
🌷🌷🌷🌷🌷
.
.
Di rumah berlantai dua, yang ada di kota B. Tempat Ayla di sekap sekarang. Rumah ini adalah milik Anton. Hasil dari menyita punya rekan bisnisnya.
Karna Anton dan Sanjaya memang sama-sama licik. Jadi tidak salah, jika sekarang mereka hancur bersama.
Rumah ini jauh dari tempat penduduk lainnya. Karna dulunya, tempat ini akan di bangun sebuah pabrik industri. Tapi sayang, karna salah memilih tempat kerja sama. Akhirnya pimilik aslinya itu, kehilangan tanah beserta rumah ini.
Ayla dan Susi, di sekap di ruang keluarga dengan kaki dan tangan yang terikat mengunakan tali tambang. Di sekeliling mereka di penuhi oleh penjaga yang memegang senjata api.
Yang menculik Ayla, memang anak-buah Anton dan orang bayarannya. Dia sengaja menyewa para komplotan penjahat dengan bayaran sangat mahal. Untuk mendapatkan kembali perusahaan nya.
Tadinya, Anton akan melepaskan saja perusahaan Barclay dan dia akan kembali ke Nengrinya. Sebab disana dia masih memiliki perusahaan yang tidak kalah besar dari perusahaan Barclay. Yang sekarang di kelola oleh istri dan putranya.
Namun karna dia sudah terperangkap oleh Bela. Jadinya dia bertahan untuk membantu Sanjaya dan Bela.
Semenjak malam itu, Anton memang tidak pernah melepas Bela satu malam pun. Dengan dalih Sanjaya harus menganti kerugian kerja sama mereka, dulu. Baru dia akan melepas Bela dari apartemen nya.
Berhubung Sanjaya sudah tidak memiliki apa-apa. Akhirnya Bela kembali harus menjadi penghangat ranjang Anton.
Saat ini, Sanjaya sibuk mempersiapkan segala hal, agar mereka berhasil menjebak Rian dan Heri Erlangga. Karna segala sesuatu yang terjadi sekarang, disebabkan dendam kesumat Sanjaya kepada Heri.
"Aaaagkkkh....! Om, pelan sedikit!" racau Bela. Karna selama dua minggu ini, tak tau siang, maupun malam. Selagi ada kesempatan. Anton terus menggempur nya.
"Tahan lah sebentar lagi baby.., Saya belum selesai. Aaakkh....!" erang Anton kembali menambah kecepatan berkudanya. Meskipun dengan posisi dari belakang.
Karna dia sedang menggali kenikmatan yang tidak pernah membuatnya puas. Yang ada dia semakin ketagihan.
"Ayo keluarkan suara mu baby....Saya sudah hampir keluar. seru nya lagi.
Mau tidak mau, Bela harus ikut mengeluarkan suara-suara merdu. Agar yang mendengar nya, bisa segera tertidur.
"Om....! Aaauuh....!" Bela mulai mengeluarkan suara emasnya.
Untung nya, di lantai atas hanya ada mereka berdua, karna semua orang-orang suruhan mereka, hanya menjaga sekeliling tempat itu dan Ayla saja.
"Terus baby...! kencangkan saja suara mu. Karna tidak akan ada yang mendengarnya juga." seru Anton semakin jadi memberi hentakan dalam menunggang kuda nya. Tangannya pun tak pernah tinggal diam.
Semakin merasa tidak tahan, setelah mendengar suara merdu milik Bela. Anton langsung menganti posisinya, agar dia bisa memacu kudanya semakin kencang. Karna dari tadi, dia menunggang kuda itu dari belakang.
Dan tidak lama setelah itu, terdengarlah suara bas milik Anton, dan suara erangan panjang dari Bela.
Menandakan, jika mereka berdua sama-sama sudah sampai pada puncak surgawi.
