
Pagi ini aku masih malas2an diatas ranjang.jika bukan karena dani yg menelfonku subuh2 tadi,rasanya aku malas utk berangkat ke kantor.
Dani meminta data hasil survey kemarin saat meeting terakhir.dan semua data itu ada padaku dan kusimpan dalam flashdisk yg selalu kubawa ditas.
Indra sudah berangkat pagi pagi sekali.katanya ada tugas penting.
Aku pun maklum,ini biasa terjadi.
Dgn malas2an aku beranjak ke kamar mandi..
Saat mau masuk ke dalam,aku menghentikan langkahku..kuamati sekitar kamar mandi.
Hmmm..aman
Rasanya aku masih trauma dgn makhluk bernama leak.
Aku lantas bergegas mandi.
Selesai mandi,aku langsung berdandan ala kadarnya.dan langsung meraih tas ku.
Kriiinggg!!
Ponselku berdering,kutatap layar dgn seksama.
Babang indra..
"Ya sayang...udah kangen ta?baru setengah jam pergi.."ledekku.
Dia tertawa disebrang telfon.
"Iya,kangen sama kamu.. Nis,,nanti kamu dijemput bowo ya.."katanya.
"Siapa lagi tuh bowo?"
"Anak buah ku..aku harus pastikan kamu sampai kantor dgn selamat.."
"Gak ada gitu yg namanya rada enakan?kaya 'indra'?"tanyaku mencoba bercanda dgn indra.
"Nis..."ucapnya.
"Iya sayang...ya udah,kamu atiati ya.aku mau sarapan dulu nih.."
"Oke..take care honey.."
"Yes ,babe..."
Segera aku sarapan.
Semua sudah berkumpul dimeja makan.mang ude akan pulang lusa,karena ternyata ada kerjaan juga dikotaku.kebetulan wayan juga sedang libur.
"Wayan.. Nanti kita jalan2 ya.."kataku
"Waahh..serius kak?"tanya nya antusias.
"Iyalah,,tapi nunggu kak nisa pulang kerja ya.."
"Oke kak.."
Aku lalu menyantap sarapanku.
"Nis,,ada tamu didepan.."kata kak adam.
"Siapa?"
"Paspampres..."
"Hah??"
"Pengawal pribadi kamu..hehehe"
Karena sarapan sudah habis aku lalu pergi kedepan.
Kulihat ada seorang pria berpakaian safari duduk diteras.
Dia seumuran dgnku.
"Maaf..anda,pak bowo?"tanyaku.
"Oh iya bu nisa.. Saya bowo.. Mmm..panggil saya bowo saja."
"Oh oke..kalau gitu panggil saya nisa saja.."kataku yg mengikuti gayanya.
"Maaf bu,saya tdk bisa..menurut prosedur tdk diperkenankan memanggil hanya nama saja.."katanya serius.
Hmm..indra ngirim orang apa robot sih?
"Mari,,pak indra tadi sudah menugaskan saya menjemput bu nisa.."katanya membuyarkan lamunanku.
"Iya,tadi dia udah bilang,ya udah yuk langsung aja..nanti macet malah saya bisa telat"kataku.
Dia mengangguk paham,lalu membuka kan pintu penumpang untukku.
Aku segera masuk.lalu kami melesat cepat kekantorku.
"Maaf bu,kita mampir pom bensin dulu bagaimana..sepertinya bensinnya tinggal sedikit"kata bowo.
"Ohh ya udah gak papa.."ucapku.
Tak lama mobil belok ke pom bensin terdekat.
Karena aku merasa semutan aku ikut turun.
"Pake uang saya saja."kataku.
"Tapi bu..."
"Udah gak usah pake tapi tapi."kataku memaksa.
"dari nol ya mbak.."kata petugas pom bensin itu.
"Saya dari sukabumi mas.."jawabku asal.
Dan berhasil membuat bowo& mas petugas pom bensin itu menahan tawa.
Setelah bensin terisi full kami lalu melanjutkan lagi perjalanan kekantor.
\=\=\=\=\=\=
Sampai parkiran,kulihat dani ,fitra dan revan juga baru sampai dan sedang ngobrol di lobi kantor.
"Pagi semua..."sapaku ke mereka.
"Eh bumil.."sahut dani.
"Lhaaa.. Mana si babang indra?"tanya fitra celingukan.
"Dines.."jawabku singkat.
"Pengawalmu ganti lagi nis?"tanya dani.
"Iyessss... Yuk ah.."ajakku ke mereka.kami bersama sama masuk ke lift.
Saat lift akan menutup,tiba2 lift berhenti.padahal fitra sudah menekan tombol agar lift menutup dan segera naik kelantai 3.namun ini seperti ada yg menahan.lalu munculah tangan dgn kuku panjang dan hitam.aku bersembunyi dibalik lengan dani dan meremas lengannya kuat.dani lalu membaca beberapa ayat.
"Duh..rusak apa nih??"gerutu fitra.
"Masa fit?? Nanti aku suruh orang buat cek deh.biasanya juga lancar"kata revan ikut menekan tombol seperti fitra.
Lalu tangan itu beringsut mundur dan akhirnya lift dapat menutup kembali.
"Santai mba bro.."kata dani berbisik.
"Pagi2 jantung udah fitnes aja.."aku ikut berbisik juga.
Dani tertawa tertahan sambil mengulum bibirnya.
aku dapat melihat revan yg sesekali melirikku.dan itu sangat membuatku tdk nyaman.
Sampai diruangan,kuhempaskan tubuhku dikursi milikku.
"Kenapa bu?lemes gitu?"tanya dani.
"Haahhh... Capek.."
"Baru jalan segitu,udh capek aja."ledeknya,aku tau maksudnya agar aku semangat.
