
Karena kondisiku sudah membaik dan ingatanku sudah kembali...hari ini aku mulai kembali bekerja.kembali ke kantor bersama para sahabatku yg sudah beberapa hari ini tdk bertemu.rasanya kangen.
"Malem ini aku lembur nis..gak papa kan?"tanya indra saat kami dlm perjalanan kekantorku.
"Eum..gak papa kok..nanti aku nelfon kak adam atau nebeng dani aja.. "Kataku enteng.
"Oke deh..maaf ya.."katanya sedikit tdk enak.sambil membelai kepalaku lembut.
"Gak papa .kamu hati2 ya.."
Kami sampai di depan pintu lobi kantor.
aku lalu turun ,sebelumnya ku kecup pipi indra.
Dia tersenyum.lalu melambaikan tangan kepadaku saat aku sudah turun dari mobil.
Saat akan masuk ke dalam lift..
Brruukk!!
Aku menabrak seseorang sampai aku limbung dan terjatuh dilantai.
"Eh,sorry... "Katanya lalu mengulurkan tangannya padaku.
Dia membantuku berdiri.sepertinya aku belum pernah melihatnya,dia seperti asing.
Dia lalu mempersilahkan ku masuk lift.aku masuk dgn perlahan.
Sopan bgt.tapi ati ati nih,sama cogan(cowok ganteng) model gini.biasanya modus.hehehehehe.
Dia memang tampan menurutku.
"Lantai berapa?"tanyanya membuyarkan lamunanku.
"Eh,lantai 3.."kataku.
"Wah sama..."
Sama?mau kemana dia?
Kebetulan kami hanya berdua saja di lift.siapa dia ya?
Tamu barang kali.tapi ketemu siapa?lantai ku kan nggak ada ruangan bos.hanya 3 ruangan divisi yg berbeda,dan pimpinan utk divisi dilantai 3,pak hanry.
sedangkan ruangan pak bos lantai atas sendiri.
"Kamu mau kemana?"tanyaku penasaran.
"aku sudah seminggu kerja disini..sebagai manager divisi dilantai 3."katanya.
"Hah??oh gitu... Selamat datang pak.."kataku sungkan.
Berarti dia bos baruku donk..
Ya bisa dibilang gitu deh.
"Wah...kok panggil pak?saya masih muda lho..panggil mas aja,kamu karyawan sini juga ya?kok saya baru lihat?"tanya nya sambil menatapku dari atas sampai bawah.
"Saya kemarin ijin..tdk masuk.."kataku berusaha sopan.
Dia hanya berohria.
Kemana pak hanry?beliau lah penanggung jawab di divisiku selama ini.
Tingg!!
Lift terbuka..
Lagi lagi dia mempersilahkanku keluar duluan.
"Ladies first..."katanya sopan.
Aku berjalan keluar dan tersenyum sekilas padanya.
Kami berjalan berdampingan menuju ruanganku.
"Kamu divisi ini ternyata?"tanyanya heran.
"Eum,,,yaaa.. Kenapa pak..eh..mas..."tanyaku gugup hrs memanggilnya apa.
"Kalau begitu kita harus kenalan..saya pengganti pak hanry..nama saya, revan... "Katanya lalu mengulurkan tangan padaku.
"Nisa..khaerunisa.."jawabku dgn menjabat tangannya juga.
"Cantik.."katanya.
"Apa??"
"Artinya cantik..sesuai dgn orangnya.."katanya lagi membuatku tersipu.
Wajarlah jika ada yg memuji& reaksiku demikian.apalagi dia terlihat rupawan.bak dewa yunani di film.
Oh no.... Inget indra nisaaa!!!
Astagfirullohhaladzim...
"Terima kasih,maaf saya masuk dulu.." aku pamit.
Didalam sudah ada dani dan fitra yg sudah mulai sibuk.
"Nisaaaa??? Ah...gue kangeeeennn..kamu udah sehat ta?"tanya fitra antusias lalu menghampiriku dan menuntunku ke mejaku.
"Apaan sih fit..kamu lebay deh..aku udh gak papa kok.."kataku menolak perlakuan khusus fitra.
Revan masih berdiri didepan pintu ruangan kami.
"Permisi paaak.."mia datang bersama yuli.
"Oh ya..maaf.. "Kata revan lalu pergi keruangannya yg letaknya didepan ruangan kami.
Mia masuk bersama yuli.dan berhambur memelukku juga.
"Nisaaaa.... Kok udah masuk?"tanya mia.
"Kamu udah sehat?aku siapa coba?"yuli ikut memberondongku dgn pertanyaan.
"Alhamdulillah udh sehat kok.kamu yuli,ini mia..aku udah gak amnesia.."kataku menjelaskan sebelum mereka bertanya lebih jauh.
"Syukur deh..kupikir kamu gak bakal balik kesini lagi nis.."kata yuli.
"Balik lah,kangen tau sama kalian semua.."lalu kepeluk mereka berdua.
"Kembali bekerja gaeeeass..inget deadline!!!."kata dani yg sedari tadi hanya diam melihat kami.
