
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Dua hari sudah Rian berada di pulau tempat Ayla. Selama dua hari ini Rian selalu menyuruh para pelayan bertanya kepada Ayla ingin makanan apa. Karna jika dia bertanya langsung takut Ayla menolaknya.
Malam itu perdebatan mereka berakhir dengan ucapan Ayla yang mengatakan, meskipun mereka berpisah. Tapi mereka berdua masih bisa berteman.
Karna awalnya perjanjian konyol itupun dengan berteman juga. Sehingga mereka berdua akhirnya sama-sama jatuh cinta dan saling menyakiti hati masing-masing.
Dan Rian tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri. Karna Rian sudah tau seperti apa sipat Ayla apabila dia sudah kecewa. Namun sayangnya, ketika Rian mengambil keputusan untuk mempertahankan Bela demi keselamatan Ayla. Dia melupakan pesan dari ibu mertuanya yang memang sudah sering memperingati nya.
Sehingga dia tetap berlanjut menyakiti Ayla seperti awalnya pernikahan mereka. Sebetulnya disini tidak ada yang salah. Yang salah adalah perasaan yang tiba seiring berjalannya waktu.
Sekarang, mereka sedang berada di meja makan yang sama. Tapi ada yang berbeda. Dulu ketika mereka masih tingal bersama. Setiap hari Ayla akan mengambil piring dan mengisi nasi beserta lauk pauknya untuk Rian.
Tapi sekarang tidak lagi. Ayla hanya mengisi makanan untuk dirinya sendiri. Begitupun sebaliknya. Dan jangan lupakan. Mereka juga duduk di kursi yang berjauhan.
"Heeem..! Rian berdehem untuk memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Nanti sore aku akan pulang ke kota B. Karna ada pekerjaan yang tidak bisa aku selesaikan dari sini. Tapi jika tidak ada halangan, ketika libur aku akan kembali mengunjungi kalian." Rian berhenti sesaat melirik kearah Ayla yang tidak merespon sama sekali ucapannya.
"Jika kamu ingin sesuatu, maka segera hubungi aku. Aku sudah memberikan nomor ponsel ku yang baru kepada kepala pelayan di sini. Kapan pun itu, pasti aku akan segera datang kesini. Meskipun aku sedang kerja sekalipun." ucap Rian berhenti lagi.
Dan Ayla tetap terus melanjutkan makannya. tanpa merasa terusik dengan kata-kata Rian.
Melihat reaksi Ayla. Rian hanya tersenyum miris dihatinya. Dan hanya berpikir, mungkin ini adalah balasan Mak author atas sikapnya yang sudah mengabaikan Ayla dulu.
"Baiklah, habiskan saja makanan mu. Aku akan bersiap-siap. Karna jam tiga nanti, pesawat ku berangkat nya." Rian langsung berdiri sambil mendorong kursi yang dia duduki tadi kebelakang.
Karna Rian sudah tidak berselera lagi untuk melanjutkan makan siang nya.
Ketika Rian sudah mulai menjauh dari meja makan. Barulah terdengar suara Ayla.
"Hati-hati di jalannya nanti. Dan kamu tidak perlu repot-repot datang kesini. Apalagi hanya untuk memenuhi keinginanku. Karna disini sudah banyak pengawal dan pelayanan yang akan memenuhinya." Ayla berbicara dengan tidak mengalihkan pandangan nya dari piring yang ada didepannya.
Sedangkan langkah Rian, berhenti di tempat dia berdiri. Dan hanya menghembus nafas kasar yang bisa Rian lakukan ketika mendengar ucapan Ayla.
"Terimakasih." jawab Rian singkat dan kembali lagi melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas juga.
"Ayla ternyata hatimu benar-benar sudah tertutup untuk ku. Maafkan aku sudah banyak memberikan penderitaan untuk mu. Tapi aku tidak akan pernah menyerah begitu saja. Aku akan berjuang untuk mendapatkan kalian kembali."
Disepanjang menaiki tangga. Rian terus saja berbicara dengan hatinya sendiri. Penuh tekad yang kuat untuk mendapatkan hati Ayla lagi.
Tidak berbeda jauh dengan Rian. Ayla pun juga berbicara di dalam hatinya juga.
"Rian maafkan aku. Aku tidak mau karna kembali bersamamu, anak-anak kita akan kembali tersakiti. Mulai saat ini, mari kita jalani hidup kita masing-masing."
Setelah mengucapkan kata-kata itu. Ayla pun ikut pergi dari meja makan. Dan Ayla berniat pergi ke tempat desain pakaiannya yang ada di sebelah Villa.
