Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Tidak berdaya.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Di dalam perjalanan menuju tempat acara pesta ulang tahun Bela di rayakan. Ayla hanya melamun sambil mengingat-ingat perkataan Bela kemarin yang mengundangnya.


Tadinya, Ayla tidak mau datang. Karna Ayla tau, jika Bela pasti sudah menyiapkan suatu rencana untuk dirinya.


Tapi setelah di pikirkan lagi, jika dia tidak datang. Maka Bela akan merasa dia menjadi pemenang yang memenangkan Rian.


Sebab kemaren siang, Bela mengatakan kepada Ayla.


"Jika lo gak datang. Berarti lo pengecut Ayla. Berarti lo takut melihat kenyataan, jika Rian yang memperlakukan gue seperti Ratunya besok malam." ucap Bela menyombongkan dirinya.


Untuk membuktikan perasaan Rian kepadanya, Ayla pun memutuskan untuk datang. Agar dia tidak menjadi penasaran, bagaimana perasaan Rian kepadanya selama ini.


Karena Ayla yakin, jika Rian memang sudah menyukai nya, maka apapun yang akan terjadi nanti. Pastilah Rian akan membela istrinya bukan kekasihnya. Hanya itulah bekal Ayla, sehingga memutuskan untuk datang ke undangan Bela.


Namun Ayla juga tidak berani terlalu berharap akan hal itu. Mengingat bagaimana minggu lalu, dia melihat Rian dan Bela yang berciuman di parkiran kampus.


Bila mengingat hal itu, sungguh Ayla sangat merasa terluka. Istri mana yang akan tahan, bila melihat suami yang sudah dia cintai, mencium kekasihnya.


"Non Ayla, kita sudah sampai." suara dari pak Ilham menyadarkan Ayla dari lamunannya.


"Apa! kita sudah sampai? cepat sekali." Ayla yang merasa perjalanan mereka begitu cepat menurutnya.


"Iya, kita sudah sampai Non. Non Ayla sepertinya sedang kurang enak badan ya? jika begitu kita pulang saja ya Non! jangan paksakan untuk hadir, nanti Non malah jadi sakit. Jika sampai tuan besar tau, saya yang mengantar Non kemari, padahal keadaan Non kurang sehat. Maka saya yang akan dipecat sama tuan." kata pak Ilham merasa khawatir sendiri, karena dari mulai berangkat dari rumah, Ayla hanya diam melamun.


Sedangkan biasanya, Ayla akan bercerita apa saja dengan sopir ataupun para pembantu dirumah kedua orang tuanya. Sebab Ayla tidak pernah membandingkan setatus maupun drajat orang lain.


"Saya baik-baik saja pak. Bapak tidak perlu khawatir, karena di dalam juga ada suami saya."


"Oh, iya sudah kalau begitu, bapak jadi tenang jika didalam sudah ada tuan Rian. Kalau begitu bapak akan menunggu diparkiran saja ya Non. jika Non sudah mau pulang, tinggal kabari bapak saja." pamit pak Ilham setelah mengantar Ayla di depan hotel milik mertuanya itu.


Akhirnya, Ayla pun langsung masuk juga. Karna Amel dan Riri juga sudah menunggu di dalam. Sebab Ayla memang datang nya agak terlambat. Karna Ayla memilih agar tidak terlalu lama berada di tempat acara.


"Ay, kamu sudah datang! kami memang sudah menunggu mu dari tadi. Karna kami malas menemui Bela untuk mengucapkan selamat." Riri yang langsung memberikan Ayla pelukan.


"Iya aku baru datang, maaf ya! sudah membuat kalian menunggu. Jika begitu ayo kita memberikan selamat dulu kepada Bela. Tidak baik kan, kita menunda niat baik, lagian kita juga sudah datang kesini." ajak Ayla kepada kedua sahabatnya.


Dan mereka pun menyetujuinya, karna apa yang dikatakan Ayla memang benar.


Lalu mereka bertiga berjalan bersama untuk menemui Bela. Yang terlihat sedang bersama Rian dan kedua sahabatnya disana Eka dan Cici.


Deg.....


Hati Ayla bagaikan teriris sembillu, ketika melihat pemandangan di depan mata nya.


Pemandangan, Rian dan Bela yang saling merangkul. Seolah-olah sedang memperlihatkan kepada semua orang, bahwa mereka berdua adalah pasangan yang serasi.


