Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Malam terakhir.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


"Apa...? jadi kamu sekarang tengah mengandung Nak!" tangis Bunda Mirna akhirnya pecah sambil memeluk putrinya dengan erat.


Setelah tadi hanya mendengarkan Ayla menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi pada rumah tangganya.


"Kenapa kamu nakal sekali tidak memberitahu kami, kenapa kamu menanggung semuanya sendiri sayang! apa kamu tahu, jika terjadi sesuatu padamu, Bunda tidak akan bisa memaafkan diri Bunda sendiri. Karna sudah membiarkan kamu menanggung beban seberat ini sendiri." seru Bunda Mirna yang masih memeluk Ayla.


Tidak berbeda jauh dari Bunda Mirna. Mama Sonya pun juga merasakan hal yang sama. Ternyata menantu yang sudah dianggap sebagai putrinya itu, hampir saja meregang nyawa karna kelalaian putranya.


Malu, itulah yang dirasakan mama Sonya. Karna dia telah gagal mendidik anaknya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.


Sampai-sampai Rian sudah tidak pulang kerumah lagi selama kurang lebih hampir dua bulan. Padahal Ayla sekarang tengah mengandung anaknya.


Jika saja Nando tidak datang waktu itu, entah apa yang akan terjadi pada Ayla dan kedua calon cucunya.


Dia tidak tau jika pernikahan anaknya ternyata sudah diambang perceraian. Yang mereka kira selama ini baik-baik saja.


Karna Ayla selalu mengunjungi orang tuanya sendiri dan kedua mertuanya secara bergantian, sebab bila mereka menanyakan kenapa tidak menginap atau kenapa datangnya hanya sendiri.


Ayla selalu mengatakan alasan yang sama. "Rian sibuk diperusahaan, jika Ayla datang bersamanya. Rian tidak bisa istirahat. Apalagi di kampus sekarang waktunya sangat padat."


Itulah alasan Ayla kenapa dia datang sendiri. Karna yang mengetahui Rian sibuk atau tidak nya di perusahaan, hanya tuan Heri saja.


Meskipun Bunda Mirna sempat curiga, Karna sewaktu Ayla ulang tahun. Rian juga tidak datang, dengan alasan yang sama.


"Ayla maafkan mama Nak, mama tidak tau jika selama ini, putra mama memperlakukan kamu seperti ini. Jika mama tau, pasti mama tidak akan membiarkan semua ini terjadi." kata mama Sonya merasa bersalah, yang ikut memeluk Ayla sambil menangis.


Setelah Bunda Marni yang memeluk Ayla, sebelumnya tadi.


"Tidak, kalian tidak bersalah ma! mungkin memang ini sudah menjadi takdir Ayla." jawab Ayla membalas pelukan mertuanya itu.


"Aku benar-benar kecewa, Her..! karna keegoisan kita, putriku harus menderita!" Ayah Ridwan menghela nafas panjang dengan penuh sesal.


Menandakan betapa beliau menyesal sudah menjodohkan putrinya. Seharusnya dia sebagai ayah, memahami seperti apa putrinya, mana mungkin Ayla akan menolak perjodohan yang mereka buat.


Tadi sebelum membuat pertemuan dua keluarga ini. Tuan Heri memang sudah lebih dulu menjelaskan duduk permasalahan nya kepada sahabat sekaligus besanya itu.


Maafkan kami Rid, Mirna..! karna kami sebagai orang tua, telah gagal mendidik anak kami menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Meskipun kata maaf dari kami, tidak akan merubah keadaan." ucap tuan Heri sebelum kembali lagi berkata.


"Tapi kami Mohon, biarkan kami yang akan membawa Ayla pergi dari sini, biar Ayla pergi kesalah satu Villa milik keluarga Erlangga. Disana tidak akan ada yang akan menemukan nya, termasuk Rian sendiri. Setidaknya, sampai kedua cucu-cucu kita lahir. Dan kapanpun kalian bisa melihatnya. Disana keselamatan Ayla terjamin, karna tempat itu sudah aku tempatkan tiem Dokter terbaik dan pengamanan khusus, semuanya sudah aku persiapkan." Tuan Heri yang kembali memohon agar dia yang merawat Ayla.


"Tapi keluarga kami masih bisa memberikan yang terbaik untuk Ayla dan kedua anaknya. Putri kami, biar kami sendiri yang akan merawat nya." selak Bunda Mirna langsung, karna jauh didalam lubuk hatinya sangat sakit melihat putrinya yang diabaikan oleh Rian begitu saja.


