
Aku merasa tubuhku diangkat seseorang,saat kubuka mataku sedikit..ternyata indra sedang membopongku berjalan masuk ke rumah.
"Hmm..udah nyampe ya?"tanyaku sedikit bergumam.
"Iya,udah..tidur aja.. kamu cape.."kata indra.
Ceklek
Pintu kamar ku dibuka,lalu perlahan indra masuk dan meletakkanku diranjang.
Melepaskan sepatuku dan menyelimutiku.kulanjutkan lagi tidurku.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Kurasakan sinar matahari mulai masuk melalu celah2 jendela kamarku.
"Astaga!! Aku kesiangan!!!"
Kulihat indra sudah memakai seragamnya dan sedang mematutkan diri dicermin.
"Indra!! Kok aku gak dibangunin???!!"tanyaku kesal.
"Kamu demam semalem nis..baru bisa tidur nyenyak jam 4 subuh tadi.jadi aku gak tega bangunin..kamu jadi berangkat kerja hari ini?"tanya indra lalu mendekat ke arahku.
Hah?aku demam?masa sih?aku bahkan tdk merasakan apapun.memang rasanya badanku agak ringan pagi ini.
"Iya,,kerja lah.. Masih sempet kan?"tanyaku sambil melihat jam didinding.
"Masih sih..sana mandi .udah aku siapin air panas di bathup.nanti aku anter ke kantor"katanya sambil mengacak2 rambutku.
Kulihat ada lingkar hitam dimata indra.apa semalam dia tdk bisa tidur?
Mukanya keliatan kusut sekali pagi ini,biasanya dia selalu segar setiap pagi.namun tdk utk kali ini.
Apa karena menjagaku semalam akibat aku demam.
Ya ampun indra.dia selalu saja memperlakukanku seperti ini.
Memang benar kata ferli,aku beruntung memilikinya.
Lalu aku beranjak menuju kamar mandi.saat aku masuk.aku terpeleset krn lantai kamar mandi yg licin.
Duugg!!
Kepalaku membentur ujung bak mandi.
Aku pusing,lalu pandanganku memburam.
\=\=\=\=\=
Saat kubuka mata,aku sangat mengenal tempat ini.
Rumah sakit!
Selalu saja seperti ini.terbangun di rumah sakit.kali ini apa yg terjadi ya?
"Ah...seperti biasa.."gumamku lirih.
"Nis..kamu udah sadar?gmn?ada yg sakit?"tanya indra cemas.
"Kepalaku ndra..agak nyeri..pusing.."jawabku sambil memegangi kepalaku.
"Aku panggilin dokter ya.."katanya lalu berlari keluar.Tak lama dia kembali lagi.
"Bentar ya,dokter nya lagi periksa pasien lain dulu"kata indra.
Aku mengangguk tanda mengerti.
"Kamu gak berangkat kerja ndra??aku gak papa kok kali ditinggal.."kataku.
"Nanti aja..gampang..aku gak tenang kalo kamu masih di RS sementara aku kerja.aku disini dulu sampai ada yg gantiin jagain kamu.yg lain masih dalam perjalanan kesini.sebentar ya.."katanya lembut.
"Makasih ya sayang"sahutku sambil membetul kan posisi bantalku.
Indra diam.dia menatapku dalam dalam.
"Kamu panggil aku apa tadi?"tanya indra seakan tdk percaya apa yg barusan kuucapkan.
"Eh,,apa sih?emang tadi aku blg apa ya?"aku heran dan bingung juga sambil berfikir.apa ada yg salah dgn perkataanku barusan.
"Kamu panggil aku sayang nis?"katanya seolah tdk percaya.
"Eum..ya emang knp?salah aku panggil suamiku dgn sebutan itu?bukannya biasanya gitu ya?"tanyaku heran.
Indra makin menganga.lalu meletakan punggung tangannya ke keningku."nggak panas.."katanya pelan.
"Kenapa sih kamu ndra?aneh bgt deh.."gerutuku.
"Kamu inget aku nis?"pertanyaannya aneh.
"Hah?ya inget lah.kamu kan indra.suamiku!!"jawabku lantang.
"Kamu gak amnesia lagi??"
"Amnesia??aku??masa..kapan??!!"aku malah lupa.
"Kemaren,kamu amnesia setelah kecelakaan waktu itu"jelas indra.
Dahiku berkerut mencoba mengingat kecelakaan yg indra maksud.
"Oohhh iya..yg hbs kamu jemput aku pulang kantor kan.?yg hbs kita ribut sama diana ?"tanyaku memperjelas.
Senyum sumringan terajut dibibir indra.dia terlihat sangat senang sekali.
"Aku lupa sama kamu ya?"tanyaku sambil mengingat kejadian saat aku melupakan indra.
