Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Terungkap.


🌿🌿🌿🌿🌿


.


..


"Tapi, kenapa kita ke sini, bukan kah kakak bilang ingin menanyakan sesuatu kepadaku, kakak ingin menanyakan apa?" tanya Ayla kepada Nando.


"Ayla, maaf sebelumnya, jika kakak terlalu ikut campur masalah pribadimu, tapi kakak hanya ingin memastikan dan kakak harap, kamu akan bicara jujur." kata Nando yang sudah merasa was-was didalam hatinya.


Karena takut untuk mendengar sendiri dari mulut wanita yang dia cintai, walaupun Nando sudah mengetahui jawabannya.


"Katakan saja kak, tidak usah sungkan, mungkin aku akan bisa menjawab sesuai keinginan kakak." sambung, Ayla yang juga sudah penasaran ingin tahu apa yang ingin ditanyakan Nando kepadanya.


Mendengar jawaban Ayla, lalu Nando langsung menanyakan apa yang mengganjal di hatinya selama ini. Karena sudah lama Nando melihat kejangalan antara Rian maupun Ayla.


Nando sendiri pun sudah beberapa kali melihat Rian, ketika pulang dari perusahaannya, malah mengendarai mobil nya yang berlawanan arah, dari rumah kedua orang tuanya.


Sedangkan Rian sendiri beralasan kepada Nando dan Andre, jika dia sekarang tinggal bersama kedua orang tuanya, dengan alasan keadaan Mamanya yang kurang sehat.


"Sebaiknya, ayo kita duduk di sana, rasanya tidak enak jika kita bicara sambil berdiri seperti ini." Nando mengajak Ayla untuk duduk di bawah pohon yang ada sebuah kursi kayu di sana.


Setelah mereka sama-sama duduk, barulah Nando bicara apa yang ingin dia tanyakan.


"Ayla apa benar jika kamu dan Rian sudah menikah?"


Deg..


Mendengar pertanyaan dari Nando, membuat Ayla langsung melihat ke arah nya dengan cepat.


"Maksud kakak apa? kenapa pertanyaan kakak aneh sekali." ucap Ayla yang masih berpura-pura tidak paham dengan pertanyaan Nando.


Melihat ada sedikit kegugupan saat Ayla bicara. Nando tersenyum kecil.


"Sudahlah, jangan menutupinya lagi dari kakak, sebetulnya, kakak sudah lama mencurigai hubungan diantara kalian berdua."


"Apalagi ketika dia melihat dirimu, entah dimanapun itu. Dia selalu dengan diam-diam memperhatikanmu, meskipun dia sedang bersama Bela. Kakak juga pernah melihat kamu dan Rian berada di mobil yang sama, waktu itu, kakak berniat ingin main ke rumahnya."


"Namun ketika mobil kakak berhenti, karena menerima telepon, tidak sengaja melihat mobil kalian berdua keluar dari rumah orang tuanya."


Nando diam beberapa saat, untuk menarik nafas. Sebelum melanjutkan bicaranya kembali, sementara Ayla benar-benar menjadi pendengar yang baik, dan tidak memotong sedikitpun ketika Nando berbicara.


"Tidak hanya itu saja, ketika kamu tersedak makanan beberapa waktu yang lalu, Rian juga mengatakan jika kamu kebiasaan makan dengan buru-buru."


"Dan di sanalah kecurigaan kakak semakin besar, karena saat Rian memberikan kamu air minum. Kalian berdua tidak seperti biasanya, yang seperti tidak saling mengenal."


"Tapi, pada saat itu, kalian malah terlihat sudah sangat dekat. Dan beberapa hari ke belakang, Mama kakak juga mengatakan, jika bertemu kalian berdua sedang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari."


"Apa yang kakak katakan benar kan?"


Nando langsung menanyakan nya kepada Ayla. Setelah sunyi beberapa saat, barulah Ayla membuka suaranya.


Karena selama ini, Ayla maupun Rian,sudah menutupi pernikahan mereka dengan sangat baik.


jawaban dari Ayla, sungguh di luar pikiran Nando, begitu banyaknya pertanyaan Nando tadi. Tak ada satupun yang Ayla jawab, malah Ayla bertanya siapa saja yang sudah mengetahui pernikahan dia dan Rian. Lalu Nando pun kembali bicara.


"Apa maksud kamu, siapa saja yang sudah mengetahui pernikahan kalian berdua Ayla?"


