
🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
Setelah menemui Mama Sonya. Rian meminta Aldi mengantar dia pulang kerumahnya dan Ayla.
Karna dalam keadaan seperti sekarang. Rian sudah tidak akan bisa pokus lagi menyelesaikan pekerjaannya.
Karna semenjak ditingal oleh Ayla. Rian memang sering tidak pokus dalam mengerjakan apapun itu. Dan akhirnya memilih pulang.
Namun satu hal yang membuat Rian lega. Setidaknya hari ini dia sudah mendapatkan maaf dari sang Mama. Meskipun Mama Sonya hanya memaafkan dirinya saja. Dan tidak mau menunjukkan tempat keberada Ayla.
Bagi Rian tidak masalah, karna dia akan berusaha sendiri. Untuk membuktikan pada semua orang. Jika dia memang ingin memperjuangkan keluarga kecilnya.
Hanya dua puluh lima menit. Mobil yang dikendarai oleh Aldi, sudah tiba di rumahnya.
Setelah mengucapkan terimakasih. Rian langsung keluar dari mobil. Entah mengapa dia hanya ingin buru-buru kembali kerumah ini. Sebab hanya dirumah inilah, ada kenangannya bersama Ayla.
Melihat jam masih menunjukkan Pukul empat sore. Rian meletakkan jas kerjanya diatas sofa yang ada di ruang keluarga. Tempat dulu Ayla sering menunggunya pulang.
Lalu Rian langsung berjalan kearah gudang kecil yang berada di sebelah kamar mandi di dapur. Tiba disana Rian mengambil satu persatu bingkai foto pernikahan mereka.
Sore ini. Rian mengantung kembali Poto-potonya bersama Ayla. Dan menganti dengan lukisan yang dipasang oleh Susi atas perintah Ayla sendiri.
Maafkan aku...! yang sudah menyakiti mu selama dirimu tinggal dirumah ini. Aku tidak pernah membahagiakan mu selama tinggal bersama ku. Malah aku selalu memberikan mu luka. Tapi dirimu masih bisa bertahan hampir tujuh bulan. Sedangkan aku, baru dua bulan kamu tinggalkan. Tapi rasanya dunia ku telah hancur Ay. Apalagi sampai saat ini aku baru tau jika dirimu pergi bersama anak kita. Kamu ingin balas dendam padaku kan!" Rian berbicara dengan Poto Ayla ketika hendak memasang nya di ruang keluarga.
Meskipun rasanya Rian ingin menangis dan berteriak kepada mak author. Dan mengatakan jika dia sudah tidak sanggup lagi. Namun Rian paksakan untuk menempelkan kembali semua bingkai potonya.
Sesudah menganti semuanya, Rian baru kembali ke kamar yang berada di lantai atas.
Ceklek...
Rian membuka pintu kamar dengan lebar. Lalu dia berjalan kedalam dan merebahkan dirinya di atas sofa. Karna merasa sangat lelah dan malas untuk membersihkan dirinya lebih dulu.
"Ternyata penyakit aneh yang aku rasakan selama ini karna Ayla sedang mengandung anakku." ucap Rian tersenyum getir.
Karna meskipun dia belum bisa menemukan Ayla. Setidaknya berita kehamilan Ayla benar-benar membuatnya merasa bahagia.
Tapi Rian juga merasa kecewa kepada dirinya sendiri. Saat istri dan anaknya sedang membutuhkan dirinya. Dia malah tidak ada disamping mereka.
"Ayla aku benar-benar tidak menyangka, jika percintaan kita malam itu menghadirkan dua malaikat kecil di antara kita. Meskipun malam itu terjadi karena perbuatan Sanjaya. Tapi aku benar-benar bersyukur karna obat itu. Aku bisa memiliki anak dengan mu. Maaf kan aku sudah membuat kalian menderita." seru Rian lagi dan karna terlalu larut dalam pikirannya sendiri. Rian pun akhirnya tertidur disana.
Sedangkan Aldi, setelah mengantar Rian tadi. Dia kembali lagi ke perusahaan. Karna Rian yang mendadak membatalkan semua pertemuan yang sudah diatur oleh nya dan Emi.
Jadilah begitu banyak juga pekerjaan yang akan Aldi susun ulang.
******
Sementara itu, di Villa tempat Ayla berada. Ayla sedang mengadakan makan malam bersama Nando. Tadi siang, setelah selesai wisuda. Nando langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk pergi mengunjungi Ayla.
Karna sibuk dengan pekerjaannya beberapa minggu ini. Nando tidak dapat mengunjungi Ayla.
"Ayo makanlah yang banyak, satu piring itu untuk kalian bertiga kan." Nando kembali lagi menambahkan sayuran dan daging kepiring milik Ayla.
