Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Perhatian.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Ting Tong....


Suara bel rumah yang berbunyi. Rian langsung berlalu turun ke lantai bawah. untuk mengambil makanan yang sudah dia pesan lewat handphone nya. Kebetulan pekerjaan nya yang menganti sepray juga sudah selesai dari tadi.


Sedangkan Ayla, masih berada di dalam kamar mandi, karna masih merasa betah berada di dalam sana. karna perkataan Rian benar, setelah berendam air hangat Ayla merasa sakit nya sudah berkurang.


"Terimakasih mas." ucap Rian kepada driver yang mengantar pesanannya.


Lalu Rian pun langsung berjalan masuk membawa makanan yang berada di tangan kanannya. Dan Rian mamfir kedapur lebih dulu, untuk mengambil piring beserta keperluannya yang lain.


Baru setelah itu Rian kembali ke kamarnya, dan membuka pintu kamar dengan pelan, karna di tangannya penuh dengan barang yang dia bawa.


Karna dia akan mengajak Ayla sarapan yang sudah berganti menjadi makan siang. karena mereka berdua baru bangun. Dan tidak mungkin Ayla bisa berjalan turun kelantai bawah.


Meskipun Rian bisa mengendong Ayla, tapi belum tentu Ayla nya mau. Itulah pikiran Rian. Yang tidak mau berdebat dengan Ayla.


Rian menyiapkan semuanya di atas meja yang berada di depan sopa yang memang ada di depan TV di dalam kamar mereka.


Sambil menunggu Ayla selesai, Rian kembali lagi melihat handphone milik nya. Lalu Rian membuka IG nya, untuk melihat postingan Ayla yang dengan sengaja dia ikuti secara diam-diam.


Terlihat beberapa hari yang lalu Ayla menuliskan setatus baru disana, dan sudah dikomentari oleh puluhan ribu pengikutnya.


Namun yang menjadi perhatian Rian adalah akun milik seseorang, yang begitu banyak mendapatkan like dari pengikut Ayla. Sedangkan poto propil nya adalah poto orang tersebut dengan Ayla istri nya.


"Pundaku akan selalu ada untuk mu, kamu tidak sendirian! karena aku akan selalu berada di belakang mu. Walupun aku hanya menjadi sebuah bayangan hitam saja yang ada di belakang mu yang tak pernah terlihat. Karna kamu tidak pernah menoleh ke arahku. Dan bila kamu merasa sudah tidak sanggup lagi, maka berhentilah. Akan aku bawa kamu kesebuah tempat yang tidak akan ada lagi seseorang yang bisa membuat mu menangis! Salam dari sahabat mu yang jauh di mata, tapi nama mu selalu berada dalam singasana hatiku." 😘😘 Komen dari akun yang bernama @Vino Anderson. Yang pada terakhir ucapannya diberi emo sayang dari jauh.


Pertanda jika lelaki itu menyukai Ayla, eh salah, tepatnya mencintai istrinya.


Jika melihat perkataannya, mungkin Ayla yang tak membalas perasaan lelaki itu.


Dan Rian mengenali lelaki itu, Vino Anderson, dia adalah rekan bisnisnya yang juga berasal dari kota A.


Rian pun mengigat pertemuan pertama kalinya dengan Vino di restoran mewah tempat mereka membuat kesepakatan untuk bekerja sama antar perusahaan.


Rian pun masih ingat bagaimana Vino mengagumi dan memujinya, meskipun sesama laki-laki. Namun yang lebih Rian ingat adalah perkataan Vino yang mengatakan.


"Istri anda pasti sangat mencintai anda tuan Rian, dia pasti wanita yang paling beruntung dan paling bahagia, menjadi istri anda. Dan saya juga yakin, jika Istri anda juga wanita yang sangat sempurna, sehingga anda memilihnya untuk menjadi pendamping hidup." Itulah perkataan Vino, yang memang semenjak itu sering berseliwiran dalam pikiran Rian.


Karena sesungguhnya yang terjadi adalah istrinya itu tidak beruntung, apalagi bahagia. Selama menjadi istrinya. Ayla selalu menanggung sakit hati yang selalu menyaksikan suaminya bermesraan dengan kekasih nya.


Lebih parahnya lagi, itu terjadi hampir di setiap hari saat mereka berada di kampus. Bahkan ketika libur pun Rian masih selalu menemani kekasih nya.


Tampa memikirkan perasaan Ayla, karena yang Rian tau selama ini, jika Ayla juga hanya mengagap dia sebagai sahabat saja.