"Kenapa kalian berdua malah menutupi pernikahan kalian, bukankah setiap pasangan yang menikah, mereka dengan bangga akan mengumumkan pada dunia. Jika mereka adalah pasangan suami istri." Nando sedikit meninggi kan suaranya, karena merasa tak habis pikir, dengan jalan pikiran Rian maupun Ayla.


"Itu karena mereka menikah saling mencintai, tidak seperti kami yang menikah hanya karena perjodohan." Ayla berkata dengan lirih, karena mendengar apa yang dikatakan Nando barusan semuanya adalah benar.


Ayla memang gadis yang beruntung, memiliki orang tua yang sangat menyayanginya. Memiliki harta yang berlimpah dan ditambah dengan pisiknya yang lebih dari kata sempurna.


Namun tidak dengan kisah cintanya, karena memang itulah hidup, tak ada yang sempurna. Mendengar perkataan Ayla. Nando pun kembali berbicara.


"Lalu, pernikahan seperti apa yang kalian jalankan Ayla? kenapa kamu diam saja, melihat suamimu masih memiliki kekasih di luar sana! bahkan kamu menyaksikannya sendiri setiap hari?" kesal Nando dengan emosi.


Mengingat bagaimana Rian dan Bela yang selalu bermesraan dihadapan Ayla. Itu semua terjadi hampir setiap hari.


"Lalu apa yang harus aku lakukan kak! jika suamiku sendiri mencintai wanita lain." akhirnya air mata yang ditahan-tahan oleh Ayla sedari tadi tidak bisa dibendung lagi. Karena sudah lolos begitu saja di pipinya yang cantik.


Melihat Ayla yang menangis tersedu-sedu. Nando pun langsung memeluk erat tubuh gadis yang sangat dicintainya itu, sambil mengelus dengan sayang dan tak terasa, Nando ikut meneteskan air mata, karena dia benar-benar tidak menyangka jika nasip wanita yang dikira semua orang sangat beruntung itu.


Ternyata tidak seperti apa yang mereka lihat. Mungkin jika dibandingkan dengan Nando, maka kisah cinta Ayla lebih menyakitkan.


"Sudahlah, jangan menangis lagi! kakak mohon, air matamu lebih berharga dari pada orang yang kamu tangisi. Dia tidak pantas mendapatkan tangisan dari wanita sebaik dirimu." ucap Nando sambil menenangkan Ayla.


Setelah melihat Ayla sedikit lebih baik. Nando pun melepaskan pelukannya dengan perlahan, lalu menghapus air mata di kedua pipi cantik Ayla. Nando pun kembali bertanya kepada Ayla.


"Lalu apa yang membuat Rian, tidak bisa menerima dirimu menjadi istrinya? dan kenapa juga harus menutupi pernikahan kalian dari semua orang, fakta bahwa kalian berdua sudah menikah." tanya Nando yang masih belum mengerti alasan keduanya menutupi pernikahan mereka. Ayla pun akhirnya menceritakan semuanya.


"Aku sendiri tidak memiliki pilihan lain kak, kedua orang tua kami sudah bersahabat sejak mereka kecil, aku tidak tega apabila mengecewakan kedua orang tuaku."


"Apalagi setelah aku mengetahui jika mama Sonya benar-benar mengharapkan pernikahan kami."


"Sedangkan aku sendiri sudah diberitahu bagaimana kesehatan Mama Sonya oleh Blogger, dan alasan Rian kenapa tidak bisa menerima aku menjadi istrinya."


"Karena gadis yang dicintainya adalah Bela, bukan Aku, dia pun sama terpaksanya seperti diriku. Pada akhirnya kami bersepakat menikah hanya untuk satu tahun saja."


"Setelahnya, kami akan bercerai, dan dengan begitu Rian bisa menikahi orang yang dicintainya." jelas Ayla kepada Nando karena sekarang Nando sudah mengetahui pernikahan mereka. Jadi tidak ada alasan Ayla untuk berbohong kepada Nando lagi.


"Lalu, kamu ikut menyetujui kesepakatan itu,? kesepakatan bodoh seperti apa yang kalian berdua lakukan Ayla." hardik Nando karena Ayla malah menyetujuinya.


"Iya, aku pun ikut menyetujuinya." jujur Ayla.


Meskipun rasanya Nando masih kesal dengan kebodohan Ayla, yang malah menyetujui kesepakatan konyo, yang dibuat oleh Rian sahabatnya. Nando pun tetap melanjutkan pertanyaan nya.


"Lalu, apa yang terjadi tadi malam! kenapa Rian malah pergi ke BAR, lalu mabuk-mabukan di sana?" tanya nya kepada Ayla.


BERSAMBUNG.......πŸ˜„