Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Tidur dalam pelukan.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Setelah mendengar suara erangan Ayla yang entah untuk keberapa kalinya. Rian semakin cepat menambah laju si tabung lelenya karena dia pun sama sudah hampir pada puncak pelepasan. Yang malam ini kembali lagi mereka ulang seperti sembilan bulan lalu. Namun, satu hal yang Rian ketahui malam ini bahwa ketika dia pertama kali menyentuh istrinya dulu, ternyata dia benar-benar sudah mencintai wanita itu.


Dapat Rian ingat, malam itu meskipun dia di pengaruhi oleh obat perangsang, akan tetapi dia melakukan penuh rasa cinta. Hal itu sangat membuat Rian bahagia berkali-kali lipat karena kedua anaknya lahir dari cinta dia dan istrinya yang sudah lama tumbuh tapi telat untuk di sadari oleh nya.


"Sayang! Aaagkkkkk," erangan panjang Rian setelah dia sampai pada pelepasan ketiga kalinya. Dengan nafas terengah-engah Rian kembali mengucapkan kata-kata cintanya pada sang istri.


"Terimakasih Istriku, aku sangat mencintaimu!" dengan deru nafas yang masih belum teratur Rian turun dari atas tubuh istrinya lalu ikut berbaring di sebelahnya.


Cup...


"Terimakasih, maaf jika aku melakukannya terlalu kasar." ucap lelaki itu mencium kening dan juga pipi Ayla yang masih berusaha mengatur nafas nya.


"Tidur saja kamu pasti sangat lelah," kata Rian melihat istrinya begitu lemas. Bagaimana istrinya itu tidak lemas saat Rian sampai pada puncak pelepasan, istrinya pun kembali lagi megerang nikmat meskipun sudah berulang kali.


"Aku ingin membersihkan diri dulu, setelah itu baru tidur. Rasanya tidak enak kalau langsung tidur tubuhku lengket semua." jawab Ayla membuka matanya pelan lalu menoleh kearah Rian yang sedang memperhatikan wajah nya.


"Kenapa?" Ayla bertanya binggung melihat Rian tidak merespon ucapannya.


"Hm, tidak ada. Kenapa dulu aku bodoh sekali. Menolak istri secantik dan sebaik dirimu."


Cup....


"Ayo kalau kamu mau mandi dulu sebelum tidur, biar aku bantu. Agar cepat selesai. Ini sudah malam tidak baik bagi wanita hamil bila tidak memakai pakaian." kata Rian yang sebetulnya tadi masih mendengar jika istrinya itu ingin mandi.


"Diam disini, ya. Aku akan menyiapkan air nya dulu, nanti jika sudah siap aku akan menjemput mu. Muuuaaah! Aku sangat mencintaimu," ungkap pria itu mencium istrinya sebelum pergi ke kamar mandi dengan keadaan tubuh masih telanjang.


Sedangkan Ayla hanya bisa termangu di tempatnya berbaring. Tidak di sangka lelaki yang dulu hanya mengagap dia sebagai sahabat sekarang malah sangat mencintai, nya. Padahal hari di mana mereka bertengkar Rian mengatakan sendiri tidak ada cinta lain selain untuk kekasihnya yaitu, Bela. Tapi malam ini lelaki itu sudah berpuluh kali mengucapkan kata Aku sangat mencintaimu.


"Sudah siap semuanya. Ayo sayang, aku bantu biar cepat. Nanti kamu masuk angin." Rian membantu istrinya bangun lalu mengendong nya ala bridal style. Meskipun istrinya itu ribut minta di turunkan karena takut Rian tidak kuat mengendong tiga orang sekaligus.


"Tenanglah, aku kuat melakukannya. Kalian ini adalah hidup, ku. Jadi mana mungkin aku membiarkan kalian terjatuh." kata Rian menurunkan Ayla kedalam bak mandi yang sudah di isinya air hangat dan aroma terapi.


"Terimakasih!" jawab Ayla tersenyum.


"Tidak perlu berterimakasih, asalkan kita lebih sering melakukan." tawa Rian pecah melihat wajah malu istrinya.


