
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Seorang pria tampan tidur dengan gelisah di atas ranjang king size nya. Mukanya juga sudah di penuhi oleh keringat. Dia seperti orang yang baru saja habis berlari mengitari lapangan. Sehingga napas nya pun ikut ngos-ngosan di serta Isak tangis nya juga.
"Nesa, Nesa...! Tolong jangan pergi! Jangan tinggalkan aku, aku membutuhkan, Mu," pangil Nando yang tadinya bermimpi Namun, dia memangil nama kekasihnya. sampai dia terbangun dari mimpi itu.
"Aa...Aa...Apa, aku sedang bermimpi? Nesa kenapa kamu datang dalam mimpi, ku! Apa sebetulnya yang ingin kamu katakan?" Nando tergagap, sebelum dia mengusap wajahnya yang di banjiri oleh keringat dan air mata.
"Aku sangat merindukan, Mu, sayang! Kenapa kamu begitu cepat meninggalkan aku?" ucap lelaki itu lirih sembari memijit pelipisnya dengan satu tangan.
"Jika kamu tidak mau kehilangan nya, maka tetap jadikan dia sebagai adik perempuan, mu."
Kata-kata yang di ucapkan Nesa di dalam mimpi nya tadi, kembali terngiang di telinganya. Suara itu bagaikan nyata.
"Bagaimana mungkin, aku menganggap Ayla hanya sebagai adik perempuan ku? Tapi apa yang Nesa katakan adalah benar! Bila aku tetap nekat menikahi Ayla, maka tidak ada yang menjamin aku bisa memiliki dia selama nya. Ayla sangat mencintai Rian, bukan tidak mungkin dia tidak memiliki perasaan untuk suaminya. Meskipun sekarang dia mengatakan ingin melupakan Rian. Aaaghkk....! Kenapa aku jadi ragu seperti ini?" Nando menarik rambutnya kebelakang, sebelum dia memilih turun, lalu masuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Setelah terbagun mendadak semua rasa kantuknya hilang seketika.
Keluar dari kamar mandi, Pria itu mengambil HP miliknya karena ingin mengabarkan pada asistennya untuk memesankan tiket penerbangan ke pulau tempat Ayla berada.
Sesudah dia mengirimkan pesan pada asisten nya, Nando membuka Instagram. Dan begitu dia membuka aplikasi itu, wajah imut Sari sudah menghiasi layar HP nya. Di poto itu terlihat Sari sedang berada di pantai dia mengenakan topi bundar yang di hiasi bunga-bunga kecil di sekeliling bundaran topi nya. Gadis bar-bar itu tersenyum manis kearah samping, sambil tangan satunya di angkat keatas.
Deg...
Deg...
Jantung Nando langsung berdebar kencang saat melihat senyuman gadis itu. Karena selama dia mengenal Sari, gadis itu memang sangat jarang tersenyum. Dia akan selalu menampilkan muka juteknya apalagi bila ada Andre bersama mereka.
"Ternyata jika sedang tersenyum seperti ini, kamu manis juga, Sar," kata Nando tanpa sadar mengelus layar HP miliknya. Sebelum dia tersadar kembali.
"Aish! Apa yang aku pikirkan? Ingat Nan, kamu harus pokus pada satu wanita." ucapannya sendiri dengan mengelengkan kepalanya. Sebab Nando sadar dengan perasaan yang dia rasakan barusan.
Sementara itu, tidak berbeda jauh dari Nando. Sari yang berada di ibu kota A tidak bisa tidur karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu sahabat nya, yaitu Ayla. Sebab sudah hampir dua bulan mereka berdua tidak bertemu dan hanya bertukar kabar melalui telepon saja.
"Kira-kira perut Ayla sudah sebesar apa ya? Aku sudah tidak sabar ingin melihat nya. Keponakan Tante yang cantik, atau yang ganteng. Besok Tante akan datang menemui kalian." ujar Sari mengigit ujung guling yang dia peluk.
"Aaaaaaa! Aku senang sekali, akhirnya aku punya waktu untuk berkunjung lagi ke sana." Gadis bar-bar itu semakin berteriak. Untung saja di lantai atas hanya ada kamar dia sendiri. Karena kamar orang tua dan adiknya berada di lantai bawah. Jika tidak, mereka pasti akan kaget mendengar jeritan Sari di tengah malam seperti saat ini.
