
🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
"Apa maksudmu Nit? kamu tidak lagi bercanda kan?" tanya Rian memengang kedua pundak Anita. Untuk menyakinkan pendengarannya tadi.
"Aku tidak sedang bercanda Ri. Bukannya Ayla memang sedang hamil anak kalian. Jangan bilang jika kamu belum mengetahuinya sampai sekarang Rian. Suami seperti apa dirimu yang tidak mengetahui jika istrinya sedang hamil." Anita melihat kearah Rian dengan sorot mata tajam.
"Kamu memang benar, sampai sekarang aku tidak tau jika Ayla sedang hamil. Ayla pergi meninggalkan rumah sudah dua bulan lalu. Tolong ceritakan apa sebenarnya yang terjadi Nit. Aku mohon." pinta Rian menarik Anita kembali ke meja tempat dia tadi.
Sedangkan Aldi memilih menunggu Rian dimobilnya saja. Karna mereka tadi memang berangkat satu mobil.
"Anita, Aku mohon tolong ceritakan kepada ku. Bagaimana kamu bisa tahu jika Ayla sedang hamil? dan kapan kamu mengetahuinya." Rian bertanya setelah mereka sama-sama duduk.
"Huuuuh....!!" Anita menarik nafas panjang sebelum menceritakan kepada Rian. Karna Anita baru ingat bahwa Nando hari itu menceritakan jika rumah tangga Rian dan Ayla sedang tidak baik-baik saja.
"Hari itu Nando menelpon ku pagi-pagi sekali, kebetulan aku memang sedang berkunjung ke rumah sakit. Dia meminta bantuan ku untuk mempersiapkan Dokter terbaik. Karna dia membawa seorang wanita sakit yang sudah pingsan. Dan wanita itu adalah Ayla. Dia mengalami pendarahan sehingga hampir saja keguguran. Tapi setelah Ayla di pindahkan keruang rawat intensif. Aku mendapatkan telpon disuruh kembali secepatnya oleh sahabat ku. Jadi aku belum sempat menyapa Ayla untuk mengucapkan selamat atas kehamilannya." Anita menceritakan semuanya kepada Rian.
"Jadi ketika Ayla dirawat waktu itu dia tengah mengandung anak ku. Aku tidak tau jika Ayla pergi membawa anak kami Nit. Sekarang aku ingat, hari itu Nando dan Andre datang kekantor ku. Dan mereka bilang ingin membantu hubungan ku dan Ayla. Namun aku langsung mencela dan mengatakan jika aku akan menceraikan Ayla setelah satu tahun kami menikah. Dan Nando pun langsung memukulku secara membabi-buta. Hari itu juga Nando memutuskan persahabatan kami." seru Rian mengingat-ingat kejadian waktu itu.
"Tapi saat itu aku tidak sadar, jika aku sudah mencintai Ayla." ucap Rian lagi. Dan dia kembali menceritakan masalah hubungan dia dan Bela.
"Rian, entah aku harus sedih atau senang melihat penderitaan mu. Ayla pergi meninggalkan suami yang bodoh seperti dirimu adalah pilihan yang tepat. Satu hal yang harus kamu ketahui. Ayla hampir keguguran karna dia mengalami depresi berlebihan. Tentunya kamu sendiri tau kan, apa penyebabnya. Jangankan kedua calon anak kalian. Nyawa Ayla sendiri saja hampir melayang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. jika Nando tidak datang menolong mereka hari itu." Anita berkata sambil menghapus air disudut matanya.
Karna sebagai seorang wanita, dia ikut merasakan apa yang dialami oleh Ayla.
"Jadi Ayla mengandung anak kembar juga? Anita terimakasih kamu sudah menceritakan semuanya. Jika tidak, maka aku tidak akan pernah mengetahui jika Ayla sedang mengandung anakku. Aku harus bisa menemukan Ayla secepatnya. Sekali lagi ku ucapkan terimakasih." ucap Rian yang benar-benar merasa bahagia dan sedih secara bersamaan.
"Tidak perlu berterimakasih kepada ku. Kamu memang harus mengetahuinya kan, agar kamu tahu seberapa besar kesalahan dan kebodohan mu itu. Aku rasa sekarang perut Ayla pasti sudah besar. Karna kata dokter yang memeriksanya hari itu. Ayla tengah mengandung lima minggu. Kasihan sekali dia memiliki suami seperti mu Ri..!" Anita sengaja mengejek Rian dengan kata-kata pedas.
