
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Merasa dirinya sudah lebih baik. Ayla keluar dari dalam mobilnya, dan bergegas masuk kedalam gedung tempat dia menimba ilmu beberapa bulan lagi.
Dalam perjalanan masuk menuju kelasnya, siapapun mereka, siswa ataupun siswi, semuanya pasti akan menyapa Ayla. Yang sudah terkenal di universitas Erlangga, dengan keramahan dan kebaikannya.
"Ayla." sapa seorang murid perempuan yang berjalan kearahnya.
"Iya, apa ada yang bisa aku bantu?" jawab Ayla yang kembali bertanya.
"Tidak, aku hanya disuruh seseorang memberikan ini untuk mu."
"Siapa? dan ini apa?" tanya Ayla menerima sebuah kotak dari siswi itu.
"Siapa dan apa ini, akupun tidak tau. Hanya dia bilang tadi, berikan saja padamu, katanya jika kamu sudah membuka nya, maka kamu akan tau sendiri." ucap siswi itu yang juga tidak tau.
Ayla pun akhirnya menerima nya, karena tidak mau memberatkan gadis itu.
"Terimakasih, kalau tidak ada lagi, aku duluan ya!" pamit Ayla duluan berjalan meninggalkan gadis itu.
Setibanya di dalam kelas, Ayla langsung duduk di bangkunya. Yang juga disana sudah ada Riri dan Amel.
"Eh Ay, kamu sudah datang! hampir saja kamu telat." sapa Riri lebih dulu.
"Iya, tadi aku ke Apotik dulu, soalnya aku ngerasa kurang enak badan." jawab Ayla sambil menaruh kotak yang dia bawa di atas meja.
"Ini apa Ay? apa buat seseorang?" tanya Amel yang mengangkat kotak tersebut.
"Bukan buat seseorang, tapi itu dari seseorang." Ayla membenarkan pertanyaan Amel.
Ketika Amel ingin kembali bertanya, dosen yang mengajar pun sudah masuk. Dan mereka lebih memilih untuk melanjutkan belajar.
Sampai pada akhirnya pelajaran pertama selesai, dosen yang mengajar mereka juga sudah keluar. Tidak lama setelah nya, handphone milik Ayla berdering. Ada sebuah pesan yang masuk.
Ayla buru-buru melihatnya, karna Ayla pikir, yang mengirimkan pesan itu adalah Rian. Namun dugaannya salah. Karena yang mengirimkan pesan itu, adalah Vino Anderson sahabatnya.
💌 Vino : "Siang cantik! sudah kamu buka, apa belum nih kotak nya? sory ya, tadi aku buru-buru, jadi aku titipkan kepada salah satu siswi disana. Jangan lupa untuk dimakan ya! Aku sudah susah payah membuatnya sendiri." pesan yang dikirim oleh Vino.
Ayla pun tersenyum, karena Vino pasti mengirimkan makanan kesukaannya. Entah ini kebetulan atau apa, Ayla juga tidak tau. Yang jelas, dari tadi malam. Ayla memang menginginkan makan masakan dari sahabatnya itu.
Tapi tidak mungkin Ayla yang meminta Vino membuat kan untuknya. Apa lagi sekarang Ayla sudah menikah.
💌 Ayla : "Siang juga! terimakasih ya.! kenapa tidak menunggu ku lebih dulu? kamu kejam sekali."🙄 balas Ayla memberikan emoji diakhir kalimat perkataannya.
💌 Vino : " Maaf Princess sayang! tadi aku tidak bisa lama-lama. Karna aku ada pertemuan dengan rekan bisnis ku. Apa kamu suka dengan masakan nya, apa sudah kamu makan!"
💌 Ayla : "kotak nya saja belum aku buka, tadi aku belajar dulu. Tapi thanks ya Vin! pasti aku suka ko', karna dari tadi malam, aku memang sangat ingin memakan Hamburger buatan mu." ucap Ayla dengan tulus.
💌 Vino : " Hei...! apa ini, terimakasih buat apa? kita ini sahabat kan, jadi jangan berterimakasih lagi. Jika kamu masih mau, segera hubungi aku ya! hari ini aku akan kembali ke kota A. Tapi minggu depan, aku akan datang lagi untuk merayakan ulang tahun mu."
💌 Ayla : " Vino, terimakasih kamu masih ingat hari ulang tahun ku. Aku saja tidak mengigat ulang tahun ku sendiri. Baiklah, aku akan menunggu kedatangan mu minggu depan. Sekali lagi terimakasih sobat terbaik ku.😘 Peluk jauh ya."
