
πππππ
.
.
Di luar pulau.
Tepatnya di Villa milik keluarga Erlangga. Yang ditempati oleh Ayla sekarang. Ayla sedang berjalan-jalan di taman yang berada disekitar Villa mewah itu.
"Nona muda, ada telpon dari kota A. Apakah Nona mau menerima nya?" tanya seorang pelayan datang mendekat kearah Ayla.
"siapa?" jawab Ayla singkat.
"Dari sahabat Nona, Nona Sari." ucap si pelayan yang sudah berdiri di depan Ayla.
"Angkat saja, saya juga ingin berbicara dengannya." Ayla berjalan masuk bersama pelayanan itu.
HP milik Ayla memang sengaja dia matikan. Agar tidak ada yang bisa menghubungi dirinya. Sedangkan orang-orang terdekatnya, jika mau menelpon maka harus melalui telpon rumah saja. Sebab mereka semua memang sudah diberitahu nomor telpon rumah itu oleh Ayla sendiri.
"Ini Nona. Kami permisi kebelakang. Jika Nona butuh sesuatu segera pangil saja kami." ucapnya sebelum pergi meninggalkan Ayla di ruang tengah.
Ayla pun menerimanya, lalu duduk di sofa yang ada di sana.
πAyla : "Iya selamat sore Sar..! bagaimana kabarmu?" Ayla yang menanyakan kabar Sari lebih dulu.
πSari : "Sore juga, kabar ku baik, bagaimana kabar dirimu disana. O'ya Ay, tadi siang. Suamimu mengajak Vino dan aku bertemu di Restoran tempat kita sering berkumpul dulu. Dia datang mencari dirimu." ucap Sari dari sebrang sana.
Rian mencari diriku? mau apa, Apakah dia sudah tau jika aku pergi."
Ayla bertanya-tanya di dalam hatinya.
π Sari : "Ay, apa kamu masih ada disana? kenapa tidak ada suaranya. Kamu baik-baik saja kan?" pangil Sari khwatir.
πAyla : "Agh...! Iya, Aku baik-baik saja. Apa kalian memberitahu dia, jika aku berada disini. Dan untuk apa dia mencari ku?" Ayla bertanya sedikit gusar.
πSari : "Tenang saja, mana mungkin kami memberitahu dia. Tentu saja dia mencari mu! Tapi Ay, sepertinya Rian benar-benar serius terhadap mu. Cuma mungkin dia telat menyadarinya. Dan tadi dia juga mendapatkan pukulan dari Vino. Begitu dia berkata, jika dia adalah suamimu. Vino langsung emosi, lalu memukulnya. Tapi dia tidak melawan sama sekali. Aku rasa dia tau, jika dia memang bersalah." ucap Sari menceritakan semuanya.
πAyla : "Heeem entahlah Sar...! mungkin memang kami tidak berjodoh. Biarlah dia mencari kebahagiaan dia sendiri. Sekarang aku hanya akan pokus dengan kandungan ku. Terimakasih ya, kalian sudah merahasiakan keberadaan ku." seru Ayla menutup telponnya. Setelah lama mengobrol bersama Sari.
Setelah menutup telponnya, Ayla berjalan kembali ke kamarnya yang berbeda di lantai dua.
Tiba di dalam kamar. Ayla langsung duduk di ranjang tempat tidur. Karna berjalan-jalan sore sebentar saja. Dia sudah terasah lelah. Mungkin karna kehamilannya juga.
"Huuuuh....! Setelah kita pergi, baru Papa kalian mencari kita. Biasanya dia tidak pernah menganggap keberadaan kita. Padahal sudah selama dua bulan ini, disetiap malam, Mama selalu menunggu Papa kalian pulang. Berharap dia akan memilih kita, dari pada kekasihnya itu. Namun Papa kalian tidak pernah datang." Ayla berbicara dengan kedua anak yang masih di dalam kandungannya, dengan rasa kecewa.
Meskipun tadi Sari sudah menceritakan semua pengakuan Rian yang sengaja menjauhinya. Tetap saja Ayla merasa kecewa, karna Rian seharusnya bicara jujur kepada Ayla.
Tentunya Ayla akan mengerti posisi menjadi Rian. Apalagi Rian melakukanya untuk melindungi Ayla.
Tapi tetap saja, semua pengakuan Rian sekarang, tidak akan pernah mengubah apa yang sudah terjadi pada Ayla.
Keputusan yang Rian ambil, hampir saja membuat kedua nyawa calon anak mereka melayang. Karna Ayla yang mengalami depresi memikirkan rumah tangga nya.
