
Baru kutau bahwa keluarga pak toni semua telah meninggal karena kecelakaan tempo hari.
Aku benar benar tdk menyangka bahwa aku bertetangga dgn keluarga tak kasat mata.
Siang ini,aku hanya bermalas malasan di halaman belakang sambil mengawasi anak anak bermain.
Lalu tiba tiba..
Byuuurrrr!!
Aku mendengar seseorang masuk ke kolam renang.
Astaga!!!
Mana arden???
Aku langsung berlari dan masuk ke kolam renang,setelah aku berteriak memanggil bu puji.
Byuuurrrr
Kucari arden didalam air.
Ketemu!!
Aku berenang mencoba meraihnya.
Dapat!!
Kubawa arden naik keatas.
'Huuuaaaahh'
Aku mengambil nafas dgn rakus karena aku cukup lama didalam air.
Di atas sudah ada bu puji yg memegangi aretha dgn wajah panik.dan ada mamah melati juga.
Mamah lalu menarik arden dan mencoba melakukan pertolongan pertama.dan seperti nya arden tdk kenapa napa.
Aku yg masih berada didalam air,akhirnya dapat bernafas lega.
Sreeet
Aku merasakan ada sesuatu dibawah air.aku menunduk utk melihat apa yg barusan melewati kakiku.
Ada seperti sesuatu berwarna hitam panjang mondar mandir di dalam air.
Kudekatkan wajahku agar dapat lebih jelas melihat apa yg ada dibawah.
Sementara mamah sudah masuk kerumah membawa arden.
"Nisss!!! Masuk!!! Ganti baju dulu!!"teriak mamah dari pintu belakang.
"Iya mah..sebentar!!"sahutku.
Saat aku hendak naik,tiba tiba kakiku seperti terjerat sesuatu.
Byuuurrr
Kembali aku terjatuh masuk ke air.namun kali ini aku tdk bisa bergerak,karena kakiku terlilit sesuatu.
Aku makin tenggelam masuk kedalam.beberapa teguk air sudah ku telan karena aku panik.
Bahkan juga masuk ke hidungku.
Rasanya pedih sekali.
Kulihat ada seorang wanita dgn rambut panjang ,kulitnya menunjukan lipatan lipatan keriput.saat ku lihat wajahnya,itu adalah neneknya rio.
Aku benar benar sudah kehabisan nafas.lalu aku ditarik ke atas oleh seseorang.
Samar samar aku melihat indra membawaku naik.
dibaringkannya aku disisi kolam dan dia mencoba mengeluarkan air yg telah masuk ke perutku.
'Uhuuukk...uhhuuuukk'
aku batuk batuk dgn beberapa air kolam yg keluar.
Badanku lemas sekali.lalu indra membopongku masuk ke dalam rumah.
Aku masih setengah sadar.
Sampai di kamar indra lantas mengganti bajuku yg basah.dia terlihat panik sekali.
"Kamu gak papa kan sayang.."tanya nya sambil memggosok gosok kan tanganku agar aku merasa hangat.
Badanku memang menggigil.padahal aku belum begitu lama didalam air.
Indra menyelimutiku dgn selimut yg tebal lalu ikut masuk kedalam selimut agar dapat memelukku.
"Aaa...aarr..arrrdeeeennn.."kalimatku terputus putus krn menahan dingin disekujur tubuhku.
"Arden gak papa..lagi sama mamah tadi."
Indra masih memelukku erat.
Dan karena lelah,aku tertidur dalam pelukannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku melihat dika..anak pemilik rumah ini dulu.dia sedang bermain bola di halaman belakang.namun tanpa sengaja bola nya masuk ke rumah pak toni.dan berbunyi ...
Praaanng!!
Sepertinya bola dika berhasil melewati pagar samping danĀ memecahkan kaca jendela dirumah pak toni .
Pak toni mengintip dika dari balik pagar,lalu naik menggunakan tangga yg ia miliki.
Tak butuh waktu lama,pak toni berhasil menginjakan kaki di halaman belakang rumah dika.dika ketakutan melihat pak toni dgn wajah yg penuh amarah.
Dia beringsut mundur,dan lama kelamaan terjatuh di kolam renang yg cukup dalam bagi anak kecil.dan sepertinya dika tdk bisa berenang.
Pak toni hanya menyeringai melihay dika tenggelam.
Dan lama kelamaan pergerakan dika tdk terlihat lagi.dan dika mengambang di tengah tengah kolam.
'Hhaaaaaahhhh'
Aku membuka mataku dgn nafas memburu.
Apa itu tadi?
Begitukah cara dika meninggal?