"Tidak perlu mengejekku seperti itu Nit. Aku benar-benar menyesal dengan keputusan yang sudah kubuat. Jika kita tidak bertemu hari ini. Maka aku tidak akan pernah mengetahui jika aku akan segera menjadi seorang Ayah. Sekali lagi terimakasih ya. Aku minta maaf tidak bisa mentaktir dirimu saat ini. Karna aku buru-buru. Tapi aku berjanji, jika aku sudah menemukan istri dan anakku. Aku akan mentaktir mu apa saja" kata Rian sebelum dia berpamitan pergi menyusul Aldi ke mobilnya.
Karna tujuannya sekarang adalah kerumah orang tuanya. Menanyakan apakah orang tuanya juga mengetahui jika Ayla sedang mengandung.
Braaak......
Rian menutup pintu mobil dengan keras.
"Aldi antarkan aku kerumah Papa sekarang juga. Dan katakan kepada Emi untuk membatalkan semua pertemuan sore ini." ucap Rian yang sudah memejamkan matanya di kursi belakang.
"Ayla maaf kan aku. Aku berjanji akan membahagiakan kalian. Tapi aku mohon kembalilah. Jangan buat aku bertambah gila seperti ini. Kemana lagi aku harus mencari mu dan anak kita." Rian yang berbicara sendiri.
Dua puluh menit, mereka sudah tiba di kediaman keluarga Erlangga.
Begitu mobil berhenti, Rian langsung saja turun sebelum Aldi membukakan pintu mobil untuknya.
Di dalam rumah. Rian mencari keberadaan Mama Sonya lebih dulu. Karna Papanya mungkin saja sedang tidak berada dirumah. Pikir Rian.
"Bik Mama ada dimana?" tanya Rian tidak sabar kepada seorang pelayanan.
"Nyonya ada di kamarnya Tuan muda."
Tidak menunggu lagi apa yang dikatakan oleh pelayan itu selanjutnya. Rian langsung saja ke kamar Mama nya.
Tok....Tok...
"Ma, ini Rian. Tolong izinkan Rian masuk. Rian ingin berbicara sama Mama sebentar saja."
"Masuk lah, pintunya tidak dikunci." jawab Mama Sonya dari dalam.
"Ma....! Rian minta maaf sudah membuat mama kecewa. Tolong jangan jauhi Rian seperti ini. Rian butuh Mama." Rian langsung memeluk Mama nya begitu saja.
Sedangkan mama Sonya belum membalas ucapan maupun membalas pelukan dari Putranya itu.
"Ma, Rian butuh Mama,! Sudah cukup Ayla yang pergi meninggalkan Rian. Jangan mama lagi yang menjauhi Rian seperti ini. Rian bisa gila Ma." Rian yang malah menangis sambil memeluk Mama nya.
Karna berita kehamilan Ayla yang baru saja dia dengar. Benar-benar membuatnya seakan tidak berdaya. Dengan Ayla saja Rian sudah sangat merindukannya. Apalagi ini ada anaknya juga yang belum pernah dia ketahui.
"Lalu apa kamu pikir Ayla tidak akan gila karna perbuatan mu. Mama tidak menjauhi mu. Mama hanya kecewa sama kamu, yang menjadi lelaki tidak bertanggung jawab. Mama ini juga seorang wanita Rian. Pasti sangat sulit Ayla menjalani hari-hari nya dirumah itu. Jika kamu tidak menyukainya kenapa tidak kamu kembalikan dia kepada orangtuanya." ucap Mama Sonya ikut menangis. Dan ingin melepaskan tangan Rian yang masih memeluknya.
"Ma...! Rian memang bersalah sudah menyakiti Ayla. Tapi tolong beri Rian kesempatan untuk bisa menjadi suami dan Ayah yang bertanggung jawab untuk mereka. Rian mohon Ma,! tolong kasih tau Rian dimana Papa menyembunyikan istri dan anak Rian."
"Aa.. Apa,! Dari mana kamu mengetahuinya? tanya Mama Sonya kaget.
"Rian tau dari Anita. Tadi Rian tidak sengaja bertemu dengannya di Restoran. Anita kan yang membantu Nando waktu Ayla dibawa kerumah sakit?" Rain melepaskan pelukannya dan menatap mata Mama nya penuh permohonan.
"Jadi tolong beritahu Rian ma dimana Ayla sekarang. Rian berjanji tidak akan menyakitinya lagi." seru Rian lagi.
"Mama juga tidak tau dimana papamu membawanya. Jika kamu bersungguh-sungguh ingin berubah dan membahagiakan menantu Mama. Maka kamu harus mencarinya sendiri. Buktikan jika kamu layak menjadi suaminya. Itupun jika Ayla masih mau menerima mu."
BERSAMBUNG.......
.