Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Selamat tinggal.


🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


"Kenapa mendadak banget Ay? apa ada masalah, padahal bentar lagi kita akan ujian!" tanya Riri merasa sedih. Karna Ayla mengatakan jika dia akan pergi dan mengikuti ujian online saja. Dan dia akan pergi nanti sore.


Ya, setelah tadi acaranya selesai, Ayla mengajak Riri dan Amel pergi ke Kafe yang sering mereka datangi.


Sebelum menjawab pertanyaan kedua sahabatnya. Ayla melirik kearah Nando lebih dulu. Yang memang ikut dengan mereka bertiga.


Karna sepulang dari sini, Ayla dan Nando akan langsung berangkat menuju Villa milik keluarga Erlangga yang berada di luar pulau.


Setelah mendapatkan anggukan dari Nando, barulah Ayla menjawabnya.


"Sebetulnya ini tidak mendadak, karna aku memang sudah merencanakan nya dari bulan kemarin. Sekarang aku minta maaf, karna belum bisa mengatakan alasannya. Tapi jika sudah saatnya nanti, aku akan memberitahu kalian berdua." jelas Ayla sambil mengengam tangan kedua sahabatnya di atas meja.


Untuk menyakinkan mereka berdua, sebelum dia melanjutkan lagi ucapnya.


"Aku pergi tidak akan lama, setelah aku kembali nanti, aku akan memberitahu kalian berdua. Jadi jangan bersedih seperti ini ya..! agar aku tenang perginya." seru Ayla sedikit memaksakan senyumnya.


Karna jauh di dalam hatinya, dia sangat berat untuk berpisah dengan orang-orang yang dia sayangi. Namun takdir memaksanya untuk pergi.


"Baiklah..! tapi kamu harus janji ya, jangan lupa untuk selalu memberikan kami kabar." kata Riri dan Amel yang langsung berdiri memeluk Ayla sambil menangis.


"Iya aku berjanji pada kalian. Tapi aku sekarang tidak bisa lama-lama, karna kami akan segera berangkat. Kalian tolong rahasiakan ya kepergian ku." pinta Ayla melepaskan pelukan mereka.


"Kami berjanji tidak akan memberitahu siapa-siap. Kalian hati-hati ya..! Jika sudah sampai segera kabari kami berdua." Riri kembali lagi memeluk Ayla seakan tak rela berpisah dengannya.


Meskipun mereka berdua baru bersahabat dengan Ayla, namun mereka benar-benar sangat menyayangi Ayla. Karna kepribadian Ayla lah membuat mereka menyukainya.


Ayla tersenyum melepaskan pelukan dari Riri dan langsung mengambil Tas selempang miliknya. Karna dia harus pulang sekarang.


"Kak Nando kami titip Ayla. Tolong jaga dia..!" Amel memangil Nando yang sudah berjalan mengandeng tangan Ayla keluar dari restoran itu.


Mendengar panggilan dari Amel. Nando menoleh sebentar kebelakang dan mengangguk. Karna tanpa diminta saja, dia akan menjaga Ayla.


Braaak....


Nando menutup pintu mobil setelah tadi membukakan pintu mobilnya untuk Ayla lebih dulu.


Lalu dia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kafe tempat Riri dan Amel sekarang.


"Terimakasih kak, sudah mau membantu ku!" Ayla berbicara memecahkan keheningan diantara mereka.


Karna dari tadi Nando memang sengaja diam, agar Ayla bisa menguasai dirinya dari rasa sakit yang harus dipisahkan dari kedua sahabatnya dengan cara paksa seperti sekarang.


"Tidak perlu berterimakasih! kakak senang bisa membantu mu. Sekarang perjalanan hidup mu baru akan di mulai, jadi kuatkan dirimu sendiri. Jangan merasa terbebani dengan apa yang kakak lakukan!" Nando mengelus kepala Ayla dengan satu tangannya.


Karna tangan yang satu nya lagi, masih memegang setir mobilnya.


Ayla mengangguk dan kembali lagi memaksakan tersenyum. Menunjukkan jika dia baik-baik saja.


Lima belas menit. Mobil mereka sudah tiba di depan rumah yang sebentar lagi akan di tinggalkan oleh pemiliknya.


Ternyata disana sudah ada kedua orang tua dan mertuanya. Yang ingin melepaskan kepergian Ayla.


"Bunda, Mama!" ucap Ayla memeluk mereka bergantian.


"Sayang, apa kamu mau langsung pergi sekarang? kenapa tidak istirahat lebih dulu?" tanya Bunda Mirna melepaskan pelukannya.


Karna sewaktu baru tiba di kafe tadi, Ayla memang mengabari mereka, jika dia akan langsung pergi setelah pulang kerumah mengambil barang yang akan dibawanya.