"Tapi semenjak pindah kesini, mereka tidak pernah rewel seperti biasanya. Sekarang aku bisa memakan makanan apa saja." ucap Ayla mengelus perutnya yang sudah membesar.
Karna dia mengandung anak kembar, jadi kehamilan Ayla lebih besar dari kehamilan ibu-ibu lainya. Hanya saja di kehamilannya yang baru menginjak lima bulan ini. Ayla sudah susah ketika ingin berdiri ataupun berjalan-jalan disekitar Villa.
"Wah bagus sekali, berarti mereka tahu bagaimana keadaan Mama nya." sahut Nando ikut merasa bahagia.
"O'ya Ay, selamat ya..! Meskipun kamu hanya mengikuti ujian online. Tapi kamu masih bisa mendapatkan juara satu." seru Nando lagi.
"Terimakasih kak, dan terimakasih juga untuk hadiah yang kakak bawa tadi. Iya kebetulan sekali aku bisa mengikuti ujiannya. Hanya aku tidak bisa ikut merayakan wisudanya saja. Aku juga tidak menyangka bisa mendapatkan nilai terbaik dengan keadaan ku sekarang."
"Heeeeeem..! Tapi Rian juga tidak mengikuti wisuda Ay." Nando melihat kearah Ayla yang langsung menghentikan sendok ditangannya.
"Kenapa,? bukannya dia seharusnya juga ikut wisuda?"
"Entahlah, kakak dengar dari Andre sih karna dirimu tidak ikut wisuda. Jadi Rian memutuskan tidak ikut wisuda juga. Hubungan dia dan Bela juga sudah berakhir dihari kepergian kita kesini. Apa kamu sudah mengetahuinya?" tanya Nando.
Ayla hanya menggelengkan kepalanya. Karna kedua orang tua maupun mertuanya, setiap kali berkunjung memang tidak pernah ada yang membahas hubungan Rian dan Bela.
"Bukankah seharusnya mereka akan mengadakan pertunangan setelah kita lulus. Berarti sekarang kan? Pangacara ku juga bilang, jika Rian tidak menerima gugatan yang sudah aku kirim. Entah apa maunya, aku juga tidak mengerti. Bukankah dulu itu permintaannya. Namun kenapa sekarang malah menahan ku seperti ini." Ayla berkata lirih. Dan kembali lagi melanjutkan makannya.
Sebab untuk mendengar nama Rian saja, rasanya dia sudah malas. Karna pasti luka yang pernah Rian berikan akan terbuka lagi.
Nando yang mengerti pun tidak berbicara lagi. Dan hanya menyuruh Ayla menghabiskan makanannya.
Beberapa saat kemudian. Setelah menghabiskan makanan mereka masing-masing. Ayla dan Nando pergi ketaman yang berada di samping Villa.
Karna masih jam setengah delapan malam. Jadi Ayla ingin berjalan-jalan dulu sebelum kembali ke kamarnya.
Tiba di taman, mereka berdua memilih tempat duduk yang berada di bawah sinar lampu. Dengan pemandangan bintang-bintang diatas langit yang terlihat sangat cerah.
"Apa kamu sering berjalan-jalan kesini Apabila malam hari seperti ini?" suara Nando mengalihkan pandangan Ayla yang sedang melihat keatas langit.
"Kadang,! tapi kapan aku bosan saja. Apabila aku tidak bisa tidur. Aku akan berjalan-jalan di temani oleh salah satu pelayan disini. Sampai aku merasa letih dan mengantuk saja." Ayla berkata sambil kembali lagi melihat keatas menatap bintang-bintang yang bertaburan.
"Para bintang itu juga banyak yang hanya sendiri. Tapi mereka menjalinnya biasa-biasa saja. Apalagi aku malahan lebih beruntung dari bintang-bintang yang sendiri itu. Karna aku tidak sendiri, aku memiliki mereka berdua."
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
...Buat yang tidak sabar ingin ceritanya cepat selesai. Mohon maaf ya, cerita author memang seperti ini adanya. Jadi tolong, jangan komen sesuka kalian. Karna komentar itu, malah mebuat author down untuk menulis lagi....
...Jika tidak suka, cukup baca saja. Karna kami sebagai author butuh semangat juga untuk menulis ceritanya....
^^^Ini cerita novel. Tentu saja akan berlanjut seperti ini. Karna kami bukan sedang menulis puisi yang sengaja dipercepat dan dibikin sesingkat mungkin. Tapi orang sudah tau maksud nya.^^^
Buat semua dukungannya, Mak author ucapkan terimakasih.🙏🙏🙏🙏🙏😘😘😘