Kami lalu mulai kembali beraktifitas.
"Eh yull..pak hanry kemana?"tanyaku ke yuli yg duduk disampingku.
"Resign.. Katanya pindah ke perusahaan lain nis.eh kamu udh ketemu pak revan kan?ganteng ya nis.."kata yuli senyum2.
"Oh gitu.. Ganteng kaya apa juga gak ngaruh kali yul..aku udah punya indra.."jawabku mantap.
"Aku juga..udah ada eric,tapi cuci mata dikit gak papa kali nis.hehehehe"katanya terkekeh.
Dasar ni anak.
Tak lama telfon dimejaku berdering.pasti pak revan.
"Ya pak..ada yg bisa saya bantu.."kataku.
"Kamu keruangan saya ya.."kata suara dari sebrang.
"Baik pak."lalu kututup telfon itu dan beranjak ke ruangan pak revan.
Tok..tok..tok..
"Masuk" suaranya terdengar berwibawa.berbeda sekali dgn yg tadi saat awal kami bertemu dilift.
Aku masuk "bapak memanggil saya?"
"Iya,duduk nis."katanya masih menatap dokumen yg ada dihadapannya.
Sejenak suasana hening.aku masih diam menunggu apa yg akan dikatakan oleh nya nanti.
"Kamu nanti ikut saya meeting ya diluar kantor.."
"Hah?sekarang pak?"tanyaku.
"Iya..kenapa?kok kamu kaget gitu?"tanyanya sambil menatapku tajam.
"Eum..soalnya saya jarang ikut meeting sebelumnya dgn pak hanry,apalagi sampai keluar kantor..biasanya yg ikut dimas/dani"kataku terus terang.
Berharap dia berubah pikiran dan mengajak dani/ dimas saja.
"Kalau saya maunya sama kamu kenapa?gak boleh?"tanyanya datar.
"Ya nggak gitu juga sih pak..ya sudah,saya siap2 sekarang.."kataku.
"Iya,nanti sekalian kita makan siang"katanya lagi.
Lalu aku pamit keluar ruangannya.
Dgn langkah gontai aku kembali keruanganku.lalu duduk dgn lemas dikursiku.
"Kenapa nis?diomelin pak revan?"tanya mia.
Aku menggeleng sambil menarik nafas dalam lalu menghembuskan dgn berat.
"Aku suruh ikut meeting diluar.."kataku lemas.
"Itulah..aku juga heran.padahal tadi aku udh bilang,kalo biasanya dimas/ dani yg ikut meeting diluat kantor.tapi pak revan ,maunya sama aku.gmn donk"rengekku.
"Ya udah lah nis gak papa.lagian cuma meeting.kamu bisa kan?"tanya dimas.
"Kamu takut indra cemburu ya?"tanya fitra.
"Cemburu?eum..gak juga sih.cuma gmn yah..aku kurang nyaman aja gitu sama pak revan.."kataku.
"Takut jatuh cinta ya nis.hehehe"ledek yuli.
"Ngawuuurrr...bukan lah yul.aku cuma sayang indra..gak bakal ada yg lain.."kataku.
"Ya udah,,yg penting kamu ati2 nis.kalo pak revan macem2..hajar aja..."saran dani.
Kami hanya ketawa tertahan mendengar saran dani yg konyol.
Kusunggingkan sebelah bibirku sambil menatap dani.
Lalu segera aku bersiap utk pergi meeting dgn pak revan.
"Nisa??ayok berangkat sekarang"ajak pak revan yg ternyata sudah ada didepan ruangan kami.
"Baik pak"kataku lalu ku raih tas dan dokumen milikku.
Semua menatap kami.lalu aku berjalan keluar sambil sesekali menatap mereka,seolah meminta tolong,bagai akan diculik saja.
Saat didepan lift dia pun memperlakukanku sama seperti pagi tadi.
"Ladies first.."katanya lebih melunak.
"Kita meeting dimana ya pak?'tanyaku saat didalam lift.
"Restourant furama.. Sekalian makan siang. Oh iya,satu lagi,panggil saya revan aja kalau kita diluar kantor.."katanya dgn senyum diwajahnya.
"Tapi kan..."
"Gak ada tapi tapi..kalau kamu sungkan dgn panggilan revan,mas juga boleh.."kata mencoba melucu.
"Heehhe.iya revan.."
Males bgt aku memanggil nya 'mas ' ,suamiku aja gak aku panggil gitu.ini orang kaya nya berusaha modusin aku deh.
Sampai lobi,kami menuju mobil revan.sebuah Mercedes-Benz mewah terparkir dihalaman depan lobi..
Dia membuka kan pintu mobil penumpang utkku.
Lalu dia menuju kemudinya dan menjalankan mobilnya dgn kecepatan sedang.
"Kamu udah punya pacar?"tanya revan
"Aku sudah bersuami."kataku dingin.
"Oh begitu... Kerja dimana dia?"tanya revan lagi.
"Polisi "
Dia mendadak diam.
