
Tak terasa arden dan aretha kini sudah besar.dan hari ini mereka akan mulai memasuki Sekolah dasar.
Pagi ini aku akan mengantar mereka ke sekolah baru nya.
Mereka termasuk anak yg mandiri dan tdk manja.
Itu berkat didikan keras dari ayahnya.mereka bahkan sudah bisa menyiapkan keperluan mereka sendiri,mulai dari memakai baju,sepatu,menyiapkan buku yg akan dibawa.
bahkan aretha sering sekali membantuku membereskan rumah.walau hanya seperti menyapu dan mengepel.sudah sekitar 1 thn lalu,bu puji tdk lagi membantuku.karena beliau harus mengurus cucunya yg baru lahir.sehingga mulai saat itu,kami semua bekerja sama utk saling membantu dirumah.
Sejak anak anak mulai beranjak besar,kini aku sudah mempunyai kendaraan sendiri.karena kesibukan indra yg tdk bisa diganggu gugat.dan aku pun mengerti posisi nya.dia bukan lagi indraku yg dulu,yg selalu bisa mengantar dan menjemputku setiap saat.
Tugasnya yg kini lebih berat, membuatnya jarang ada dirumah.namun aku tdk merasa kesepian karena ada anak anak yg selalu menemaniku.kami bkn hanya sebagai ibu dan anak,melainkan sebagai teman,sahabat bahkan kakak.
Kami sering sekali melakukan banyak kegiatan bersama,seperti memasak bersama,berkebun,bahkan aku juga sering ikut bermain petak umpet dgn mereka.
Kami naik mobil 'honda jazz' berwarna pink,warna favoritku.indra sengaja membeli nya agar memudahkanku utk beraktifitas diluar rumah.
"Bun,kemarin sore arden ketemu om dani."ucapnya.
"Ketemu dimana?"tanyaku hingga mengerutkan dahi.
Karena arden kan tdk pernah main jauh jauh.
"Lewat depan rumah bun,sama istrinya katanya kapan kapan mau mampir sih"
"Oohh gitu.."
Mungkin dia sedang ada urusan disekitar kompleks rumahku.
Aku memang jarang bertemu mereka lagi setelah ada arden dan aretha,yah bisa ku hitung pake jari ,brp kali kami bertemu.apalagi sejak dani menikah dgn riska.dia pun mulai fokus dgn keluarganya seperti ku.beberapa temanku memang sudah banyak yg menyusulku berumah tangga.
Mia dan wisnu bahkan sudah memiliki 2 orang anak.yuli dan erik pindah ke kota asal erik.dimas menikah dgn salah 1 staf di kantor.hanya fitra yg masih menjomblo.
Ferli dan feri sudah memiliki seorang putri yg sekarang sudah masuk ke taman kanak kanak.
Indah menikah juga dgn fergi,nindi sekarang ada dijakarta menetap disana.
\=\=\=\=\=\=
Sampailah di sebuah sekolah.aku memilih sekolah ini karena jaraknya yg tdk begitu jauh dari rumah.
Bahkan aim dan aisyah pun juga bersekolah disini sebelum arden dan aretha.
Banyak sekali anak anak yg mendaftar disini,sehingga aku harus rela mengantri.
Dan tibalah giliranku.
Saat aku duduk dihadapan seorang guru utk mengisi formulir pendaftaran ,aku agak kaget bahwa yg dihadapanku adalah wicak.
"Wicak???''panggilku.
Dia yg tadi fokus dgn kertas dihadapannya lalu ikut mendongak dan sama sama kaget sepertiku.
"Eh..nisa??lho kamu...mau daftar juga?"tanyanya dgn heran.
Kami teman kuliah sekaligus teman kecil dulu.namun baru kali ini aku bertemu lagi dgn nya.
"Iya nih,,aku mau daftar buat anak anakku.. Masih muat kan?"
"Masih lah.. Kalo gak muat ,aku muat muatin nis.hehehe..
Lama gak ketemu ya nis.."ucapnya sambil tertawa bersamaku.
"Iya,, kamu kemana aja?gak nyangka bakal jadi guru disini..perasaan kata ibu mu kamu ke jakarta?"
"Iya,tapi balik lagi kesini.baru setahun.gak betah disana.oh ya,indra gmn kbr?"
"Sehat kok.. "
Kami terlibat perbincangan agak lama,karena kami benar benar lama tdk bertemu.setelah kkn.wicak sudah jarang kulihat lagi di kampus.dan katanya dia juga ke jakarta utk mengadu nasib di sana.
Eh,malah sekarang di sini.
"Anak anak kamu luar biasa nis.. Bisa kembar sepasang gitu ya.. Katanya ada mitos bilang kalo punya anak kembar pengantin,kudu dipisahin nis?"
"Halah..mitos doang kan?mereka itu gak bkl bisa dipisahin..kecuali sama maut.lagian aku gak .au misahin mereka.."kataku sambil ketawa
"Iya sih nis.. Tapi kayanya anak kamu sama kaya kamu ya nis?"tanyanya sambil melihat arden dan aretha yg sedang duduk di taman sekolah.
"Mmm..tau dari mana?"
"Ck.ck.ck.. Liat tuh..baru aja masuk,udah ngobrol aja sama penghuni sini.."
Bener juga..aretha terlihat sedang ngobrol menghadap ke samping kirinya,sementara arden di kanannya.
Duh,jangan sampe orang orang bilang anak ku aneh,ngomong sendiri gitu.
"Bentar cak.."
"Oke"
Aku menghampiri mereka.
Lalu ku jelaskan pelan pelan agar mereka tdk sembarangan ngobrol dgn makhluk astral yg mereka temui.