Sebetulnya tadi tepatnya pukul setengah delapan malam, Sari ini sudah tidur, Namun dari jam dua belas, dia kembali terbangun setelah merasa ingin buang air kecil. Jadilah dia tidak bisa tidur lagi sampai sekarang. Lama berkeliaran dengan pikirannya, Sari pun akhirnya kembali tertidur setelah setengah jam kemudian.
Begitu juga dengan Nando yang berada di lain ibu kota. Saking lamanya dia melihat akun Instagram milik Sari, matanya sampai terpejam dengan sendirinya.
***********
Pagi pun tiba.
Gadis cantik yang kerap di sapa Sari itu sudah dalam perjalanan menuju ke bandara kota A. Dia akan berangkat pada penerbangan pertama, yaitu tepatnya pukul delapan pagi. Karena dia ingin jam sepuluh, sudah tiba di Villa tempat sahabat nya berada.
Begitu tiba di bandara gadis cantik itu langsung check iin lebih dulu, meskipun masih ada waktu beberapa menit lagi.
Satu jam lebih, pesawat itu barulah lepas landas lagi di pulau tempat tujuan mereka. Lalu gadis yang memiliki tubuh tinggi semampai itu pun turun untuk kembali menaiki mobil menuju ke tempat Ayla. Kali ini Sari memang tidak bilang pada siapapun kecuali ke pada Tuan Heri sendiri, karena bila tidak memberi tahu beliu, bagaimana mungkin Sari bisa masuk ke wilayah Villa.
Braaak.....
Bunyi koper yang beradu, karena si empunya mengalami tabrakan. Soalnya kedua pemilik koper itu sama-sama tidak pokus melihat jalan, melainkan mereka pokus pada HP di tangan masing-masing. Dan untung saja HP itu tidak ikut terjatuh ke lantai.
"Agh... Maaf, maaf! saya tidak sengaja!" Keduanya meminta maaf secara bersamaan sebelum mereka kembali saling tunjuk-menunjuk satu sama lain.
"Kamu!" ucap nya kembali bersama lagi.
"Hm, ii... Iya, ini aa.. Aku!" kata Nando tiba-tiba menjadi gugup hal yang tidak pernah terjadi padanya selama ini.
"Aaah, maaf kak, aku tidak sengaja! Tadi aku terlalu pokus pada ponsel ku, jadi tidak memperhatikan jalan," ucap Sari merasa tidak enak setelah melihat koper pakaian mereka sudah terbaring di atas lantai.
"It's okay! Kakak juga minta maaf pada, mu. Tadi kakak pun sama tidak memperhatikan jalan." Nando yang sudah kembali bisa menguasai deguban jantungnya secara tiba-tiba, setelah mengetahui jika orang yang di tabrak nya adalah Sari. Wanita yang tadi malam sempat membuat seseorang Nando Hermawan berselancar di dunia maya melihat akun Instagram gadis itu. Yang tanpa sengaja dia lakukan.
"Heeem! Maaf kalo boleh tau kakak mau kemana? Jika aku tidak salah menebak kakak ingin mengunjungi Ayla juga, ya?" Sari bertanya setelah mereka sama-sama sudah mengambil koper mereka yang tergeletak di lantai.
"Iya, kamu benar! Lalu kamu sendiri mau kemana? Apa ingin mengunjungi Ayla juga?" meskipun sudah tau jawabannya Nando pun ikut bertanya juga.
"Hm, kakak benar! Aku memang ingin mengunjungi Ayla. Karena sudah mau hampir dua bulan aku tidak bisa menjenguknya." Sari sedikit tersenyum saat mengatakan nya, karena dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sahabatnya itu.
Asik mengobrol dan bertukar cerita, mereka berdua sampai tidak sadar saat sama-sama menaiki mobil anak buah Nando yang memang sudah menunggu kedatangan nya. Sebab mereka memang sudah beberapa kali pergi berdua saja. Al hasil mereka kira saat ini pun sedang pergi berdua lagi.
BERSAMBUNG.....😪
.
.
.
.
.
Yuk jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya.
Like.
Vote.
Vaforit.
Komen.
Dan hadiah lain, bunga maupun kopinya.🤧
Terimakasih.🙏🙏🙏😘