayangi kami.