
Pov indra
Langkah ku& anak buahku tercium oleh fikri dan kawanannya.
Aku cemas,khawatir dia akan menyerangku balik dgn cara lain.
Aku menghubungi nisa.entah kenapa aku mengkhawatirkannya terus.apalagi sejak pagi dia banyak diam,dia bilang dia bermimpi buruk ,tapi belum mau membicarakannya dgnku.
" Halo ndra.."suara nya disebrang membuatku lega.
"Hai nis.. Kamu lg di mana??"tanyaku gugup.
"Dikantin.."katanya.lalu diam beberapa saat.
"Ndra...ada orang dateng ke kantorku..mereka aneh,kayanya mereka nyariin aku deh.." katanya.
"Masa?pergi dari sana nis!!cepet!!"kata ku dgn nada panik.aku yakin itu fikri dan kawanannya.ternyata feelingku benar.dia pasti mengincar nisa.karena tdk bisa mendapatkanku.
"Aku hrs gmn ndra?? siapa mereka???" nisa terdengar panik.
"Mereka jahat.kamu cari taksi/apa aja.. Kamu langsung ke polres,aku akan nyusul kamu juga sekarang oke..."kataku dgn tergesa2. aku pun bersiap pergi menyusul nisa dan memerintahkan anak buahku utk ikut bersamaku.
"Iya..cepet ndra..aku takut."jawabnya
"Iya sayang,kamu tenang aja.. Aku gak akan biarkan mereka menyakitimu.."kataku mencoba menenangkannya.
"Ada apa ndan?"tanya rudi.
"Nisa..fikrie menghampiri nisa.cepat/lambat nisa pasti tertangkap.kita hrs cepat bergerak!!"kataku.
"Siiap ndan.!!"jawab rudi mantap.lalu rudi memanggil beberapa orang kami.
Beruntung nisa masih memakai lionting hadiah ultah pemberian dariku dulu.didalam liontin itu sudah kupasang alat kecil utk melacaknya jika sewaktu2 dia ngambek/marah padaku dan pergi begitu saja.
Dulu dia sering sekali ngambek lalu menghilang utk menghindariku.akhirnya aku mendapat ide itu.dan sampai sekarang nisa tdk tau kalau kalung itu ada alat sadapnya.
Aku pergi dgn mobil ku dgn melihat ke monitor hpku yg terhubung dgn alat diliontin nisa.
Rudi duduk disampingku dan memberiku petunjuk ke arah mana nisa pergi.
Kami melihat seperti ada bekas kecelakaan didepan.
Astaga,wisnu???
Aku melihat wisnu terkapar dijalan dgn luka lebam dimana2.
Dia masih setengah sadar.
Aku turun dari mobil lalu berlari ke arahnya.
"Wisnu...wisnu... Kamu kenapa??"tanyaku panik.
Rudi menghubungi ambulance.
"Indraaa.... Nisa... Nisaa...maaf."katanya terbata2.
"Nisa??kamu ketemu nisa??kemana dia?"tanyaku.
"Tadi aku mau bawa nisa ke kamu,tapi mereka keburu nabrak mobilku.maaf,aku gak bisa jagain nisa."katanya dgn suara berat.
Jilbab yg nisa kenakan terbang kearahku,iya..ini jilbab yg tadi pagi dia pakai.aku masih ingat.
Bahkan wangi nya adalah milik nisa.
Kudekap jilbab itu didadaku.terasa getir membayangkan bagaimana kondisi nisa disana.aku tdk akan memaafkan diriku sendiri jika hal buruk menimpa nisa.
"Iya nu,,gak papa.makasih ya.. Sekarang biar aku yg lanjut cari nisa.."kataku .
2 orang kusuruh tinggal utk mengurus wisnu& mobilnya.
Lalu aku melanjutkan lagi perjalananku.
"Ndan... Bu nisa berhenti.sepertinya ini lokasinya!!"kata rudi masih menatap ponselku.
Aku mengangguk lalu menjalankan mobil lebih cepat.
Saat akan sampai,kuperlambat laju mobilku.
Kulihat gudang tua yg tak terawat.disana ada beberapa penjaga didepan.aku semakin yakin,nisa didalam.
Kami turun agak jauh dari gudang itu.lalu bersembunyi utk menyusun strategi.
Aku berniat menyerang dari berbagai arah,depan ,belakang,samping kanan& kiri bahkan atas.gedung itu memiliki lantai 2 yg terdapat balkon disemua arah.
Anak buahku memang sudah terlatih.mereka adalah yg terbaik dlm hal ini.
Setelah menyusun strategi.
Aku mulai masuk dgn beberapa orang anak buahku lewat depan.
Kami menumbangkan satu persatu anak buah fikrie secara sembunyi2 tentunya.
Setelah semua yg ada didepan berhasil kami lumpuhkan,kami lalu masuk..