Meskipun dengan kaki yang berat. Ayla tetap melangkah mendekati mereka.


Karna tidak mungkin dia mundur, sedangkan mereka semua sudah melihat kedatangan Ayla dan kedua sahabatnya.


Sedangkan Rian. Hanya bisa membisu dan melepaskan rangkulan tangannya dengan perlahan. Karna Rian tidak menduga, jika Ayla akan datang di ulang tahun kekasih nya.


Padahal ketika mereka membicarakan. Perihal Bela yang mengetahui pernikahan dan perceraian di antara mereka berdua.


Rian sudah meminta agar Ayla menjauhi Bela.


Karna Rian takut, jika Bela akan ikut menyakiti Ayla. Sebab sudah cukup dirinya saja yang menyakiti Ayla, meskipun Rian juga terpaksa melakukannya.


"Ya! tentu saja kami akan datang Bel. Karna tidak baik kan, menolak niat baik seseorang." jawab Ayla berusaha setenang mungkin.


Sambil memberikan kado yang mereka bawa. Dan mereka bertiga juga memberikan ucapan selamat secara bergantian.


"Oke! sekali lagi terimakasih ya! silahkan kalian nikmati acaranya. Karna gue masih mau memperkenalkan calon tunangan gue kepada para anak teman nyokap gue." ucap Bela yang dengan sengaja menekankan kata tunangan pada ucapannya.


"Ayo sayang! kita kesana dulu. Karna Papi ingin memperkenalkan kamu kepada anak rekan bisnisnya." ajak Bela tanpa menunggu jawaban dari Ayla dan kedua sahabatnya.


Rian hanya mengikuti saja, namun sebelum pergi. Rian melihat keara Ayla yang juga melihat ke arahnya dengan sorot mata terluka.


Karna baru tadi malam Ayla merasakan kebahagiaan dan penuh harapan, serta mimpi untuk pernikahan mereka.


Tapi malam ini, dia sudah terjatuh dari mimpinya itu.


"Ayla..! kenapa kamu datang kemari?" tanya Nando dan Andre bersamaan. Karna merasa kaget melihat Ayla ikut hadir. Dengan penampilan yang sangat cantik dan elegan.


Seolah-olah dia sedang baik-baik saja. Padahal mereka berdua tau, jika Ayla pasti sangat tidak baik-baik saja.


"Kak Nando sama kak Andre kenapa bertanya seperti itu kepada Ayla? Ayla kan di undang khusus oleh Bela." ucap Amel merasa aneh.


"Kak Nando, kak Andre. Kalian juga sudah datang. Kalau begitu kebetulan sekali, mari kita mencari meja yang kosong." Ayla yang lebih dulu memotong ucapan mereka.


Ketika Andre hendak menjawab pertanyaan dari Amel. Nando sudah menarik nya lebih dulu. Karna Nando takut jika Andre salah bicara.


"Sudah ayo. Ayla benar kita harus mencari tempat, jangan berdiri saja seperti ini." seru Nando berjalan menarik Andre.


Dan mereka semua akhirnya ikut Nando yang berjalan ke meja yang masih kosong lalu duduk disana.


Kebetulan juga satu meja bundar itu cukup untuk diduduki oleh enam orang.


Ayla duduk di disisi Nando, karna tadi Nando memang sudah menarik kursi untuknya duduk.


Tidak lama setelahnya, acara demi acara sudah di mulai. Dan sampai juga pada acara pemotongan kue ulang tahun Bela.


Kue potongan yang pertama, ternyata Bela berikan kepada Rian. Bukan kepada kedua orang tuanya. Lalu sebagai imbalannya, Rian memberikan ciuman di dahi Bela. Atas permintaan para tamu yang hadir.


Dan Ayla hanya bisa membuang pandangannya, agar tidak melihat pemandangan menyakinkan itu.


Sementara Nando mengengam tangan Ayla, untuk memberikan kekuatan kepada gadis yang dia cintai. Karna jangankan Ayla, Nando saja ikut merasakan sakit melihatnya.


Melihat ada kedua sahabatnya. Rian berpamitan kepada Bela untuk menemui mereka. Dan Rian langsung ikut duduk disana, tanpa menyapa terlebih dahulu.


BERSAMBUNG...........