Ayla yang sudah menyimpan kembali handphone kedalam tas nya. Karena jika tidak begitu, maka dia bisa-bisa tidak akan makan siang. Saking asyiknya berbalas pesan dengan sahabatnya itu.
"Seru banget nih kayaknya, sampe senyum-senyum sendiri. Pasti dari orang yang mengirim kotaknya ya?" tanya Riri yang ikut tersenyum kearah Ayla.
"Iya, dia sahabat ku dari kota A. Kebetulan sekali dia datang ke kota ini dan sengaja membuatkan ku makanan." jawab Ayla jujur.
"Wah ternyata dari pengemar mu ya, kalau begitu ayo kita ke kantin saja Ay, Ri..,Ayla bisa makan nya di sana bareng kita biar seru." ajak Amel sudah berdiri lebih dulu.
Dan Ayla maupun Riri, juga setuju dengan ajakan Amel. Akhirnya mereka semua pergi kekantin bersama-sama, sambil Ayla membawa kotak yang berada di tangan nya.
Setibanya di kantin, mereka langsung duduk di meja yang hanya tinggal satu meja itu saja yang belum terisi.
Karena di jam makan siang, memang semua anak-anak dari berbagai jurusan juga hampir berkumpul jadi satu disana. Begitupun dengan Ayla dan kedua sahabatnya.
"Kalian duduk saja, biar aku yang pesan makanan dan minuman buat kalian berdua." suruh Riri seperti biasanya.
"Ri, punyaku minuman saja ya. Karna aku ingin makan makanan yang dikirim Vino ini." tunjuk Ayla kepada kotak yang berisi makanan di tangannya.
Mendengar suara Ayla, Rian langsung nenoleh ke arah belakang nya. Apalagi mendengar nama yang di sebutkan Ayla barusan. Vino Anderson, nama yang sudah mengangu Rian dalam minggu ini.
Ternyata benar, jika Ayla memang berada di belakang meja yang sedang di duduki oleh Ayla dan kedua sahabatnya.
Sedangkan Rian, masih menunggu kedatangan Bela yang tadi berpamitan ingin ke toilet sebentar.
"Oh iya, aku hampir lupa Ay, jika kamu sudah punya makanan sepesial dari sahabat kamu." canda Riri yang sambil berlalu pergi memesan makan dan minuman untuk mereka.
"Sayang, maaf aku lama." ucap Bela duduk di sisi Rian lagi.
"Heeem, aku sudah kenyang Bel. Jika kamu masih mau makan, maka lanjutkan saja. Aku akan kembali kekelas dulu." Rian langsung pergi tanpa bisa di cegah oleh Bela.
Sehingga Bela pun terpaksa mengikuti Rian. Tapi sebelum pergi, Bela melirik kearah meja yang di tempati oleh Ayla.
Di taman belakang. Ya disinilah Rian sekarang. Rian berbohong kepada Bela jika dia ingin kembali ke kelasnya. Namun Rian tidak tau jika Bela mengikuti Rian setelah dia membayar makan dan minuman yang sudah mereka pesan tadi.
Rian memilih taman ini, karena disini sepi. Jarang sekali ada anak-anak yang datang kemari. Kecuali mereka yang galau.
"Rian, kamu kenapa malah kemari? sebetulnya ada apa antara kamu dan Ayla?" tanya Bela tersulut emosi, karna Rian sudah berbohong kepadanya.
Rian langsung menoleh kearah Bela berdiri. Yang dia sendiri tidak tau, semenjak kapan Bela ada di dekatnya.
"Apa maksut kamu antara aku dan Ayla! kenapa kamu bawa-bawa dia." Rian yang masih mencoba berkilah.
"Rian, hanya orang bodoh yang tidak bisa melihat, jika kamu suka padanya. Kamu suka sama Ayla kan? ayo jawab jujur Ri?" jerit Bela sambil menangis histeris.
Karena memang sudah dari awal, Ayla pindah ke universitas Erlangga. Rian selalu memperhatikan nya secara diam-diam.
Dan hari ini, bukanlah yang pertama nya terjadi, sebelum-sebelumnya juga Rian sering bersikap seperti itu. Hanya saja Rian yang tidak sadar, dengan perubahan sikapnya sendiri.
