Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 37 holiday


Pagi ini indra libur.dan kami memutuskan jalan jalan pagi disekitaran komplek.


Anak anak naik stroller dan didorong oleh ayahnya.


Berkeliling komplek dan kami juga melewati rumah papah.ada kak adam dan aim didepan.


"Aim..." panggilku.


Aim berlari mendekat.


"Tanteeee.."panggil nya sambil berteriak berlari menghampiriku.


Lalu kupeluk dia seperti lama tdk ketemu.padahal baru aja kemaren malem aku gendong dia. -_-


"Libur ndra?"tanya kak adam.


"Iya kak.2 hari nih"


"Wah..asik nih.. Kita jalan jalan yuk sekeluarga. Si yusuf juga libur tuh..jarang jarang kan?"kata kak adam.


"Boleh.mau kemana kak?"


"Mmmm... Ke pangandaran aja yuk.. Kan papah punya villa disana. "Ucap kak adam.


Entah kenapa kalau aku denger kata vila berasa alergi gitu ya.


"Kak.. Mending bangun tenda aja deh.. Jangan nginep vila"kataku sambil menciumi aim.


"Nisa..nisa.. Tega bnr kamu biarin anak anak pada tidur ditenda.. Orang papah hbs beli vila tuh dipangandaran.. Ya dipake lah.. Mubazir donk kalo gak kita pake.. Yuk ah.. Kakak bilang papah dulu ya.."kak adam langsung masuk kedalam meninggalkan kami diluar.


Aku melirik indra.dia tau apa yg kufikirkan.


Arden dan aretha minta turun karena melihat aim berlari lari dihalaman.


Lalu indra menurunkan mereka.dan kami duduk di gazebo sambil melihat anak anak bermain kejar kejaran.


Tak lama kak yusuf datang.lalu bergabung bersama kami.


"Haaiii.. Udah lama nis?''tanya kak rahma.


"Baru aja kak.. Kak adam ngajakin jalan jalan tuh katanya"kataku dgn malas malasan.


"Kok malah lesu gitu?biasanya kamu paling seneng jalan jalan"ucap kak yusuf.


"Nisa trauma kak.. Kalo udh denger 'vila' "sahut indra sambil merangkul pundakku.aku pun otomatis bersandar pada dadanya.


Kak yusuf hanya senyum penuh arti.


Tak lama papah keluar bersama kak adam.


"Gmn?beneran mau ke vila nih ?"tanya papah saat sudah didekat kami.


"Jadi lah.. Jarang jarang kita liburan rame rame.."kata kak yusuf.


Namun aku hanya diam saja.malas menanggapi.


Mereka lalu melirik ke arahku dan sesekali melihat indra.


"Nda.. Jangan lesu gitu donk..kan ada ayah,ada kak yusuf juga.lagian gak semua vila horor kan nda.."indra membujukku.


"Iya nis.. Santai aja napa.."ucap kak adam.


Akhirnya akupun pasrah dan menyerah.aku dan indra kembali pulang kerumah utk mandi dan bersiap membawa keperluan anak anak.karena kami akan menginap semalam di vila.


Bu puji akhirnya pulang awal karena rumah akan kosong.dan kusuruh saja kembali lusa.


Saat kami kembali ke rumah papah,kami berpapasan dgn keluarga pak toni yg juga akan pergi dgn mengendarai mobil.


Indra hanya mengklakson sbg tanda menyapa.


"Menurut ayah,pak toni itu gmn ?"tanyaku membuka obrolan.


Indra diam sejenak.


"Intinya bunda jangan terlalu deket sama dia.. "Kata indra lalu fokus menyetir.


Kami sampai dirumah papah dan langsung saja kami berangkat naik 2 mobil.aku dan indra membawa mobil sendiri,sementara yg lain naik mobil papah yg besar dan muat banyak.


\=\=\=\=\=\=\=


Hanya beberapa jam saja,kami sampai ke pangandaran.


Dan segera menuju vila yg papah beli.ada ada aja si papah,ngapain coba beli beli vila.mending beli sawah aja.


Vila nya cukup besar dgn gaya klasik. Banyak sekali perabotan tua namun masih bagus dan terawat


Saat didepan vila aku berhenti sebentar.


'Ya allah..semoga tdk lagi utk kali ini..'


Indra yg melihatku berhenti lalu menggandengku masuk ke dalam mengikuti yg lain.


Vila ini besar dan luas,tapi hanya 1 lantai saja.untung lah,jadi aku tdk begitu kerepotan menjaga kedua anak ku jika ada tangga disana,karena mereka termasuk anak yg aktif.kamarnya ada 10.ruang tamu dan ruang tengah yg besar dan luas dan tdk ada sekat yg menutupi antara ruang tamu dan ruang tengah.


