Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Aku mencintai nya.


🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Dua hari sudah, Rian masih terus mencari Ayla. Hampir setiap hari Rian mendatangi rumah mertuanya. Berharap Ayla akan kembali kesana.


Namun sayangnya, Ayla tidak kunjung kembali juga. Sedangkan Aldi, bukan hanya sibuk membantu mencari Ayla saja. Tapi juga sibuk dengan urusan perusahaan.


Karna Rian masih sibuk mencari istrinya. Rian benar-benar sudah seperti orang prustasi, jangankan mengurus penampilan nya. Bahkan makan saja Rian sampai lupa.


Hari ini, Rian berencana ingin menemui Bela untuk menyelesaikan masalah diantara mereka. Karna semakin lama dia menyelesaikan masalah dia dan Bela. Rian semakin merasa bersalah kepada Ayla.


Tuuuuut.... Tuuuut... Rian yang kembali menghubungi Bela.


📲 Rian : "Bela apa kamu sudah datang? Aku sekarang sudah ada dijalan, dan sebentar lagi aku akan sampai." Rian yang menelpon Bela sambil membawa mobilnya.


📲 Bela : "Aku sudah tiba dari lima menit yang lalu! Sayang, sebetulnya ada apa? Kamu membuat ku penasaran!" jawab Bela dari tempat yang sudah mereka janjikan sebelumnya.


Namun Rian bukannya menjawab, tapi malah langsung mematikan telponya begitu saja. Dan menambah kecepatan mobilnya agar cepat menyelesaikan semua.


Karna sore ini. Rian berencana akan terbang ke kota A untuk mencari Ayla dirumah kakek dan nenek nya. Bagi Rian sekarang tidak ada yang lebih penting selain istrinya.


Setelah memarkirkan mobilnya, Rian langsung saja masuk ke ruang VIP karna Bela sudah menunggu disana.


"Sayang, Kamu sudah datang? Aku merindukanmu!" Sambut Bela ingin memeluk Rian.


Tapi Rian langsung menghindar dan dia malah memilih duduk tanpa memperdulikan raut kecewa Bela.


"Rian kamu kenapa sih? Aku gak suka kamu kayak gini." tanya Bela menampilkan wajah tidak suka.


Taaak....


Rian melemparkan sebuah Amplop tebal, diatas meja yang ada didepan Bela.


"Apa ini Ri..? Bela bingung dengan Amplop yang Rian lempar kasar keatas meja didepannya.


"Kamu buka saja." Rian masih terlihat tenang. Meskipun didalam hatinya ingin sekali menghabisi Bela sekarang juga.


Karna hari itu, disaat Rian datang ke Apartemen Bela. Saat dia ingin mengakhiri hubungan mereka. Tanpa disengaja Rian mendengar Bela sedang berbicara dengan Papinya. Yaitu Sanjaya.


Flashback...


"Aku tidak bisa seperti ini terus menerus. Aku harus pulang dan mengatakan kepada Ayla, jika aku juga mencintainya. Bisa-bisa aku gila bila harus selalu berjauhan dengan Ayla seperti ini." ucap Rian yang sudah bersiap-siap ingin pulang kerumah, untuk menemui Ayla dan mengatakan jika dia juga mencintai Ayla.


Namun ketika dia baru mau keluar dari kantornya. Aldi datang membawa sebuah Amplop ditangannya.


"Al..! Ada apa? Aku ingin pulang menemui istriku! tolong kamu selesaikan pekerjaan yang sedang diperiksa oleh Emi." ucap Rian yang ingin berjalan keluar.


"Tuan muda, tapi lebih baik Anda periksa dulu isi Amplop ini. Karna ini ada sangkut-pautnya dengan Nona Bela." cegah sekertaris Aldi.


Karna isi di dalam Amplop itu adalah hasil dari pemeriksaan para orang suruhannya.


Rian berhenti dan kembali dia duduk diatas sofa yang tidak jauh dari tempatnya sekarang.


"Apakah ini sudah semuanya, tidak ada yang mereka lewatkan, kan?" Rian menerima Amplop itu dan langsung membukanya.


"Tidak ada yang terlewatkan Tuan. Semua data yang Tuan muda kirim ke email Saya waktu itu, sudah mereka periksa. Dan ini adalah hasilnya." jawab Aldi yang ikut duduk dihadapan Rian.


"Berengsek....! Ternyata benar yang aku lihat waktu itu. Dia memiliki hubungan dengan Leo. Dan apalagi ini, mereka ingin menjebak perusahaan kita dengan perusahaan Barclay, melalui hubungan ku dan Bela." umpat Rian kesal.


"Benar Tuan muda. Nona Bela memang memiliki hubungan dengan tuan Leo. Mereka sudah memiliki hubungan hampir satu tahun ini. Dan masalah perusahaan Barclay, mereka juga bekerjasama dengan Tuan Sanjaya. Tapi mereka salah besar ingin melawan perusahaan Erlangga group. Karna hampir semua pemilik saham di Barclay sudah kita beli." terang sekertaris Aldi.


"Aku akan mengakhiri hubungan ku dan Bela malam ini juga. Tolong kamu bereskan perusahaan asing itu Aldi. Berani sekali mereka bermain-main dengan Erlangga group." Rian kembali memberikan perintah.