"Kamu sendiri?"tanyaku balik.
"Aku masih single..masih tahap mencari"katanya blak blakan.
"Oohhh.."kataku singkat
Tak lama kami sampai di restorant.
Kami lalu masuk berjalan berdampingan.
"Itu klien kita.."kata revan menunjuk seorang pria muda juga bersama sekertarisnya juga mungkin.
Kami meeting dgn lancar.
utk pertama kalinya kulihat revan serius dan sangat berwibawa.
Dia profesional sekali dgn klien kami.dan akhirnya meeting selesai dgn kesepakatan yg saling menguntungkan antara perusahaan kami dan perusahaan klien tadi.
Tak terasa hari juga sudah sore.
Kulirik jam yg melingkar dipergelangan tanganku.
Indra kan tdk bisa menjemputku.kucoba meraih ponselku dan menghubunginya.
Namun,ponselnya tdk aktif.mungkin aku harus naik taksi utk pulang.
"Mau aku antar?"tanya revan.
Yg menyadari kegelisahanku.
"Hah?eum...."
"Tenang saja..aku cuma menawari tumpangan,aku yakin suami kamu tdk bisa menjemputmu kan?"katanya menebak.
"Iya,dia memang sedang banyak kasus.."jawabku.
"Ya udah,aku anter aja sekalian.aku janji gak akan macam2.."katanya dgn mengangkat dua jarinya keatas.
"Ya udah deh.."kataku pasrah.
Akhirnya aku diantar revan sore ini.diperjalanan kami juga banyak ngobrol.dia orang nya menyenangkan,humoris dan sopan.
Tak terasa sampai juga dihalaman rumahku.
"Makasih ya revan atas tumpangannya"kataku ramah.
"Oke..kalau gitu aku pulang dulu.."katanya lalu aku keluar dari mobilnya dan segera masuk kedalam rumah.
"Dianter siapa nis."tanya kak shinta yg memang sedang ada diteras.
"Temen kantor kak..tadi ada meeting juga diluar"kataku sambil duduk disofa teras sambil sesekali menciumi aim.
"Mobilnya mewah bgt..dia bos?" tanya kak shinta menyelidik.
"Iya,, manager divisiku.ya udah,nisa masuk ya kak..mau mandi"kataku.
"Oke..kalau mau makan kakak udah masak dimeja makan"kata kak shinta.
"Oke..kakakku yg baik "ucapku sambil mencium pipi kak shinta.
Aku masuk dan segera menuju kamar.sepertinya aku ingin berendam agak lama.mumpung indra lembur.biasanya dia tdk mengijinkan ku berendam terlalu lama.takut masuk angin.
Selesai berendam,sudah masuk waktu maghrib.aku lalu mengakhirinya dan sholat dulu.
Tok tok tok
"Nisss..makan yuk"suara kak adam didepan pintu.
Kubuka pintu dgn malas"nisa belum laper.nanti aja kak.."kataku.
"Kamu sakit??"
"Enggak..cuma pengen tidur dulu kaya nya deh..kakak makan dulu aja.nisa tar aja,sekalian nunggu indra pulang"
"Ya udah.."kak adam lalu pergi ke ruang makan.
Rasanya aku ingin tidur setelah berendam lama tadi.badanku terasa ringan dan relaks.
\=\=\=\=\=\=
Pukul 00.00
Aku tertidur didepan tv ruang tengah saat indra pulang.
"Lho kok nisa disini kak?"terdengar suara indra ngobrol dgn kak adam.
"Iya,nungguin kamu katanya..belum makan juga tuh"kak adam lalu pamit kembali ke kamarnya.
Indra membopongku masuk ke kamar.
"Ndra..udah pulang?'tanyaku yg masih dlm dekapan nya.
"Udah,kamu kok bobo diluar?dingin nis...belum makan juga ya?" tanya indra.
"Iya,belum laper ..kamu udh makan?"tanyaku balik.
"Belum..ya udah,aku mandi dulu ya..trus kita makan."kata indra.
Dia segera masuk kamar mandi.tak lama.
keluar hanya mengenakan celana pendek dan kaus lengan pendek.
"Yuk.makan..."ajaknya sambil menggandengku keluar kamar.
Kami makan berdua diruang makan.aku rela menunggu dia selarut ini hanya utk makan malam bersama nya.
Rasanya ini adalah salah 1 baktiku ke indra.dia sudah lelah bekerja seharian,jadi apa salahnya aku menunggunya utk sekedar makan malam bersama.
Perhatian nya selama ini kepadaku sudah sangat besar.aku tdk akan menyia nyiakan pria seperti indra.
Spesies langka yg bakal jarang ku temui.
Jodoh itu berasal dari keikhlasan,seikhlas apa kita menerima kekurangannya.
Dan indra?aku belum menemukan kekurangan yg mencolok darinya.sedangkan aku?aku yakin banyak sekali kekurangan yg ada dalam diriku.
Yg dgn mudah dapat diterima oleh indra.
I love you indraku.terima kasih telah menerimaku.