Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Persiapan pulang.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Empat hari kemudian.


Hari ini adalah hari kepulangan Ayla bersama baby twinnya. Rian berencana akan langsung membawa keluarga kecilnya ke rumah mereka sendiri. Bukan tanpa alasan pria itu memilih ingin pulang ke rumah sendiri dari pada rumah orang tuanya. Apabila mereka pulang ke kediaman keluarga Erlangga, sudah pasti Bunda Mirna akan kecewa karena beliau juga berharap putri dan cucunya akan pulang ke kediaman keluarga Ridwan.


Alhasil pria dari kedua anak kembar itu mengambil jalan tengah dengan cara pulang ke rumah mereka sendiri. Meskipun masih mendapatkan protes dari mama tercintanya.


Mama Sonya adalah anak tunggal, beliau tidak memiliki sanak maupun saudara karena kakek dan nenek Rian bukanlah orang pribumi dari kota B. mereka bisa sampai ke sana karena almarhum kakek Rian membangun cabang perusahaan Erlangga di kota itu. Setelah menikah pun Mama Sonya hanya memiliki satu orang putra yaitu Ardiaz Rian Erlangga.


Jadi tidak heran apabila wanita baya itu sangat ingin anak dan menantunya bisa tinggal bersama mereka. Meskipun Tuan Heri memiliki tiga orang saudara tapi mereka juga tinggal berjauhan. Dua orang saudara kembarnya tinggal di kota terpisah dengan mereka. Sedangkan yang satunya lagi cukup jauh apabila ingin berkunjung ke sana.


Berbeda dengan besan nya. Bunda Mirna memiliki dua orang saudara itu pun mereka tinggal di kota yang sama pula. Bunda Mirna pun selain Ayla masih memiliki satu orang Putra yaitu adik bungsu Ayla, yang bernama Paro Alamsyah.


Tidak termasuk dengan para suami mereka. Baik Tuan Heri ataupun Ayah Ridwan mereka berdua tidak pernah menginginkan hal lebih asalkan atas keinginan anak mereka sendiri.


"Sayang apa kamu kuat duduk di mobil nya?" Rian kembali bertanya untuk kesekian kalinya. Pria ini masih sangat khawatir apabila bekas operasi pada perut sang istri akan sakit bila di bawa perjalanan jauh.


Sebetulnya tidak jauh, hanya saja ayah dari dua anak kembar ini yang terlalu berlebihan. Padahal dia sudah mendengar sendiri ketika dokter mengatakan jika dalam waktu tiga hari pasien operasi caesar sudah boleh pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Aku sudah kuat, lagian di dalam mobilnya kan hanya duduk. lebih tidak kuatnya lagi apabila kita pindah ke rumah sakit ini." jawab Ayla jengah dengan kekhawatiran Rian yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Siapa bilang kita akan pindah ke sini. Tapi, jika Istriku mau tidak ada salahnya, kan?" goda Rian kepada istrinya yang sedang menyusui anak perempuan mereka.


"Hei.. jangan mengoda, ku. Apa kamu tidak lihat Salsa baru saja mau tidur." ucap Ayla sedikit kesal Rian bukannya ikut membantu mendiamkan Arsha dan Salsa. Tapi lelaki itu malah dengan sengaja membangunkan kedua anak mereka.


Kebetulan sekali dari subuh para orang tua mereka sedang pulang ke rumah masing-masing. Sebagian dari keluarga besar keluarga itu sudah menunggu di kediaman Rian dan Ayla. Di sana para sahabat maupun keluarga besar mereka, sedang menyiapkan syukuran menyambut kedatangan baby Arsya dan Salsa.


"Iya, iya. Jangan marah. Aku hanya tidak tahan bila tidak menggoda kedua anak kita. Apalagi Arsya kenapa semakin hari dia semakin mirip dirimu, coba lihat cara tidur kalian pun sama." Rian tersenyum gemas melihat cara tidur putranya.


"Memangnya harus mirip siapa lagi aku kan ibunya. Salsa juga mengikuti cara tidurmu aku tidak protes." cebik Ayla tidak terima.


"Entahlah mereka berdua lucu sekali, aku hanya merasa gemas. Mirip siapapun itu tidak penting sayang! Karena aku menyayangi kalian semua, kalian adalah bagian dari nyawaku. Buatmu istriku, wanita terhebatku terima kasih sudah melahirkan kedua anakku."


Cup...


"I love you, forever!" ungkap Rian mencium kening istrinya sampai beberapa menit.


"I love you too, forever!" balas Ayla tersenyum bahagia. sampai-sampai mereka berdua tidak sadar jika di depan pintu sudah ada sekertaris Aldi.


Sekertaris Aldi sudah mengetuk pintu berulang kali, karena tidak mendapatkan sahutan dari dalam dia memilih untuk langsung masuk. Namun, begitu pintunya terbuka malah menyaksikan tuan mudanya sedang bermesraan.


