Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 40 keluarga tak kasat mata


Suara adzan didekat rumahku membuatku bangun.


Dan aku tdk menemukan indra disampingku.


Kemana dia?


Kuputuskan utk segera ambil wudhu.dan sholat subuh dulu.


Selepas sholat subuh aku segera ke kamar anak anak.dan mereka ternyata sedang bermain di kamar dgn ayahnya.


"Wah... Udah pada bangun"sapaku saat membuk pintu kamar.


"Iya nda.. Anak anak bangun nya pagi bgt nih"sahut indra.


"Ya udah,bunda bikin sarapan dulu ya.."


"Iya,,anak anak sama ayah aja.nanti ayah mandiin sekalian"kata indra sambil tersenyum lebar.


Lalu aku keluar kamar menuju ke dapur.kubuat kan sarapan sederhana utk mereka.


Tak lama bu puji datang.


"Gmn mbak,kemarin pikniknya"


"Biasa aja bu.."kataku sambil menyiapkan piring.


"Kok lemes gitu.."bu puji heran.


"Eh bu... Bu puji tau gak,katanya neneknya rio meninggal?bener?"tanyaku.


Siapa tau bu puji tau sesuatu.


"Mmm... Meninggal?masa sih mba? Saya malah belum tau.kemarin waktu mba nisa pergi kan mereka sekeluarga juga pergi.."


"Iya,nanti aku coba nanya bu kori atau bu yeni aja deh bu.."kataku


Namun,sampai siang bu kori maupun bu yeni tdk terlihat.bahkan saat aku ketuk rumahnya pun sepi.


Mungkin mereka sedang pergi,pikirku.


\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini indra pulang agak larut,karena pekerjaan nya belum selesai.sepertinya ada kasus penting.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 22.30


Anak anak sudah tertidur dikamarnya.aku memutuskan menunggu indra sambil nonton tv diruang tengah.


Kebetulan ada film bagus di salah 1 stasiun tv swasta.


Aku menonton sambil ngemil karena aku memang belum mengantuk.


Tak lama aku seperti mendengar ada suara air dari luar rumah.


Karena penasaran aku cek ke depan.


Sepertinya kran air dihalaman belum di matikan dgn sempurna.


Jadilah aku keluar utk mematikannya.tdk ada rasa takut keluar malam malam begini.walau keadaan sudah agak sepi,namun sepertinya dirumah pak toni masih ada kegiatan.


Aku melihat pak toni menyiram tanaman dihalaman rumahnya.


Dan rio sedang melihat papahnya sambil duduk di kap mobil sambil disuapi makan oleh mamahnya.


Kutengok ke teras,aku lega.karena nenek rio tdk ada disana.


Akhirnya aku sapa mereka sekedar utk basa basi.


"Rio.. Belum tidur?"tanyaku dari samping rumahku.


Mereka menoleh ke arahku.


"Belum tante.. Belum ngantuk"katanya dgn senyum terukir di bibirnya.


Akhir akhir ini aku selalu melihatnya senyum.berbeda dgn sebelumnya,dia sering terlihat murung.mungkin papahnya sudah tdk pernah berlaku kasar lagi.


"Makan pake apa ?"tanyaku basa basi.


"Sayur asem mba.."kali ini mamahnya yg menjawab.


"Wah,seger bgt ya.."sahutku.


"Mas nya belum pulang mba?"tanya pak toni tiba tiba.


"Mmm..belum pak.. Kayanya sih sebentar lagi.."jawabku.


"Nggak takut..sendirian dirumah?"tanya bu toni.


Entah knp pertanyaan barusan justru membuat bulu kuduk ku berdiri.


"Nggak lah bu.."jawabku ragu.


Mereka tersenyum.namun senyum nya aneh.


Lalu ada suara mobil datang,ternyata itu bu yeni.


Bu yeni keluar dari mobil bersama suami dan anaknya.lalu menoleh kepadaku.


"Baru pulang bu?"tanyaku sedikit berteriak.


Bu puji menatapku dan tersenyum.


"Iya mbak.. Mba nisa ngapain malem malem diluar,mas indra belum pulang?"tanya bu yeni.


"Iya,indra belum pulang.ini lho,lagi ngobrol sama rio ,papah sama mamahnya juga.."jawabku.


Dan kalimatku barusan malah membuat bu puji membelakak kan matanya lalu masuk begitu saja.bu yeni masuk kerumah dgn tergesa gesa.


Kenapa ya?


Tak lama ponselku berbunyi,menandakan ada chat masuk.


Aku memang selalu menaruh ponselku disaku baju/ celana.takutnya jika ada panggilan masuk aku tdk mendengarnya jika kutaruh dimeja/ yg lainnya.


'Mba nisa,mending masuk rumah sekarang.udah malem lho mba!!!'


Ini bu yeni kok tiba tiba chat gini?kenapa gak langsung ngomong aja sih tadi.


Karena keasyikan menatap ponsel ditanganku,aku tdk memperhatikan sekitar.


Saat aku melihat kembali ke rumah pak toni.


Mereka sudah tdk ada disana.


