Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Tidur bersama lagi.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Anak kita nanti, laki-laki atau perempuan semua ya, sayang? Apa kamu sudah mengetahui jenis kelaminnya?" Rian bertanya penuh semangat. Karna dia sudah tidak sabar menanti hari kalahiran anak-anaknya.


"Entahlah, kata Dokter Tia, waktu terakhir kali aku di periksa dan di USG. Yang satunya laki-laki, tapi yang setunya tidak mau memperlihatkan jenis kelaminnya, setiap aku memeriksa kandungan ku, dia selalu sembunyi seperti itu" kata Ayla ikut meletakan tangannya di atas tangan Rian yang sedang mengelus perutnya.


"Benarkah, ada laki-lakinya juga? tapi apapun jenis kelamin mereka, aku sudah tidak sabar ingin mengendong nya!" Rian semakin mendekap tubuh Ayla. Dan dapat dia rasakan aroma sampo yang Ayla pekai tadi.


"Tentu saja kita harus menerima apapun jenis kelamin mereka nanti. Mereka semua kan tetap anak kita sayang!" Ayla melepaskan tangan Rian meskipun sempat Rian menahannya lagi.


Lalu dia berjalan untuk mengambil piring buah yang sudah dia siapkan tadi.


"Ini, sambil makan buahnya! jika terlalu lama di biarkan, nanti tidak enak lagi." ucap Ayla menyodorkan garpu yang sudah di tancapkan satu potong buah Apel kepada Rian.


Tentu saja dengan semangat empat Lima, Rian langsung menerima dan membuka mulutnya. Kapan lagi coba, dia bisa di suapi oleh orang yang sangat dia cintai.


"Kesinikan sendoknya, biar aku saja yang pegang. Biar aku bisa menyuapi kamu juga. Kamu yang harus lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. Karna anak kita lebih membutuhkan banyak vitamin. Agar mereka tumbuh dengan baik." Rian sudah mengambil alih sendoknya. Dan sekarang bergantian dia yang akan menyuapi Ayla.


"Ayo buka mulut mu! kenapa kamu malah tersenyum seperti itu. Mau aku bertambah sakit memangnya." kata Rian yang serius saat mengucapkan kata Bertambah sakit.


"Kenapa bisa bertambah sakit? aku tersenyum, karna aku tidak menyangka jika kamu sudah bisa menjadi seorang Ayah." Ayla berkata masih sambil tertawa.


"Apa maksudnya aku sudah bisa menjadi seorang Ayah! dari awal juga aku sudah siap. Bukanya perut mu, bisa besar seperti ini karna aku! bahkan aku bisa di juluki super hebat. Karna sekali bikin saja langsung jadi, malahan jadi dua! Apalagi jika aku sering melakukannya. Bisa-bisa kamu hamil anak Lima." ucap Rian membanggakan hasil kerja satu malam nya.


"Kamu apaan sih, anak dua saja aku sudah susah berjalan. Apalagi jika lima sekaligus." ucap Ayla tertawa. Karna sekarang dia benar-benar merasa bahagia, bisa bersatu kembali dengan Rian. Apalagi sekarang Rian juga membalas cintanya.


"Tapi kamu belum menjawab, kenapa kamu bisa sakit lagi hanya melihat ku tersenyum?" tanya Ayla kembali. Karna tadi Rian belum menjawabnya.


"Kamu ingin tahu, kenapa!" ucap Rian singkat.


Ayla langsung saja mengangguk cepat. Karna sudah sangat penasaran.


"Itu karna gula ku menjadi naik, dan senyummu itu penyebabnya. Lalu jika gula di tubuhku tinggi, maka luka bekas operasi ini tidak akan sembuh. Kamu paham kan, jadi mulai saat ini, kamu jangan tersenyum di depan laki-laki lain lagi. Cukup tersenyum di depan ku saja! agar yang sakit nya hanya aku sendiri." ujar Rian menyuapkan potongan buah yang terakhir.