Berbeda setelah Rian mengetahui nya, terkadang Rian pun merasa bersalah dan kasihan kepada Ayla.


β€ŒApalagi bila dia sedang bermesraan dengan Bela, pasti Ayla akan selalu pergi, setelah melihat nya dan Bela.


Dan Rian kembali lagi membaca komentar dari Nando sahabatnya. Yang ternyata juga sudah saling mengikuti dengan Ayla.


@Nando Hermawan. " Istirahat lah adik ku! apa bila kamu sudah lelah berjalan." kata-kata dari Nando.


Tanpa sadar Rian sudah mengepalkan tangannya, guna menahan rasa yang dia sendiri juga tidak tahu.


Tapi setelah Rian lihat kembali, tidak ada satupun Ayla membalas semua komentar yang dikirimkan oleh orang yang mengikuti nya, membuat hati Rian sedikit merasa bahagia.


Namun tidak lama setelah itu, Handphone miliknya berbunyi, dan itu adalah pesan dari Bela. Dengan malas Rian membuka dan membaca nya.


πŸ“© " Maaf sayang, hari ini aku tidak bisa! lain kali saja ya?" balas Rian menolak nya.


Ceklek...


Ayla membuka pintu dengan pelan, karna dia sudah selesai mandi dan berendam, guna menghilangkan rasa nyeri yang dia rasakan.


Rian pun langsung meletakkan handphone dan buru-buru menghampiri Ayla.


"Kamu sudah selesai? kenapa tidak memanggil ku!" seru Rian sudah berdiri di hadapan Ayla.


"Heem, aku sudah selesai dan aku ini bukan orang lumpuh Ri, sekarang sudah mendingan. Aku bisa berjalan sendiri." ucap Ayla berjalan pelan melewati Rian.


"Diam dan duduk saja di ranjang, biar aku siapkan pakaian mu." ujar Rian yang sudah berjalan ke lemari pakaian milik Ayla.


Melihat nya, Ayla pun tidak jadi melanjutkan niatnya yang ingin mengambil sendiri. Dan Ayla menurut saja duduk di pinggiran ranjang.


"Apa kamu yang menganti sepray ini?"


tanya Ayla penasaran, karna sepray nya sudah berganti warna.


"Iya, siapa lagi jika bukan aku! kitakan hanya tinggal berdua." ucap Rian sambil memberikan baju untuk Ayla.


"Ini baju nya, apa perlu aku membantu kamu memakainya?"


"Eh.., tidak, tidak usah, biar aku pakai sendiri, dan terimakasih!" ucap Ayla menerima baju ganti nya.


Triiiiiiing... Triiiiiiing...


Suara handphone milik Rian berbunyi, dan mereka berdua sama-sama menoleh kearah meja tempat handphone Rian berada.


"Siapa? kenapa kamu tidak mengangkat nya!" tanya Ayla, karna Rian malah mengambil handuk di tangan Ayla. Karna Ayla sudah menganti bajunya di depan Rian, meskipun Ayla masih malu-malu.


"Entahlah, mungki Bela." jawab Rian yang sudah bisa menebak.


Mendengar nama Bela yang menelpon Rian, Ayla tidak bicara lagi.


lalu Ayla langsung berjalan dengan pelan dan duduk di depan meja riasnya.


Namun Bela tidak menyerah, dan kembali lagi menghubungi Rian.


Mau tidak maupun Rian menggangakat nya.


πŸ“² Rian : "Iya Bel, ada apa?" tanya Rian tanpa embel-embel kata sayang seperti biasanya.


πŸ“² Bela : "Sayang tadi malam kamu kemana? kenapa ketika aku kembali dari toilet kamu sudah tidak ada!"


Lalu Rian tidak langsung menjawab, dan malah melirik kearah Ayla lebih dulu.


πŸ“² Rian : "Tadi malam aku dihubungi papa dan disuruh pulang." Dusta Rian yang tidak memberitahu Bela apa yang terjadi padanya tadi malam.


Dan entah apa lagi yang dikatakan Bela diseberang sana, sehingga tak banyak bicara, Rian sudah mematikan sambungan telepon mereka.


"Apa kamu sudah selesai? jika sudah ayo kita makan." ajak Rian.


Ayla pun tidak menjawab, dan hanya berjalan mendekati Rian. Lalu duduk disampingnya nya.


Dan mereka akhirnya makan siang berdua saja didalam kamar.


"Nanti aku akan pergi membelikan obat untuk mu dan menemui Aldi ya! karena aku sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa orang yang Ingin menjebak ku." ucap Rian yang sudah menghabiskan makanan dipiring nya.


BERSAMBUNG....