"Aaaagkkkh...! baby..,! ini nikmat sekali, Setelah misi kita berhasil, Saya akan menjadikan kamu istri saya. Karna saya suka dengan pelayanan kamu." ucap Anton memberikan hentakan kecil, sebelum dia menarik si cobra keluar. Agar semua bisa cobra nya, terbuang pada tempat yang tepat.
Setelah menyemburkan semua bisa di dalam sarang milik Bela. Barulah si kobra keluar, dalam keadaan seperti ular pada umumnya, yang sedang berganti kulit.
Karna selama bersama Bela, Anton memang tidak pernah memakai pengaman. Jadi bisa kobranya memang betul-betul terbuang pada tempatnya.
"Tapi pastikan dulu misi kita berhasil. Besok pagi, setelah mendapatkan semua pengembalian perusahaan kita. Suruh mereka menghabisi wanita hamil itu." Bela langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Brengsek kamu Ayla..! karna kamu, aku harus melayani si tua Bangka itu. Malam ini, kamu akan merasakan seperti apa penderitaan ku menjadi pemuas nafsu orang tua." umpat Bela sambil menguyur tubuhnya dengan air shower.
Niat Bela setelah selesai mandi, dia akan turun ke bawah dan memberikan Ayla siksaan.
Tanpa mereka ketahui, jika tempat mereka sudah di kepung oleh orang-orang Erlangga.
Ketika anak buah Anton menelpon Rian tadi sore. Pengawal Rian langsung melacak titik lokasi sambungan itu berasal.
Tidak membutuhkan waktu setengah jam, Aldi dan anak buahnya sudah berada di lokasi.
Sekarang mereka hanya menunggu perintah dari Tuan Heri. Yang sekarang dalam perjalanan menuju tempat Ayla disekap, bersama Nando. Karna teman yang di temui oleh Tuan Heri tadi, adalah Nando.
Mendapat berita Ayla di culik. Nando langsung ikut Tuan Heri. Tapi dia membawa mobilnya sendiri.
"Ya Tuhan, tolong jaga adik dan kedua calon keponakan ku. Aku mohon,! cukup Nesa saja yang engkau ambil dari ku. Aku rela menjadi penganti nyawa mereka." Nando bicara dengan dirinya sendiri. Sambil menambah kecepatan mobilnya.
Meskipun Tuan Heri mengikuti permintaan mereka, nyawa menantunya tetap dalam bahaya.
Setengah jam kemudian. Mobil Tuan Heri dan Nando tiba di lokasi. Mereka langsung saja turun menemui Aldi dan yang lainnya.
"Apa mereka masih di dalam?" tanya Tuan Heri sambil memasukkan peluru kedalam pistol yang dibawanya.
"Masih Tuan besar. Sanjaya dan para anak buahnya, baru saja masuk kerumah itu. Sepertinya, nasib baik sedang berpihak pada kita. Karna tidak lama setelah menelpon Tuan muda tadi, mereka langsung mematikan sinyal titik keberadaan mereka. Tapi bodoh nya, mereka mengangap kita enteng. Sehingga malam ini, mereka pasti tidak akan terlalu memperketat penjagaan." kata Aldi yang sudah siap untuk menyerang.
"Bagus, jika begitu kita bergerak sekarang. Saya tidak mau mereka menyakiti putri dan kedua cucu saya. Nando, kamu utamakan untuk menyelamatkan Ayla. Kami akan melindungi mu. Sedangkan kamu Aldi, kamu mengatur setiap pergerakan orang-orang kita." Tuan Heri mulai memberikan perintah.
Lalu mereka pun mulai memberikan serangan secara diam-diam. Hanya kurang lebih waktu dua puluh menit. Misi pertama selesai.
Dan akhirnya mereka bisa melewati para penjaga yang ada di sekeliling dan di depan rumah itu.
Begitu masuk, mereka semua dapat mendengar jeritan Susi yang meminta ampun untuk Nona mudanya.