"Sudah habis?" tanya Ayla tersenyum malu. Karna asik mengobrol, masalah si kembar dan mendengarkan rayuan Rian. Dia sampai lupa, jika buah itu dimakan oleh dirinya sendiri.


"Tapi kamu harus tidur di ranjang pasien sayang. Biarkan aku tidur yang di ranjang itu." seru Ayla hendak mencegah Rian.


"Tapi aku ingin tidur bersama mu! jadi lebih baik aku yang pindah kesana. Ayo tolong bantu aku untuk pindah." Rian yang tetap pada pendiriannya.


Dan akhirnya Rian pindah keranjang yang biasa. Karna dia ingin tidur bersama Ayla.


Setelah membantu Rian berbaring di ranjang itu. Ayla pamit ke kamar mandi untuk menganti baju tidur panjang. Agar dia tidak masuk angin.


Sedangkan Rian sibuk mengirim pesan pada Aldi. Agar Aldi ikut pengawal berjaga di depan pintu masuk. Dilarang masuk, jika Rian belum memberikan perintah.


"Kamu sedang mengirim pesan untuk siapa malam-malam begini?" tanya Ayla yang sudah kembali dari menganti baju dan menyikat giginya.


"Ini, aku sedang membalas pesan dari Aldi. Katanya dia ingin berjaga di depan, ikut para pengawal yang di utus oleh Papa. Kesinilah, ini sudah larut malam! ibu hamil harus banyak istirahat kan." Rian mengulurkan tangannya agar Ayla berbaring di dekatnya.


Ayla yang memang sudah merasa mengantuk dan letih pun, langsung saja naik keatas ranjang, lalu dia baring di atas tangan Rian. Seperti apa yang Rian suruh.


"Sayang terimakasih sudah mau kembali bersama ku lagi. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan berusaha untuk membahagiakan kalian bertiga, akan aku pertaruhkan nyawa ku, untuk melindungi mu dan anak kita." ucap Rian mencium kepala Ayla yang berada dalam pelukannya.


"Bila kamu sudah tidak kuat menyangga kepala ku, bangunkan aku dengan cepat ya! Aku takut bila kita tidur seperti ini sampai pagi. Akan menyakiti kamu dan luka di dadamu." imbuh Ayla yang semakin nyaman baring dalam pelukan Rian.


"Tenang saja, jika aku merasa sakit, maka aku akan memindahkan kepalamu ke atas bantal ini." jawab Rian yang juga merasa sangat nyaman bisa memeluk istri dan kedua anak sekaligus.


Sampai-sampai dia merasa jika di tubuhnya tidak terdapat luka sama sekali. Karna sudah dikalahkan oleh rasa bahagia nya.


Hanya hitungan menit saja, sudah terdengar napas Ayla yang mulia beraturan, karna dia sudah tertidur dengan tenang. Namun berbeda dengan Rian, pikiran masih di penuhi oleh penyesalan.


"Kamu sudah tidur ya! pantas saja sudah tidak ada suara lagi." Rian tersenyum melihat Ayla yang sudah tidur dengan nyenyak.


"Selamat tidur istri ku sayang! Aku sangat mencintaimu dan kedua anak kita. Maafkan aku yang terlambat menyadari perasaan ku padamu. Namun aku berjanji pada diriku sendiri, akan aku jadikan kamu satu-satunya bidadari di dalam hati ku." ucap Rian sebelum dia ikut tertidur.


Semenjak dia pergi meninggalkan Ayla dulu. Baru malam inilah Rian bisa tertidur dengan nyenyak. Karna biasanya dia tidak pernah bisa tidur meskipun matanya sangat mengantuk.


Mungkin karna dia sudah terbiasa selama kurang lebih enam bulan, hidup satu atap bersama Ayla. Meskipun mereka dulu tidak saling mencintai. Namun mereka tetap berinteraksi seperti pasangan suami istri lainnya. Yang berbeda hanya mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Dan Rian masih memiliki kekasih, meskipun dia sudah menjadi seorang suami.


Selebihnya mereka jalani seperti pernikahan pada umumnya.


BERSAMBUNG.....😘