
πΏπΏπΏπΏπΏ
...Buat para raeder ku tersayang, mohon maaf ya karena sudah telat uup nya. Dan Terimakasih sudah mau mengikuti cerita receh emak sampai sejauh ini.ππ...
.
.
Menyadari Ayla membalas ciumannya, meskipun masih amatiran.
Rian pun semakin memperdalam ciuman mereka.
Rian melakukan nya seperti mana seorang suami yang memperlakukan wanita yang dicintainya. Bukan seperti hewan buas, meskipun Rian dalam pengaruh obat perangsang.
Lalu Rian pun sengaja memberikan sentuh- sentuhan, agar Ayla tidak merasa takut atas perlakuannya. Rian tidak mau jika Ayla melakukannya hanya karena kasihan kepada nya, ataupun karena terpaksa.
Meskipun Rian tidak mencintai Ayla, setidaknya Rian ingin memberikan kesan yang tidak bisa Ayla lupakan, disaat malam pertama mereka.
Walaupun malam pertama mereka sudah lewat setengah tahun yang lalu.
Didalam hatinya, Rian benar-benar merasa bersyukur, karena dia adalah orang pertama yang merasakan manisnya bibir Ayla. Sebab tak pandai nya Ayla berciuman, membuktikan jika istri nya itu belum pernah dijamah oleh siapapun.
Ternyata Rian benar-benar lelaki yang paling beruntung mendapatkan istri seperti Ayla. Di jaman seperti sekarang, masih ada wanita yang bisa menjaga kehormatannya, sunguh sangat langka.
Didalam kegiatan yang mereka lakukan, Rian tak pernah henti-hentinya memuji sang istri di dalam hatinya.
Namun sayangnya cinta Rian sudah berlabuh pada wanita lain, ada rasa tak tega Rian mengambil kehormatan Ayla malam ini.
Karena dia sungguh menyanyagi Ayla, jadi Rian juga memikirkan masa depan Ayla kelak, karena bukan hanya setatus nya saja yang janda, namun Ayla memang menjadi janda sebenarnya.
Sebab perceraian mereka sudah ditentukan, meskipun Rian berkata ingin memberikan Ayla kesempatan. Selama sisa waktu pernikahan, tapi semua itu hanya bualan Rian saja.
Karena sesungguhnya Rian dan Bela sudah memesan cincin tunangan. yang akan berlangsung setelah wisuda mereka nanti.
Rian sadar, jika Ayla dibandingkan dengan Bela. Maka Bela bukanlah apa-apa. Dari segi apapun, Ayla adalah pemenang nya.
Namun tidak hati Rian, Karena jika hati Rian, maka Bela lah yang menjadi pemenang nya.
Rian tau jika dia sangat menyayangi Ayla, tapi hanya sebagai seorang sahabat tidak lebih, oleh karena itulah. Malam ini Rian merasa bahagia, karena di adalah orang pertama yang mengambil kehormatan istrinya sendiri.
Tapi juga merasa terluka, karena dia sudah menghancurkan masa depan istri yang dia anggap sebagai sahabatnya.
Namun Rian benar-benar tidak bisa menahan hasratnya bila tidak segera disalurkan.
Jadi Rian tidak memiliki pilihan yang lain. Selain tetap melakukan nya dengan Ayla, sebab tidak ada yang salah dalam hal ini, karena Ayla memang istri sah nya.
Tapi yang salah adalah diri Rian sendiri, yang akan menceraikan Ayla, dalam beberapa bulan kedepan. Tapi malam ini dia malah mengambil kehormatan gadis itu.
"Aaahh." satu desahn pun keluar dari mulut Ayla.
Karena Rian sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, yang sebetulnya sudah harus dia berikan sedari dulu.
Namun semua yang seharusnya menjadi hak Ayla, yang biasanya disebut nafkah batin. Malah Rian berikan kepada kekasihnya Bela.
Tapi disaat seperti sekarang, barulah Rian memberikan nya kepada Ayla. Entah ini peruntungan bagi Ayla atau sebuah nasib nya yang malang. Nasib hidupnya yang tidak mendapatkan cinta dari suaminya.
