Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Rahasia besar Rian.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Selama Sari berada dalam kamar mandi Nando menyibukkan dirinya untuk melihat tutorial malam pertama. Aneh memang untuk ukuran lelaki yang seumuran dengannya walaupun sudah berumur dua puluh empat tahun. Tapi Nando memang tidak mengetahui cara untuk melakukan malam pertama karena selama ini dia hanya menjalin kasih dengan Almarhum Nesa kekasihnya dan terakhir adalah Sari yang menjadi istrinya.


Meskipun Nando dan kedua sahabatnya sering mendatangi klub malam tapi mereka datang ke sana hanya untuk bersenang-senang bukan buat menyalurkan hasrat mereka.


Selain itu Nando juga tidak suka minum-minuman yang beralkohol kecuali Rian dan Andre. kalau kedua sahabatnya itu memang sering meminum minuman yang bisa membuat seseorang hilang kendali.


Tapi tetap saja jika berhubungan dengan perempuan mereka belum pernah melakukan hal lebih dari sekedar ciuman. Saat Nando masih membaca serius tulisan yang ada di layar teleponnya. Satu buah pesan masuk yang dikirim oleh Andre.


💌 Andre : "Nan Lo udah buka segel apa belum nih?" tanya Andre yang cekikikan di seberang sana. Pemuda itu sengaja memang ingin menjahili sahabatnya. Tadinya Andre akan mengajak Rian tapi orangnya entah sedang apa karena sudah berulangkali Andre meneleponnya tidak diangkat-angkat.


💌 Nando : "Mau apa?" balas Nando singkat. Meskipun dia sudah memiliki pirasat buruk saat Andre bertanya. Namum, bila dia tidak membalas pesan itu sudah bisa di pastikan besok pagi Nando akan menjadi bahan bulian kedua sahabatnya.


💌 Andre : "Buset biasa aja balas nya! Gue hanya ingin memberitahukan sebuah rahasia besar yang Rian ceritain ke gue waktu itu."


💌 Nando : "Emang Rian punya rahasia apalagi? Apa itu masalah perempuan? Apa masalah keluarnya?" Nando langsung memborong pertanyaan setelah mendengar berita Rian yang memiliki rahasia besar.


💌 Andre : "Aaaiis bukan, bukan masalah keduanya. Tapi ini penting banget buat masa depan Lo, sama Sari." kata Andre semakin cekikikan karena sudah berhasil mengerjai Nando.


💌 Nando : "Iya lalu rahasia apa? Ndre Lo jangan macam-macam ya buat ngerjain gue," Nando yang tahu sipat Andre mulai waspada.


💌 Andre : "Lo jangan suuzon dulu. Ini rahasia penting banget buat masa depan kalian, Lo bagaimana sih bukanya baikin gue, tapi malah ngancam."


💌 Nando : " Andre Pranata!" seru Nando mulai kesal.


💌 Andre : "Iya, iya gue bilang sekarang. Sebelum itu gue mau bertanya dulu tapi harus di jawab dengan jujur ya," balas Andre yang sudah tau kalau sahabatnya itu sudah kesal. Nando tidak akan menyebut nama kepanjangannya apabila tidak sedang marah.


💌 Nando : "Hem!" hanya itu balasan pesan dari Nando pertanda dia setuju.


💌 Andre : "Baiklah karena Lo sudah setuju sekarang kita mulai saja sesi tanya jawab nya. Lo beneran mau punya anak kembar seperti Arsya dan Salsa?"


💌 Nando : "Memangnya kenapa? Ya maulah! Orang di kasih Arsya apa Salsa aja gue mau, apalagi anak sendiri. Mau banget." baik Nando ataupun Sari keduanya memang sangat menyayangi Arsya dan Salsa apalagi Nando, pria itu memang sangat menyukai anak-anak.


💌 Andre : "Nah itu dia jawaban yang gue tunggu. Kalau kalian mau memiliki anak kembar maka tidak boleh melakukan hubungan suami istri kurang dari waktu empat jam. Kalau bisa kalian harus melakukannya sampai pagi. Agar tu bayi bisa di cetak dua atau tiga sekaligus." setelah mengirim pesan itu Andre tertawa seperti orang gila karena sangat yakin Nando akan melakukan tutorial yang diberitahu oleh nya.


💌 Nando : "Apa! Lo serius? Nggak lagi ngerjain gue kan?"


💌 Andre : "Astaga Nando! Lo mah suuzon mulu sama gue. Udah dulu ya gue ngantuk mau tidur." pemuda itu langsung menonaktifkan data seluler nya agar Nando tidak bertanya lagi.


"Huh dasar! Ngasih impormasi nya hampir saja telat." rutuk Nando melihat nomor ponsel Andre sudah tidak offline.


Lalu pria itu menoleh kearah kamar mandi karena bunyi airnya sudah terdengar. Tapi sang istri belum keluar juga.


Sedangkan Sari yang berada di dalam kamar mandi kebingungan setelah menyadari dia masuk kesana tidak membawa apapun termasuk handuk.


"Bagaimana ini! Aduh aku kenapa ceroboh sekali," Sari mengerutuk karena kebodohannya.