"Bela, apa maksut kamu berbicara seperti itu. Aku hanya mencintai kamu! kamu percayakan? hanya kamu yang aku cintai." seru Rian mencoba menenangkan Bela.
"Tapi sikap kamu berubah Ri semenjak dia datang di kampus kita. Minggu lalu pun, kamu malah menyuruhku mengalah. Karna gaun yang aku suka sudah dibayar oleh nya. Apa kamu bisa jelaskan! ayo jelaskan kepada ku?" Bela yang malah memukul dada Rian dengan kedua tangannya.
"Bel..,Bela! tenang dulu! aku akan jujur sama kamu. Tapi please kamu dengerin aku dulu ya! aku gak ada perasaan apa-apa sama Ayla. Aku hanya cintanya sama kamu." Rian yang berusaha untuk menyakinkan kekasihnya.
"Terus apa? cepat jelaskan. Jangan membuatku mencelakai nya Ri, apa yang mau kamu jelaskan?"
"Bela, maaf. Aku sudah tidak jujur padamu sebelumnya. Tapi percayalah, aku tidak mengatakan nya, karna aku tidak mau menyakiti wanita yang aku cintai." ucap Rian sebelum melanjutkan lagi.
"Sebetulnya, aku dan Ayla sudah menikah, beberapa bulan yang lalu. Tapi percayalah, aku dan Ayla sudah sepakat untuk berpisah setelah satu tahun pernikahan kami. Kami berdua di jodohkan oleh kedua orang tua kami. Jadi ini bukan salah nya." Rian yang sudah mendekap Bela dengan erat, agar gadis itu tidak berontak ataupun melakukan sesuatu.
Karna Rian tau, jika Bela sangat mencintai dia. Sudah pasti kekasihnya itu sangat sook mendengar pengakuan Rian yang mengejutkan ini.
"Kamu tega mengkhianati aku Ri...! jika memang kamu hanya mencintai aku, kenapa kamu menerima nya." tangis Bela yang masih menangis dalam pelukan Rian.
"Maaf kan aku sayang! tapi percayalah, aku hanya mencintai mu! kami akan bercerai beberapa bulan lagi. Aku akan melamar mu sehabis kita wisuda nanti. Jadi, berhentilah menangis, aku mohon!" pinta Rian yang sudah mendarat ciumannya di dahi Bela.
Lalu Rian melepaskan pelukannya dengan perlahan, dan menatap mata Bela dengan penuh keyakinan.
"Dengarkan aku! aku dan Ayla akan berpisah beberapa bulan lagi. Jadi bersabarlah, sampai waktunya tiba. Karna aku juga sudah mengatakan semuanya kepada Papa ku. Dan Papa sudah mengizinkan kita menikah."
Mendengar nya, Bela langsung menoleh kearah Rian. Untuk membenarkan ucapanya.
"Kamu tidak berbohong kan? kamu hanya mencintai aku kan!" Bela yang sudah kembali menangis.
"Iya, aku tidak berbohong kepadamu. Tapi tolong, beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah kami dulu ya. Soalnya, aku juga tidak bisa mengabaikan Ayla. Karna dia tetap lah istriku." ucap Rian yang mengatakan itu semua, tapi hatinya juga merasa terluka.
Entah perasaan apa, Rian juga tidak tau. Dan akhirnya mendengar jika orang tua Rian sudah menyetujui mereka untuk menikah. Bela akhirnya luluh juga.
"Baiklah aku memaafkan mu. Tapi berjanjilah, pas aku ulang tahun nanti, kamu akan memberiku hadiah yang spesial." pinta nya yang sudah memberikan Rian ciuman.
Lagian, mana mungkin Bela akan mundur begitu saja. Apalagi ini, Rian ternyata masih mencintainya, tentu saja Bela akan memaafkan Rian.
"Tentu saja sayang, apapun akan aku berikan untuk mu! kamu akan ulang tahun minggu depan kan. Mari kita rayakan bersama." ucap Rian yang kembali memeluk Bela.
"Kamu masih ingat hari ulang tahun ku sayang! aku bahagia sekali. Ternyata kehadirannya, tetap tidak membuatku bergeser dari hatimu." seru Bela tersenyum bangga.
.
.
.
.
.
.
...Maaf ya, di gantung lagi 🤗...
...pada gak sabar kan, menunggu hari dimana Ayla yang sudah mulai menjaga jarak dengan Rian.!...
^^^makanya jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya.😃^^^