Hanya untuk mendapatkan hak nafkah batin saja, karena ada yang menjebak Rian. Jika tidak, mungkin sampai pernikahan mereka berakhir, maka Rian tidak akan pernah memberikan nya kepada Ayla.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga dini hari. Namun Rian belum juga selesai melakukan tugasnya. Sebab pengaruh obat yang dia minum membuat dia tidak merasa lelah.
Meskipun rasanya Ayla sudah tidak berdaya lagi, tapi Ayla tetap melayani Rian. Sampai epek obat yang diminumnya benar-benar hilang.
Meskipun harapannya sangat kecil, tapi Ayla tetap harus optimis. Ayla hanya berpikir, mungkin saja ini cara Tuhan untuk membantu nya, mempertahankan pernikahan mereka berdua.
Setelah setengah jam kemudian, barulah terdengar Rian mengerang panjang. Pertanda jika dia sudah selesai dengan kegiatannya yang entah untuk keberapa kalinya.
Dan Rian pun langsung baring disebelah Ayla yang sudah benar-benar terkulai lemas dengan napas sama-sama tidak beraturan.
Lalu Rian langsung menarik Ayla kedalam pelukannya, dan mencium pucuk kepala Ayla berulangkali, seraya berucap.
"Terimakasih sayang! maaf kan aku." ucapnya, namun Ayla sudah tidak mendengar nya lagi. Karena Ayla sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi nya.
Entah sadar atau tidak, tanpa sadar Rian sudah memanggil Ayla dengan sebutan sayang.
Yang tahu jawabannya adalah Rian sendiri.
Melihat Ayla sudah tertidur dengan pulas, Rian melepaskan pelukannya dengan perlahan. Dan Rian berlalu turun dari ranjang, karena Rian ingin membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia kembali tidur.
Di dalam kamar mandi, Rian berdiri di bawah shower untuk membersihkan dirinya, Rian membersihkan adik kecilnya dengan perlahan. Karena di sana masih tersisa bercak-bercak darah punya Ayla.
Sambil berdiri di bawah guyuran air shower, Rian malah teringat perkataan sang papa beberapa malam lalu.
"Baiklah jika itu keputusan mu, papa harap kamu tidak akan menyesal dengan keputusan mu. Dan kamu jangan pernah menyentuh Ayla, apalagi membuatnya hamil." itulah perkataan papa nya di malam terakhir mereka bertemu di kediaman keluarga Erlangga.
"Apa yang harus aku lakukan, apa aku membujuk Ayla saja, agar dia tidak menceritakan kejadian ini pada mama. Tapi pasti Ayla akan terluka jika aku memintanya melakukan itu." prustasi Rian langsung menyambar handuk yang masih ada didalam kamar mandi.
Karena handuk yang dia pakai tadi, entah dilempar nya ke mana.
Ceklek...
Rian membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, karena takut membuat Ayla terbangun.
Rian berjalan ke lemari pakaian ganti dan langsung memakai nya disana, karena di dalam kamar Ayla sudah tertidur. Jadi Rian berganti dikamar bukan keruang ganti.
Setelah mengeringkan rambutnya, Rian kembali menaiki ranjang dan duduk sambil menatap Ayla.
"Apa yang harus aku lakukan Ay? aku benar-benar tidak bisa mencintaimu. maaf, maaf kan aku harus berbohong yang akan memberikan mu kesempatan untuk membuat ku jatuh cinta." bisik Rian pelan takut Ayla terbangun.
Lalu Rian ikut baring disisi Ayla, dan kembali mendekap tubuh Ayla yang terbungkus oleh selimut.
Cuuup..!
Sebuah kecupan kembali Rian berikan di kening Ayla.
"Maaf kan aku! jika kamu sudah mengetahui kebenaran nya nanti. Kamu berhak untuk membenci ku."
Lalu Rian ikut tertidur juga, karena sekarang sudah hampir pagi.
.
.
.
.
.
.
Mohon maafππ karena author nih masih polos banget, gak paham bikin untuk malam pertama. Jadinya gak haruedang dech!!! π€