"Baik Tuan muda, saya akan mulai mengeluarkan orang-orang Tuan Sanjaya dari sana." kata Aldi yang sudah bersiap-siap untuk pergi dari ruangan Rian.


Di dalam Amplop itu terdapat juga Poto ketika Bela dan Leo sedang berada di atas tempat tidur dalam keadaan yang sama-sama tidak memakai sehelai benang pun.


Sebetulnya, Poto-poto itu sudah lama berada di tangan Aldi. Hanya saja belum dia berikan kepada Rian. Sebab Rian tidak akan percaya begitu saja, apa yang orang-orang katakan tentang kekasihnya itu.


Tapi sekarang malah Rian sendiri memberikan perintah untuk menyelidiki Bela. Tentu saja dengan senang hati Aldi melakukannya. Karna memang itu yang dia nantikan.


Lima belas menit. Rian sudah tiba di depan Apartemen mewah tempat tinggal Bela. Lalu setelah memarkirkan mobilnya, Rian langsung saja masuk lift menuju lantai tiga puluh dua, tempat tinggal Bela.


Tiba di depan Apartemen Bela. Rian langsung saja masuk, karna dia memang tahu sandinya.


"Pi..! Aku tau apa yang harus Aku lakukan. Rian itu cinta mati sama Aku. Jadi Papi tidak perlu khawatir. Biarkan Ayla hidup, karna aku ingin membuat dia mengakhiri hidupnya sendiri." pinta Bela kepada Papinya.


"Tapi jika Rian berpaling kepada wanita bodoh itu. Baru suruh mereka menghabisi nyawa nya. Untuk saat ini biarkan wanita itu hidup. Karna aku ingin bermain-main dulu bersamanya." lanjut Bela lagi.


"Baiklah jika itu mau mu, Papi akan membiarkan putri dari Ridwan itu hidup. Tapi bila dia menjadi ancaman untuk hubungan mu dan Rian. Maka tuan Anton juga bersedia menculiknya dan menjadikan dia istri keduanya. Karna perusahaan kita sudah hampir 80% sahamnya milik Barclay groub. Tapi jika semuanya gagal, maka dia ingin kamu yang menjadi istri keduanya. Jadi berusahalah agar kamu cepat menjadi Nyonya Erlangga."


Kata Sanjaya dari sebrang sana. Karna louspeker nya memang Bela aktipkan. Jadi Rian bisa mendengar dari luar percakapan antara anak dan ayahnya yang berencana ingin menghabisi nyawa Ayla.


Sebab Bela sendiri yang mengatakan kepada Papinya, kalau Rian sudah menikah. Yang memang kebetulan sedang diselidiki oleh Sanjaya dan para anak buahnya.


Dan karna itulah Rian tidak jadi mengakhiri hubungannya dengan Bela. Rian sudah menyusun rencana akan menghancurkan perusahaan Barclay lebih dulu. Baru setelahnya dia akan kembali menjebak Sanjaya.


Tapi sayang semua rencananya sudah gagal total. Karna kebodohannya, dia harus kehilangan Ayla.


"Ri....! Ri, Rian! dengarkan dulu, aku bisa menjelaskan semuanya. Ini pasti ada seseorang yang ingin menjebak ku. Ini bukan aku!" Bela berusaha ingin menggapai tangan Rian dengan air mata kadalnya.


Tapi sayangnya langsung ditepis oleh Rian dengan kasar.


"Bela aku sudah tahu semuanya, jadi jangan mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan dirimu. Mulai saat ini hubungan kita sudah berakhir. Kamu boleh menjalani hubungan dengan lelaki manapun. Termasuk dengan Leo. Dan aku juga akan menjalani kehidupan dengan keluarga ku sendiri." seru Rian masih memberikan Bela kesempatan.


"Apa maksudmu? jangan bilang ini semua karna wanita bodoh itu, makanya kamu mutusin aku?" ucap Bela menangis seakan-akan dia tidak memiliki kesalahan.


"Bela, jaga ucapan mu!" sergah Rian mulai tersulut emosi. Mendengar Bela menjelekkan Ayla.


"Aku memang berbica apa adanya. jangan salahkan aku, bila aku menyakiti wanita bodoh itu Ri. Jika aku tidak bisa menjadi istrimu, maka dia juga tidak akan bisa." kata Bela memberikan ancaman, karna dia belum tau jika saat ini Ayla sudah pergi dari kota B.


"Benarkah? Dan aku juga tidak akan membiarkan kamu menyakiti istriku. Aku peringatkan kepadamu Bela, jika sampai kalian berani menyentuh sehelei rambutnya saja. Maka aku sendiri yang akan membalasnya." ucap Rian langsung pergi dari sana.


Dan dia tidak berhenti sama sekali, mendengar Bela yang terus memangil dan mengancam akan menghabisi Ayla. Bila Rian tetap mengakhiri hubungan mereka.


BERSAMBUNG......


.


.


.


.


.


.


Hai...Hai.....! Semuanya 🤗


jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya..!!


Like.


Komen.


Vote, Bunga ataupun Kopinya 😍 Karna mak author ini sangat pegetarian, jadi tidak menolak semua pemberian dari kalian semuanya.😂😂😂


Terimakasih 🙏😘😘😘😘