Ya allah,kasian bgy sih?pak toni benar benar tdk punya hati.
Dia sepertinya bukan manusia!!
"Sayang... Kamu gak papa??"indra yg tertidur disampingku langsung terbangun.
Mataku memburam karena terhalang air mata.aku memeluk indra sambil menangis.
Kenapa ada orang sejahat itu?
Kasian dika..
semoga kamu tenang disana..
Indra membiarkan ku menangis dipelukannya.hingga aku mulai tenang baru dia bertanya apa yg terjadi padaku.
"Kamu knp sayang?kenapa kamu bisa tenggelam?kamu kan bisa renang?"tanya indra heran.
Memang aneh jika aku tenggelam dikolam yg dalamnya tdk sampai 2 meter itu.jika bukan karena makhluk itu..
"Kakiku ada yg narik tadi"ucapku.
Tapi kenapa kakiku masih terasa sakit?rasanya agak panas,seperti terbakar dipergelangan kakiku.
Kusingkap selimut yg menutupi tubuhku.
Aku dan indra sama sama terkejut karena ada bekas telapak tangan seseorang membekas di pergelangan kakiku.
Indra langsung bangun dan meraih ponsel yg dia taruh dimeja nakas.dan menjauh dariku.
"Halo kak...bla bla bla"
Aku terlalu fokus dgn kakiku sampai sampai tdk mendengar obrolan indra ditelfon.mungkin dia mengabari kak adam/ kak yusuf.
Mamah masuk ke kamar bersama arden dan aretha.
Arden dan aretha berlari memelukku.
Untung mereka tdk kenapa kenapa.jika sampai terjadi sesuatu pada mereka,aku tdk akan bisa memaafkan diriku sendiri.dan akan ku buat perhitungan pada 'mereka'.
Mereka berdua terus saja memeluk dan menciumiku.kehadiran
Mereka membuat keadaanku lebih baik.
Tak lama kak yusuf datang bersama kak rahma.
"Mana nisa ndra!!"terdengar suara kak yusuf masuk ke dalam rumahku.
"Dikamar kak!!"ucap indra.
Lalu aku melihat kak yusuf tersenyum getir melihat keadaanku.
Setelah sudah dekat aku langsung memeluk kak yusuf sambil terisak.
Kak yusuf memelukku erat.sambil memandangi bekas gambar tangan dikakiku.
Nafas kak yusuf memburu,kulihat juga kak yusuf mengatupkan rahangnya kuat kuat.menahan amarah.baru kali ini aku melihat kak yusuf semarah ini.mungkin ini pertama kalinya nyawa ku terancam krn 'mereka'.
Digenggangnya pergelangan kakiku sambil menggumam.
Dan ajaib nya,gambar itu hilang tanpa bekas.
Kak yusuf lalu pergi keluar diikuti oleh indra.
Entah akan kemana mereka.
Kak rahma duduk disampingku sambil mengobrol dgn ku.
Tak berapa lama kak yusuf dan indra kembali.
Kak yusuf agak lebih tenang kali ini.
"Hbs dari mana kak?"tanyaku.
Aku melihat kak yusuf melipat kedua tangan nya didepan terlihat berfikir.
"Kamu tau sesuatu nis?"tanya kak yusuf serius.
Duh,ini kak yusuf tau aja deh aku hbs mimpi soal dika.
Aku lalu menceritakan yg alami tadi,dari saat aku terjatuh dikolam,sampai mimpiku barusan.
"Jadi gitu kak"ucapku mengakhiri penjelasanku.
Kak yusuf diam sambil memegangi dagunya yg panjang.
"Kakak nanti ke rumah papah deh.biar papah yg kasih tau ke orang tua dika.bagaimana pun..mereka hrs tau apa yg menimpa anaknya"kata kak yusuf.
Yah,itu benar.. Mungkin itu yg seharusnya terjadi.walau pak toni juga sudah meninggal.
Karena hari sudah agak larut.kak yusuf pamit pulang.
Mamah malam ini menginap dan memutuskan tidur bersama arden dan aretha.
Oma nya yg satu ini memang terlalu memanjakan cucu cucu nya.sampai sampai meninggalkan opa nya dirumah.
Kebetulan papah didi juga sedang ke luar kota.
"Istirahat ya nda.. Sini ayah peluk.biasanya kalo dipeluk ayah,bunda gak mimpi buruk lagi"katanya sambil melebarkan tangannya agar aku masuk kedalam dekapannya.
Dibelainya kepalaku lembut.sambil sholawatan.
Aku pun tertidur dalam pelukan indra.nyaman..