Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Ini tidak seberapa.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Di dalam mobil mewah milik Nando. Andre yang membawa mobil itu. Karna dalam keadaan emosi, Andre takut, malah membuat Nando tidak pokus menyetir mobilnya.


"Brengsek Rian, dia sudah membuang permata hanya karna batu kerikil itu. Gue gak akan memaafkan dia, kalau sampai terjadi sesuatu pada Ayla dan anak-anaknya." seru Nando yang sudah benar-benar habis rasa sabarnya selama ini.


Dia diam selama ini, karna Nando menghormati permintaan Ayla padanya. Tapi tidak untuk sekarang. Karna Nando tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Ayla dan kedua calon anak-anaknya.


Nando sudah tau rasanya di tinggalkan oleh orang yang sangat di cintanya. Sebab itulah, ketakutan Nando kehilangan Ayla melebihi dari siapapun.


"Sabar Nan..! tahan emosi lo. kita bicarakan baik-baik sama Rian. Bagaimana pun, dia sahabat kita. Gue tau lo sayang sama Ayla, begitupun sebaliknya. Lo cuma kecewa sama Rian, Karna dia sudah menyia-nyiakan istrinya sendiri. Karna gue sendiri juga kecewa sama keputusan Rian." jujur Andre yang tumben berbica benar.


"Gue gak tau Ndre. Kalian belum pernah ngerasain kehilangan orang yang kalian cintai. Dan kalo gue disuruh memilih, gue mau mengantikan mereka. Asalkan mereka bisa menikmati hidupnya dengan bahagia." ucap Nando sambil memejamkan matanya.


Tiga puluh menit, mobil mereka sudah memasuki kawasan perusahaan raksasa. Yaitu perusahaan Erlangga group. Lalu Andre langsung menghentikan mobil mereka di depan loby dan menyerahkan kuncinya kepada penjaga disana.


Karna semua karyawan Rian, memang sudah mengenal mereka berdua. Jadi apabila mereka datang, pasti akan diperlakukan dengan baik.


Meskipun banyak pasang mata yang memandang takjub. Dengan pandangan mendamba. Mereka tetap tidak peduli dan langsung memasuki lift untuk menuju tempat kantor Rian berada.


Tiiing...


Bunyi lift yang terbuka. Lalu mereka berdua langsung saja keluar dan bertanya kepada Emi sekertaris Rian yang berada di meja kerjanya.


"Selamat sore..! apa Rian ada diruangan nya?" tanya Andre tanpa menunggu sekertaris itu menyambut kedatangan mereka.


"Selamat sore juga tuan. Maaf, tuan Rian sedang berada di ruang meeting. Tapi sebentar lagi pasti sudah keluar. Karna ini sudah melebihi dari jam biasanya. Tuan Andre dan tuan Nando tunggu saja di dalam ruangan tuan Rian." jelas Emi sopan dan ramah.


Dan akhirnya Andre pun mengajak Nando menunggu di dalam ruangan Rian.


Tak lama, hanya menunggu Dua belas menit. Ternyata Rian sudah kembali ke ruangannya. Dan sedikit terkejut melihat kedua sahabatnya datang berkunjung. Meskipun tadi Emi sudah memberitahu nya.


Karna semenjak mengetahui hubungan Rian dan Ayla. Persahabatan mereka memang sudah tidak seperti dulu lagi.


Terutama Nando. Bukan masalah Ayla yang menjadi istri sahabatnya. yang membuat Nando kecewa kepada Rian. Namun hubungan Rian dan Bela lah alasan Nando marah kepada nya.


"Kalian..! tumben kesini ada apa?" tanya Rian ramah seperti biasanya. Karna dia memang belum tau maksut kedatangan sahabatnya itu.


"Ri kita berdua kesini, ingin membicarakan masalah hubungan lo sama Ayla. Bukannya kita mau ikut campur urusan rumah tangga lo. Tapi kita hanya ingin lo mempertimbangkan dulu. Apalagi sekarang Ayla sed."


Belum sempat Andre melanjutkan perkataannya. Rian sudah lebih dulu memotong ucapan Andre.


