Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Princess dan Kapten.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Pagi hari di kediaman mewah keluarga yang terpandang yaitu rumah Ardiaz Rian Erlangga bersama pasangannya Putri Mikhayla Ridwan. Empat orang dewasa yang berbeda usia sedang sarapan bersama sebelum pergi untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.


"Pa, malam minggu nanti Salsa boleh nonton acara pertandingan basket dari sekolah kita 'kan," tanya gadis cantik yang menjadi satu-satunya Princess di dalam keluarga ataupun diantara dua saudara angkatnya.


"Boleh asalkan seperti biasa harus ada yang menemani." jawab Rian yang memang tidak pernah membatasi pergaulan anak-anaknya selagi masih wajar. Dengan satu sarat, mereka harus menuruti peraturan yang di buat oleh nya.


"Nggak usah nonton kenapa sih, dex?" sungut Arsya yang selalu menantang adik perempuannya keluar malam.


"Ini kan acara pertandingan sekolah kita melawan SMK Karisma, Kak. Lagian Kakak kan juga main?" jawab gadis itu setelah meminum susu pada gelas miliknya.


"Tapi Kakak laki-laki! Sedangkan kamu perempuan, tidak baik anak gadis pulang larut malam." Arsya bak sosok seorang ayah yang menjaga anak gadisnya.


"Salsa nggak sendiri Kak, hampir semua murid perempuan ikut nonton pertandingannya. Masa iya, Salsa aja yang nggak nonton." langsung cemberut seperti biasanya, karena sang Kakak tercinta selalu membatasi tidak boleh ini dan itu. Padahal sudah jelas papa mereka mengizinkan.


Tapi kadang percuma saja mendapatkan izin dari Rian. Bila sang Kakak melarangnya untuk pergi. Mereka berdua memang kerap sekali bertengkar hanya karena Salsa tidak boleh keluar malam-malam.


"Mereka beda dari kamu, dex!"


"Sudah, sudah! Tidak baik berdebat di depan makanan. Habiskan dulu makanan kalian, setelah itu baru Papa putuskan adek boleh nonton atau tidak nya." Rian yang mendengar perdebatan tersebut langsung menghentikan keduanya.


Tidak banyak bicara lagi keduanya langsung pokus menyantap makanan mereka masing-masing. Setelah selesai barulah di bawa oleh Rian keruang tengah dan di suruh duduk dengan dia berada di tengah-tengah kedua anaknya.


"Kak biarkan Salsa ikut nonton ya? Bila kamu takut terjadi sesuatu padanya. Maka bawa dia bersama mu. Anak buah papa tidak pernah lengah untuk menjaga kalian, jadi jangan terlalu cemas." kata Rian merangkul bahu putra sulungnya.


"Tapi pa... kalau adek ikut bersama Arsya lebih nggak aman lagi, karena semua teman Kakak menyukai nya."


Mendengar ucapan putranya, Ayla yang baru menyusul kedepan langsung ikut bicara di iringi senyumannya. "Kak, Salsa sudah besar, jadi wajar banyak yang menyukainya. Tapi bukan berarti karena banyak yang suka. Adik mu tidak bisa menikmati masa muda nya." ucap Ayla ikut duduk di Sofa singel di hadapan suami dan anaknya.


"Tu Kak, Mama bener! Adek nggak ngapa-ngapain cuma nonton."


"Hem... sekarang begini saja biar adil, Salsa akan nonton bila Kakak pergi. Tapi bila Kak Arsya tidak berangkat, maka kamu tidak boleh pergi sendirian." putus Rian agar masalahnya selesai.


"Iya Pa, Salsa nggak masalah pergi sama siapa aja yang penting bisa nonton." gadis tersebut langsung setuju dengan keputusan Papanya.


"Kak!" Rian menyentuh tangan Arsya yang hanya diam saja.


"Hem! Tidak ada pilihan, nggak apa-apa kalau memang adek hanya ingin nonton pertandingannya. Tapi tidak boleh jauh-jauh dari Kakak dan tidak boleh dekat sama teman-teman Kakak juga." kalau sudah papanya yang mengambil keputusan Arsya juga tidak bisa menentang.


"Iya, iya! Takut banget iih adek nikah duluan." ejek Salsa seraya pindah tempat duduk ke sebelah Arsya lalu memeluk lengan sang Kakak.


"Apaan! Kakak bukannya takut adek nikah duluan. Tapi Kakak nggak mau ada Pria yang menyakiti mu." jawab Arsya yang memang hanya ingin melindungi saudara perempuannya.


"Sudah sekarang tidak perlu berdebat lagi. Ayo kita berangkat ini sudah setengah tujuh, nanti malah terlambat." Rian berdiri setelah melihat jam pada pergelangan tangannya, karena dia juga akan berangkat ke perusahaan.


"Oke lest go! Ma... kami berangkat dulu ya!" seru Salsa dengan penuh semangat empat lima karena dia memang selalu ceria. Tidak seperti kakak nya yang jarang berbicara bila bukan dengan orang terdekatnya.