"Agh mana sangat dingin! Apa yang harus aku lakukan?" berjalan bolak-balik seperti setrikaan sambil mengigit kuku jari tangannya. "Sari! Ayo berpikirlah!" ucapannya pada diri sendiri.


Tok...


Tok ...


Tok...


"Aku... aku tidak bisa keluar!" jawab gadis itu ragu-ragu.


"Hah! Kenapa tidak bisa keluar? Apa kunci pintunya rusak?" Nando sudah siap siang ingin mendobrak pintu itu.


"Eh, bukan, bukan. Pintunya bagus hanya saja aku lupa membawa handuk," teriak Sari dari dalam sana.


"Oh aku kira pintunya yang rusak. Kalau begitu tunggu aku ambilkan." Pria itu tersenyum mengetahui istrinya tidak keluar dari tadi gara-gara lupa membawa handuk.


Tidak lama setelah itu Nando kembali lagi untuk memberikan handuknya. "Buka pintunya ini aku sudah membawa handuk mu." titah lelaki itu kembali mengetok pintu.


"Aku malu!"


"Tidak usah dibuka semua! Ayo cepat buka pintunya nanti kamu masuk angin." Mau tidak mau karena tak punya pilihan akhirnya Sari pun membuka pintunya sedikit dan hanya tangannya saja yang terulur keluar. "Mana tolong letakan di tanganku,"


"Ini ganti cepat! Aku akan kembali ke sofa." kata Nando memberikan handuknya lalu setelah itu kembali lagi ke sofa.


Buru-buru Sari menarik handuk itu masuk dan menutup pintunya lagi setelahnya dia melilitkan handuk itu pada tubuhnya yang polos.


Ceklek...


Melihat kiri-kanan sebelum keluar dengan jantung kembali berdebar kencang. Malu, gugup. Takut sang suami melihat dia yang tidak memakai pakaian yang hanya di lilitkan handuk sebatas pahanya saja.


Sedangkan Nando yang melihat dari sofa betapa mulusnya paha Sari hanya bisa meneguk kembali air liur nya.


Gleeek...


"kalau melihat seperti ini aku tidak butuh tutorial karena pasti akan mengalir dengan sendirinya." Gumam pria itu berusaha menahan si tongkat Naga agar tidak keluar sebelum berperang.


"Sayang kamu kenapa?" suara Sari menyadarkan Nando dari dunia pantasi persi dia sendiri.


"Agh kamu sudah selesai! Aku... aku mau mandi. Iya, aku mau mandi." jawab Nando tidak sadar kalau Sari sudah selesai mengenakan pakaiannya. Malam ini gadis itu memakai baju tidur panjang bermotif bunga-bunga. Bukan pemakai Lingerie seperti yang seharusnya dipakai oleh pengantin baru.


"Ya mandilah biar aku siapkan pakaian gantinya." kata Sari tidak tau kalau suaminya sedang salah tingkah.


Hanya lima belas menit Nando sudah keluar dengan tampilan yang bisa membuat siapa saja terpana melihatnya. Bagaimana tidak, tubuh putihnya hanya di lilit handuk sebatas pinggang. Terpampang jelas dada bidang nan putih mulus dan enam kota roti sobek nya. Di tambah dengan air yang menetes dari rambutnya yang basah.


"Sayang!" Nando tiba-tiba mencium kening Sari yang sedang duduk di depan meja rias.


"Kamu lagi mikirin apa sampai tidak sadar aku memanggil mu?" tadi begitu keluar dari kamar mandi Nando memang sudah memanggil istrinya.


"Tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya bingung setelah ini kita akan tinggal di mana," ungkap Sari karena mereka berdua belum pernah membahas hal itu sebelumnya.


"Soal itu tidak usah kamu pikirkan. Aku sudah memberitahu mama dan papa mu kalau kita akan tinggal di kota B karena hampir sembilan puluh persen Restoran ku ada di sini. Aku juga sudah mempersiapkan rumah baru kita." Nando yang belum memakai pakaian malah berjongkok di depan Sari dan mengengam tangannya.


Sari ini bila sedang berbicara serius memang seperti itu. Dia tidak sadar kalau Nando bertelanjang dada di depan matanya. Tapi kalau sudah sadar barulah dia menjerit.


"Benarkah! Wah kamu curang tidak memberitahu ku." jawabannya dengan tersenyum bahagia. Memang itulah impian gadis itu bisa hidup bersama suami dan anaknya di rumah mereka sendiri. Seperti Rian dan Ayla sahabatnya.


"Benar buat apa aku berbohong. Maaf ya tadinya aku ingin memberi kejutan. Cuma melihat mu bingung aku tidak tega menyembunyikan nya." ucap Nando mengelus pipi sang istri yang semakin tersenyum bahagia melihatnya. Senyuman itulah yang sudah membuat Nando jatuh cinta.


"Kamu tahu rumah baru kita tidak jauh dari kediaman Rian dan Ayla. Aku sengaja membeli rumah di daerah sana agar bisa kapanpun bermain bersama Arsya dan Salsa." kata Nando kaget karena tiba-tiba saja.


Bruuuuk.....🤔