Bukannya ingat..aku malah pusing.makin pusing.
"Aaaawww"sambil kupegang kepalaku yg sakit.
"Kenapa??sakit??"tanya indra cemas.sambil mendekatkan wajahnya kepadaku.
Aku mengangguk lalu tak lama dokter masuk keruanganku.
"Dok,,nisa udah inget!!"kata indra semangat.
"Oh ya??"kata dokter kaget sekaligus gembira.
Dokter toni memeriksa keadaanku.dan melakukan beberapa tes dan rontgen juga dibagian kepalaku.
"Sepertinya bu nisa sudah kembali ingat semuanya..nanti kita lihat hasil tes& rontgen nya ya pak..tapi syukurlah kalau memang benar benar sudah mengingat semua.."kata dokter toni.
"Mungkin krn benturan tadi ya dok?"tanya indra menebak2.
"Bisa jadi pak.."
"Alhamdulillah nis.."indra memelukku erat.
Setelah dokter memeriksaku dan melihat hasil tes yg keluar. lalu sore harinya aku sudah boleh pulang karena aku sudah kembali ingat semuanya dan kondisiku sudah memungkinkan utk pulang.
Sampai dirumah..keluargaku sudah berkumpul menunggu kepulanganku.
Mereka memelukku bergantian dan terlihat senang sekali aku sembuh.
"Kirain kamu bakal amnesia selama nya nis..kasian indra"kata kak shinta.
"Iya nih kak.aku juga gak nyangka.hehehe"sahutku.
Kami mengobrol diruang tengah bersama.semua berkumpul dirumah.
Aku tdk menyangka,semudah itu aku kembali ingat semuanya.semudah itu ingatanku kembali.
Indra tersenyum lega sambil terus menatapku yg duduk dihadapannya sedang mengobrol bersama kak shinta & kak rahma.
Kak adam & kak yusuf merayakannya dgn membuat pesta bakar2an dihalaman depan.
Kami membuat barbeque ,jagung bakar dll.
Kedua orang tua indra juga datang.mereka pun senang karena ingatanku kembali & kehidupan kami kembali seperti sedia kala.tanpa kecanggungan seperti kemarin.
Aku duduk di kursi kayu dekat gazebo ,indra disebelahku menggenggam tanganku sambil melihat aksi kak adam yg memasak diselingi kicauan yg lucu& garing bersama kak yusuf.
Mereka sempat adu mulut karena perbedaan pendapat saat membakar barbeque itu.
Seperti biasa,pemandangan yg selalu kutemui jika mereka bersama.
"Aku pikir,kamu gak akan inget aku lagi"kata indra sambil ikut melihat ke arah kak adam& kak yusuf.
"Kamu inget kan,kata2 kamu dulu?seberapa jauh pun kita terpisah,kita pasti akan bersatu lagi..dulu kamu yg hilang ingatan,sekarang aku.. Walau aku gak ingat kamu,tapi hatiku selalu ingat kamu ndra.aku selalu nyaman deket kamu.dan cuma sama kamu..."jawabku sambil bersandar didada bidangnya.
Dia merapatkan pelukannya ,memelukku makin erat.
Semilir angin malam tak mampu membuat tubuhku menggigil karena ada indra yg selalu menjadi selimut utk ku.
Semua pasti akan lebih sempurna jika kemarin aku tdk keguguran.
Hmm..mungkin itu memang sudah takdir.
Apa mungkin karena aku belum siap dgn kehamilanku ?
Tapi kali ini aku mengingkan nya.aku menginginkan seorang bayi yg keluar dari rahimku sendiri.sepertinya kehidupanku akan makin sempurna.
Menjadi seorang ibu adalah cita2 semua wanita didunia ini.
Dan aku yakin indra juga menginginkan hal yg sama.
"Ndra..."
"Hmmm.."
"Aku pengen hamil.."ucapku pelan.
Indra melonggarkan pelukannya lalu menatapku dgn mengerutkan keningnya.
"Hah?"
"Kok hah?? Kamu gak mau punya anak?"tanyaku balik menatapnya.
"Bukan gitu sayang..serius??"
"Iya,serius..."kataku antusias.
"Oke..yuk kita bikin.."katanya lalu menggandeng tanganku.
"Eh..eh..eh.. "Aku menahan tangannya.dia sudah berdiri dihadapanku.
"Lho gmn??jadi enggak??"tanyanya.
"Ya gak sekarang juga kali ndra..masih banyak orang.masa kita tinggalin..kamu nih..ih..."kataku malu lalu memukul lengannya.
Dia terkekeh lalu mengecup pucuk kepalaku.
Aku tau dia becanda tadi.
Kami lalu ikut bergabung dgn kak adam dan kak yusuf.sambil menikmati hasil panggangan mereka.