Apa udah pada masuk ya?wah,kok gitu sih?kenapa gak pamit,malah ninggalin aku gitu aja.gak sopan bgt!


Saat aku berbalik hendak masuk..


"Masya allaaaaaaah!!!"aku kaget krn mendapati bu toni sudah ada dibelakangku dgn semangkuk sayur asem.


"Hehehe.. Kaget mba?"tanya bu toni...


"Ii..iiiya bu..bu toni pake berdiri disini,ngagetin aja.."kataku sambil mengelus dadaku.


"Ini,sayur asem saya masih banyak.."bu toni menyodorkan mangkuk ditangannya ,dan kuambil dgn sungkan.


Padahal aku sudah kenyang,lagu pula masakan bu puji tadi masih ada.tapi tdk mungkin aku tolak.


"Makasih ya bu.."kataku.


"Iya.."lalu di pergi kembali kerumahnya.


Aku pun segera berjalan hendak masuk ke rumah.


Lagi lagi ada chat masuk,kulihat korden di rumah bu yeni agak tersingkap.dan bu yeni terlihat sedang mengintip dibalik sana.


Kuambil ponselku dan ku baca pesannya.


'Buang mba makanannya!!!'


Aku heran dgn pesan bu yeni.lalu kutatap kerumah bu yeni.dia mengiayaratkan ku utk masuk kerumah.


Maksudnya apa sih?


Kubalas pesan nya.


'Kenapa sih bu??'


'Mba nisa... Keluarga pak toni sudah meninggal kemarin,krn kecelakaan!!!'


Jedeeeerrrr!!


Bagaikan tersambar petir disiang bolong.seketika mangkuk yg kupegang kujatuhkan begitu saja,dan pecah berhamburan .ada beberapa yg mengenai kakiku.


Kakiku mendadak lemas,hingga aku berpegangan pada tembok dibelakangku.


Astaga!! Apa yg barusan kulakukan.aku ngobrol dgn siapa?


Bulir bulir hangat mulai mengalir deras dari kelopak mataku.


"Kenapa mbak??"tiba tiba sura pak toni ada didekatku.ketengok,dia ternyata sedang berdiri didepan pagar rumahku.dia menyeringai,wajahnya berubah pucat.dan banyak sekali darah yg ada dikepalanya.


Kakiku seolah kaku tdk bisa digerakan.kupaksakan ,namun malah membuatku terjatuh .kuseret badanku agar segera masuk kedalam rumah.karena yg kutau rumahku adalah tempat teraman sekarang.


Dgn kepayahan aku terus berusaha masuk dgn mengesot sambil terus menangis.aku tdk berani lagi melihat kebelakang.


Sampai tiba tiba,bahu ku ditepuk.dan membuatku makin histeris menangis.


Aku sampai menutup wajahku krn takut melihat sosok mengerikan lagi.


"Bunda..bunda.. Kenapa???!!"ternyata dia indra.


Kupandangi lekat lekat wajahnya,memastikan bahwa dia benar benar indra.


Tangannya hangat,kakinya juga napak.berarti dia benar indra.


Langsung kupeluk dia sambil menangis dipelukannya.


"Ada apa nda??kenapa malem malem gini ada diluar??"tanya indra..


Lalu kudengar langkah kaki dari beberapa orang,ikut masuk ke halaman rumahku.


"Masya allah mba..sampeyan gak papa to??"suara bu yeni.


Aku tdk menjawab apa apa.hanya terus terisak.


"Memang nya istri saya kenapa bu?"tanya indra.


"Tadi pas saya pulang,saya liat mba nisa ngomong sendirian sambil melihat ke halaman rumah pak toni.. Krn takut saya langsung masuk rumah,dan saya kirim pesan aja,nyuruh mba nisa masuk kerumah.mau langsung saya ksh tau kalo keluarga pak yoni sudah meninggal 2 hari lalu,tapi saya takut mba nisa panik.."jelas bu yeni.


Indra mengerutkan dahinya sambil menatapku melas.


"Lah kok malah tadi kami liat mba nisa fikasih makanan sama alm.bu toni..ya saya suruh isrti saya ngomong jujur aja..kalo mereka sudah meninggal..maaf ya mba.. Jadinya malah gini"kata suami bu yeni.


"Gak papa kok pak.terima kasih sekali ya.. Untung ada ibu sama bapak.."kata indra.


Lalu mereka pulang kerumah mereka.indra membopongku masuk masuk kerumah.


Aku di baringkan diranjang.lalu indra mengobati kaki ku yg terkena pecahan mangkuk yg tadi ku jatuhkan.


Aku masih diam.


"Bunda gak papa kan?"tanya indra lembut sambil memberikan ku air minum.


Tanganku masih gemetaran dan dingin.


Indra meraih tanganku lalu diletakan dipipinya.


"Bsk,mamah suruh nginep sini aja ya.buat nemenin kamu.takutnya aku lembur lagi"


Aku hanya mengangguk lalu kembali menangis.


Indra berbaring disampingku setelah berganti baju.dan memelukku sampai aku tertidur.