"Tidak perlu aku bisa mandi sendiri. Kamu mandi saja biar tidak masuk angin juga." balas Ayla menerima sikat gigi dari sang suami. Mendengar ucapan istrinya Rian pun ikut membersihkan dirinya di bawah guyuran air shower.


Beberapa menit kemudian. Rian sudah selesai membersihkan dirinya lebih dulu, lalu dia langsung memakai handuk yang ada di sana dan menyiapkan handuk untuk istrinya juga.


"Sudah?" tanya nya melihat sang istri sudah mau keluar dari bak mandi.


"Iya!"


"Jangan, tunggu aku bantu!" lelaki itu berjalan cepat kearah Ayla untuk membantunya. Setelah itu dia memakai kan handuk untuk sang istri. Rian sudah seperti seorang ibu yang sedang membantu anaknya saja.


"Ayo, pelan-pelan saja jalanya kalau masih sakit." kata Rian melihat Ayla meringis sakit saat melangkah keluar dari bak tadi.


"Apa aku gendong saja?" pria itu bertanya khawatir.


"Tidak perlu, aku masih bisa berjalan sendiri." jawab Ayla yang hanya bisa tersenyum di perlakukan begitu manis oleh suaminya. Tidak mau berdebat Rian hanya mengikuti istrinya dari belakang. Tiba di dalam kamar lelaki itu kembali menyuruh wanita itu duduk saja karena dia yang akan mempersiapkan semua keperluan istrinya itu.


"Sayang duduk saja di sini, aku akan menyiapkan pakaian, mu. Tapi tunggu aku memakai pakaian, ku dulu." titahnya sambil berlalu. Yang di turuti oleh Ayla sebab dia memang terasa lelah meskipun sudah berendam air hangat.


Nyatanya epek dari percintaan yang mereka lakukan tidak hilang juga. Untuk wanita hamil seperti Ayla bermain sampai satu jam lebih tentunya sudah lama. Jadi hal wajar bila dia sudah kelelahan.


"Sini aku bantu pakaikan." tidak menunggu persetujuan sang istri Rian melakukan semuanya termasuk mengeringkan rambut istrinya mengunakan haeder. Setelah semuanya selesai baru dia bertanya pada ibu hamil itu dengan cara berjongkok di depan perut istrinya.


"Apa kamu dan anak kita lapar? kalau lapar aku akan masak atau mencari makanan ke luar," tanya Rian mengengam tangan Ayla dan diciuminya berulang kali.


"Tidak, aku tidak lapar. Tapi aku lelah ingin tidur." Ayla menjawab seperti orang mengantuk.


"Hm, baiklah jika tidak ada yang lapar kita tidur sekarang. Tapi tunggu aku menganti seprai nya dulu." Rian pun langsung mengambil seprai baru untuk menganti seprai bekas pergumulan panas mereka. Yang masih tercecer lahar panas bekas dia maupun istrinya.


Setelah itu Rian membantu Ayla pindah ke atas ranjang dan ikut baring bersama istrinya.


"Ayo sini biar aku peluk." kata Rian menarik Ayla kedalam pelukannya dan ternyata Ayla memang sudah mengantuk karena hanya butuh waktu beberapa menit saja dia sudah tidur nyenyak dalam pelukan Rian. Sehingga membuat suaminya itu sedikit tersenyum sampai tidak terlihat.


"Kamu sangat lelah, ya! Terimakasih istriku, kamu masih mau kembali bersama ku. Aku tidak tau terbuat dari apa hatimu ini sehingga masih memaafkan suami berengsek seperti, ku." Rian mengelus dengan sayang kepala istrinya. Sungguh dia tidak menyangka Ayla masih mau kembali bersama nya.


Padahal ketika pergi meninggalkan Rian, wanita itu sudah melakukan gugatan perceraian. Untung nya waktu itu Rian bersih keras tidak mau bercerai apalagi setelah dia mengetahui jika Ayla sedang mengandung anaknya. Malah dari sana juga dia memiliki kekuatan dengan alasan menunggu istrinya melahirkan baru dia akan mengikuti proses sidang. Tidak taunya Mak author sudah memiliki rencananya sendiri.


Merasa sangat nyaman memeluk istrinya tidak terasa Rian pun ikut tertidur dengan sendirinya.