Padahal keluarga mereka, tidak akan pernah kekurangan kasih sayang, maupun harta untuk putri satu-satunya itu.


"Bunda...! apa yang dikatakan oleh Heri benar, biarkan mereka yang membawa Ayla untuk sementara ini. Percayalah, Ayla akan baik-baik saja berada disana." Ayah Ridwan angkat bicara, agar sang istri, bisa mengendalikan emosinya.


Walaupun dia juga merasakan hal serupa, Ayah mana yang tidak akan sakit hati bila putrinya disakiti seperti sekarang.


"Tapi Yah!"


"Bunda..! Ayah benar! Ayla juga tidak masalah tinggal di Villa milik Papa untuk sementara." Ayla mencoba menyakinkan Bunda nya.


Karna Ayla tidak tega melihat ibu mertuanya. Yang malah menyalahkan dirinya sendiri, atas kelakuan putranya.


"Bunda tenang saja, bukanya kalian masih bisa mengunjungi Ayla disana. Ayla hanya ingin ketenangan Bun, Ayla tidak mau jika hubungan diantara kalian semua malah menjadi renggang nantinya. Ayla butuh Bunda dan Mama untuk membantu Ayla." lirih nya mengengam tangan Bunda Mirna.


Mendengar ucapan Ayla, akhirnya hati Bunda Mirna menjadi luluh Dan mengizinkan jika Ayla dibawa oleh besanya.


"Jika semuanya sudah setuju, kapan kamu akan berangkat nya Nak? karna kamu kesana akan mengunakan Jeet pribadi kita. Agar tidak ada yang bisa melacak keberadaan mu.' tanya tuan Heri lagi.


"Besok siang Pa. Setelah acaranya selesai, karna Ayla sudah berjanji akan membantu mereka sampai selesai." jawab Ayla penuh keyakinan.


Jika dia sudah memantapkan hatinya, untuk pergi meninggalkan kota yang sudah membuat dia jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dan yang menghancurkan cintanya juga.


"Tapi kak Nando akan ikut mengantar Ayla." seru Ayla lagi.


"Tidak masalah Nak, Biar kamu ada temanya juga dalam perjalanan nanti. Karna kami semua belum bisa ikut mengantar mu besok." yang dijawab oleh Ayah Ridwan.


"Kalau semuanya sudah selesai, Ayla akan pulang duluan. Karna Ayla akan membereskan barang yang akan Ayla bawa." izin Ayla kepada orang tua dan kedua mertuanya.


Setelah berpamitan, Ayla langsung pulang duluan yang di antar oleh Pak Ilham, sopir kepercayaan keluarga nya.


Hanya dua puluh menit, mobil yang menganta nya pulang. Sudah tiba di depan rumah minimalis tapi mewah miliknya nya dan Rian.


"Terimakasih ya Pak..! Bapak hati-hati dijalanya." ucap Ayla tersenyum ramah.


"Iya Non, tidak perlu terimakasih. Karna ini memang pekerjaan bapak. Non Ayla masuklah, bapak pulang kerumah tuan besar dulu." Pak Ilham yang mulai menjalankan mobilnya, setelah melihat Ayla masuk kedalam rumah.


Dilantai atas, tempat kamar Ayla berada.


Ceklek......


Ayla membuka pintu dengan helaan nafas panjang. Lalu setelah menutup pintunya kembali. Ayla berjalan masuk dan duduk dipinggir ranjang tempat tidur dia dan Rian dulu, ketika pertama kali dia menginjakkan kaki di rumah ini.


Tapi semenjak dua bulan ini, hanya ditempati oleh dirinya sendiri. Karna Rian lebih memilih tinggal di Apartemen miliki nya.


"Rian, apa kamu tahu..! jika malam ini adalah malam terakhirku tidur disini. Besok kami akan pergi, kami tidak akan kembali lagi kerumah ini. Dan semoga kamu bahagia dengan wanita yang kamu cintai. Aku tidak bisa tinggal dirumah ini. Karna semakin aku membencimu, maka akan semakin besar pula rasa rinduku padamu. Aku tidak mau karna kebodohan ku, malah akan menyakiti anak-anak kita." Ayla berkata dengan air mata yang sudah membasahi pipi cantik nya.


BERSAMBUNG......🤧


.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗


Like.


Vote.


Komen yang tidak membuat mak author down.


Dan hadiahnya 😍😍😍


Terimakasih 🙏😘😘😘