*********
Sementara itu di Kota B. Sanjaya dan Anton. Presdir dari perusahaan Barclay sedang kelipungan mencari perusahaan lain, yang bisa membantu menyuntikkan dana ke perusahaan mereka.
Karna sekarang sekertaris Aldi sudah mulai menunjukkan kekuasaan perusahaan Erlangga group.
Atas perintah Rian tadi malam. Karna Rian tidak mau menunggu lagi untuk menghancurkan dua perusahaan yang bermain curang dan sudah menyebabkan kehancuran pada rumah tangganya.
"Ini semua karna kalian yang sudah menyeret ku kemasalah pribadi kalian. Jika tidak, maka perusahaan Barclay tidak akan terancam bangkrut. Hampir semua pemilik saham di perusahaan sudah di ambil alih oleh perusahaan Erlangga"
Braankk.....
Anton melemparkan semua barang yang berada diatas meja kerjanya di hadapan Sanjaya.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan. Jangankan mendapatkan keuntungan yang besar. Tapi malah perusahaan saya ikut terseret." kata Anton marah-marah penuh umpatan.
"Tuan Anton, kami masih mencari cara lain. Untuk menyelamatkan perusahaan Sanjaya dan Barclay." ucap Sanjaya menenangkan Anton sekutunya itu.
"Semua ini tidak akan terjadi, jika dari awal kalian sudah menculik atau menghabisi menantu Heri itu. Sekarang semuanya sudah terlambat. Heri tentunya tidak akan tinggal diam. Pasti dia akan melakukan segala cara juga. Malam ini kamu antar putrimu ke Apartemen miliki saya. Karna itu adalah perjanjian awal kita. Saya sudah menyuntik dana yang besar untuk perusahaan kalian. Ingat itu Sanjaya. Saya tidak mau ikut hancur seperti mu." ancam Anton menarik jas yang dipakai oleh Sanjaya.
"Ba...Ba.., baiklah. Malam ini saya akan mengantarkan putri saya ke apartemen tuan Anton. Tapi tolong jangan sakiti putri saya. Saya berjanji akan secepatnya memperbaiki kekacauan ini." ucap Sanjaya memperbaiki jas nya kembali.
"Oke Saya tunggu janji mu itu Sanjaya. Dan kamu tidak perlu khwatir akan putrimu. Karna saya tidak akan menyakitinya. Malah saya hanya akan memberikan dia kenikmatan dunia. Coba dari awal kalian mengizinkan saya menculik menantu Heri dan menjadikannya istri kedua saya. Maka masalah ini tidak akan terjadi kan." Anton yang masih bisa tersenyum menyeringai.
Meskipun sekarang perusahaan Barclay di kota B akan hancur. Tapi dia masih bisa kembali ke Nengrinya sendiri. Makanya Anton tetap masih ingin mengambil keuntungan menjadikan Bela wanita ranjang nya.
Karna itulah kebiasaannya yang selalu mencari daun muda untuk menuntaskan hasratnya. Yang selalu beralasan dengan bisnis kerja sama.
Sedangkan Sanjaya hanya bisa mengumpat di dalam hatinya mendengar perkataan Anton yang akan memberikan putrinya kenikmatan dunia.
Ayah mana yang rela menyerahkan putrinya begitu saja kepada laki-laki yang tuanya hampir sama denganya. Apalagi ini putrinya akan dijadikan penghangat ranjang.
Satu kata yang terlintas di pikiran Sanjaya sekarang. Yaitu Menyesal . Menyesal sudah memilih sekutu yang lebih licik darinya.
Heri, Ridwan. Aku tidak akan kalah sampai kapanpun. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada putriku lagi. Dan kamu Anton, setelah perusahaan ku mendapatkan suntikan dana, maka aku akan segera menghabisi mu juga. Berengsek, dasar tua Bangka tidak tau diri. Tapi sekarang aku harus membujuk putriku dulu, agar dia mau melayani situa bangka ini."
"Agh tuan Anton, saya permisi dulu. Karna saya masih ingin mencari bantuan untuk perusahaan kita. Dan memberitahu putri saya dulu. Jika malam ini dia harus menemani Anda." pamit Sanjaya ingin pergi dari sana.
"Baiklah, Saya tunggu kedatangan kalian di apartemen saya. Tapi ingat, putrimu bukan hanya menemani saya Sanjaya. Tapi dia bertugas untuk membuat saya puas dengan tubuh nya." Anton yang kembali menekankan kata-katanya.
BERSAMBUNG......
Jangan lupa untuk mamfi kesini juga ya kakak semuanya 🤗
Terimakasih 🙏😘