
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Hari berganti hari.
Seminggu sudah berlalu. Ayla benar-benar menjalani hari-hari nya dengan baik, bagi orang yang melihatnya dari luar saja.
Namun bila kembali kerumah, tentu saja Ayla masih belum bisa menghilangkan seluruh perasaannya terhadap Rian.
Apalagi berita pertunangan Bela dan Rian sudah menjadi topik terkini di universitas Erlangga. Karna Bela sendiri yang menyebarkan isu itu.
Jadi mana mungkin Ayla bisa melupakan begitu saja, sehingga semua poto pernikahannya dengan Rian pun sudah dia lepas dari dinding semua.
Dan di ganti dengan lukisan yang lainnya. Karna Ayla tidak tahan melihat poto Rian yang menampilkan senyuman dihari pernikahan mereka.
Dan ada juga Poto setelah mereka menikah. Namun semuanya sudah Ayla ganti juga.
Tidak ada tersisa satupun poto Rian dirumah itu. Sudahlah di kampus dia harus melihat Rian bersama Bela. dirumahnya masi melihat poto Rian bersama dirinya lagi. Ayla merasa, jika Rian sedang menertawakan dirinya di Poto itu.
Hubungan Ayla dan Nando juga bertambah dekat, jika orang lain yang melihat mereka berdua. Maka mereka selalu mengatakan jika Ayla dan Nando berpacaran.
Seperti pagi ini, Nando pagi-pagi sekali sudah datang menjemput Ayla.
"Apa sudah siap Ay! apa kamu sudah meminum susu ibu hamil nya." Nando menghampiri Ayla di meja makan.
Karna akhir-akhir ini, memang Nando akan menjemput Ayla sampai masuk kedalam rumah.
"Seperti yang kakak lihat, semuanya sudah siap dan aku juga merasa lebih baik lagi hari ini." senyum Ayla terbit di wajahnya.
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang." Nando mengulurkan tangannya membantu Ayla berdiri.
Setelah berpamitan kepada Susi, Ayla dan Nando langsung berangkat menuju kampus.
Didalam perjalanan. "Kak, nanti sore aku akan mengatakan semuanya kepada Ayah, Bunda dan juga Mama Sonya. Papa Heri sudah mengatur untuk pertemuan kami." Ayla berkata dengan berat.
Sehingga Nando langsung menoleh kearah Ayla dengan cepat. Karna ini diluar rencana awal Ayla sebelumnya.
"Kenapa? apa terjadi sesuatu lagi, bukannya kemarin kamu bilang akan mengatakannya setelah kita selesai ujian?" tanya Nando mengetepikan mobilnya.
"Karna aku berencana setelah acara penyambutan untuk ujian ini, aku akan pergi dari sini kak. Aku tidak bisa melupakan Rian begitu saja, aku tidak mau karna hal itu, nyawa anakku kembali terancam. Ternyata semua itu tidak semudah yang aku pikirkan. Karna sudah beberapa hari ini, perutku sering mengalami keram lagi." jawab Ayla memengang perutnya sendiri.
"Tapi bagaimana dengan ujian nya? padahal kan tinggal dua minggu lagi, dan jika sebelum ujian kakak belum bisa ikut bersama mu?" ucap Nando bingung, karna dia juga belum selesai ujian.
"Jika aku akan mengikuti ujian online saja, papa Heri yang mengurus selanjutnya. Karna papa juga mendukung aku untuk pergi secepatnya. Kakak selesaikan saja dulu semuanya, nanti setelah itu, kakak kan bisa menyusul ku."
"Baiklah jika seperti itu, tapi kakak akan mengantar mu ke kota A." Nando akhirnya mengambil keputusan.
"Iya, jika seperti itu aku setuju, kakak selesaikan ujiannya kakak dulu, setelah itu baru kakak menyusul ku." ucap Ayla tersenyum lega, karna dia takut jika Nando malah ingin ikut menemaninya sekarang.
Lalu setelah itu, Nando kembali lagi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Nando benar-benar menjadi tempat Ayla berkeluh-kesah. Baik itu suka, maupun dukanya. Karna Nando benar-benar selalu mendukung dan mensupport Ayla dari keterpurukannya.
Sementara Rian, tidak usah di tanya. Dia akan tetap melanjutkan niat awalnya, meskipun setiap hari dia merindukan Ayla.
Rian hanya berpikir, jika dia merindukan sahabatnya saja, padahal sering kali Rian pergi meninggalkan kampus karna tidak tahan melihat kemesraan dan perhatian yang Nando berikan untuk Ayla.
Namun dia selalu menampik, jika itu bukanlah perasaan cinta.
**********
Mobil mewah Nando, baru saja tiba di parkiran. Lalu Nando turun lebih dulu membukakan pintu mobil untuk Ayla.
