Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Melepas masa lajang.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Bruuuuk...


Tubuh Nando di tabrak oleh Sari. Saking bahagianya memiliki rumah dekat dengan sang sahabat. Wanita itu langsung memeluk erat tubuh suaminya. "Sayang terimakasih! Aku bahagia sekali," ucap Sari memeluk erat tubuh suaminya yang masih bertelanjang dada.


Hal itu tentu saja membuat Naga bergola yang Nando asuh dari kecil langsung bangun dari tempat pertapaan. Meskipun perang belum di mulai.


Meraba-raba punggung suaminya, barulah Sari sadar kalau sang suami tidak memakai baju sehingga membuat gadis itu menjerit. "Aagh... Kakak kenapa tidak memakai baju?" Sari ingin melepaskan pelukannya. Namun, tidak semudah itu karena Nando sudah menahanya.


"Lepas kak! Nanti ada yang melihat kita seperti ini." berkata asal agar Nando mau melepaskannya. Padahal apapun akan mereka lakukan mana ada yang berani mencegahnya.


"Diamlah! Kalau kamu terus bergerak handuk kakak akan lepas dari lilitannya." pria itu menahan kedua tangan istrinya sambil menikmati rasa aneh yang tiba-tiba saja menjalar pada seluruh tubuhnya. Semakin Sari bergerak ingin lepas, maka semakin mendidih jiwa kelelakian Nando.


"Kak!" Sari memanggil setelah merasa ada pergerakan aneh di bawah sana. Tadi saat Nando baru igin berdiri tiba-tiba saja Sari langsung memeluk tubuh tersebut. Jadi bukan hanya orangnya saja yang merasa kaget tapi Naga bergola yang tidak tau apa-apa jauh lebih kaget lagi.


"Hm kenapa sayang?" Nando menjawab dengan suara berat karena sudah mulai merasa panas dingin ulah dari Naga bergola nya.


"Di bawah sepertinya ada se--suatu yang bergerak. A--a--apakah itu pergerakan dari keris Empu Gandring," sebetulnya gadis itu tahu apa yang bergerak-gerak hanya saja dia ingin memastikan saja. Agar tidak menimbulkan pitnah sudah suuzon pada Naga bergola milik Nando.


Mendengar pertanyaan sang istri membuat Nando yang sedari tadi bersusah payah menahan hasratnya malah langsung tertawa. "Ha... ha... ha... sejak kapan Naga bergola ku berubah menjadi keris Empu Gandring!" tertawa tapi tidak melepaskan pelukannya. Sekarang yang memeluk bukan Sari lagi melainkan Nando.


"Apapun jenisnya tetap berbahaya kan," cicit gadis itu yang sebetulnya merasa malu. Hanya saja terkadang dia suka kebablasan.


Dengan perlahan Nando melongarkan pelukannya lalu menatap muka sang istri dan berkata. "Sayang apa aku boleh meminta hakku malam ini? Rasanya aku sudah tidak tahan bila terus-terusan menahanya." tangannya membelai wajah sang istri dan berhenti di bibir sebelum melakukan acara silaturahmi.


Cup...


Nando langsung saja bersilaturahmi bibir sebelum mendapatkan jawaban. Dia hanya berpikir bersilaturahmi merupakan kebaikan jadi kenapa harus di tunda lagi.


Pria itu menahan tengkuk sang istri guna memperdalam ciuman mereka. Decapan demi decapan mulai memenuhi kamar hotel bintang lima tersebut. Kalau ciuman saat bertunangan memang sudah beberapa kali mereka lakukan. Jadi sekarang tinggal meneruskan sama-sama sudah tahu caranya.


"Hhhp!" desah Sari yang tidak bisa keluar karena mulutnya di tutup bibir Nando lalu di halagi oleh lidahnya pria itu juga, yang sudah mengeluarkan jurus-jurus tertentu sehingga terjadi persilatan lidah.


Sadar kalau istrinya sudah kehabisan oksigen. Nando melepaskan pangutan bibir mereka sebelum kembali melanjutkan lagi. Namum, kali ini pria itu mengiring tubuh sang istri pada meja rias lalu di duduki di atasnya.


Sari yang sudah terbuai dari tadi juga tidak tinggal diam dia pun mengelus-elus punggung Nando yang sudah tidak memakai baju dari tadi.


"Aaaakkkh!" desah wanita itu saat tangan sang suami sudah berhasil tiba di puncak gunung kidul miliknya.


Gara-gara suara aneh itu membuat Nando semakin menggila. Dia mengikuti bagaimana nalurinya sendiri tidak memakai cara tutorial yang tadi di lihatnya.