"Saya mohon tuan, Nona, jangan sakiti Nona muda kami. Kasihanilah, Dia sedang mengandung." Mohon Susi menangis.
Melihat Ayla yang disiksa oleh Bela, mengunakan alat setruman kecil. Tak lupa, Bela juga sudah memberikan Ayla beberapa kali tamparan.
Sedangkan Ayla sendiri, tidak meminta ampun sedikit pun. Dan dia malah tersenyum mengejek kearah Bela.
"Tersenyum lah sepuas mu. Karna malam ini, adalah malam terakhir kamu, hidup di dunia ini." ujar Bela tersenyum penuh kemenangan. Karna tidak sia-sia dia melayani Anton selama dua Minggu ini.
"Justru kamu yang harus tersenyum sepuasnya Bela, karna mulai besok pagi, kamu tidak akan pernah bisa tersenyum lagi. Suamiku pasti akan membalas kalian semua." Ayla tak kalah sengitnya. Meskipun dia tidak bisa melawan.
Karna Ayla yakin, jika Rian dan mertuanya. Pasti sedang berusaha untuk menyelamatkan nya dari sana.
"Kurang ajar...! Masih berani melawan ku. Ternyata nyali mu besar juga. Kita lihat kali ini, apa kamu masih tetap angkuh. Akan aku buat kamu mati dengan penuh rasa jijik kepada dirimu sendiri. Begitupun dengan Rian, setelah tau kamu di perkosa secara bergiliran. Aku rasa, mati pun kamu, dia tidak akan mau mengakui mu istrinya."
"Apa maksudmu?" tanya Ayla mulai merasa takut. Bukanya Ayla takut kepada ancaman Bela, tapi kata Perkosa yang Ayla takutkan.
Melihat ketakutan di wajah Ayla, membuat Bela semakin ingin melanjutkan niatnya.
"Lepaskan ikatan tangan dan kakinya, Tuan Anton, Anda berhak mencobanya lebih dulu. Setelah Anda puas, baru suruh mereka mengilir nya secara bergantian." ucap Bela yang berjalan ke dekat Sanjaya ayahnya.
Karna dari tadi, Sanjaya dan Anton, memang menyaksikan Ayla yang sedang di siksa oleh Bela.
"Wah, wah..! ternyata kamu sudah memahami saya baby. Saya memang sangat ingin mencobanya, sebelum dia kita habisi." Anton memuji kelicikan Bela.
"Bawa dia ke atas, dan jangan lupa beri dia obat perangsang lebih dulu. Agar dia juga ikut merasa kenikmatan dunia untuk terakhir kalinya." seru Anton yang ingin pergi dari tempat itu.
Tapi baru tiga langkah dia berjalan. Suara tembakan sudah terdengar. Tuan Heri langsung saja mengambil tindakan sebelum mereka berbuat yang tidak-tidak kepada menantunya.
"Dasar bajingan kalian semua." umpat Tuan Heri menyerang siapa saja yang menghalangi Nando.
Karna Nando memang bertugas melindungi Ayla dan membawanya dari tempat berbahaya itu.
"Kak Nando...!" Ayla tersenyum karna Nando sudah berada di dekatnya.
"Tenanglah, kakak akan melindungi kalian." balas Nando ikut tersenyum.
Ayla pun menurut, melihat hal itu. Bela pun tak tinggal diam. Dia merebut senjata api di tangan anak buahnya dan......
Dooooor.....
Dooooor....
Dooooor....
Tiga kali suara tembakan terdengar. Dan dua peluru itu, melesat kearah Ayla.
"Aaaakkhh....! Kak Nando...!" ucap Ayla lirih, dengan air mata mengalir keluar begitu saja dari pipinya, yang sudah memerah bekas tamparan Bela tadi.
Sedangkan Nando sendiri, juga ikut menyebutkan nama Ayla.
"Ayla......!"
BERSAMBUNG......😊🏃🏃🏃🏃