"Ayo!" ajak Nando turun, yang kembali lagi mengulurkan tangannya.
"Apa nanti kamu masih ingin membantu untuk acara besok?" Nando bertanya sambil menggandeng Ayla masuk.
"Iya kak, tapi cuma sebentar. Nanti jika kakak sudah keluar duluan, maka tunggu aku di mobil saja ya."
"Iya, kakak akan menunggumu dimobil, kamu jangan terlalu capek ya." pesan Nando sebelum pergi meninggalkan Ayla di kelasnya sendiri.
Karna asik mengobrol, sehingga tidak sadar jika mereka sudah sampai di depan kelas Ayla.
Dan Ayla juga masuk kedalam kelasnya, yang sudah ada Riri dan Amel di bangku mereka.
"Ay kamu sudah datang!" sapa Amel dan Riri bersama.
Ayla hanya tersenyum dan mengangguk lalu ikut duduk di bangkunya sendiri, sambil bercerita dengan kedua sahabatnya itu.
Dan tidak lama setelah itu, dosen pembimbing mereka pun sudah memasuki kelas. Yang akhirnya mereka mulai mengeluarkan peralatan belajar masing-masing.
Sehingga tidak terasa saja, pelajaran sudah berakhir dan Ayla hanya tinggal melihat persiapan untuk besok pagi.
"Ayla, apa kamu tidak kekantin dulu nih, buat mengisi perut terlebih dahulu. Sebelum kamu melihat persiapan untuk besok." tanya Amel lagi.
Karna dari tadi, Ayla sudah mengatakan jika dia akan langsung melihat temannya yang sedang mempersiapkan untuk acara besok pagi.
Sebab, acaranya memang akan diadakan siang, bukan malam. Karna acara ini hanya untuk menyambut ujian kelulusan mereka semua.
Agar para siswa dan siswi lebih semangat untuk mengikuti ujian masing-masing biar mendapatkan nilai terbaik.
"Tidak kalian berdua saja ya, soalnya sehabis melihat untuk persiapan besok, aku akan langsung pulang." ucap Ayla ikut berdiri bersama kedua sahabatnya.
"Iya deh gak apa-apa jika memang kamu mau langsung saja. Sampai bertemu besok ya." Riri memberikan pelukan sebelum mereka berpisah, begitu juga dengan Amel.
Lalu Ayla kembali lagi melanjutkan niatnya ke aula tempat acara besok di adakan. Namun tidak disangka nya, malah bertemu Rian dan Bela yang berjalan berlawanan arah dengan nya.
"Ayla kebetulan sekali kita bertemu disini. Kamu mau kemana? sapa Bela ramah, karna disampingnya ada Rian yang sedikit kaget bertemu Ayla.
Mandengar pertanyaan Bela, membuat Ayla tersenyum kearah mereka berdua.
"Aku akan ke aula, kamu benar, sangat kebetulan sekali kita bertemu disini. Jadi aku tidak perlu repot-repot mencari kalian untuk mengucapkan selamat. Aku dengar kalian akan segera bertunangan kan!" jawab Ayla tidak kalah ramahnya.
"Agh...Ternyata kamu sudah mendengar beritanya juga. Aku harap kamu tidak marah kepada ku ya Ay, karna memang kami berdua saling mencintai, benar kan sayang?" seru Bela melirik Rian yang hanya diam seribu bahasa.
Rian pun hanya mengangguk tidak menjawabnya, karna pokus Rian melihat Ayla yang menurutnya semakin terlihat kurus.
"Syukurlah Bel jika kalian saling mencintai, selamat semoga pernikahan kalian nanti akan dilimpahi kebahagiaan ya. Aku pergi duluan karna aku buru-buru." Ayla langsung pergi begitu saja tanpa menoleh kearah Rian. Meskipun dia tahu jika Rian terus memperhatikan nya dari tadi.
"Ay, Ayla..." pangil Rian yang ingin mengejar Ayla, tapi sudah dulu dicegah oleh Bela.
"Sudahlah sayang..., dia baik-baik saja. Bukannya dia dan Nando juga sudah pacaran. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah padanya." seru Bela menahan Rian, agar Rian tidak mengejar Ayla.
Dan akhirnya Bela berhasil menyakinkan Rian, yang akhirnya mereka kembali lagi melanjutkan menuju ke kantin.
Sementara itu, Ayla menagis di pinggir tembok yang tidak ada mahasiswa lain, selain dirinya sendiri.
"Hanya hari ini aku melihat mereka, aku harus bertahan. Hanya satu hari lagi, setelahnya aku tidak akan bertemu mereka lagi." ucap Ayla menghapus air matanya.
Karna sekarang, tekadnya untuk meninggalkan kota ini benar-benar sudah bulad, apalagi setelah melihat Rian dan Bela hari ini.