
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Setelah membersihkan tubuh dan menganti pakaiannya. Nando meminta asistennya untuk datang ke kediaman Ayla. Untuk mengurus pintu rumah, yang tadi di dobrak oleh nya.
Dan membersihkan rumah Ayla yang pastinya tadi, meninggalkan noda darah. Barulah setelah itu Nando kembali untuk menemui Anita. Yang masih setia menunggu didepan ruangan UGD.
"Nit bagaimana? apa dokternya belum keluar juga?" tanyanya gusar.
Melihat ke khawatiran Nando, membuat Anita tersenyum kecil. Karna Nando sekarang benar-benar seperti seorang suami yang khwatir kepada istrinya.
"Sudah ada dokter yang keluar, kamu tenang saja, keadaannya sudah lebih baik sekarang. Tapi kita belum bisa menemuinya. Biarkan dia istirahat dulu. Bila keadaannya semakin membaik, dia akan dipindahkan keruang perawatan." terang Anita, agar Nando bisa lebih tenang.
"Syukurlah, jika dia baik-baik saja. Terimakasih Tuhan..! engkau masih menjaganya." Nando berucap lega.
"Sekarang ayo jelaskan kepada ku! siapa dia? dan kenapa sepertinya kamu sangat peduli padanya?" desak Anita tidak sabaran. Bukan apa-apa Anita menanyakannya semua itu.
Karna dia bisa melihat, jika Nando mengkwatirkan gadis itu. Sama seperti Nando khawatir pada sahabatnya hampir tiga tahun lalu.
Itu berarti gadis itu pasti sangat berharga bagi Nando. itulah yang diperkirakan Anita.
Dan akhirnya Nando menceritakan kepada Anita, tentang perasaannya. Maupun tentang siapa Ayla. Sehingga setelah mendengar cerita dari Nando. Anita malah ikut-ikutan emosi kepada Rian.
"Dasar bodoh, istri secantik itu dia sia-siakan. Jika aku adalah laki-laki, maka aku akan membawa Ayla pergi sejauh mungkin. Biar dia tau rasa, mendapatkan perempuan seperti pilihanya itu." ucap Anita merasa emosi dan kasihan secara bersamaan. Karna dia juga seorang wanita. Jadi rasanya dia ikut merasakan sakit hati.
"Lalu kemana Rian? kenapa pagi-pagi sudah tidak ada dirumahnya. Dan malah meninggalkan istrinya yang sedang hamil dalam keadaan sakit?" tanya Anita kembali, dan baru menyebutkan kehamilan Ayla.
"Apa maksudmu?apa Ayla sedang hamil?" ucap Nando memastikan, jika dia sedang tidak salah dengar.
"Kenapa kamu menjadi terkejut seperti itu. Wajar Ayla hamil. Diakan wanita bersuami." tawa Anita pecah melihat raut muka Nando.
"Lalu bagaimana keadaan kandungan Ayla? dan apakah darah tadi...! darah dari kehamilan nya?" tanya Nando menampakkan lagi wajah khawatir. Bukannya terkejut mendengar Ayla hamil. Tapi Nando malah mengkwatirkan dengan anak yang Ayla kandungan.
"Untuk saat ini mereka baik-baik saja. Mereka sangat kuat untuk bertahan. Padahal keadaan mamanya sudah separah itu. Dan untung saja, kamu cepat membawa Ayla kemari. Jika tidak, jangankan anak-anak nya, nyawa mamanya juga tidak akan bisa tertolong" Anita menarik napas panjang, karna salut dengan keajaiban, pada anak-anak yang Ayla kandung.
"Mereka!" ulang Nando belum paham.
"Iya, mereka! salah satu dokter yang menangani Ayla tadi, adalah dokter kandungan. Yang sudah memeriksa kandungan Ayla beberapa kali. Tapi waktu dia memeriksa waktu lalu, dia belum melihat, jika Ayla mengandung anak kembar."
"Anak kembar! jadi maksudmu. Ayla sekarang hamil anak kembar?" Nando yang merasa bahagia mendengar kehamilan Ayla.
Mendengar jika Ayla mengandung anak kembar. Entah kenapa, bukannya merasa kecewa. Tapi Nando malah sebaliknya, merasa bahagia.
"Iya Ayla hamil anak kembar. Untuk kejelasannya, nanti kita bisa menanyakan kepada dokter kandungan yang menangani Ayla tadi. Tapi kenapa sepertinya kamu merasa bahagia? bukannya kamu seharusnya merasa kecewa mendengar Ayla hamil!" ungkap Anita penuh selidik.
"Apa maksudmu! tentu saja aku ikut bahagia mendengar Ayla hamil. Aku tidak kecewa selama Ayla merasa bahagia. Hidup dengan siapapun dia. Yang aku tidak sanggup, bila harus kehilangannya untuk selamanya." lirih Nando membayangkan tadi seperti apa keadaan Ayla.
"Sungguh beruntung sekali wanita yang mendapatkan cinta darimu Nan. Untungnya aku sudah memiliki tunangan, jika tidak, maka aku akan mengejar cintamu itu." canda Anita untuk membuat Nando merasa terhibur.
"O'ya Nan. Apa kamu sudah menghubungi keluarganya atau Rian? mereka semua harus tau keadaan Ayla sekarang!" Anita yang kembali menanyakan.
"Astaga, aku sampai melupakannya." Imbuh Nando langsung mengambil handphone untuk menelpon Rian.
Namun, sebelum panggilan itu tersambung. Suara pintu tempat Ayla tadi di periksa, terbuka lebar. Sehingga Nando memasukan lagi handphone nya kedalam saku celananya.
Lalu berjalan menghampiri dokter tersebut, untuk menanyakan keadaan Ayla.
