Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Merayakan bersama sahabat.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Setelah tiga jam, acara santunan dan do'apun baru selesai diadakan. Sekarang mereka sedang mengobrol dan saling bertukar cerita satu sama lain.


Sore ini, Sari dan Vino juga akan langsung kembali ke kota A. Karna Sari akan ada acara juga di kampus nya.


Sementara itu, Andre terus saja meminta nomor telepon milik sari. Gadis bar-bar, tapi sangat mengerti pada orang-orang disekitarnya.


"Ayolah Sar..! bukankah kita berdua juga sudah menjadi sahabat." pinta Andre seperti anak kecil.


"Sejak kapan? bukankah kita baru kenal." cibir Sari yang memperhatikan Nando dan Vino yang juga tidak terlalu jauh dari tempat duduknya dan Andre.


Karna sedari habis memberikan bingkisan untuk anak-anak panti tadi. Nando dan Vino memang sudah saling mengibarkan bendera perang satu sama lain.


"Kamu kenapa melihat mereka terus? apa kamu menyukai sahabat ku, atau menyukai Vino?" kepo Andre sudah mulai keluar.


Plaaak...


Sari langsung memukul bahu Andre. "Asal saja kalo bicara, aku sedang melihat mereka yang memperebutkan sahabatku." ucap nya tersenyum kearah Ayla, Nando dan Vino.


"Nando memang menyukai Ayla, tapi sayangnya, Ayla sudah menikah, dan dia adalah istri sahabat kami sendiri." Andre berbicara dengan penuh keluhan.


"Oh.., jadi kamu sahabatnya suami Ayla? kenapa tidak bilang dari awal." ucap Sari yang sudah kembali memberikan Andre pukulan.


"Auw...! kamu ini wanita jadi-jadian atau apa sih. Kenapa kamu ganas sekali? atau kamu memang memiliki keanehan bila melihat laki-laki tampan seperti ku!" kata Andre mengaduh karna tiba-tiba saja, Sari kembali memukulnya.


"Mendingan baru aku pukul, bukan aku gantung sekalian. Sudah lama aku menahan kekesalanku terhadap suami Ayla, beraninya dia menyakiti sahabatku." ucap Sari memperlihatkan wajah kesalnya.


"Lah..! kesalnya sama Rian, tapi mukul nya ke aku? yang suami Ayla kan Rian. Tapi kalo untuk suami masa depan nya Ayla, ya ngak apa-apa juga. Aku akan ikhlas menerima nya."


"Kamu tu ya.., tapi." ucap Sari berhenti karna Bunda Mirna datang mencari mereka semua.


"Bunda..!" sapa Sari dan Andre bersama.


"Iya, ini sudah siang. Mari kita pulang!" kata Bunda Mirna yang terlihat sudah bersiap-siap ingin pulang.


"Bunda, maaf ya! Sari sama Vino akan pulang ke kota A hari ini juga. Tapi sebelum pulang, kami Ingin makan bersama dulu, untuk merayakan ulang tahun Ayla." ucap Sari merasa tidak enak, karna kemaren dia sudah berjanji kepada Bunda Mirna, jika dia akan menginap.


"Baiklah, tapi lain kali kamu harus menginap. Kalau begitu kalian pergilah ajak Ayla merayakan ulang tahunnya diluar. Tolong hibur dia ya! Bunda merasa, jika Ayla sedang menyimpan masalah."


"Apalagi dia dekat dengan mu Sari, jadi Bunda mohon..! hibur putri Bunda. Kalau kepada Bunda, Ayla pasti tidak akan mau bercerita." pinta Bunda Mirna memohon, karna seorang ibu. Tentu saja Bunda Mirna tau jika putrinya sedang ada masalah.


Apalagi setelah melihat menantunya tidak datang untuk mendoakan putrinya yang sedang berulang tahun. Namun Bunda Mirna tidak punya kuasa, untuk memaksa putrinya bercerita.


"Tentu, Bunda tenang saja. Nanti kami akan mengajak Ayla bersenang-senang dulu sebelum kami kembali." ucap Sari bersemangat.