"Iya... kalian hati-hati di jalan maupun setelah tiba di sekolahan. Igat pesan Mama tidak boleh telat makan siang." pesan Ayla seperti biasa.


"Iya Mama tercinta! Kami sayang Mama. Muuah! Muaah!" kedua anak kembar tersebut tidak pernah berubah dari mereka kecil sampai saat sekarang yang sudah berumur hampir delapan belas tahun. Selalu manja pada kedua orang tuanya.


"Mama juga sangat mencintai kalian." balas Ayla yang juga memberikan ciuman pada kedua buah hatinya.


Setelah si kembar sudah berangkat dengan satu mobil milik Arsya. Tinggalah Rian untuk berpamitan pada wanita yang menjadi pelabuhan cinta terakhirnya.


"Sayang aku berangkat dulu ya? Ingat nanti siang datang ke perusahaan." ulang nya takut bila sang istri lupa.


"Tentu, tanpa kamu minta aku akan menjaga nya. Cup... aku mencintaimu." ucap Rian tersenyum setelah mencium bibir istrinya.


Lalu setelah puas berpamitan ala Rian, yang selalu menghabiskan waktu lima belas atau sampai dua puluh menit. Barulah Ayla kembali masuk kedalam rumah tersebut. Nanti siang dia akan datang ke perusahaan suaminya seperti biasa.


...****************...


"Ingat pesan mama nggak boleh telat makan siang." pesan Arsya sebelum adiknya turun dari mobil.


"Iya Kak, Kakak tidak perlu khawatir, Salsa juga ingat pesan mama. Kakak sendiri juga jangan lupa."


"Hem!" jawab pemuda itu berdehem dan membiarkan adiknya turun lebih dulu. Keduanya memang tidak satu jurusan makanya Arsya berpesan agar adiknya tidak telat untuk makan siang. Sebab jam istrirahat mereka jarang yang bersamaan.


"Wah coba lihat Princess sudah datang." ucap salah satu murid laki-laki yang juga menyukai Salsa.


"Aah bila melihat Salsa gue jadi tambah semangat buat belajar, agar bisa menjadi orang sukses lalu mendekati nya. Kalau belum berhasil rasanya gue minder karena kita beda status." jawab pria satunya lagi.


Padahal semua anak-anak yang bersekolah di SMK Erlangga adalah anak orang kaya. Namum, bila di bandingkan dengan keluarga Erlangga tentu mereka tidak ada apa-apanya.


Semenjak si kembar masuk sekolah dasar. Tuan Heri Erlangga langsung menyuruh Rian membangun sebuah sekolah dari SMP sampai SMK di depan universitas Erlangga milik keluarga mereka. Agar kedua anak tersebut terjaga keamanannya karena berada dalam wilayah keluarga nya sendiri.


Jadi siapa yang tidak kenal dengan Arsya dan Salsa. Namum, semua kemewahan itu tidak membuat si kembar besar kepala. Mereka tetap mentaati semua peraturan sama seperti murid lainnya, dan bila melakukan kesalahan tetap menerima hukuman.


Seperti itu jugalah saat Rian masih kuliah di universitas Erlangga. Hanya saja saat dulu Rian masih sekolah di tempat lain, karena Tuan Heri hanya membangun universitas.


"Kalau jodoh kan siapa yang tahu. Kalian seperti tidak mengenal Salsa aja, meskipun kaya dia orangnya nggak sombong. Cuma cowok-cowok pada takut sama si kapten basket." timpal teman mereka satunya lagi.


"Hem Lo bener banget, eh tapi gue dengar besok malam selain berhadapan dengan SMK Kharisma. Sekolah kita juga akan berhadapan sama anak-anak dari universitas Bima sakti."


"Kenapa bisa begitu? Bukannya ini hanya pertandingan antar SMK dan SMA aja. Kenapa ada universitas juga?"


"Entahlah! Gue juga nggak tau pasti. Hanya saja gue dengar-dengar ada salah satu mahasiswa dari universitas Bima yang ingin menjajal kehebatan kapten Arsya."


"Wah, wah! Dasar bodoh! Mau bikin malu sendiri itu namanya, mereka yang nantangin. Nanti mereka juga yang akan kalah." ujar para murid laki-laki saling bercerita setelah melihat salsa dan Arsya yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul saat ini.


"Yap Lo bener banget. Arsya mau di lawan! Untung gue masih normal kalau nggak bisa tergila-gila sama dia. Sudah kaya, ganteng nya sampai kebangetan dan pintar dalam semua bidang." itulah perbincangan para murid dari SMK Erlangga.


*BERSAMBUNG*....


.


.


.


Loncat nya jauh banget kan 😂😂


Tapi ada yang penasaran nggak ya? Siapa yang udah berani menantang kapten basket Arsya 🤔 Kira-kira siapa Pria tersebut. Penasaran sama ceritanya. Yuk kasih dukungannya.


Like.


Vote.


Vaforit.


Komentar.


Dan hadiahnya 😍