"Kalian nggak usah repot-repot mengurus rumah tangga gue. Karna gue sama Ayla, akan berpisah tinggal beberapa bulan lagi." ucap Rian enteng tanpa memiliki beban saat mengucapkan nya.


Sehingga membuat Nando berdiri dan langsung memberikan Bogeman ke wajah Rian. Seraya berkata.


Bug... Bug...


Rian yang memang belum siap, tentunya langsung terjatuh kelantai.


Namun bila dia tau akan mendapatkan seragan mendadak seperti sekarang. Tentu saja dia tidak akan pernah kalah.


Dan memang hari ini, Rian merasakan jika tubuhnya terasa lemas seperti tidak bertulang. Yang dia sendiri juga tidak tau penyebabnya.


"Nan udah.! kita datang kesini untuk menyelesaikan masalah mereka." Andre berusaha menarik Nando.


Sedangkan Rian mencoba berdiri dan menyeka darah segar yang keluar dari bibirnya.


"Lepasin gue Ndre, bajingan ini pantas mendapatkan nya." Dan ternyata karna kuat nya amarah Nando, dia bisa terlepas dari pengangan Andre.


Lalu Nando langsung menarik kerah kameja yang Rian pakai dan memukulnya lagi.


"Gue udah pernah peringatin lo Ri..! jika lo nyia-nyiain Ayla, maka jangan salahin gue, bila gue akan merebutnya dari lo. Hari ini gue bersumpah atas diri gue sendiri. Jika sampai lo menyakiti Ayla lagi. Maka gue nggak akan segan-segan buat ngabisin lo." sergah Nando yang masih merasa belum puas untuk membalaskan rasa sakit yang Rian berikan kepada Ayla.


"Dan rasa sakit yang lo rasain sekarang. Belum ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang sudah lo berikan pada Ayla. jangan pernah lo menyesal atas pilihan lo sekarang. Dan satu lagi, persahabatan kita cukup sampai disini." Nando melepaskan cengkraman nya dan mendorong Rian lagi. Sehingga Rian kembali terjatuh.


Setelah mengatakan itu, Nando langsung pergi tanpa menunggu Andre.


Karna Andre masih membantu Rian untuk berdiri. Sebab walau bagaimanapun. Rian maupun Nando, sama-sama sahabatnya.


Setelah membantu Rian, Andre pun ikut mengucapkan kata-kata kecewanya.


"Ri gue harus pulang sekarang. Mintalah Aldi untuk mengobati luka lo. Dan semua yang Nando ucapkan adalah benar. Rasa sakit yang lo rasain sekarang, tidak ada apa-apanya, dibandingkan rasa sakit Ayla yang udah lo buat. Jujur gue kecewa sama lo. Tadinya kita kesini untuk membantu memperbaiki rumah tangga lo. Namun ternyata lo sudah memilih pilihan lo sendiri. Gue pergi." seru Andre menepuk pelan bahu Rian dan diapun langsung pergi untuk menyusul Nando.


Karna Andre tahu, jika Nando pasti akan menunggu nya. Karna kunci mobil Nando ada pada saku celananya.


Di rumah sakit Central Medika.


"Sar kemana kak Nando dan kak Andre? kenapa mereka belum kembali?" tanya Ayla merasa heran.


Karna Sari mengatakan, jika Nando dan Andre hanya pergi keluar sebentar. Tapi ini sudah hampir dua jam. Mereka belum kembali juga.


"Hey...! sabarlah. mungkin mereka sedang mencari sesuatu untuk kita, makanya mereka lama." ujar Sari sedikit berbohong.


Namun tanpa Sari duga, ternyata Andre dan Nando memang datang membawa hadiah untuk mereka berdua.


"Kalian sudah datang?" tanya Ayla melihat kearah pintu yang terbuka lebar.


"Iya kami tadi mencari hadiah dulu untuk calon keponakan kami, makanya lama. Iya kan Nan?" Andre menyenggol lengan Nando. Agar ikut mengiyakan.


"Agh iya benar. Ini untuk Sari dan ini untuk mu." Nando memberikan boneka beruang yang berbeda warna kepada Ayla dan Sari.


"Terimakasih kak." ucap mereka bersama.


Nando pun hanya tersenyum simpul saja.