Setelah sepuluh menit kemudian Nando yang tadinya tidak tahu apa-apa, sudah berhasil melucuti celana luar istrinya.


"Aaaakkkh! Kakak, aku!"


Mulut gadis itu kembali di sumpal oleh Nando. Dia mulai memberikan hisapan-hisapan kecil agar bisa merasakan manisnya bibir wanita yang kini telah resmi menjadi miliknya. Tidak sampai di sana bibirnya mulai turun ke leher dan meningalkan jejak petualang di leher jenjang istrinya. Maupun daerah kedua gunung kidul.


"Aaaaaaakkkhh!" Sari menjerit setelah satu jari tangan Nando sudah masuk pada intinya. Pria itu terus mengikuti instingnya sendiri tentang langkah apa saja yang akan dia lakukan seterusnya.


Sampai pada puncak di mana Sari sudah terkulai lemas. Barulah Nando mengendong tubuh istrinya ala bridal style kearah ranjang pengantin yang sudah di taburi kelopak bunga sama persis seperti kamar Rian dan Ayla. Bedanya mereka bukan malam pertama. Tapi berbuka puasa.


Tiba di sana dia langsung saja membaringkan Sari dengan perlahan lalu melepaskan seluruh pakaiannya sampai tidak ada yang tersisa.


"Sekarang ya! Mungkin agak sakit," kata Nando sudah bersiap mengarahkan si Naga bergola yang sekarang sudah di alih nama menjadi keris Empu Gandring oleh istrinya.


Sari yang sudah mendapatkan pelepasan pertama hanya bisa mengangguk dan menikmati cara membuat Baby kembar ala mereka berdua.


Belum masuk semua si Naga Bergola. Sari sudah merintih menahan sakit. Padahal baru kepala Naganya saja yang masuk. Dengan berbagai cara Nando membuat sang istri agar kembali terbuai dan pada saat itu.


Bleees....


"Aaaakkkh!"


Sari benar-benar menangis karena perbuatan Naga bergola. Meskipun sang suami sudah berusaha dengan keras agar dia tidak merasa sakit.


Tapi yang namanya masih bersegel tentu saja sakit. Namun, dalam rintihannya Sari juga merasa nikmat secara bersamaan dan dia hanya bisa memejamkan matanya. Sambil menikmati rasa yang baru dia rasakan saat ini.


Nando yang tau istrinya kesakitan tidak langsung berpacu. Dia diam kan sejenak Naga bergola itu sebelum melakukan tarik ulur. Lalu pria yang baru saja melepas masa lajangnya itu kembali lagi mencium bibir istrinya dan memberikan berbagai sensasi sebelum dia bertempur untuk mematikan si Naga bergola.


Begitu sudah saatnya tiba yang terdengar hanya suara- suara merdu keduanya yang saling bersahutan. Nando terus berpacu agar sampai pada puncak nirwana kenikmatan bersama wanita yang dia cintai.


Wanita yang sudah menyembuhkan Nando dari cinta bertepuk sebelah tangan. Yaitu mencintai istri dari sahabatnya sendiri. Namun, setelah tau memiliki perasaan pada Sari perasaannya pada Ayla hilang dengan sendirinya yang tersisa hanya rasa sayang kakak pada adik perempuan nya saja.


Satu jam kemudian setelah menyemburkan apinya berulang kali. Naga bergola yang sudah bertapa selama kurang-lebih dua puluh empat tahun itu kembali lagi mengeluarkan bisa apinya pada lembah milik Sari.


"Sayang aku sudah hampir! Aaaakkkh!"


Nando tumbang di atas tubuh sang istri. Sebelum menyelesaikan ucapannya. Di ikuti si Naga Bergola yang ikut tumbang penuh perjuangan.


Cup...


"Terimakasih! Aku sangat mencintaimu!" seru Nando turun dari tubuh sang istri lalu menarik Naga nya keluar. Setelah mengelap lelehan semburan dari Naganya di paha sang istri, Nando mencium perut rata istrinya berulang kali sambil berkata. "Semoga Nando junior akan segera hadir di sini." ucapannya tersenyum bahagia.


Sedangkan Sari dia sudah tidak mendengar lagi karena terlalu lelah membuatnya langsung tidur dengan nyenyak, dan setelah menyelimuti tubuh sang istri, Nando pun ikut tidur di sampingnya.


*BERSAMBUNG....😂*


.


.


.


.


Sebelum kita kasih konflik, mereka kita kasih enak-enak dulu ya 😂 Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan dan bintang limanya!!! 🤗 Terimakasih.


Like.


Vote.


Vaforit.


Komen.


Dan hadiahnya 😍😍😍