Memang disemua sekolah pasti ada penunggu nya.dan yg ngobrol dgn mereka saat ini tdk ada niatan jahat.aku bisa merasakan nya.
"Bunda.. Dia gak jahat kok..dia kan kakak reta.."ucapnya membuatku bingung.
Sosok yg disamping retha menunduk.dia laki laki dan sepertinya berumur 7thn.
"Kakak?"tanyaku mengerutkan kening.
"Iya.. Kakak ardan."
Deg!!
Aku membelakak ,ardan?
Itu nama anak ku yg keguguran dulu.apa mungkin dia benar ardan?
Kenapa dia disini?
Aku tdk sanggup berkata apa apa,hanya sedikit mengeluarkan air mata.
"Dek,,kakak kan udh bilang.jangan kasih tau bunda.tuh kan ,bunda sedih!!''ucap arden.
Maksud mereka apa?
Aku benar benar tdk mengerti.
"Apa maksud kalian?"tanyaku dgn menahan sesak didada.
"Kak ardan itu sering bgt dateng bun.. Ngajak kita main"jelas retha.
Arden menyikut adiknya
,mengisyaratkan utk diam.
Bagaimana bisa?aku bahkan tdk pernah merasakan dia muncul dan ada disekitar kami.
Dan,utk apa dia disini?hampir setiap malam aku selalu mendoakan nya.apa yg membuat dia tdk tenang?
Apakah dia memang tdk tenang?tp apa alasannya?
Aku diam masih memikirkan apa yg sebenarnya terjadi,ada apa dgn ardan?
Kudekati sosok ardan,dia terus saja menunduk.aku jongkok didepannya.
Baru kali ini aku melihatnya.
Wajahnya tdk jauh beda dgn arden.aku bahkan sampai menitik kan air mata.aku memang merindukan nya.sangaaaat....
bagaimana bisa aku gagal menjaganya dulu.bahkan sebelum aku tau dia ada dirahimku,aku sudah kehilangan dia.
"Bunda jangan sedih..ardan baik baik saja.ardan cuma kangen."ucapnya datar tanpa menatap wajahku.
Lalu dia menghilang begitu saja.aku tolah toleh ke sekelilingku,namun dia tdk lagi terlihat.
jika ardan ada disini bersama kami,pasti keluarga kami makin lengkap.
Astagfirulloh haladzim..
Kenapa aku berfikir demikian?ini sudah takdir allah.kenapa aku menyesalinya..
"Bundaa..."arden mendekat dan memelukku.
Tangisku makin pecah dipelukannya.dia ini mirip ayahnya..selalu tdk bisa melihatku menangis.dia selalu berusaha menghiburku jika aku sedih.
"Udah bun.. Kakak ardan cuma mampir..bunda jangan sedih ya. Kasian kak ardan nanti."kata katanya sungguh bijak.
Kalimat seperti itu keluar begitu saja dari mulut seorang anak yg bahkan baru akan masuk sekolah dasar.
"Nisss!!"wicak ikut mendekat.
Mungkin juga khawatir melihatku menangis.
"Aku gak papa cak.. Oh iya,mana formulir pendaftarannya.."kataku mengalihkan pembicaraan.sambil kuseka air mata yg terlanjut jatuh ke pipiku.
Wicak menatapku melas.
"Ada didalem.ya udah yuk.kita masuk.."ucap wicak.
"Oh iya sayang,,kenalin..ini pak wicak..temen bunda.. Sekarang jadi guru kalian.."kataku mengenalkan wicak ke anak anak.
Mereka lalu salim ke wicak.
Setidaknya aku lebih tenang,karena ada wicak ada disekolah ini.
Aku yakin dia bisa membantuku menjaga dan mengawasi anak anak.
Setelah mendaftarkan anak anak.kami jalan jalan dulu.mereka ingin makan di k*c.
"Bunda.. Kita bungkus aja yuk.. Trus ke kantor ayah.. Retha kangen ayah.."kata nya manja.
Memang kalau aretha ini sangat dekat dgn ayah nya.
Akhirnya ku iyakan saja.
Setelah membayar kami lantas ke kantor indra.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sampai disana,mobil kuparkirkan dibawah pohon yg teduh.anak anak langsung berlari ke dalam.
Sementara aku mengikuti mereka dari belakang.sambil menenteng makanan yg tadi kami beli.aku yakin indra pasti belum makan.
"Selamat siang bu!!"sapa alvin saat kami berpapasan didepan.
"Siangg.. Sehat vin?"tanyaku basa basi.
"Alhamdulillah bu.. Pak indra diruangannya.."katanya.
Aku mengangguk dan tersenyum tipis lalu melenggang masuk.orang orang disini sudah hafal aku dan anak anak.jadi kami tdk sungkan,jika berpapasan seperti tadi.
Ceklek.
Kubuka pintu dan langsung kulihat seorang pria yg paling kucintai dgn senyum mengembang lebar sambil memangku aretha.
"Gak ngabarin nda..mau kesini.."katanya lembut lalu mengulurkan tangannya agar aku mendekat.
"Ini anak anak,minta nyusul kesini.. Ya udah deh.."lalu aku mendapat ciuman hangat dikeningku.
"Gmn sekolahnya..oke kan?"tanyanya.
"Oke kok ayah.dede suka.."jawab aretha.
"Yah, wicak jadi guru disana lho."kataku sambil duduk disofa merah marron diruangan indra.
"Masa?gmn kabar dia?"
Tanyanya antusias.
"Sehat kok..kapan kapan ayah pasti bisa ketemu .."ucap ku sambil membuka bungkusan yg tadi ku bawa.
Kami makan siang bersama dikantor indra.