Saat masuk ke vila ini,aku terpaku dgn kaca besar yg ditaruh diruang tengah.


Kuamati lekat lekat..tdk ada yg aneh sepertinya.


Arden tiba tiba ikut berdiri disampingku sambil beringsut bersembunyi dibelakangku.


Ku gendong dia dan kami segera masuk ke kamar yg sudah dipilih indra.


Karena kami tdk sedang berada dirumah,aku dan indra memutuskan anak anak akan tidur bersama kami saja.aku juga khawatir tentang keselamatan anak anak.


Yah,kalian tau sendiri kan dua kali sudah aku berurusan dgn vila angker.mungkin kalian yg membaca pasti bosan.apalagi aku coba,yg mengalami sendiri.


Setelah menaruh tas dikamar,indra terlihat kelelahan.dia masih berbaring di ranjang dgn salah 1 tangannya diletakan di keningnya.


Kudekati dia lalu kupeluk dari samping.


"Ayah cape ya.."kataku.


"Hmmm..tadi iya,tapi sekarang cape nya ilang,hbs bunda peluk ayah gini sih.." rayu nya.


Lalu dia berbalik sehingga kami berpelukan diatas ranjang.


Anak anak keluar kamar.


Pengertian bgt,tau ayah sama bundanya lg mesra mesraan.hehehe


Indra membelai wajahku lembut dan menatap mataku dalam.lalu perlahan tapi pasti mendekatkan wajahnya ke wajahku,lama kelamaan bibir kami menyatu.


"Anak anak!!" ucapku lalu melepaskan pelukan indra.


"Ya.... Bunda.."rengek indra lalu melihatku keluar kamar,dia mendengus kesal.


Kuedarkan pandanganku ke sekeliling utk mencari keberadaan anak anak ku.


Indra akhirnya menyusul ku keluar.


"Anak anak mana nda?"tanyanya.


"Mmm..itu.."ucap ku sambil melihay mereka berdiri didepan cermin besar itu.


Aku dan indra saling melempar pandangan.


Lalu kami mendekati mereka yg masih terdiam mematung.


Indra mendekati aretha sementara aku mendekati arden.


Badan arden panas,keringat nya bercucuran.


"Kenapa nda?" tanya indra heran melihay reaksiku.


"Arden.. Panas yah.apa masuk angin ya?"tanyaku sambil kuraba keningnya.


Aretha menoleh ke kakaknya lalu ikut melakukan seperti yg barusan ku lakukan.kening arden disentuh aretha.


Aku tercengang,karena perlahan suhu tubuh arden turun.tdk sepanas tadi.


Dan saat ku lihat cermin didepanku,sekilas ada bayangan perempuan namun samar samar,kemudian hilang begitu saja.


Aku terpaku menatap kedua anak ku.kupandangi mereka sati persatu secara bergantian.


Kejadian ini bukan yg pertama.sebelumnya aku sudah mengalami dan menyaksikan sendiri.


Saat ada makhluk astral,aretha menangis ,lalu arden pasti demam.namun jika mereka berdua saling bersentuhan,demam arden hilang begitu pun makhluk astral itu.


"Nda... Bundaaa.."panggil indra sambil menyentuh bahuku.


Aku kaget.


'Hhooosss..hosssss'


Kuhirup oksigen dgn rakus.seakan akan aku baru saja berada lama didalam air.


"Bunda kenapa nda??"indra cemas karena melihatku diam saja,dan wajahku pucat.


"Kaaaaakkk...kaaaak yusuffff?!!"panggil indra setengaj berteriak.


Keluargaku yg lain memang sedang beristirahat dikamar.


Lalu karena mendengar teriakan indra,mereka semua lantas keluar kamar dan memghampiri kami.


"Kenapa ndra??'tanya kak yusuf.


"Nisa.. Kak"ucap indra sambil membopong aretha.lalu arden di bopong mamah.


Sikapku yg aneh,membuat semua orang cemas.


Kak yusuf mendekatiku.lalu menyentuh bahuku.


"Nisa.. Ada apa?"tanya kak yusuf.


"Cermin nya .."ucapku sambil menunjuk cermin dihadapanku.


Kak yusuf ikut menatap cermin ini agak lama.


Lalu menunduk.tak lama menatap kembali cermin tadi.


Yg lain mundur menjauh.


Mereka tau jika sikap kak yusuf sudah seperti ini,pasti ada sesuatu yg serius.


