Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Merasakan sakit sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


...Mohon maaf ya, sebelum nya. Untuk para raeder, ataupun bagi para sahabat author semuanya. Jika tidak mau membaca karya saya, mohon jangan memberikan Boom like. Terutama sesama author. Jangan salahkan saya, bila saya akan membalas Boom like, bertubi-tubi lagi, pada karya Anda....


...Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™...


.


.


.


.


.Setelah kejadian di taman tadi siang, mereka kembali lagi mengikuti pelajaran selanjutnya. Sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.


Rian berusaha menyakinkan Bela, jika dia hanya mencintai Bela, bukan Ayla. Meskipun di dalam hati kecilnya sendiri juga merasa ragu.


Sedangkan Bela, memaafkan Rian begitu saja. Asalkan diacara ulang tahun nya nanti, Rian memberikan kado yang spesial untuknya. Karna memang itulah Bela, bagi nya, cinta itu nomor dua.


Asalkan laki-laki yang dicintai, juga masih mencintainya, apalagi uang nya juga masih lancar. Maka itu semua tidak masalah bagi nya.


Namun di balik itu semua, tidak ada yang tau, apa rencana Bela yang sebenarnya. Karna yang mengetahui rencana Bela, hanyalah author nya saja.


Begitu pula lah dengan Rian, tidak ada yang tahu juga, bila hatinya sudah berpaling kepada istrinya sendiri. Sebab, penyesalan akan selalu ada dibelakang, karena bila penyesalan itu ada di depan. Maka namanya bukanlah penyesalan, tapi pendaftaran.


Karena Rian menjalin hubungan dengan Bela sudah lama, jadi Rian mengira, jika cintanya tidak akan pernah berpaling kepada wanita yang selalu menunggu kepulangannya meskipun tengah malam.


Wanita yang selalu mengurus keperluan nya, dari makan pakaian dan yang lainnya lagi. Wanita yang sebentar lagi akan menyandang status janda karna dirinya.


****************


Di kantor perusahaan Erlangga group. Setelah pulang dari kampus, maka Rian akan seperti biasanya, akan pergi keperusahaan lebih dulu. Sebelum pulang kerumah yang dia tempati bersama Ayla, yang sudah hampir satu tahun belakangan ini mereka tempati.


"Aldi, apa saham di perusahaan Barclay sudah kamu bayar? apakah tuan Anton tau, jika perusahaan kita, telah membeli saham di perusahaan nya." tanya Rian yang terlihat jika dia dalam keadaan kurang baik.


"Sudah, tuan muda tidak perlu khawatir. Karena semuanya sudah dibereskan oleh orang-orang kita." jawab Aldi apa adanya. Namun tidak dengan kebenaran, siapa yang sudah memberikan Rian obat perangsang pada malam itu.


Semuanya, adalah perintah dari tuan besar Heri Erlangga sendiri. Agar putranya tidak tau, jika itu adalah ulah dari Sanjaya. Orang tua dari Arabela Sanjaya.


"Apa tuan muda sakit? sepertinya anda kurang sehat tuan!" seru Aldi merasa khawatir.


"Sepertinya iya, aku sedikit tidak enak badan. Mungkin karena sudah beberapa malam ini, kita selalu lembur." ujar Rian yang memang merasa tidak baik-baik saja.


"Jika begitu, tuan muda pulang saja, jangan terlalu dipaksakan. Biar saya memberitahu kepada klayen kita nanti. Jika tuan muda sedang sakit."


Setelah berpikir, Rian pun menyetujuinya, karena dia memang butuh ketenangan sekarang. Bukannya malah menghadapi tumpukan dokumen yang sudah menumpuk di meja kerjanya.


"Jika begitu, kamu lanjutkan saja semuanya sendiri, karna aku akan pulang untuk istirahat. Dan tolong, kamu periksa yang aku kirim ke imel mu tadi, jangan sampai ada yang terlewatkan." Rian mengambil kunci mobil dan jas kantor nya. Dan langsung keluar dari kantornya.


Di dalam perjalanan pulang, pikiran Rian hanya dipenuhi oleh perkataanya sendiri. Perkataannya kepada Bela tadi siang. Yang mengatakan, jika dia benar-benar tidak mencintai Ayla dan akan menceraikan Ayla beberapa bulan lagi.