"Dokter bagaimana keadaannya? apa dia sudah sadar?" Nando yang bertanya lebih dulu daripada Anita.
"Keadaan pasien sekarang sudah setabil. Kami akan memindahkannya keruang perawatan intensif. Setelah disana, baru boleh anda menjenguk nya.
Tapi tolong, jangan membuat pikiran pasien tertekan ya. Karna sangat beresiko pada kehamilan nya." terang dokter itu panjang kali lebar.
"Baiklah kalau begitu terimakasih banyak dok..! saya juga akan mengurus pembayaran administrasi nya dulu. Silahkan dilanjutkan." ucap Nando yang kembali mempersilahkan para dokter dan perawat yang akan memindahkan Ayla terlebih dahulu keruang perawatan.
"Anita, aku tinggal sebentar ya? aku akan mengurus semua biaya administrasi nya dulu." Setelah itupun Nando langsung pergi mengurus semua pembayaran nya.
Dan setelah beberapa menit kemudian, Nando sudah kembali lagi, yang langsung menyusul Anita ke dalam ruangan tempat Ayla dirawat.
"Kamu sudah kembali..! jika begitu aku tinggal dulu ya Nan. Jika kamu membutuhkan sesuatu, tolong segera kabari saja aku. Dan jangan lupakan titipkan salam ku buat Ayla, bila dia sudah sadar nanti." Pamit Anita.
Setelah kepergian Anita. Nando berjalan mendekati brankar pasien, tempat Ayla dirawat sekarang.
Lalu Nando menarik kursi dan duduk di sisi kanan Ayla, yang terbaring tidak berdaya. Terlihat wajahnya yang cantik begitu pucat. Menandakan jika Ayla benar-benar merasakan sakit teramat sakit.
"Ayla...! apa sebenarnya yang terjadi? bukankah kakak sudah bilang kepadamu! jika kamu harus jujur sama kakak! tapi kenapa kamu masih menyembunyikan semua ini?
tanya Nando lirih.
Lalu Nando kembali lagi mengajak Ayla berbicara. Seolah-olah Ayla bisa mendengar ucapannya.
"Ayla, ayo bangunlah! kakak mohon kepadamu, jangan membuat kakak menjadi takut seperti ini. Kakak berjanji padamu, apa pun itu akan kakak korbankan, asalkan kamu baik-baik saja. Dan berjuang untuk dirimu sendiri dan untuk mereka. Kamu pasti belum tau kan? jika mereka kembar? jadi bertahalah. kakak akan melindungi kalian. Jadi kakak mohon bangunlah Ay!" seru Nando yang tidak terasa sudah meneteskan air matanya lagi.
Sampai dua jam kemudian, barulah ada pergerakan dari jari tangan Ayla.
Sehingga membuat Nando yang tadinya tertidur langsung terbangun.
Dan dengan perlahan Ayla mengerjabkan matanya, lalu melihat tembok di sekelilingnya. Sebelum terakhir pandangannya melihat ada Nando disana.
"Dimana aku? apakah aku masih hidup, atau aku sedang bermimpi?" tanya Ayla belum sadar sepenuhnya.
"Ayla, kamu sudah sadar! kita sekarang sedang dirumah sakit. Tadi pagi, kamu menelpon kakak minta diantarkan kerumah sakit. Kamu baik-baik saja, dan ini nyata bukan mimpi." Nando berbicara dengan sangat lembut.
"Kak aku haus, aku mau minum." pinta Ayla.
Mendengar nya, Nando langsung mengambil air minum yang memang sudah tersedia di atas nakas dikamar rawat inap, tapi seperti hotel bintang lima itu. Karna memang Ayla di rawat di kamar VIP.
Setelah membantu Ayla minum dengan pelan. Nando mengembalikan lagi gelas itu ketempat semula.
"Terimakasih kak, Tapi bagaimana dengan." Ayla tidak melanjutkan ucapannya. Meskipun dia terlihat begitu gusar.
Nando yang mengerti pun, langsung memberitahu Ayla.
"Mereka baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir. Yang penting sekarang jaga kesehatan mu."
"Mareka siapa kak?" tanya Ayla binggung.
"O'ya kakak lupa memberitahu mu. Mereka yang kakak maksud, adalah anak-anakmu. Kamu mengandung anak kembar Ay."
Tes..
Tes ..
Air mata Ayla mengalir dengan sendiri, sunguh ini di luar dugaannya. Ternyata dibalik semua ujian yang diberikan kepada nya. Tersimpan sebuah kebahagiaan yang mak author siapkan.
"Benarkah kak? kakak tidak berbohong kan?" tanya Ayla memastikan.
"Benar kakak tidak berbohong Ayla. Tapi sekarang kakak tidak akan bertanya apa-apa kepadamu. Karena kakak ingin kamu sendiri yang bercerita." jawab Nando, sekaligus bertanya.
Akhirnya Ayla yang mengerti, menceritakan semuanya yang terjadi. Dari awal Rian diberikan obat perangsang, sampai saat ini.
Tidak ada yang Ayla tutupi, termasuk Ayla yang tidak memberitahu para orang tua mereka, tentang kehamilan nya.
BERSAMBUNG......😄
.
.
.
.
.
Yah digantung lagi 😂
Ini udah dikasih bonus lo kak, udah lebih dari 300 jumkat ya lebihnya.
Mau lanjut tolong jangan lupa untuk memberikan dukungannya ya 🤗
Like.
Vote nya kalau masih pada punya 😂
Komen yang tidak main keroyokan 😂😂
Dan bunga atau kopinya, karna Mak author tidak pilih-pilih. Kalo diberikan hadiah mah.😍😍😍
Terimakasih 🙏😘😘😘😘