Sementara itu di Kota B.
Setelah pukul delapan malam. Rian baru tiba di rumahnya dan Ayla. Karna Rian memang sudah memutuskan tidak akan pernah meninggalkan rumah itu. Meskipun Ayla belum bisa dia temukan.
Ceklek....
Rian membuka pintu dengan perlahan. Setelah menghidupkan lampu diruangan tegah. Rian mamfir kedapur lebih dulu. Untuk mengambil air minum, yang akan dibawanya kelantai atas tempat kamar mereka.
Hampir tiga bulan yang lalu. apabila Rian pulang dari kantor, dimeja makan, akan selalu ada Ayla yang menunggu kedatangannya.
Tapi itu semua berubah karna perbuatan Rian sendiri. Setelah menampar Ayla pagi itu. Rian bukanya meminta maaf. Tapi dia malah meninggalkan Ayla begitu saja.
"Ayla maaf kan aku,! Maafkan aku sayang..! Aku berdosa kepadamu. Hari itu, bukanya aku meminta maaf kepadamu. Tapi aku malah hampir saja berbuat dosa bersama Bela. Sungguh aku lelaki berengsek, bahkan aku dengan bodohnya memblokir nomor HP mu hari itu juga!" Rian menangis duduk di kursi meja makan. Tempat yang biasa Ayla duduki.
"Ayla aku baik kepadamu selama ini, karna aku merasa bersalah kepada mu. Karna aku sudah merenggut kesucian mu."
Rian kembali mengingat bagaimana hari itu dia marah lalu menampar Ayla. Karna dia yang lebih mempercayai perkataan Bela. Dan keluarlah semua kata-kata itu dari mulut Rian.
"Inikah rasanya menunggu. Berarti selama aku meninggalkan dirimu dirumah ini. Kamu selalu merasakan apa yang aku rasakan sekarang." Rian menangis penuh sesal yang sudah tiada gunanya.
Karna Ayla sudah pergi dari sisinya. Meskipun sekarang Rian menemukan Ayla. Belum tentu juga Ayla mau kembali kepada nya.
Setelah setengah jam kemudian. Rian kembali kekamar dengan penuh penyesalan dan dia malah tidak jadi membawa air minum seperti niat awal dia datang kedapur.
Setelah membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Rian langsung saja merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Dengan pikiran yang hanya dipenuhi oleh Ayla.
Karna terlalu letih, akhirnya Rian pun tertidur sendiri. Seperti apa selama ini Ayla yang selalu tidur disana sendirian. Dan sekarang posisi itu bergantian dengan Rian.
**********
Di perusahaan Erlangga group.
Rian kembali masuk bekerja. Karna setelah berbicara dengan Aldi tadi pagi. Yang datang menjemput nya dirumah.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Aldi, Rian akhirnya memutuskan untuk kembali mengurus perusahaan.
Karna apa yang Aldi katakan adalah benar. Untuk bisa menemukan Ayla dan melindunginya. Rian harus bisa mengalahkan perusahaan Sanjaya dan Barclay lebih dulu.
Dengan cara kembali mengurus perusahaan. Karna meskipun sekarang dia bisa menemukan Ayla. Tapi jika dia tidak bisa melindunginya, maka akan membahayakan keselamatan Ayla.
Barulah Rian kembali bersemangat untuk kembali ke perusahaan Erlangga group. Tadinya Rian ingin berhenti dan akan mengembalikan semuanya kepada Papa nya lagi.
Sebab Rian hanya ingin pokus mencari Ayla. Karna sampai saat ini, Rian memang belum mengetahui jika Ayla tengah mengandung anak mereka.
Jika dia tau, maka ntah apa yang akan terjadi selanjutnya. Kehilangan Ayla saja sudah membuat nya hampir gila. Apalagi ini ada kedua calon anaknya juga.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
...Hallo semua kesayangan mak di manapun kalian berada. Semoga kalian sehat selalu ya π€...
Sekarang Mak author masih mode balas dendam yaπ Jadi diharapkan untuk bersabar dulu.π
^^^Terimakasih buat semuanya yang selalu memberikan dukungannya.^^^
...Dan jangan lupa ya, untuk selalu memberikan dukungannya lagi....
Karna pada tangal 10 bulan depan, kita akan mengumumkan kembali siapa pemenang Giveaway nya.
^^^Dan tolong jangan dilihat dari seberapa yang bisa Mak author kasih untuk kalian semua. Karna di sini mak author nulis juga tidak mendapatkan apa-apa.πππ^^^
...Bagi sesama author, pasti mereka sudah paham juga....
Terimakasih πππ