
Sudah beberapa bulan semenjak insiden penculikan ku oleh fikrie. kondisiku sudah membaik.
Kerjaan indra pun sudah makin ringan.sejak fikrie tertangkap.
Di kantor,aku dan teman teman se divisiku berencana ingin mengisi liburan dgn pergi jalan jalan ke luar kota.kebetulan liburan kali ini krn adanya cuti bersama hari raya natal.jadi sekitar 5 hari kami libur. begitu juga dengan indra.
Fitra memberikan ide,dia mengajak kami pergi ke salah 1 gunung di jawa tengah yg merupakan gunung berapi aktif namun termasuk yg paling tenang. katanya jika gunung ini meletus pulau jawa akan terbagi 2.
Woww, ngeri juga ya kalo memang benar seperti itu.
Kami berangkat ber 9 naik dua mobil. aku, indra, dani dan fitra naik mobil indra.
Sisanya mia, Anjar, yuli dan erik (tunangan yuli), dan dimas.
Kata fitra yg memang asli kota itu,di sana banyak wisata alam juga. Jadi untuk 5 hari di sana akan sangat puas pastinya.
Selama beberapa jam kami di mobil lalu sampailah kami memasuki kota itu.
Kami masih hrs naik terus sampai kaki gunung. jalanan yg menanjak membuat laju mobil agak lambat.
Tak berapa lama, kami sampai ke parkiran bumi perkemahan.
Setelah mobil di parkir.kami melanjutkan perjalanan dgn jalan kaki. Jami berniat menginap di tenda yg kami bawa.
Biar berasa di alam kata temen temen .
Indra dgn enteng menggendong tas ransel yg ada tenda& peralatan lainnya sambil tangan kanannya menggandengku.
Tdk terlihat sedikitpun kelelahan diwajahnya,justru aku selalu melihat senyum tersungging di bibirnya.
Setelah berjalan beberapa menit, kami memutuskan membangun tenda di sebuah lahan kosong yg cukup luas. di sekitar kami sudah ada beberapa tenda yg sudah berdiri tegak.banyak juga yg camping di sini.
Indra mendirikan tenda dgn sigap. kutawarkan diri membantunya tapi dia menolak.
Tak lama tenda kami berdiri lebih dulu daripada yg lain.
"Emang, pak polisi gak ada tandingannya yak," celetuk dimas.
Indra hanya senyum. lalu memasukan barang barang kami ke dalam tenda.
Tak lama tenda yg lain juga sudah berdiri.
"Rencana ngapain aja nih di sini fit?"tanya mia..
"Eum..kita naik gunung yuk..gak usah sampai puncak..sekuatnya aja, trus balik lagi. bsk baru kita jalan jalan ke tempat lain"sarannya.
Kami hanya mengiyakan saja krn dia lah yg lebih tau.
Selesai mendirikan tenda dan istirahat sejenak. kami memutuskan akan mencoba naik ke gunung itu. Dengan membawa ransel masing masing, kami segera berjalan mengikuti fitra ,yg katanya dia sudah bolak balik naik gunung ini.
Tenda kami titipkan ke salah 1 rekan fitra yg kebetulan bertemu saat dia baru saja turun gunung juga.
'Atiati broo'.
Nasehatnya saat melihat kami akan naik.
Fitra hanya mengacungkan ibu jarinya tanpa menoleh temannya itu.
Aku, indra dan dani berjalan paling belakang.entah knp perasaanku gak enak. mungkin karena ini hutan, dan baru pertama kali aku naik gunung.
Indra mengenggam tanganku erat.sementara dani kulihat dari tadi tengak tengok kanan kiri bahkan sering melihat ke belakang.
"Kenapa?"tanyaku penasaran melihat sikapnya.
"Enggak.. Perasaanku aja kali ya.."jawabnya bikin teka teki.
Ternyata dia merasakan yg sama seperti ku.
"Kenapa sih dan? ada penampakan?" tanya indra ikut penasaran.
"Sejauh ini sih,belum ngeliat,gak tau sih kalo udah agak naik lagi." ucapnya.
Sejauh ini kami hanya melihat banyak pohon pohon.
Beberapa kali aku juga menangkap sosok yg sembunyi di balik pohon,namun 'mereka' tidak mendekat.
Aku dan dani hanya saling lempar pandangan saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
'Srreeettt'
Kami semua kaget,karena seperti melihat seseorang berlari di semak semak.
Semua menoleh, berarti bukan aku& dani saja yg melihat.
"Hewan kali ya itu"celetuk dimas.sambil memincingkan matanya ke semak semak.
"Ih,masih ada hewan buasnya ya..takut"mia heboh lalu memeluk lengan Anjar.
"Yaelaaahh. kesempatan, pepet terus!!" ledek fitra melihat tingkah mia.
"Siriiik!!"gerutu mia sebal.