Pak dikin lalu masuk keruangan kami.
"Pagi non..."sapanya kepadaku.beliau sedang menyapu ruangan kami.
"Pagi pak.."
"Pak dikin,saya bikinin kopi ya pak"pinta dani.
"Siap mas..nanti saya anter.."
"Eh,saya juga deh pak.."aku ikut nyamber.
"Eh..eh..eh.. Gak boleh..bumil gak boleh ngopi kali nis.."kata dani melarangku.
"Hadeh..kamu bawel kaya indra.."kataku sebel.
"Mending kamu stok aja susu bumil yg kemasan kotak kan ada tuh,yg sekali minum.."terangnya.
"Eh,,kamu apal bgt..ampe tau kemasan susu bumil yg kemasan kotak?"
"Kakakku kan pernah hamil kali nis.."jelasnya.
"Ohhh..hehehehe.eh dan,,emang kamu belum punya pacar ta?"tanyaku.
Dia diam sejenak.
"Emang kenapa?"tanya dani balik.
"Ya..biar bisa cepet nikah lah."jawabku santai.
"Belum ada yg cocok.."katanya cuek.
"Emang mau nyari yg kaya gmn sih?sapa tau aku punya kenalan "
"Kalo bisa sih yg kaya kamu nis"katanya lalu ketawa.
"Hmm..serius kali dan.." -_-
"Aku juga serius kok..dikira becanda po?"katanya datar.
Wah,,si dani ,kok tiba2 ngomong gini??
"Kamu tuh unik nis.. Diajak romatisan bisa,diajak becanda ampe gila2an bisa,diajak berantem juga bisa.heeheee"
"Paket komplit donk.."
"Iyesss.betul sekali.. Coba kamu punya kembaran nis.."kata dani membuatku menelan ludah.
Ni anak hari ini ngaco deh.
Serius nih?dia pengen nyari cewek yg kaya aku?
Tak lama fitra masuk,dia tadi nyangkut ditoilet dulu soalnya.
"Udah fit?lama bgt!!"kata dani.
"Mules bro.. "
10 menit kemudian teman2 yg lain datang juga.
Kami lalu meeting diruangan samping.
\=\=\=\=\=\=
Hari ini dikantor terasa membosankan,bahkan sampai pulang pun demikian.
Sore ini aku pulang dgn dani.aku sudah mengabari indra kalau dia tdk perlu mengirim orang utk menjemputku.rasanya akan makin membosankan jika harus diantar anak buah indra yg terlalu formal & serius.gak bisa diajak becanda.
"Nis,,kamu mau mampir kemana lagi nih?jadi sekalian.."kata dani.
"Mmm.. Aku pengen minum es kelapa muda deh dan.. "Pintaku .
"Siap nyonyaaa"katanya semangat.
Kami lalu mampir ke kedai es kelapa muda yg cukup enak.
Setelah dani memesan 2 buah es kelapa muda,kami lalu duduk sambil ngobrol.
"Nis,tau gak,kalau dulu aku pernah naksir kamu"kata dani tiba2.
"Uhuuukk..uhuuuuk.. Hah??!!"aku tersedak karena kaget.
"Tapi santai aja nis,,aku gak akan ganggu hubungan kamu sama indra kok.."katanya santai sambil menyuap kelapa muda miliknya.
Fyuuuhhh
"Kok bisa sih dan?emang gak ada cewek lain?"
"Mmmm..gak ada.. Kebanyakan cewek tuh rempong..brisik,kaya mia tuh..ih.. Ilfeel aku."katanya.
"Hehehehe.. Nanti kan bakal ketemu jodoh dan.. Sabar aja."
"Iya nis,thanks ya.. Eh,tapi jangan cerita indra lho nis..tar dia ngamuk.."katanya.
"Masa sih dan..kayanya indra bukan tipe tempramental dan emosian deh.."kataku sambil berfikir.
"Yeeee.. Kamunya aja yg gak tau. Dia tuh,kalo ada kamu aja baik nya minta ampun,kalo gak ada kamu,,beuuuhh galaknya..hrrrrr...serem kalo dia marah mah.."
"Kpn dia pernah marah?"
"Sering.. Waktu kamu diculik sama fikrie tuh.. Percaya?dia ampe ngacak2 kantin..trus waktu revan nyekap kamu,,tanya aja deh sama pak satpam,kaya apa ngamuknya indra waktu itu,pak satpam yg sangar gitu aja ampe mengkerut nis.."
Aku ketawa ngakak mendengar penuturan dani.
"Masa sih?ngarang kamu ah"
Aku masih tdk percaya.
"Emang bisa aku liat sih nis,,indra tuh kalo ada kamu imut bgt kaya kucing anggora..tapi kalo kamu gak ada dia bakalan jadi anjing herder.. Sumpah..diapain sih sama kamu??"tanyanya heran.
"Aku puasa buat dia,biar nurut"kataku ngaco.
"Hahahaa"dani ngakak.
Sampai menjelang maghrib,lalu dani mengantarku pulang.
Dan langsung pamit,walau sudah kutawari mampir.
Wayan sedang bermain dgn aim dikamar.
"Hai ..wah aim main sama kak wayan ya.."sapaku ke mereka.
"Eh kak nisa udah pulang?"ucap wayan senang.
"Jadi gak jalan2?"tanyaku ke wayan.
"Kakak gak cape?kalo cape gak usah kak..kpn2 lagi aja.."kata wayan bijak.
Fisiknya sih anak kecil,tapi pemikirannya kaya orang dewasa aja.
"Kak nisa mandi dulu ya.trus sholat maghrib dulu."kataku.
"Okeee.."kata wayan antusias.