Setelah itu, Sari dan Andre mengikuti Bunda Mirna menemui Ayla yang masih mengobrol bersama Nando dan Vino.


"Sayang..! ini sudah siang. Bunda akan pulang duluan bersama ayah dan adikmu. Kata Sari, kalian akan makan siang bersama, untuk merayakan ulang tahunmu."


"Pergilah nak..! bersenang-senang lah! Semua orang yang sudah menikah, akan memiliki masalahnya masing-masing. Jadi jangan terlalu kamu pikirkan ya.!"


"Bunda tau, kamu bisa menyelesaikan masalah kalian. Namun jika kamu sudah siap untuk bercerita kepada Bunda. Maka Bunda akan selalu siap untuk mendengar nya." seru Bunda Mirna mendekap Ayla dalam pelukannya.


Sungguh Bunda Mirna benar-benar kecewa kepada Rian hari ini. Meskipun Ayla beralasan jika Rian ada urusan mendadak. Tapi Bunda Mirna tau, pasti diantara Rian dan Ayla sedang ada masalah.


Dan Mendengar perkataan Bundanya. Ayla akhirnya menumpahkan tangis yang sejak dari rumah sudah dia tahan-tahan. Kepada wanita yang telah melahirkannya, 21 tahun lalu. Wanita yang selalu tau, jika dia sedang memiliki masalah.


"Terimakasih Bunda! tapi Ayla baik-baik saja. Bunda tidak perlu khawatir." lirihnya yang masih menangis.


Menyaksikan itu semua. Nando hanya terdiam memperhatikan betapa dekatnya Ayla dan Bundanya. Dan betapa pengertiannya Bunda Mirna.


Karna Nando tau, pasti saat ini, kedua orang tua Ayla merasa kecewa kepada Rian sahabatnya. Tapi mereka tidak mau memperlihatkan kecewa mereka di depan putrinya.


"Rian, aku berjanji akan merebut Ayla darimu, Apabila kamu sampai menyakitinya. Meskipun kamu adalah sahabat ku, aku tidak peduli."


Nando berjanji di dalam hatinya, sambil melihat Ayla yang masih menangis dalam pelukan Bundanya.


Setalah melihat Ayla jauh lebih baik, setelah menangis di pelukan Bundanya.


Mereka semuapun, pergi meninggalkan panti xx hampir bersamaan. Keluarga Ayla, langsung pulang kerumahnya. Sedangkan Ayla menaiki mobilnya sendiri, tapi Sari ikut bersamanya.


Tadinya, Ayla akan ikut di mobil Vino bersama Sari juga, dan mobilnya sendiri akan di antarkan oleh para anak buah ayahnya.


Namun Nando juga ingin Ayla ikut ke mobilnya, sehingga kembali terjadi perdebatan panjang. Antara Vino dan Nando, daripada mereka berdua bertengkar lagi, akhirnya Ayla yang mengalah.


Setelah menempuh waktu lima belas menit. tiga mobil mewah milik mereka sudah tiba di salah satu Restoran mewah di kota B. Namun bukan milik keluarga Nando.


Namun ternyata, perdebatan kembali terjadi. Karna mereka sama-sama ingin duduk di sisi Ayla semua.


"Eh, Lo geser. gue yang duduk di dekat Ayla." usir Nando yang sudah duduk di sebelah kanan Ayla.


"Enak aja, gue juga mau duduk dekat Ayla. Lo yang geser." usir Vino tidak kalah sengitnya.


"Kalian berdua kenapa malah ribut gini sih, udah kayak anak kecil saja. Sari...! kamu pindah ya duduknya, biar mereka duduk dekat Ayla." Pinta Andre yang memiliki rencana tertentu.


Karna pusing melihat pertikaian dua orang laki-laki yang memperebutkan istri orang itu, Sari akhirnya yang mengalah. Lalu membiarkan mereka berdua duduk dikiri dan kanan Ayla.