"Namanya juga hutan,ya masih ada hewannya. cuma macan mah gak ada kali..ular mah banyak," kata erik santai.
"Ihhhhh..."pekik yuli dan mia yg makin merapat ke pria di samping mereka..
"Paling kucing itu mah." Anjar menanggapi santai.
"Heh!!mana ada kucing di hutan..elu pikir kita lagi taman kota??" dimas gemes.
Aku dan dani hanya diam sambil tetap mengawasi sekitar kami.
"Ni para indigo, gmn komentarnya?itu hewan apa setan?" tanya fitra santai lalu menoleh ke belakang.
"Heh!! Gak usah bahas setan juga kali.."yuli paling anti bahas ginian.
"Lagian mana ada setan di siang bolong gini"lanjut dimas.
"Duduk dulu yukk..capeek."rengek mia.
Akhirnya kami duduk dulu di sebuah pohon yg cukup besar.
Indra memberiku botol minum.
"Makasih.."ucapku yg duduk di hadapannya.
"Capek ya sayang? kamu masih kuat gak?'' tanya indra lembut.
"Masih kuat kok.."jawabku.
"Eheemm... Emang pasangan ini mah selalu bikin ngiri ya."celetuk dimas.
"Kalo elu ngiri.. Ya ambil nganan aja mas" jawab fitra.
Krriiikk..kriiikkk.krrriikk
Beberapa dari kami gak ngerti maksud kata kata fitra. hahahha.
Yg ngerti hanya dani,aku dan indra,kami hanya senyum menanggapi fitra yg melucu garing.
Samar samar aku menatap ke arah lain, aku seperti melihat ada seseorang yg mengintai kami.
Badannya kecil. karena penasaran,aku berdiri dan perlahan berjalan menghampirinya.
"Nis, nisaa..mau ke mana"indra mengikutiku.
"Sssttt..."kuangkat tangan kananku ke samping ,kuisyaratkan agar indra diam.
Dia ikut menatap ke arah yg kutuju.
Srrreeeeaaaakkk!!
Makhluk itu terlihat berlari cepat ke arah hutan.
"Allahu akbaaaar!!"aku kaget sambil menekan dadaku.
"Apa itu?" indra penasaran.
"Eh..apa sihh??" tanya yg lain,ikut mendekat.
"Aku liat ada kaya anak kecil,lari ke sana.tapi gimana ya?masa anak kecil.. ah gitu lah pokoknya.."kataku bingung.
"Jangan jangan mitos itu bener lagi!!"fitra antusias.
"Mitos?mitos apaan??"tanya Anjar.
"Katanya nih, si sini ada makhluk kerdil guys. jadi menurut cerita, dulu ada pendaki yg tersesat dan gak bisa balik lagi ke bawah, dia hidup di sini dgn makan daun daunan.kaya hewan gitu..akhirnya krn kebiasaannya dia hidup di hutan, dia jadi takut liat manusia lagi."jelas fitra.
"Bukan sih.."jawabku.
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah berjalan sekitar hampir 2 jam.kami mendengar suara ramai.. seperti pasar.karena seperti ada orang yg melakukan jual beli.
Kami saling pandang,fitra yg terlihat sangat pucat. aku yakin dia mengetahui sesuatu.
"Masa di sini ada pasar ya??"tanya mia.
"Ii..itu, pasar silumaaan."jawab fitra berbisik.
"Hah??"kami kaget.
"Masa siang siang ada setan sih??''tanya yuli ngeri.
"Emang kamu pikir setan keluarnya malam doang?liat nih jam berapa??!!"kata dani menunjukan jam tangannya.
"Jam 12...tapi kan siang dan.."yuli masih bingung.
"Sekarang ini waktunya setan pada keluar tau!!"kata dani gemas.
"Hah seriusaan!!"mia ikut heboh.
Untung cuma bawa 2 cewek rempong ya..
Hehehehe.
"Iya nis? beneran??"tanya yuli gak percaya kata kata dani.
Aku hanya senyum.
"Itulah kenapa dulu waktu kecil,kalo udah adzan dhuhur kita gak boleh maen di luar.."jawab indra cuek.
"Emang iya yank?"tanyaku penasaran dengar ceritanya.
"Iya,,dulu jaman aku TK dan SD kalo adzan dhuhur gak boleh main, mesti suruh pulang.. kata mamah 'bedug bedug, akeh setan ne le'(bedug adzan dhuhur banyak setannya nak.)" kata indra santai.
Aku hanya mengangguk saja.
"Trus gimana nih??"tanya dimas jadi takut.
"Balik aja yuk..kita udh cukup jauh lho.katanya kan cuma naik dikit doang."ajakku.
"Ya udah deh"akhirnya mereka pasrah. dan kembali turun.
Mereka juga ngeri jika harus melihat pasar siluman jika melanjutkan naik lagi.
Saat turun kami berpapasan dgn kakek kakek yg membawa ranting ranting kering.