"Eh, sekertaris Aldi!" sapa Ayla tersenyum malu.


"Iya, selamat pagi, Nona muda. Maaf saya sudah mengganggu." jawab sekretaris melenggang masuk menuju sofa dengan beberapa kresek makanan di tangannya.


"Apa itu, Al?" kata Rian berjalan mendekati sekretaris Aldi.


"ini sarapan untuk Tuan dan Nona muda yang dititipkan oleh nyonya Sonya." lelaki berumur dua puluh delapan tahun itu pun langsung mengeluarkan makanan itu beserta piring dan sendok. Agar tuan mudahnya tinggal menyantap makanan saja.


"ini, Tuan silakan sarapan" ucap sekertaris Aldi yang tidak bisa berbasa-basi. Rian yang sudah paham akan sifat Aldi pun tidak banyak bicara hanya saja meskipun Rian pendiam dia adalah tipe pria yang jahil dengan orang-orang terdekatnya. Apabila berada di perusahaan seringkali sekretaris pribadinya itu menjadi bahan buliannya.


"Ttidak tuan muda, saya sudah sarapan di luar Lebih baik Tuan dan Nona sarapan sekarang karena sebentar lagi dokter Elida akan memeriksa Nona Ayla sebelum kita pulang." jelas Aldi takut bila Tuan muda melupakan jadwal kepulangan istrinya. Tidak menjawab namun, Rian melakukan apa yang disuruh oleh sekretarisnya itu.


"Sayang kamu juga sarapan lagi, ya biar aku suapin," ucap Rian mendekati istrinya dengan membawa piring makanan yang sudah di isi nasi beserta beberapa macam lauk pauknya. Tentunya makanan itu cocok untuk ibu melahirkan.


"Tolong ambilkan saja yang baru untukku, aku bisa makan sendiri anak-anak juga sedang tidur." jawab wanita itu dengan menoleh ke box bayi tempat kedua anaknya.


"Tidak perlu, ini saja ya biar aku suapi." tidak menunggu persetujuan dari Ayla. Rian pun langsung menyodorkan sendok ke mulut sang istri yang sudah di isi makanan. Mau tidak mau Ayla pun harus membuka mulutnya.


"Bagaimana, apa kamu suka sama makanan ini?" tanya Rian melihat istrinya tidak menolak seperti biasa.


"Makanan nya enak apa ini dari rumah mama?"


"Iya benar ini dari rumah mama, tadi malam mama sudah bilang kepadaku kalau pagi ini pembantu dari rumah mama akan memasak makanan buat kita. Oh iya sayang, aku hampir lupa! Kata mama ada saudara dari tukang kebun yang sedang mencari pekerjaan. Dia datang dari kampung." cerita Rian kepada istrinya.


"Lalu apa dia bekerja di rumah, mama?"


"Aku dengar tidak, pelayan di rumah mama saja banyak yang hanya menganggur. Buat apa menambah pelayan baru." Rian mengelengkan kepalanya mengingat di ke diaman kedua orang tuanya sudah dipenuhi oleh pelayan.


"Kenapa mama bercerita kepadamu?"


"Mama menyuruhku menghubungi Nando katanya mana tahu Nando membutuhkan pelayan untuk bekerja di restorannya. kamu tahu sendiri kan Mama itu orangnya tidak tegaan. Apalagi aku dengar wanita ini seorang janda yang memiliki anak di kampungnya." Rian yang sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyembunyikan masalah apapun pada istrinya. langsung menceritakan apa yang dikatakan oleh Mama Sonya kepadanya.


"Umur berapa? Kalau dia memang tidak memiliki pekerjaan bagaimana kalau kita suruh dia bekerja di rumah kita saja, Sayang! Bukan nya Mbak Susi tidak memiliki teman." usul Ayla merasa kasihan.


"Entahlah aku juga tidak tahu, lagian kita tidak boleh menerima orang sembarangan apalagi ini kita belum tahu seperti apa kelakuannya." jawab Ryan yang tidak mau menerima orang sembarangan untuk menemani anak dan istrinya di rumah. Setelah kejadian yang pernah menimpa keluarganya Rian tidak percaya dengan sembarangan orang.


"Sudah habiskan makanannya ya!Nanti Arsha dan Salsa keburu bangun." seru Rian yang tau jika terus membahas orang yang dia ceritakan pasti istrinya akan meminta orang itu untuk bekerja dengan mereka.


Yang di setujui oleh Ayla karena perutnya memang sudah lapar. Padahal sebelum orang tua mereka pulang dia sudah menghabiskan satu piring nasi dan satu gelas susu.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗


Like.


Vote.


Vaforit.


Komen.


Hadia bunga maupun kopinya. Dan jangan lupa untuk memberikan bintang lima nya , ya!😘😘😘 Terimakasih.🙏🙏