Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Dia atau diriku.


🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Pagi hari pun tiba. Tidak terasa saja, ternyata mata hari sudah menampakkan sinarnya. Padahal, Ayla baru saja bisa tertidur jam tiga dini hari. Karna Ayla memang tidak bisa memejamkan matanya hampir semalaman ini.


"Ternyata sudah pagi! Rasanya aku masih mengantuk sekali. Dan tumben sekali, pagi ini kalian tidak membangunkan mama! Biasanya setengah enam saja, kalian sudah mengajak mama bolak-balik ke kamar mandi." Ayla tersenyum berbicara dengan janin yang dikandungnya, sambil tangannya mengelus perut yang sekarang memang sudah terlihat sedikit menonjol.


Lalu Ayla bangun dan langsung masuk kekamar mandi, untuk membersihkan dirinya.


Lima belas menit, Ayla sudah keluar mengunakan kimono dengan handuk diatas kepalanya. Dan dia langsung berjalan kearah lemari pakaian lalu memakainya.


Setelah semuanya sudah siap, Ayla mengambil Tas selempang nya dan berjalan turun untuk sarapan terlebih dahulu, sebelum Nando datang menjemput nya.


"Pagi mbak! ayo kita sarapan. Nanti sore, sepulang dari kampus saya akan langsung berangkat. Jadi mari kita sarapan bersama dulu sebelum saya pergi." Ajak Ayla menarik kursinya kebelakang, untuk dia duduki.


"Setelah Non pergi, pasti saya tidak akan betah tinggal dirumah ini. Dan pasti saya akan merindukan Non Ayla." keluh mbak Susi yang juga sudah duduk di samping tempat Ayla.


Meskipun baru menemani Ayla sebulan belakangan ini. Namun Susi sangat betah bekerja bersama nya.


Karna Ayla tidak pernah menggap Susi sebagai pembantunya, melainkan dia malah menganggap Susi sebagai temannya sendiri.


"Mbak jangan bersedih seperti itu, lagian setelah semua masalah saya selesai, saya berjanji akan membawa mbak Susi untuk membantu saya merawat si kembar. Tapi sekarang saya harus pergi dulu, sebelum memulai kehidupan saya yang baru." ucap Ayla, karna dia memang berencana setelah masalahnya dan Rian selesai.


Dia akan kembali pada niat awalnya, yaitu dia akan kembali ke kota A dan memulai lembaran baru bersama kedua anaknya disana.


"Terimakasih Non, mbak selalu berdoa, agar mak author selalu memberikan Non Ayla kebahagiaan dan kesehatan bersama si kembar." kata Susi yang sangat merasa bahagia, mendengar ucapan Ayla yang akan membawanya bekerja lagi.


Ayla pun berterimakasih dan tersenyum mendengar do'a dari pembantu yang sudah dianggapnya seperti sahabatnya sendiri.


Lalu mereka sama-sama menghabiskan sarapan mereka bersama, karna Ayla akan segera berangkat ke kampus untuk terakhir kalinya.


Setelah selesai, Ayla langsung berpamitan kepada Susi. Karna Nando sudah menunggunya di mobil. Hari ini Nando memang tidak masuk dulu. Karna waktunya mepet, takut jika mereka datang terlambat.


"Hai Ay, bagaimana tidurnya tadi malam?" Nando mempersilahkan Ayla masuk ke mobilnya.


"Aku tidak bisa tidur kak, mungkin karna aku akan meninggalkan rumah ini." ucap Ayla menghela nafas nya.


'Itu hal wajar, karna kamu sudah hampir satu tahun tinggal disini. Apa semua barang-barang yang mau kamu bawa sudah siap?" Nando mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Sudah kak, aku hanya membawa satu koper baju saja dan keperluan ku yang lain, sisanya hanya buku-buku desain yang aku buat sendiri." jawab Ayla bersandar dengan memijit pelipisnya sendiri.


Karna kepalanya memang terasa sedikit pusing. Mungkin karna tadi malam dia kurang istirahat.


Dua puluh menit, mobil mereka sudah memasuki parkiran khusus untuk mobil. Disana terlihat jika mobil para siswa-siswi sudah berada disana. Termasuk mobil mewah Rian dan Andre.


"Ayo kita turun." Nando yang kembali lagi membukakan pintu mobil untuk Ayla.


"Terimakasih!" ucap Ayla yang sudah ikut turun dari mobilnya.


Lalu mereka berjalan bergandengan tangan, menuju aula tempat acaranya berlangsung. Baru saja Ayla tiba disana, salah satu tiem panitia yang ikut andil dalam mengurus acaranya pun memangil Ayla.


"Ayla, syukurlah kamu sudah datang! acaranya sebentar lagi akan dimulai." serunya menjabat tangan Ayla dan Nando bergantian.


"Maaf ya, aku sedikit terlambat." Ayla merasa tidak enak, karna sudah di tunggu oleh rekannya.


"Tidak apa-apa..! kalau begitu ayo kita duduk di sana bersama yang lainnya." ajak nya lagi.


Ayla pun hanya mengangguk dan mengajak Nando duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk para panitia.


Dan tidak lama setelah itu, acara sambutan dari pihak kampus yang diwakili oleh orang kepercayaan tuan Heri Erlangga untuk memulai acaranya.


Setelah itu, berlanjut acara-acara yang lainnya juga. Termasuk para siswa dan siswi yang menampilkan bakat mereka disana.


Karna dalam acara ini, dari berbagai bidang jurusan! semuanya ikut andil menjadi satu. Namun entah mengapa mereka meminta Ayla untuk membantu mengurus nya.