"Selamat siang kek"sapa dimas yg berjalan paling depan.
Aku hanya melihatnya ngeri,karena kakek itu ngambang jika kulihat dari kejauhan. kusenggol dani.
Dia hanya bergidik ngeri sambil melihat arah lain.aku makin mengeratkan peganganku ke indra.
"Tu anak nyapa siapa sih yank?"tanya indra santai.
Otomatis aku,dani, Anjar dan mia yg paling dekat dgn indra menoleh menatapnya heran.
"Elu kagak liat ada kakek itu ndra?"tanya Anjar berbisik.
Sementara dimas dan fitra malah ngobrol dgn kakek itu.
"Kakek? mana?ngaco deh.. Mereka berdua kaya org gila gitu itu loh, ngomong sendiri.."kata indra cuek.
anjar dan mia mendadak pucat.mereka mempercepat langkahnya lalu menarik dimas & fitra menjauh dan meneruskan perjalanan.
Yg ditarik malah bingung sambil kesal.
"Apaan sih..gak sopan bgt kalian,org gue lagi ngobrol sama kakek itu main tarik aja!!"gerutu dimas kesal.
"Kakek gundulmu!! Setan ****!!"kata wisnu kesal.
Seketika dimas dan fitra pucat dan diam,lalu pasrah aja ditarik Anjar & mia.
Saat aku melewati kakek itu,aku hanya menunduk sambil bersembunyi di balik indra.terlihat wajah kakek itu yg pucat seperti mayat dgn luka remuk di bagian belakang kepalanya.dia menyeringai.
Indra malah berjalan santai.
Saat sudah melewati kakek itu,tiba tiba tercium bau busuk yg menyengat. kami spontan lari sambil teriak teriaj
Sampai di tenda kami ngos ngosan.
Teman fitra yg tadi hanya senyum melihat kami.
"Knp lu ketawa nyet!!"fitra kesal melihat reaksi temannya.
"Hbs ketemu siapa nyuk??!"tanya Gatot sambil menahan tawa.
"Temen lu noh..,kamprett!!" racau fitra.
"Hahahahah..."gatot malah ketawa ngakak.
"Malah ketawa lu nyet!!lu udh tau kagak bilang bilang ..sialan!!"fitra masih kesal.
"Biar kenalan nyuk!! Wkwkwkwk"lalu gatot pergi kembali ke tendanya yg tdk jauh dari tenda kami.
Kami duduk di dekat tenda sambil mengatur nafas.
"Sholat di mana nih ?"tanya indra.
"Tuh, sono..ada mushola kecil.."tunjuk fitra ke arah di depan kami.
Memang terlihat ada bangunan permanen berdiri, jadi itu mushola..
Aku dan indra pergi ke mushola diikuti dani, mia, Anjar..kami bergantian sholat dhuhur, sementara yg lain menunggu tenda.
Selesai sholat kami makan dgn bekal nasi bungkus yg tadi kami beli di bawah.
Kebetulan kami mendirikan tenda dekat dgn tepi tebing. Tapi gak deket amat sih ,sekitar 3 meter dari tenda kami.
Kami makan bersama dgn ngobrol hal lain yg membuat kami melupakan kejadian tadi siang.
Tak lama ada ibu ibu yg datang membawa termos air panas dan beberapa rantang besar, menawari kami kopi& susu hangat.
Kami memesan kopi dan susu hangat.sore hari cuaca sudah mulai dingin.
Dgn ditemani minuman hangat,aku juga mendapat pelukan hangat dari indra.
"Kpn kita nikah yank..."rengek yuli ke erik.
"Eh..."erik kaget ditanya pertanyaan itu.
"Pengen kaya gitu..."sambil menunjukku dan indra.
"Makanya cepet diresmiin.."jawabku sekenanya.
"Aku kpn.."mia ikutan rempong.
"Makanya jng digantungin nuu"ledek indra ke Anja r.
Anjar hanya senyum sambil garuk garuk kepala.
Lega rasanya melihat hubungan kami dgn Anjar membaik. apalagi,setelah Anjar menolongku saat penculikan kemarin.indra sepertinya juga sudah memaafkan Anjar.
Aku pun demikian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat malam, kami membuat api unggun sambil membuat jagung bakar.
"Sini nis, duduk depanku. biar gak kena angin.. anginnya kenceng.." kata indra sambil menarikku duduk di hadapannya.
Aku menurut saja. sambil makan jagung bakar ,indra melingkarkan tangannya di pinggangku dan merapatkan tubuhnya kepadaku,sambil bersandar di bahuku.
"Kamu ngantuk?"tanyaku.
"Enggak.. nyaman aja kaya gini.." jawabnya tanpa merubah posisi nya.
Fitra memainkan gitar yg dia bawa sambil nyanyi nyanyi gak jelas.
Setelah ngantuk, kami masuk ke tenda masing masing. dan tidur agar besok fit dan bisa jalan jalan lagi.