Jika mengingat perkataan nya sendiri, membuat dada Rian merasakan sesak. Karena dia akan bertambah menyakiti hati Ayla.


Wanita yang tanpa sadar, sangat dia sayangi. Walaupun menurut Rian. semuanya itu hanyalah, rasa sayang sebagai seorang sahabat saja.


Lalu Rian buru-buru keluar untuk cepat bertemu dengan Ayla. Namun ketika dia baru keluar dari mobilnya.


Terlihat, jika Ayla sedang menyiram tanaman bunganya, yang berada di sebelah rumah mereka. Ayla seperti larut dalam dunianya sendiri. Sehingga dia tidak sadar, dengan kedatangan mobil Rian.


Ayla selalu menikmati apapun pekerjaan yang sedang dia lakukan. Jika orang lain yang melihat Ayla sedang bekerja. Maka mereka tidak tau, jika gadis itu adalah putri satu-satunya dari keluarga Ridwan.


Yang kekayaannya, bila di hitung, hampir sama dengan kekayaan keluarga Erlangga.


Melihat hal itu, membuat Rian merasa semakin terluka. Bagaimana tidak, hanya menghitung bulan saja, rumah yang sudah mereka tempati sekarang, akan di tingal pergi oleh pemiliknya.


Begitu pula, dengan tanaman-tanaman bunga yang sudah Ayla rawat. Semuanya akan ditingalkan oleh Ayla. Dan semua itu, adalah kesalahan Rian sendiri.


Yang tidak bisa memberikan cintanya, untuk istrinya sendiri. Bahkan belum juga mereka bercerai, nyatanya Rian sudah memesan cicin berlian untuk melamar kekasihnya.


Sedangkan Ayla, jika sudah menjadi janda, entah bagaimana nasib nya kelak. Rian juga tidak tau, karna yang Rian tau, jika Ayla bukanlah seorang gadis lagi, sebab Rian sendiri lah yang sudah mengambil mahkota istrinya itu.


"Ayla..!" panggil Rian dari arah belakang.


Mendengar ada yang memanggilnya, Ayla pun langsung melihat ke arah suara yang memang sudah dikenalnya.


Begitu Ayla berbalik, tanpa aba-aba lagi, Rian langsung memeluk Ayla dan memberikan ciuman berulangkali di kepalanya. Karena merasa bersalah dan berdosa, sebab sudah menyakiti istrinya lagi. Meskipun, Rian tidak punya niat untuk itu, seperti tuduhan para raeder terhadapnya.


"Ayla maaf kan aku! Maaf, karena aku tidak bisa membahagiakan mu!" hanya itulah kata-kata yang bisa Rian ucapkan.


"Kamu kenapa? apa ada masalah di perusahaan!" Ayla yang ikut bingung dengan perkataan Rian.


"Tidak ada, hanya aku merasa bersalah kepadamu. Karena tidak bisa membuat mu, hidup bahagia bersama ku." ungkap Rian jujur seperti yang dia rasakan di dalam hatinya.


"Kamu tidak perlu meminta maaf seperti ini, semua orang, pernah melakukan salah. Jadi, tingal kita berniat untuk memperbaiki nya atau tidak! sudah, ayo masuk, istirahat lah dulu. Aku akan memasak untuk makan malam kita."


Ucap Ayla, sambil melepaskan pelukan dari Rian. Karena Ayla merasa sesak dibuat nya.


"Kamu tidak perlu memasak, bukan kah, tadi pagi kamu mengajakku jalan-jalan disekitar kompleks. Bagaimana jika kita sekalian mencari makan malam." ajak Rian yang sudah merangkul Ayla sambil berjalan masuk kerumah mereka.


Ayla pun langsung ikut Rian masuk juga, karna pekerjaan nya. Memang sudah beres. Begitu juga dengan hari yang memang sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.


.


.


.


.


.


Terimakasih ya sudah selalu hadir, meskipun cerita emak author jauh dari kata layak.


Mohon untuk selalu memberikan dukungannya.πŸ™


like


komen


vote


kopi ataupun bunga. semuanya author terimaπŸ€—