Mereka hanya mengatakan, jika Ayla ikut andil dalam acara ini. Maka acaranya pasti akan lebih meriah lagi.


Karna banyak nya permintaan dari siswa-siswi, Akhirnya Ayla mau membantu mereka. Sebab Ayla orangnya memang tidak tegaan.


Setelah hampir tiga jam acara berlangsung. Terdengar MC di atas panggung menyebutkan nama Ayla. Dan memintanya naik ke atas panggung, untuk memberikan kata-kata motivasi kepada teman-tema nya yang lain. Sebelum acaranya berakhir.


"Sekali lagi, dimohon kepada Putri Mikhayla Ridwan! untuk naik keatas panggung. Ini adalah permintaan dari para siswa-siswi yang menjadi bagian panitia nya langsung." ucap MC mengulangi panggilannya.


Mendengar namanya di panggil. Ayla melihat kearah Nando yang duduk di sebelahnya. Karna mereka berdua memang duduk di bangku yang bersamaan para panitia.


Sedangkan Rian, Andre maupun Bela dan kedua sahabat Ayla sendiri, mereka duduk di kursi dekat mahasiswa yang lain. Sebab mereka tadi memang lebih dulu datang.


Ayla pun akhirnya berjalan menaiki tangga demi tangga, untuk menuju MC yang memanggilnya tadi.


"Selamat siang Nona Ayla!" sapa MC perempuan dengan ramah dan memberikan mikrofon kepada Ayla.


"Selamat siang juga!" jawab Ayla sedikit tersenyum, karna pandangan nya tidak sengaja melihat Rian di bawah panggung yang sedang bersama Bela.


"Ini adalah permintaan dari semua teman panitia, agar Nona memberikan motivasi kepada mereka, biar semangat untuk mengikuti ujian nanti, dan menyumbangkan satu buah lagu, sebelum acaranya kita tutup." terang si MC yang langsung mempersilahkan Ayla. Dan dia sendiri kembali duduk di tempatnya.


"Baiklah, saya ucapkan ribuan terimakasih sebelumnya. Karna teman-teman semua, sudah percaya kepada saya untuk membantu mengurus acara ini." Ayla berkata sambil melihat kearah ribuan mahasiswa-siswi lainnya, yang memandang dirinya penuh damba.


Termasuk Rian suaminya sendiri. Karna begitu melihat Ayla berdiri di atas panggung, pokus mereka hanya pada Ayla seorang. Yang tadinya masih ramai yang berbicara satu sama lain. Melihat Ayla berdiri di atas panggung, semuanya menjadi diam.


Setelah memberikan beberapa motivasi kepada seluruh mahasiswa-siswi yang berada disana, Ayla memenuhi permintaan teman-temanya untuk menyanyikan sebuah lagu.


Dan Ayla memilih lagu yang diciptakan oleh salah satu grup Band yang sangat terkenal di kalangan muda-mudi, yang berjudul. Dia atau diriku!


Musik pun mulai di mainkan oleh grub band dari universitas Erlangga juga. Dan Ayla mulai menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan.


Aaaakuuu... tak mampu menahan sakit ini...! Melihat diirimuuu mendua kan ku....!


Aaaakuuu tak ingin kau membagi cinta ku bersama dirinya simpanan mu...!!


Maaf ku harus pergi..daaariimuu....!!! walau berat tuk melupakan mu...!!! bila kau tak bisa memilih dia atau diriku....!!!


Aku tak ingin kau membagi cinta ku.. bersama dirinya simpanan mu...!


Oooo ooo Hooooo.....!!!


Maaf ku harus pergi darimu...!!!


walau berat tuk melupakanmu...!!! bila kau tak bisa memilih dia atau diriku.


Ayla kembali lagi mengulangi reef lagu itu yang terakhir, sebelum dia mengakhiri lagu nya.


Maaf ku harus pergi darimu.... walau berat tuk melupakanmu... bila kau tak bisa memilih Dia atau diriku....!!!


Lagu berakhir sempurna dengan riuhnya tepuk tangan dan jeritan dari para mahasiswa maupun siswi. Karna saat menyanyikan lagunya Ayla begitu menghayati lagu itu.


Karna memang lagu itu dia persembahkan untuk Rian. Karna hari ini juga, dia akan pergi membawa kenangan suka maupun duka, selama dia hidup bersama Rian.


Berbeda dengan yang lain, Rian tau jika lagu itu Ayla nyanyikan untuk dirinya, yang tidak bisa memilih Ayla atau Bela kekasihnya.


Sehingga ketika mendengar Ayla menyanyikan lagu itu, tidak terasa Rian meneteskan air matanya dengan hati berkata.


"Maaf kan aku yang sudah membuat mu terluka istriku, tapi aku berjanji ini tidak akan lama lagi percayalah." Batin Rian berkata penuh penyesalan.


Namun Rian tidak tau, jika kelimat Ayla ingin pergi, itu adalah benar. Karna yang tahu hanya Nando dan Andre saja.


Setelah mengucapkan terimakasih. Ayla langsung turun yang disambut Nando dengan pelukan untuk menguatkan Ayla.


"Menangis lah, ada bahu kakak tempat mu bersandar!" ucap Nando memeluk Ayla.


Karna begitu turun dari panggung, memang Ayla langsung menabrakkan tubuhnya ke dada bidang Nando, tempat dia berkeluh-kesah selama ini.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗


Karna jika dukungannya banyak, insha Allah akan uup lagi. Karna ini juga untuk dua bab, sudah Mak author jadikan satu bab.


Like.


Vote.


Komen.


Dan hadiah bunga ataupun kopinya 😍😍


Terimakasih 🙏😘😘😘😘