Deg!!
Sebuah pistol sudah ada dikepalaku.
Otomatis aku menjatuhkan pistol yg ada ditanganku.
"Mundur semua!!atau ku ledakan kepalanya!!"katanya padaku.
Mereka perlahan mundur teratur.ku beri isyarat utk menurut saja mau fikrie..
Aku diseret masuk dgn kasar.disana aku melihat nisa sedang diikat tangan dan kakinya,mulutnya juga disumpal kain dan ditutup.
Rambutnya terlihat berantakan,ada beberapa luka lebam dan berdarah diwajahnya.sungguh miris melihat wanita yg kucintai sedang terikat disana dgn kondisi yg tdk menyenangkan utk dilihat.
Prrookk!!proook!!prook!
Fikri bertepuk tangan seolah dia puas melihatku dan nisa dlm keadaan tdk berdaya.
"Selamat datang pak indra...lihat..istri anda aman2 saja kan?eum..memang sih,agak lecet sedikit.itu krn salahnya sendiri..terlalu liar,pembangkang,dan sangat berani..seperti anda rupanya.."
"Mau kalian apa??lepaskan dia!!biar aku yg menggantikan dia.."kataku lantang.
Nisa menangis sambil menggeleng pelan menatapku.
Aku tau maksudnya apa,tapi aku tdk rela melihatnya terluka karena aku.lebih baik aku yg merasakan semua siksaan itu.
"Nisa,kamu gak papa kan ?"tanyaku lembut kearahnya.
Nisa hanya mengangguk pelan.
"Wah,,ada yg kangen istrinya rupanya!!"ucap fikrie.
Dia mulai mendekati nisa,lalu membuka penutup mulutnya.
"Ayo,,sapa suamimu disana.."kata fikrie tepat ditelinga nisa.
"Bedebah kalian!! Kalian pantas masuk neraka!neraka jahanam!!"kata nisa tanpa rasa takut sedikitpun.
Dia masih sama seperti dulu.keras kepala.
Plaaaak!!
Sebuah tamparan mendarat dipipi nisa.
"Fikriiiie!!! Brengsek kamu!!"teriakku emosi melihat nisa ditampar.
Tapi apa daya,aku pun tdk bisa berbuat apa2..aku juga dikelilingi beberapa anak buah fikrie yg semuanya memegang senjata.
Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan.astaga,suami macam apa aku ini.tdk bisa melindungi istriku sendiri.
"Mau kalian apa??!!"tanyaku langsung.
"Mau ku??mudah saja...lepaskan adikku yg kalian tahan!!"katanya sambil membelai rambut nisa.
"Lepaskan tangan mu !!jangan sentuh dia!"teriakku
"Ayolah indra,aku hanya membelai rambutnya yg halus..hmm.. Wangi juga ya.. Kalau kamu tdk menuruti permintaanku..bukan cuma rambutnya yg akan kusentuh...hahaha"katanya dgn tawa kemenangan.
"Heh!! Dasar pengikut dajal ya kamu!! Katanya berjihad dijln allah??tapi niat kamu busuk!! Kamu itu mengikuti tuntunan mana?melecehkan wanita yg bukan mahrom mu!!berani sentuh2!!"kata nisa geram.
"Tau apa kamu soal agama hah??wanita liar!!"
Dia mendekatkan wajahnya dekat sekali ke wajah nisa.
"Cuuiihh"nisa meludahinya tepat diwajahnya.
Saat dia akan menampar nisa lagi.nisa menendang *********** dgn sekuat tenaga.
Walau kakinya terikat dia masih bisa melakukan nya.dia memang luar biasa..
Bbuuuuggg!!
Fikrie tersungkur sambil mengerang kesakitan.nisa terjungkal karena tendangannya sendiri.nisa berguling lalu berusaha melepaskan tali yg mengikat kakinya.
Kesempatan itu tdk ku sia2 kan.
Anak buah fikrie yg lengah ku pukul dgn keras.pistolnya kuarahkan ke temannya,dan terjadilah tembak menembak yg melukai kelompok mereka sendiri.
Lalu anak buahku yg sudah siaga diluar masuk berbarengan,dari belakang,samping kanan,kiri bahkan atas.
Fikrie & kawanannya yg merasa terkepung masih berusaha melawan kami.tapi mereka kalah jumlah.dalam sekejap mereka berhasil kami lumpuhkan.
Kulihat nisa sedang dibantu oleh rudi utk melepaskan ikatan ditangan& kaki nya.
Aku berlari ke arahnya.dan langsung memeluknya.
"Kamu gak papa sayang??maafin aku yaa..aku gak bisa jagain kamu"kataku lalu kutatap wajahnya lekat2.
Dia mengalami banyak luka disana sini.