Bukan tanpa sebab Ayla ingin pergi sekarang, itu semua karna dia takut, jika semakin membuatnya berat untuk meninggalkan rumah itu.


"Iya Bunda, Ma..! Ayla bisa istirahat ketika dalam perjalanan saja. Karna sekarang juga sudah menjelang sore. Lebih cepat lebih baik kan!" ucap Ayla tersenyum.


"Baiklah jika kamu ingin pergi sekarang sayang, Maaf Ayah sama Bunda belum bisa ikut bersama mu. Tapi dalam minggu ini, kami semua pasti akan kesana untuk melihat mu." Kata Ayah Ridwan juga memeluk putrinya.


Setelah melepaskan pelukan pada putrinya. Ayah Ridwan berjalan kearah Nando dan memeluknya juga.


"Nak Nando, Om titip Ayla ya..! jika kalian sudah sampai, segera hubungi kami." Ayah Ridwan melepaskan pelukannya dan menepuk pundak Nando pelan.


Belum juga Nando menjawab permintaan Ayah Ridwan. Tuan Heri kembali berkata.


"Iya benar Nan, Om titip putri om ya! Maaf kami sudah banyak menyusahkan mu, untuk menjaga Ayla." seru tuan Heri juga memberikan pelukan kepada Nando.


"Tanpa kalian minta, Nando juga akan menjaga Ayla Om." Jawab Nando melepaskan pelukan, lalu dia ikut membantu Ayah Ridwan dan tuan Heri memasukkan dua koper milik Ayla kedalam mobilnya.


Mereka akan memakai mobil Nando sampai ke bandara, karna asisten Nando sudah menunggu mereka di sana, karna dialah yang akan membawa mobil Nando kembali nantinya.


Setelah berpamitan dengan semua keluarganya dan Mbak Susi. Ayla langsung masuk kedalam mobil. Karna Paro adiknya memang tidak bisa datang.


"Kita berangkat sekarang?" Nando bertanya lebih dulu, karna dia tau inilah saat-saat paling menyakitkan untuk Ayla.


Harus meninggalkan semua kenangan baik dan buruk dirumah yang tadinya, dia anggap akan membangun sebuah keluarga bersama anak-anaknya kelak.


Tapi ternyata itu semua hanya angan-angan Ayla saja.


"Iya kita berangkat sekarang kak!" jawab Ayla lirih, karna setelah dia mengungkapkan perasaannya kepada Rian.


Dia punya harapan besar akan membangun kembali rumah tangganya. Sebab Rian berjanji akan memberikan Ayla kesempatan.


Namun semuanya hanya dusta Rian, untuk mengulur waktu saja.


Dengan perlahan, mobil yang dikendarai oleh Nando mulai meninggalkan pekarangan rumah itu.


"Selamat tinggal Rian! aku pergi! Maaf ya kami pergi tanpa berpamitan kepada mu!" ucap Ayla menghapus air matanya.


"Kamu pasti bisa Ay, kamu tidak sendiri lagi sekarang, ada sikembar bersama mu. Karna kalian bertiga berhak bahagia." Nando sengaja menyebutkan sikembar agar Ayla tidak memikirkan dirinya sendiri.


Ada kedua anak yang sedang dikandungnya. Dan ternyata itu semua berhasil. Karna Ayla langsung menghapus air matanya dan tersenyum mengelus perutnya.


"Kakak benar, ada mereka bersama ku. Aku harus kuat, karna inilah yang terbaik untuk kami semua." ucap Ayla merasa lebih baik.


Tidak terasa mobil mereka pun sudah tiba di bandara, yang disana juga sudah ada orang-orang tuan Heri dan Ayah Ridwan yang siap mengawal keberangkatan Ayla dan Nando.


Setelah menyambut Ayla dan Nando dengan hormat. Mereka langsung membawa barang-barang Ayla menuju ke Jeet pribadi milik keluarga Erlangga.


"Tuan muda, ini pesanan anda tadi, semuanya sudah ada di dalam koper ini." ucap asisten Nando memberikan koper kecil yang akan dibawa oleh Nando.


"Terimakasih, kalian pulang lah. Ini kunci mobilnya." kata Nando memberikan kunci mobil lalu dia dan Ayla pun mengikuti pengawal yang akan mengantarkan mereka sampai ke tempat tujuan.


BERSAMBUNG......🤗


.


.


.


.


Janga lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya...!


Like.


Komen.


Vote, bunga ataupun kopinya 😍


...Agar author semangat juga untuk nulis. Jangan anyep kayak es teh kurang gula.😫...


...O'ya nanti akan ada satu bab buat pengumuman ya, jadi jangan lupa untuk dibaca 😂...


Terimakasih 🙏😘