Dan akhirnya, barulah mereka bisa mulai menikmati pesanan yang sudah mereka pesan tadi. Sambil bersanda gurau untuk menghibur Ayla. Karna mereka bertiga tau, pernikahan seperti apa yang Ayla jalani.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sedangkan di tempat yang berbeda, setelah bertengkar dengan Ayla tadi pagi. Rian membawa mobilnya ke apartemen. Untuk menenangkan dirinya karna sudah menampar Ayla.


Disepanjang perjalanan, berulangkali Rian memukul setir mobilnya sendiri. untuk melampiaskan rasa kesalnya. Apalagi Mendengar perkataan Ayla sebelum dia pergi tadi.


Namun begitu Rian tiba di apartemen, ternyata Bela sudah ada di sana. Seolah-olah Bela sudah tau, jika Rian akan kesana.


"Bela." Rian yang kaget karna tiba-tiba Bela memeluknya dari belakang.


"Sayang..! aku merindukan mu makanya, aku datang kemari. Dan aku ingin menghibur mu. Karna aku yakin, jika kamu pasti sedang kesal dengan Ayla kan?" ucap Bela yang sudah mengikuti Rian masuk ke apartemen lalu menutup pintunya.


Sebetulnya, Bela sudah lebih dulu tiba disana. Namun dia tidak bisa masuk, karna sandi apartemen itu, ternyata sudah di ganti oleh Aldi, atas permintaan tuan Heri.


Tiba di dalam apartemen. Rian langsung duduk di sofa ruang tamu, sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing. Karna jauh di dalam lubuk hatinya, Setelah menampar Ayla tadi, dia ingin langsung memeluk Ayla.


Karna Rian benar-benar tidak berniat untuk menyakiti pisik Ayla juga. Itu semua terjadi karna Rian masih emosi, mengingat ucapan Bela tadi malam.


Namun karna rasa egonya yang tinggi. Akhirnya dia malah memilih pergi, untuk menenangkan dirinya.


"Sayang! sudahlah, tidak usah memikirkan masalah yang tidak penting. Lebih baik sekarang kita bersenang-senang. Bukannya ini hari ulang tahunku." seru Bela dengan sengaja sudah duduk diatas paha Rian.


Sehingga membuat Rian kembali membuka matanya tadi yang sengaja dia pejamkan.


Melihat hal itu, Bela langsung saja mencium bibir Rian lebih dulu, dan dengan perlahan Bela mengalungkan tangannya ke leher Rian.


Untuk memberi kode, agar Rian membalas ciumannya. Karna terbawa suasana hati nya yang sedang kacau.


Akhirnya Rian pun langsung membalas ciuman Bela dengan lebih ganas, guna menghilangkan rasa kacau yang sedang dia rasakan.


Sampai Rian tidak sadar, jika tangannya yang dia gunakan menampar Ayla tadi pagi. Sekarang sudah dia gunakan untuk melucuti pakaian atas Bela.


Karna pemanasan yang Bela lakukan tadi, sukses membuat jiwa lelaki Rian langsung menginginkan lebih dari sekedar ciuman saja.


Apalagi Rian sudah pernah merasakan *N*ikmatnya, ketika dia melakukannya bersama Ayla istri sah nya, beberapa minggu yang lalu.


"Aaakkh...!" Satu ******* Bela, sudah keluar dari mulutnya.


"Ri....! aku ingi lebih dari ini." Pinta Bela yang kembali lagi membuat Rian melupakan jika sekarang istrinya sedang berada di panti asuhan, untuk merayakan hari ulang tahunnya.


BERSAMBUNG .....😄


.


.


.


.


.


Halo semuanya, maaf ya, sudah kembali membuat kalian penasaran apa yang terjadi selanjutnya 🤗


Nanti, mak author akan kembali uup lagi, asalkan dukungan buat Rian dan Ayla nya banyak. Karna cuma itu yang membuat mak author semangat juga buat menulis.


Jadi jangan lupa untuk memberikan dukungannya ya 😍


like.


Vote.


komen yang tidak membuat mak author down.


Atau bunga dan kopinya.


Terimakasih 🙏😘😘😘😘