Tanpa berkata apa2 lagi,aku langsung menggendongnya keluar dari gedung itu dan menuju mobil.
Ku bawa nisa ke rs terdekat.aku takut dia mengalami luka serius.
"Jilbabku ndra..."katanya sambil menutupi kepalanya.
"Udh,gak papa.nanti dipake lagi.kita ke rs dulu aja ya .."kataku sambil membelai kepalanya lembut.
Dia tersenyum sambil menatapku.
Sampai rs,aku membukakan pintu utk nisa dan ku gendong lagi masuk ke ugd.ada beberapa perawat yg menawariku kursi roda tapi aku tdk memperdulikannya.aku masih kuat membopong istriku kedalam.
Di ugd nisa diperiksa dokter.aku menunggu diluar sambil mengabari keluarga di rumah.
Kuceritakan semua yg kami alami ke mereka.
Dan mereka akan segera ke rs sebentar lagi.
Papah& mamahku sudah sampai duluan,karena berita nisa diculik lebih cepat menyebar dikesatuan kami.
"Gmn nisa ndra?"tanya papah.
"Masih diperiksa pah.."jawabku masih dgn wajah yg kalut.
"Sabar sayang..nisa wanita kuat ndra..mamah yakin dia gak papa"kata mamah sambil membelai punggungku.
Sudah setengah jam nisa di ugd dokter belum juga keluar.
Kak adam datang bersama yg lain.
"Ndra..nisa kenapa??"tanya kak adam cemas.
"Maaf kak,indra gak bisa jagain nisa.."kataku menahan tangis.
Papah menggandeng papah nisa menjauh bersama mamah juga.mereka mengobrol bersama karena melihatku sedang down.mungkin papah menceritakan kejadian yg kami alami tadi.
Mamah marisa memelukku.
"Sabar ndra.. Mamah yakin nisa baik2 aja.. Kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri"nasehat mamah marisa.
"Itu betul indra.. Ini cobaan buat kita..papah nggak menyalahkan kamu atas apa yg menimpa nisa.."kata papah ikut memelukku.
Kak adam juga menghampiriku memberiku dukungan.
"Sabar ndra.. Kamu tau kan nisa kaya apa..dia kuat! Kamu juga hrs kuat kaya dia..!!"kata kak adam..
Lalu dokter keluar.
"Gmn dok..istri saya?"tanyaku.
"Alhamdulillah tdk ada luka serius.hanya beberapa luka lebam dan ada beberapa yg butuh jahitan sedikit saja.selebihnya semua aman pak..bahkan bisa pulang sekarang jika bpk mau..krn tadi bu nisa bilang ingin pulang saja,bosen di rumah sakit katanya.hehehe"kata dokter toni.
Nisa memang termasuk sering masuk rs dan kebetulan dokter toni yg sering mengobatinya.jadi sudah sangat hafal dgn nisa.
"Kami boleh liat dok?"tanya kak adam.
"Silahkan..tapi satu satu ya..dan jangan berisik"kata dokter toni.
Aku langsung masuk duluan.yg lain mengerti dan memilih menunggu diluar.
Kulihat nisa sedang tiduran dgn beberapa plester & perban di kepalanya.wajahnya sudah diobati tapi masih terlihat lukanya sekalipun darah ya sudah berhenti.
Aku memandangnya melas.
Dia menoleh menatapku yg masuk.lalu tersenyum.dia berusaha duduk dgn susah payah.
"Udaah,jangan banyak gerak dulu.kamu masih belum fit sayang."kataku menahannya yg hendak duduk.
Dia malah langsung memelukku erat.
"Maaf ya nis..kamu jadi gini"kataku.
"Ngapain minta maaf???.aku gak mau denger kalimat itu..bilang hal lain.."katanya merajuk manja.
Kulonggarkan pelukanku lalu menatap wajah nya.
"Pengennya denger apa?"tanyaku gak ngeh..
Dia malah manyun.
"Bilang apa kek..aku sayang kamu..aku kangen kamu.."katanya dgn nada manja nya yg khas.
Aku tertawa lalu kembali memeluknya.
"Aku sayang kamu niss..sayang bgt.."kataku.
"Aku juga indra,aku sayang kamu.."sahut nisa yg tetap berada dipelukanku.
"Heh..ditungguin malah mesra2 an .kagak malu noh diliatin suster..gantian napa!!"kak adam muncul dari balik pintu.
Suster yg masih ada diruangan nisa juga senyum2 melihat kami.
Setelah administrasi sudah diurus kami pulang kerumah.
Ku bopong nisa mulai turun dari mobil menuju kamar.kubaringkan dia diranjang
Kubiarkan dia istirahat.setelah kubantu dia ganti baju.dan kusiapkan susu hangat dan makan.
Lalu dia tertidur.pasti dia kelelahan.
Ku kecup keningnya.
"I love you nisa.."