Diambilnya sebotol air mineral yg sebelumnya sudah dibacakan doa doa.


Lalu disiramkan ke cermin tadi.tak lama cermin itu seperti mengeluarkan asap.


Kami melihat dgn keheranan.lalu kak yusuf menutup cermin itu dgn kain yg besar.


Kak yusuf lalu menatapku dalam.


"Kenapa?"tanyaku heran ditatap seperti itu oleh kak yusuf.


"Yuk..duduk.."ajak kak yusuf sambil menggandeng tanganku.


Yg lain mengikuti kami ke ruang tengah dan duduk bersama.


Semua diam sambil menatapku lalu bergantian menatap kak yusuf.


Kak yusuf menarik nafas panjang.seperti ingin bertanya. Namun kak yusuf memilih waktu dan kalimat yg pas dan enak didengar.


"Kenapa sih kak?cerminnya gak beres ya?"tanyaku


"Iya,kakak kecolongan tadi,'dia' bisa bersembunyi  dan gak ketauan kalo tadi kamu gak bilang nis.."ucap kak yusuf serius.


"Mmm... Trus kenapa kak yusuf liatin aku gitu"tanyaku yg makin takut.lalu mundur menjauhi kak yusuf.


"Kok kamu bisa tau nis.sosok tadi termasuk punya ilmu tinggi nis.bukan sosok sembarangan.dan gak gampang diketahui keberadaan nya."kata kak yusuf.


Aku menarik nafas panjang.


Kupandangi mereka satu persatu.


"Sebenernya...bukan nisa yg tau duluan kak.. Tapi...."


"Tapi???"kak adam penasaran.


"Tapi arden sama aretha.."kataku pelan.


"Apa??kamu yakin ?"tanya kak adam.


Kak yusuf diam lalu menatap kedua anak ku yg sedang bermain bersama aisyah dan aim.


"Apa hal ini pernah terjadi sebelumnya nis."tanya kak yusuf.


"Iya kak.. Setelah aku amati,entah ini bnr / enggak..kalo ada sosok astral yg muncul,aretha nangis kejer.. Dan arden.. Suhu tubuhnya jadi panas.tapi saat mereka bersentuhan,demam arden hilang,aretha langsung berhenti nangis dan sosok itu ...hilang.."jawabku membuat mereka semua diam dan berfikir atas ucapanku barusan.


"Brp kali kamu liat mereka gitu?"tanya kak yusuf lagi.


"Mmm.. 2x kak.."


"2x nda??? Kok kamu gak cerita ke aku??"indra protes.


"Maaf yah,, aku belum yakin .jafi aku belum cerita."kataku membela diri.


"Mungkin kemampuan kalian berdua menurun juga ke anak2 kalian?"kata papah ikut berpendapat.


"Bener gitu kak?"tanyaku ke kak yusuf.


Kak yusuf tdk langsung menjawab,malah berjalan mendekati kedua anak ku.


Dipandanginya mata arden dan aretha lekat lekat.tangan nya lun digenggam kak yusuf sambil kak yusuf memejamkan mata.


Tak lama kak yusuf tersenyum lalu mencium kening anak anakku dan mengelus kepalanya.


Kak yusuf kembali duduk disampingku.


Aku tdk sabar mendengar penjelasan kak yusuf,aku yakin kak yusuf pasti tau apa yg terjadi pada mereka.


"Bener,apa kata kamu nis.


Sepertinya garis keturunan yg tersisa itu,punya arden sama aretha.mereka yg mewarisi kemampuan eyang sastro..mungkin bnr kata papah,perpaduan antara kalian yg begitu kuat,yg membuat anak anak kalian istimewa."


"Jadi mereka indigo kak?"tanyaku memperjelas.


"Jadi,setau kakak... Aretha punya kemampuan seperti kamu,bisa melihat makhluk astral.dan arden bisa merasakan kehadiran makhluk astral dan efeknya,dia akan demam jika ada makhluk astral didekat mereka.


Tapi... jika mereka bersentuhan satu sama lain,demam arden hilang dan sosok yg dilihat aretha juga hilang.itu bener bener istimewa.mereka saling membutuhkan dan  melindungi satu sama lain."ucap kak yusuf dgn senyum terus tersungging dibibirnya.


Benarkah apa yg dikatakan kak yusuf?


Jika benar,mereka memang istimewa.dan aku harus bisa membimbing mereka agar dapat mengendalikan & menggunakan kemampuan mereka dgn sebaik mungkin.


Terima kasih ya Allah.. Engkau telah memberikanku anak anak yg luar biasa.